Perlukah "pawang hujan"?
Musim
kemarau yang berkepanjangan sepertinya memerlukan jasa dari “pawang hujan”
untuk memanggil hujan. Kemarau yang
berkepanjangan serta melahirkan banyak masalah baru seperti kekeringan ataupun
kebakaran hutan harus secepatnya dihentikan.
Kitab
perjanjian lama juga mencatat bangsa Isarel mengalami musim kemarau yang
berkepanjangan sampai – sampai tidak turun hujan selama tiga tahun. Uniknya kejadian alam tersebut tercatat
terjadi hanya karane doa seorang yang biasa, yang bernama Elia. Elia berdoa agar hujan tidak turun dan
ternyata benar saja hujan tidak turun, dan untuk membuktikan kekuatan doanya,
selanjutnya ia berdoa kepada Tuhan agar hujan turun, dan terjadilah seperti apa
yang didoakannya.
Hal
ini membuktikan bahwa kekuatan doa dan iman sangat berpengaruh juga bagi
keputusan Tuhan Allah. Jadi setiap dari
kita harus mempunyai andil untuk terus mendoakan negeri ini, terutama mendoakan
agar kemarau panjang ini cepat berlalu dan hujan segera turun. Turunnya hujan memang bisa terjadi oleh
karena “pawang hujan” atau rekayasa cuaca, namun doa kita sebagai orang percaya
tentunya tetap Tuhan dengar dan akan dikabulkan-Nya sesuai dengan waktu- Nya!
Tetaplah
berdoa meskipun mita bukan “pawang hujan!”
“Elia adalah manusia
biasa sama seperti kita
Dan ia telah
bersungguh – sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun
Dan hujan pun tidak
turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan
Lalu ia berdoa pula
dan langit menurunkan hujan
Dan bumi pun
mengelarkan buahnya”
Yakobus
5 : 17 - 18
God Bless You

No comments:
Post a Comment