Wednesday, September 9, 2026

(ArBer)Perlukah "pawang hujan"?



Perlukah "pawang hujan"?

 

Musim kemarau yang berkepanjangan sepertinya memerlukan jasa dari “pawang hujan” untuk memanggil hujan.  Kemarau yang berkepanjangan serta melahirkan banyak masalah baru seperti kekeringan ataupun kebakaran hutan harus secepatnya dihentikan. 

Kitab perjanjian lama juga mencatat bangsa Isarel mengalami musim kemarau yang berkepanjangan sampai – sampai tidak turun hujan selama tiga tahun.  Uniknya kejadian alam tersebut tercatat terjadi hanya karane doa seorang yang biasa, yang bernama Elia.  Elia berdoa agar hujan tidak turun dan ternyata benar saja hujan tidak turun, dan untuk membuktikan kekuatan doanya, selanjutnya ia berdoa kepada Tuhan agar hujan turun, dan terjadilah seperti apa yang didoakannya.

Hal ini membuktikan bahwa kekuatan doa dan iman sangat berpengaruh juga bagi keputusan Tuhan Allah.  Jadi setiap dari kita harus mempunyai andil untuk terus mendoakan negeri ini, terutama mendoakan agar kemarau panjang ini cepat berlalu dan hujan segera turun.  Turunnya hujan memang bisa terjadi oleh karena “pawang hujan” atau rekayasa cuaca, namun doa kita sebagai orang percaya tentunya tetap Tuhan dengar dan akan dikabulkan-Nya sesuai dengan waktu- Nya!

Tetaplah berdoa meskipun mita bukan “pawang hujan!”


“Elia adalah manusia biasa sama seperti kita

Dan ia telah bersungguh – sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun

Dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan

Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan

Dan bumi pun mengelarkan buahnya”

 Yakobus  5 : 17 - 18

 

God Bless You

No comments: