Monday, February 9, 2009



(ArBer)


Saling menolong…



Minggu ini komisi remaja sebuah Gereja mengadakan seminar tentang bahaya narkoba. Panitia yang sudah dibentuk bekerja keras menyiapkan segala perlengkapan serta menata ruangan yang akan digunakan. Oleh karena pembicara yang diundang adalah bapak – bapak dari kepolisian serta pakar psikotropika maka mereka bekerja keras untuk menyiapkan segalanya sebaik mungkin. Undangan sudah dibagikan ruangan serta semua persiapan seminarpun sudah disiapkan, kini mereka hanya tinggal berdoa bersama dan menyerahkannya kepada Tuhan.. Samapai pada hari H, semua berjalan dengan lancar para remaja juga banyak yang dating, dan acara dimulai tepat waktu. Setelah acara dimualai, seorang panitia baru menyadari bahwa banayak peserta yang dating bukan dari remaja. Ternyata undangan yang dihias begitu rupa menarik juga jemaat umum lainnya sehingga peserta membludak dan memenuhi ruangan. Panitia memang berhasil mengantisipasi dengan menyediakan tikar – tikar agar para remaja bisa duduk dibawah, namun permasalahannya adalah konsumsi untuk makan siang jumlahnya terbatas. Disaat yang bersamaan dating juga beberapa orang dari komisi dewasa, mereka lalu menawarkan diri kepada panitia untuk membantu mereka membelikan konsumsi, karena jumlah panitia komisi remaja terbatas dan harus menetap pada ruangan. AKhirnya dengan bantuan dari komisi dewasa konsumsi untuk peserta seminar tercukupi dan acara berjalan lancar sesuai dengan waktunya. Komisi remaja sangat bersuka cita, atas bantuan yang mereka terima, sebaliknya komisi dewasa juga merasa seminar tersebut juga sangat bermanfaat bagi jemaat lainnya sehingga mereka ikut berpartisipasi.

Sunguh indah bila dalam rumah Tuhan ada kerja sama. Setiap bagian dalam Gereja memang mempunyai fungsi dan target masing – masing, namun dalam mencapai target tersebut mereka membutuhkan bantuan dari bagian lainnya. Mungkin bisa saja berupa bantuan perencanaan, bantuan anggota atau bahkan bantuan nasehat dan pengalamanpun akan sangat berarti. Kerja sama sangatlah penting bahkan seorang rasul Petruspun mempunyai banyak sahabat. Selain dia meminta dari doa para sahabatnya, dia juga meminta bantuan dari mereka. Pekerjaan Tuhan adalah pekerjaan yang indah, apalagi bila dikerjakan bersama maka ada kesempatan kita untuk menolong sesama serta merasakan sukacita bersama.


“Bertolong – tolonglah menanggung bebanmu!

demikianlah kamu

memenuhi hukum Kristus”

Galatia 6:2

GOD Bless u




(ArBer)

Malaikat juga tahu

Siapa yang jadi juaranya...



Lagu yang dibawakan Dewi ’dee’ Lestari, yang berjudul malaikat juga tahu, mendapatkan sambutan luar bisa dari para pecinta musik tanah air. Lagu tersebut berisikan lirik – lirik yang menentuh hati. Lagu tersebut bercerita tentang kasih seseorang yang tidak disadari oleh orang yang dikasinhinya. Bahkan menurut lirik lagu tersebut jika ditanyakan kepada malaikat, maka sebenarnya malaikat tahu bahwa kasih serta perhatian seseorang tersebut lebih besar dari malaikat, dan jika dibanding derngan Malaikat, maka orang tersebut akan menjadi juaranya(dalam hal mengasihi)

Mungkinkah ada kasih seorang manusia yang lebih besar dari kasih malaikat? Jawabanya adalah mungkin saja. Manusia adalah ciptaan-Nya yang unik, kita diberi kehendak bebas untuk memilih apa yang ingin kita lakukan, dan hal ini tidak bisa disamakan dengan Malaikat, karena mereka makhluk ciptaan Tuhan yang sudah memiliki tugas dan fungsinya masing – masing.

Seseorang dikatakan mengasihi, haruslah ditunjukan dalam bentuk nyata melalui sikap dan perbuatan. Alllah pencipta manusia juga sudah memberikan contoh teladan kepada kita semua. Dia Sang Pencipta justru mau berkorban demi ciptaan – Nya. Kehadiran Tuhan Yesus dalam dunia ini, adalah contoh nyata yang konkret tentang apa itu kasih. Selain mengajarkan kasih, Tuhan Yesus juga menunjukkan kasih melalui perbuatan nyata dengan merelakan dirinya dicaci maki, disiksa, diludahi dan disalib. Kasih yang perlihatkan-Nya sungguh nyata bahkan saat – saat menjelang kematian-Nya, Dia tetap berdoa kepada Bapa agar mengampuni mereka yang menyiksannya. . Sebagai makhluk ciptaan – Nya yang bebas maka sebaiknya kita manfaatkan kebebasan tersebut untuk memilih hal yang terbaik. Kasihilah sesama kita dengan sukacita dan seperti kita mengasihi diri kita sendiri, karena mengasihi bukanlah tugas Malaikat. Mengasihi adalah tugas dan tanggung jawab manusia di bumi ini. Allah sendiri sudah mencontohkan diri melalui Yesus Kristus yang juga seorang manusia biasa, maka kita sebagai manusia haruslah mencontoh teladan serta perbuatan seorang mannusia yang bernama Yesus Kristus.


”jauh lebih tinggi dari pad malaikat – malaikat

sama seperti yang dikaruniakan kepada – Nya

jauh lebih indah dari pada nama mereka.”

Ibrani 1:4

GOD Bless u

Thursday, February 5, 2009



(ArBer)


Tidur di atas awan




Andi dipanggil wali kelasnya hari ini ke ruang guru. “Andi kenapa akhir – akhir ini kamu selalu telat masuk sekolah?” tanya bu Rani. “Iya bu, semenjak jam sekolah dimajukan, saya kesulitan bangun pagi” jawab Andi. “Mengapa kamu tidak menyalakan alarm lebih pagi lagi agar bisa bangun” tanya bu Rani lagi, “sudah bu, biasanya saya bangun pas alarm berbunyi tapi karena saya baru mendapatkan tempat tidur baru, ya saya tidur lagi deh, habis tempat tidurnya empuk seperti tidur di atas awan” jawab Andi dengan semangat.

Cerita sederhna diatas masih sering terjadi pada kita semua. Setiap hari mungkin kita bisa bangun pagi karena harus bekerja karena tuntutan profesionalisme serta mengngat berapa banyakmateri yang akan hilang apabila kita tidak cepat – cepat bekerja. Namun pada hari libur seperti sabtu dan minggu kita selalu “balas dendam” terhadap waktu tidur kita. Menjelang weekend biasanya rencana pertama dalam hidup kita adalah hidup bermalas – malasan(sebab kita sudah rajin setiap hari kerja) serta memperpanjang waktu tidur, bahkan tempat tidur seperti apapun akan terasa nyaman bagaikan tidur di atas awan. Memang tidak ada larangan untuk beristirahat atau tidur, tapi jika itu berlebihan pastilah ada dampak negatifnya. Bahkan kadang – kadang kita juga malas mengikuti kebaktian pagi yang diadakan Gereja pada hari minggu, dan kita cenderung dating pada kebaktian siang ataupun petang. Untuk menjaga fisik sebaiknya kita tidak menambah jam tidur kita sewaktu weekend , bangun di jam yang sama lalu biasakan diri berolah raga, dengan demikian fisik kita akan lebih bugar dan siap berktivitas kembali di awal pekan setiap minggu. Jika hari minggu sebaiknya ikutlah kebaktian pagi hari jika memungkinkan, karena pada pagi hari pikiran kita masih segar, dan itulah waktu yang terbaik untuk menghadap Tuhan di rumah-Nya. Pertimbangan lainnya juga agar pikiran kita tidak terfokus ke hal- hal lainnya seperti rekreasi atau tempat makan yang akan kita kunjungi bersama keluarga di hari minggu. Kita perlu memanjakan tubuh kita dengan beristirahat agar kita mendapatkan kesegaran jasmani, namun jangan lupa kita juga memerlukan kesehatan rohani.

Tidur memang akan menyegarkan tubuh, namun Tuhanlah yang menyegarkan jiwa kita.


“Seperti pintu berputar pada engselnya,

demikianlah

si pemalas di tempat tidurnya.”

Amsal 26:14

GOD Bless u


Wednesday, February 4, 2009



(AeBer)

Baca Alkitab setia hari!



Akhir – akhir ini banyak berkembang aliran – aliran kepercayaan baru yang membawa ajaran agama tertentu. Kepercayaan – kepercayaan tersebut bila diteliti pada dasarnya mengikuti atau mencontoh ajaran agama tertentu. Memang dalam perkembangannya ajaran kepercayaan tersebut tidak mengadopsi segala ajaran agama secara mutlak namun paling tidak ada bagian peribadatan tertentu yang sama dengan agama yang diakui di Indonesia. Sebagai penganut agama Kristen kita juga wajib waspada, akan hal – hal serupa, karena sudah banyak juga aliran – aliran yang mengadopsi ajaran Kristen, bahkan ada yang serupa bahkan identik skali dengan ajara Kristen,misalnya saksi yehuwa. Dari kata yehuwa sendiri sudah jelas, bahwa kata itu berasal dari bahasa Ibrani yang berarti JHWH(yahwe). Bahkan ada juga yang menyatakan diri sebagai Children of God. Ajaran keduanya identik dengan ajaran Kristen, serta mengunakan injil yang sama yaitu alkitab(Bible) . Sekilas tidak ada perbedaan jelas antar keduanya dengan Kristen, tempat ibadah serta aksesoris dalam ruangan hampir sama persis. Pertanyaanya bagaimana kita mengetahui kalau kepercayaan yang sedang kita jalankan adalah ajaran yang benar???

Kita harus peka terhadap ibadah yang kita jalani, banyaklah bertanya serta berdialog dengan gembala kita, atau penatua – penatua apakah peribatan tersebut sudah ada ijin dari pemerintah, atau paling tidak apakah peribadatan kita tertutup untuk kalangan tertentu saja?. Biasanya peribadatan mereka(aliran kpercayaan) tidak dihadari jemaat yang banyak, dan rata – rata jemaatnya sudah saling kenal. Kegiatan – kegiatan peribadatanpun hanya seputar ajaran mereka dan tidak ada aksi – aksi sosial dalam lingkungan masyarakat. Namun jika pada perkembangannya mereka juga sudah mengakomodasi kegiatan – kegiatan tersebut maka satu – satunya cara mengetahui bahwa ajaran mereka sesat serta bertentangan dengan Kristus adalah dengan Alkitab.

Alkitab yang kita baca tiap hari akan menjadikan kita peka terhadap Kristus baik dalam tingkah laku maupun pemikiran kita akan semakin bertambah, bahkan bila kita terus mendalaminya maka doktrin tentang kekristenan dengan sendirinya akan mudah kita serap. Mereka juga membaca kitab suci yang sama, tapi ada bagian tertentu yang mereka rubah pemahamanya, oleh akrena itu bagaimana kita bisa “melawan” mereka kalau kita sendiri tidak mempunyai iman nyang kuat serta pemahaman akan injil yang berisi firman – firman Tuhan?

Bacalah Alkitab setiap hari, kita akan terselamatkan dari pengaruh ajaran – ajaran sesat.


“Oleh Injil kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya,

seperti yng telah kuberitakan kepadamu –

kecuali kalau kamu telah sia – sia saja menjadi percaya”

I Korintus 15:2

GOD Bless u


Tuesday, February 3, 2009


(ArBer)

Ibadah yang sejati



Setelah kebaktian bersama sebuah keluarga memutuskan untuk makan bersama disebuah restoran. Kebetulan keluarga ini sangat dihormati di Gereja setempat. Kedua orang tuanya adalah anggota majelis Gereja sedangkan anak – anak mereka aktif dalam kegiatan remaja. Setelah mereka menikmati hidangan yang disajikan di meja makan, mereka kemudian bergandengan tangan bersama – sama mengucak syukur dan berdoa. Mereka tidak peduli dengan pengunjung lainnya, merekatetap menunjukkan hidup yang berkenan dihadapan Tuhan. Setelah mereka selesai menikmati makanan, mereka bergegas kembali ke mobil karena hujan sudah turun rintik – rintik. Sesampainya dikendaraan mereka yang diparkirkan tidak jauh dari rumah makan tersebut, mereka melihat seorang pengimis tua dengan anaknya yang masih kecil disamping mobil mereka. Pengemis tersebut meminta – minta kepada anggota keluarga tersebut, namun bukannya uang receh yang pengemis itu dapat malah cacian yang didapatnya. “Makanya bu jangan ke Jakarta kalau tidak punya keahlian” sindir sang Ibu, kemudian suaminya ikut menyuruh pengemis itu pergi menjauh dari mobil mereka. Pengemis itu pn pergi sambil menahan rasa kesal dan kebencian yang mendalam, sekarang yang ada dipikiran pengemis itu semua orang yang berada termasuk keluarga Kristen pun tidak ada yang baik.

Cerita diatas memang realita hidup kita. Kita terkadang tidak memperdulikan hal – hal kecil yang membuat pelayanan kita tidak diterima Yesus. Dalam hal pelayanan serta ibadah mungkin kita adlah yang terbaik, namun Yesus juga ini kita peka terhadap sesame kita, terutama mereka yang kekurangan. Sesibuk apapun ibadah serta pelayanan kita sama sekali tidak berguna jika perbuatan dan sikap kita diluar Gereja justru sama atau bahkan lebih parah dari mereka yang tidak mengenal Yesus. Sikap kita yang bijak dalam menghadapi pengemis tersebut adalah memberikan sedikit apa yang kita punya, karena walaupun uang receh itu akan sangat berarti bagi mereka, lalu selanjutnya berdoalah bagi mereka, apapun kesalahan mereka kita tidak pantas menghakiminya. Berdoalah bagi mereka yang kekurangan, jika kita belum bisa membantu mereka serta yakinlah satu hal Tuhan sering memakai orang – orang kecil untuk menguji iman kita.

Ibadah sesungguhnya bukan sikap kita pada saat berada di rumah Tuhan, tetapi sikap pada saat kita berada di dunia ini.

“Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita,

ialah mengunjungi yatim piatu dan janda – janda

dalam kesusahan mereka, dan menjaga dirinya sendiri

agar tidak dicemarioleh dunia”

Yakobus 1:27

GOD Bless u

Monday, February 2, 2009



ArBer)

Hancurkan komputermu!!!



Mohon dibaca dahulu artikel ini dan direnungkan bersama – sama, sebelum kitamulai menghancurkan computer kita. Perkembangan teknologi berkembang sangat pesat, dahulu untuk menyampaikan informasi harus menggunakan kemampuan fisik, lalu digantikan dengn alat – alat sederhana. Namun tidak sampai disitu saja, dengan kompleksnya kebutuhan manusia makam mulai tercipta alat – alat ang lebih sederhana namun lebih efisien digunakan. Sekarang bukan saja efektif dan efisien, namun perkembangan alat – alat komunikasi maupun informasi sudah hampir batas akhir yaitu tidak terbatas ruang dan waktu. Sederhananya sekarang komunikasi dan informasi bisa kita dapatkan dimana serta kapan saja. Hanya dengan sebuah komputer saja sebenarnya sudah banyak kegiatan atau pekerjaan kita yang teratasi dengan mudah, apalagi sekarang ditambah dengan akses internet yang murah dan terjangkau, dunia sepertinya sudah ada di hadapan kita, serta kita bisa puas menikmatinya dunia yang hanya seukuran layer monitor komputer kita. Komputer menyajikan banyak hal postif dan sangat membantu peradaban manusia untuk memanfaatkan waktu dengan baik, menghemat tenaga fisik manusia, memperlancar komunikasi, serta jendela antar dunia. Dibalik semua itu dampak negatifnya juga seimbang, dengan komputer satu Negara bisa dihancurkan, peperangan bisa terjadi, bahkan manusia bisa saling menjatuhkan dengan informasi – informasi palsu.

Kita harus benar – benar menggunakan akal sehat serta iman kita dalam memanfaatkan teknologi yang bernama komputer ini. Memang pada awalnya kita akan merasakan dampak positifnya, namun jika kita tidak memfokuskan diri dengan tujuan kita memanfaat komputer maka kita akan jatuh dalam kenikmata – kenikmatan dunia. Dengan komputer kita bisa lupa waktu, karena kita mamainkan game atau kita terlalu asik mendengarkan lagu – lagu favorit kita. Waktu akan hilang begitu saja, dalampekerjaan akhirnyapun kita tidak produktif karena fokus kita sudah tertuju pada hiburan – hiburan dari komputer. Sekarang bahaya makin besar karena dengan bantuan jaringan internet kita malah membentukkomunita untuk menghabiskan waktu bersama untuk memainkan game online. Bila kita sudah ketagihan maka bukan saja waktu melainkan kita juga harus mengeluarkan biaya lebih untuk hal tersebut.

Sebagai anak – anak terang kita seharusnya sadar apapun yang baik jika digunakan untuk hal buruk maka itu menjadikannya tidak baik. Dari alat sederhana yang banyak membantu manusia seperti pisau untuk memotong daging, bisa menjadi senjata mematiakan, bahkan jarum suntik yang notabennya untuk membantu dokter menginjeksi/ memasukkan cairan anti bodi atau larutan kesehatan lainnya, digunakan untuk merusak diri sendiri dengan menyuntikan racun – racun narkoba. Baik dan buruk adalah dua sisi uang logam, yang tak terpisahkan semua dikembalikan kepada sipenggunanya.

Komputer adalah anugerah Tuhan melalui para ahli yang menciptakannya, tujuannya jelas untuk kbaikan manusia, maka janganlah kita menggunakannya lebih dari fungsinya. Memang didalamnya terdapat fungsi menghibur, tetapi janganlah fungsi tersebut menjadi fokus kita dalam menggunakan komputer.


"dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman,

sebab dengan perisai itu

kamu akan dapat mamadamkan

segala panah api dari si jahat"

Efesus 6:16


GOD Bless u



Sunday, February 1, 2009


(ArBer)

Iman saja cukupkah?



Pak Doni adalah pimpinan panitia dalam sebuah kebaktian padang yang diadakan sebuah persekutuan Gereja. Pada hari keberangkatannya rombongan dihadapkan dengan sebuah masalah besar yaitu kemactan. Kebetulan memang hari keberangkatan bertepatan dengan hari raya, dimana banyak orang memanfaatkan waktu untuk berlibur. Pak Doni tetap percaya diri acara kebaktian tersebut tidak akan tertunda dan semua akan berjalan sesuai dengan jadwal. Sebelum mereka berangkat mereka mengadakan doa bersama agar segala kegiatannya berjalan lancar. Pak Doni mengatakan jika semua beriman kepada Kristus maka kita tidak perlu kuatir aka ancaman kemacetan tersebut. Rombongan akhirnya berangkat sesuai dengan jadwal, namun sampai setengan perjalanan, rombongan terjebak macet ber jam – jam, sehingga acara akhirnya bener – benar tertunda. Pak Doni sebagai pimpinan rombongan akhirnya sangat kecewa akan kejadian itu.

Cerita tersebut menimbulkan banyak peranyaan, diantaranya mungkinkah Tuhan tidak meilhat serta mendengarkan iman dan doa mereka?,lalu apa yang mereka panitia lakukan pada saat mereka rombongan terjebak dalam kemacetan?

Tuhan behak melakukan apa saja dan memberikan apa saja kepada umatnya yang jelas apa yang kita alami tak akan melebihi kekuatan kita. Tuhan juga berhak menjawab atau tidak doa kita, bahkan Dia juga bisa menjawab langsung atau idak doa kita. Selanjutnya Tuhan pasti melihat iman kita, pertanyaanya kemudian apakah iman saja sudah cukup?

Panitia memang seharusnya harus beriman dan menyerahkan rencana kegiatannya kepada Tuhan, namun bukan itu saja panitia juga harus berbuat sesuatu untuk mendukung iman mereka. Sebaiknya panitia mencari alternativfjalan lain, untuk menjaga – jaga apabila jalan yang mereka lalui akan terjadi penumpukan kendaraan(macet), atau sebenarnya panitia juga bisa menyiasatinya dengan mempercepat keberangkatan agar terhindar dari kemacetan, seandainya terjebak kemacetanpun rombongan akan sampai tempat tujuan sesuai dengan waktu yang direncanakan.

Iman memang baik, namun sebaiknya kita berusaha dulu secara maksimal, lalu sisanya barulah kita percayakan kepada-Nya dengan iman yang kita miliki. Tuhan menuntut kita beriman kepada-Nya, namun lebih dari itu Dia juga ingin kita berbut sesuatu agar Iman kita tidak kosong dan dikatan tidak berguna atau mati.


"Demikian juga halnya dengan iman:

jika iman itu tidak disertai dengan perbuatan,

maka iman itu pada hakekatnya adalah mati"

Yakobuss 2:17


GOD Bless u