Wednesday, August 19, 2009

(ArBer) Hormat grak!!!


Hormat grak!!!


Setiap pelajaran baris berbaris pastilah mengajarkan, sikap siap, istirahat di tempat, jalan ditempat, dan lain – lain termasuk juga sikap hormat. Walaupun kelihatannya sikap hormat sangatlah mudah untuk dilakukan, namun tetap saja ada aturan untuk cara berdiri, sikap hormat yang benar samapai pada tatapan atau pandangan pada saat melakukan hormat.


Hormat kepada Tuhan memang tidak memerlukan gerakan khusus anggota tubuh kita seperti mengangkat tangan dan meletakkan secara miring telapak tangan disamping mata. Hormat kepada Tuhan lebih, dititik beratkan pada sikap hati kita dan bukan badan atau gerakan angggota tubuh kita. Sikap hormat kepada-Nya secara fisik dan penampilan memang cukup pening, misalnya saja pada saat kita bedoa, tentulah kita harus dengan sikap menunduk, atau pada saat mengikuti Ibadah, kita juga harus berpenampilan rapih serta tidak memakai pakaian santai(kaos ataupun celana pendek). Namun dibalik itu semua tetap saja sikap hormat kita yang paling penting. Sikap yang selalu merindukan kehadiran-Nya dan sikap untuk mengendalikan kata-kata serta perbuatan kita sesuai dengan firman-Nya adalah sikap hormat yang sesungguhnya kepada Tuhan.


Sikap hormat kepada bendera kebangsaan mungkin tidak kita lakukan sepanjang hari, namun sikap hormat akan Pencipta kita haruslah kita lakukan setiap hari serta tidak perlu menunggu aba-aba “Hormat Grak!!!” dari orang lain.


“Berkatalah Yosua kepada Akhan:

Anakku, hormatilah TUHAN, Allah Israel…”

Yosua 7:19


GOD Bless u

Monday, August 17, 2009



“Sekali Merdeka tetap Merdeka”, yakin?


Tanpa bermaksud menjelekkan lirik dalam lagu “hari kemerdekaan”, tetapi kalimat “Sekali Merdeka tetap Merdeka” harus dikaji lebih mendalam kebenarannya. Medeka berarti bebas dari belenggu, tekanan, ataupun penjajahan. Namun kemudian pertanyaannya adalah apakah benar, jika sekali merdeka kita akan terus merdeka?

Dilihat dari sudut pandang penjajahan fisik mungkin bisa dikatakan Indonesia sudah bebas dari penjajahan. Hal tersebut juga harus sedikit dipaksakan, karena kita sama – sama mengetahui bahwa Indonesia masih sempat beberapa kali mendapat serangan dari bangsa asing(Agresi militer 1, ke 2 dll). Sednagkan dari berbagai sudut lainnya seperti masalah sosial, moralitas, ataupun belenggu kebodohan kita masih jauh dari kata merdeka.


Sekali Merdeka kita belum tentu bebas dari penjajahan, karena kan selalu ada godaan, dan gangguan yang menyerang. Jika kita memang merdeka secara fisik atau katakanlah bebas dari peperangan, maka pastilah “penjajah” berikutnya yang akan menyerang kita bukanlah jajahan secara fisik lagi. Saat ini Indonesia justru menghadapi banyak masalah moralitas kaum muda, perang berbau S.A.R.A, sampai pada perang melawan keinginan egoisme pribadi untuk memperkaya diri sendiri dengan memanfaatka segala potensi alam Indonesia. Masalah – masalah itu juga akahirnya yang menjadi penjajah – pnjajah kasat mata yang tentunya lebih suli dihadapi dibandingkan penjajahan langsung secara fisik. Bukan saja menjajah, tapi lambat laun kita justru sudah menjadi hamba dari segala permasalahan- permasalahan tersebut.


Sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk mengisi kemerdekaan yang telah di raih para pahlawan perjuangan dengan terus memerdekakan diri sendiri. Berdoalah senantiasa, agar kita sebagai umat kristiani di Indonesia bisa memberikan sumbangsih kita untuk Negara tercinta kita. Hal kecil saja seperti membebaskan diri kita dari perbudakan dosa, akan membawa perubahan besar bagi bangsa ini, karena apa yang kita lakukan bisa menjadi cermin positif bangsa Indonesia yang kuat serta mampu merdeka dari segala jenis penjajahan. Teruslah berjuang untuk mendapatkan KEMERDEKAAN sejati!!!


“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka

Kristus telah mendapatkan kita.

Karena itu berdirilah teguh

Dan jangan mau lagi dikenakan

Kuk perhambaan”

Galatia 5:1

GOD Bless u

Friday, August 14, 2009

(ArBer) Disiplin sejak dini


Disiplin sejak dini


Tanggal 14 Agustus diperingati sebagai hari pramuka. Pramuka sendiri adalah suatu wadah berupa suatu lembaga yang bertujuan untuk mengembangkan serta mendidik kedisiplinan dari usia dini. Lalu kemudian mungkin akan muncul pertanyaan apakah anak – anak sangat memerlukan disiplin, padahal mereka sendiri masih belum menghadapi banyak permasalahan dan tanggung jawab?


Sebenarnya memang anak-anak belum banyak menghadapi banyak masalah, atau masih belum banyak dihadapkan pada pilihan sulit. Biasanya anak – anak berusia 7-13 tahun masih dibawah bimbingan dan pengawasan orang tua, sehingga setiap keputusan yang diambil masihlah keputusan orang tua mereka. Walaupun demikian, bukan berarti mereka bebas deri pembentukan karakter. Disiplin bukan saja mengajarkan kebiasaan-kebiasaan baik yang harus dilakukan secara teratur dan konsisten, namun juga melatih mental anak-anak untuk rajin dengan segala usahanya dalam mencapai cita – cita mereka.


Disiplin juga sangat kita perlukan sebagai seorang yang beriman. Sejak kita mengenal dan menerima Yesus sebagai Juruselamat kita, disiplin sudah seharusnya menjadi kesukaan kita. Disiplin dalam membaca firman-Nya, dalam beribadah, dan bahkan sampai kepada persekutuan – persekutuan antar jemaat akan membentuk karakter iman kita yang kuat serta tahan uji. Kedisplinan tersebut selain dapat mempererat hubungan kita dengan – Nya, juga bisa menularkan contoh baik ecara konkrit bagi jemaat lain yang mungkin saja mengalami pertumbuhan rohani yang agak lambat.


Semakin dini kedisiplinan tersebut dilatih, maka pertmbuhan iman akan semakin kuat. Selain baik bagi diri sendiri dan sesama saudara seiman, kedisiplinan yang dilakukan dengan rajin dan sunguh-sungguh juga menandakan ketaatan kita kepada perintah-Nya.


“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor,

biarlah rohmu menyala-nyala

dan layanilah Tuhan”

Matius 11:28


GOD Bless u

Thursday, August 13, 2009

(ArBer) Obat pegal - pegal.


Obat pegal - pegal.


Semakin hari dunia ini akan semakin sibuk. Setiap orang berlomba – lomba untuk menyibukkan diri demi mencapai suatu tujuan. Bekerja setiap hari samapi 8 jam, jika masih kurang ada juga yang bekerja samapai 12 jam bahkan lebih. Setelah sibuk dengan aktivitas pekerjaan, sesampainya di rumah harus disibukkan lagi dengan urusan – urusan rumah tangga. Setelah itu istirahat, namun tidak sampai 6 jam sudah harus bersiap lagi untuk menghadapi aktivitas harian.


Terkadang kita merasakan lelah, bahkan bukan saja fisik kita yang mengalami kelelahan serta pegal – pegal, kondisi psikis kita juga akan merasakan hal sama. Khusus untuk tubh, mungkin banyak cara untuk memulihkan kondisinya. Ada berbagai suplemen dan vitamin untuk memulihkan energi tubuh, bahkan jika memang pegal, sekarang sudah banyak sekali bentuk pemijatan dari pijat refleksi sampai dengan shiat shu, namun kembali kita harus menyediakan materi yang tidak sedikit pula. Sedangkan cara untuk memulihkan kondisi psikis sulit sekali di cari penanggulangannya.


Banyak tawaran dunia untuk memulihkan stress akibat pengaruh kelelahan psikis jiwa kita, namun kesemuannya itu hanya sementara dan memupuk dtress yang lebih berat. Sebagai contoh, temat – tempat hiburan malam sebenarnya tidak menenangkan pikiran kita sepenuhnya, mungkin dalam beberapa jam kita cukup terpuaskan, tetapi sebenarnya tidak menyentuh beban pikiran psikis kita. Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, bisa dikatakan kita beruntung. Tuhan sudah menjanjikan memberikan kelegaan bagi setiap orang yang letih lesu dan berbean berat.


Datanglah kepada-Nya karena Tuhan akan memulihkan kita dengan cara-cara-Nya yang ajaib. Sediakanlah waktu untuk selalu menengkan pikiran di dalam rumah-Nya, dengan berdoa, memuji serta menyembah-Nya. Jika kita bersedia menguras tenaga fisik kita untuk mendapatkan materi dunia yang sementara ini, mengapakah kita justru tidak mau meluangkan waktu untuk bersukacita dalam rumah Tuhan serta mendaptkan ketenangan sorgawi yang abadi. Datanglah keda-Nya jika kita memang lelah akan dunia ini, karena Dia adalah “obat pegal-pegal” paling murah serta mudah dicari!


“Marilah kepada-Ku,

semua yang letih lesu dan berbeban berat,

Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”

Matius 11:28


GOD Bless u

Wednesday, August 12, 2009

(ArBer) Fungsinya atau keindahannya?


Fungsinya atau keindahannya?


Sebagus – bagusnya sebah keyboard tidak akan berguna jika tidak bisa dipakai untuk mengetik pada komputer. Monitor, CPU dan Keyboard adalah tiga elemen penting terpisah yang disatukan dahulu, baru bisa disebut sebagai komputer. Masing – masing mempunyai fungsi tersendiri, namun ketiganya bisa di modifikasi secara terpisah sesuai dengan keinginan penggunanya. Baru – baru ini bahkan ada sebuah keyboard yang terbuat dari bahan emas murni 24 karat. Jika dilihat dari sudut pandang estetika, keyboard tersebut memang sanagt bernilai seni tinggi, namun dari segi fungsi, keyboard tersebut tetaplah hanya sebagai salah satu bagian yang berfungsi sebagai papan untuk mengetik pada komputer.


Seorang pelayan Tuhan yang baik juga tidak perlu seorang yang gagah atau cantik atau seorang dengan gelar sarjana atau dengan gelar Doktor. Melayani Tuhan adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dengan sadar sepenuh hati dan tanpa paksaan. Talenta bukanlah suatu yang diprioritasakan dalam melayani Tuhan, namun tugas atau fungsi pelayanan yang dilakukan dengan penuh kasih serta keberserahan untuk menjadi hamba Tuhanlah yang paling utama. Tidak ada salahnya jika kita mempergunakan segala kelebihan kita untuk melayani-Nya, akan tetapi jika motivasi kita hanya untuk memarkan kelebihan serta melayani tanpa kasih, maka sebagus apapun hasilnya, itu akan menjadi sia-sia di mata Tuhan.


Menjalankan tugas pelayanan sesuai dengan firman dan kehendak-Nya lebih baik, dari pada memikirkan bagaimana pelayanan kita dapat diterima banyak orang. Jangan terlalu berfokus akan hasil pelayanan kita, karena hal tersebut adalah kehendak Tuhan. Berfokuslah untuk melakukan fungsi pelayanan kita dengan sebaik-baiknya.


“Aku telah menjadi pelayan jemaat itu

sesuai dengan tugas yang dipercayakan

Allah kepadaku untuk meneruskan

Firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu”

Kolese 1:25


GOD Bless u

Tuesday, August 11, 2009

(ArBer) Buka dulu topengmu!!!


Buka dulu topengmu!!!


“Tapi buka dulu topengmu…buka dulu topengmu…biar kulihat warnamu…biar kulihat warnamu…”, kata – kata tersebut terdapat sebuah lirik lagu yang dinyanyikan band “peter pan”. Kata-katanya emang cukup sederhana, namun sangat dalam sekali arti dari kata-kata tersebut.


Hampir setiap manusia terbiasa untuk memakai “topeng”. Biasanya seseorang merasa bangga jika kepribadianya sulit untuk di tebak. Lebih parah lagi manusia memakai “topeng” justru untuk kepentingan – kepentingan tertentu(munafik). Sebagai contoh, Sebut saja pak.Andi yang sudah lama menjadi jemaat suatu gereja. Bukan saja menjadi jemaat, jika ada waktu dia juga mengikuti hampir setiap kegiatan komisi dalam Gereja. Pak Andi memang mempunyai usaha pembuatan kue, dengan usahanya dia membuka peluang bagi jemaat lain yang belum bekerja untuk bekerja pada perusahaanya. Sejenak memang terlihat sangat mulia sekali tindakannya, namun hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Walaupun terkenal ramah pada setiap jemaat lain dalam gereja, sifatnya sangat berbeda dalam memperlakukan para karyawannya. Hampir dua bulan sekali selalu terjadi pergantian karyawan, dan menurut mereka(karyawan) siatnya sangat diktator dalam memperlakukan karyawannya. Pernah mantan karyawannya yang juga sesama jemaat, meminta gembala gereja untuk menegur beliau agar memperlakukan karyawan lebih baik, akan tetapi teguran tersebut malah di jawab dengan enteng “karyawan saya bebas saya perlakukan sepeti apapun karena mereka bekerja untuk saya, sedangkan di gereja saya hanya berusaha ramah, karena bisa jadi mereka menjadi konsumen usaha saya”


Sangat ironis jika kita hanya berpura – pura untuk kepentingan bisnis saja. Setiap pekerjaan memang menuntut profesionalisme, namun bukan berarti kita memprioritaskan kepentingan pekerjaan dengan memekai “topeng” kasih. Memang tidak semua orang bisa mengetahui sifat dan karakter kita dibalik suatu topeng, namun tentu saja Tuhan mengetahuinya. Janganlah hidup sepertiorang-orang farisi yang terlihat suci, namun sebenarnya jauh dari hal tersebut. Mulai hari ini berdoalah agar kita mengasihi dan melakukan sesuatu kepada orang lain dengan sepenuh hati dan bukan dengan maksud tertentu alias memakai topeng(munafik)!!!


“Celakalah kamu….

….disebelah luar tampaknya benar di mata orang

tetapi disebelah dalam

kamu penuh dengan kemunafikan dan kedurjanaan”

Matius 23 : 27-28


GOD Bless u

Monday, August 10, 2009

(ArBer) Hidup di dalam Aquarium


Hidup di dalam Aquarium


Sebuah film animasi berjudul “finding nemo yang ditayangkan di layer lebar beberapa tahun silam menceritakan suatu fakta unik. Dalam film tersebut terdapat plot/alur cerita yang menceritakan nemo si tokoh utama tertangkap dan dimasukkan ke dalam aquarium. Faktanya adalah ternyata ikan yang biasa hidup bebes di dalam lautan, sangat tidak suka berada dalam aquarium, karena selain tepatnya yang sempit, mereka juga tidak suka segala gerak-gerik mereka menjadi tontonan manusia. Segala carapun akhirnya dilakukan agar bisa keluar dari aquarium tersebut.


Sebagai orang-orang yang beriman sebenarnya kita ditantang untuk bersedia hidup di dalam aquarium. Maksudnya tentu saja bukan bersedia hidup dalam air, namun bersedia hidup untuk menjadi tontonan bagi semua orang seperti kita hidup dalam aquarium. Hal tersebut memang sepertinya sulit untuk diwujudkan karena tidak semua orang beriman berani untuk di expose. Alasan-alasan seperti low profile selalu menjadi alaibi kita, padahal sebagai terang dunia sudah seharusnya terang kita bersinar di tempat yang tinggi agar bisa terlihat, dan bukannya justru bersinar di tempat rendah.


Sejatinya semakin kita beriman semakin baik pula tingkah laku serta perbuatan kita. Jika tingkah laku kita baik dan sesuai dengan kehendak-Nya, maka kita tidak perlu takut akan menunjukkan sikap serta perbuatan kita sehari-hari. Janganlah merasa risih jika setiap gerak – gerik kita selalu menjadi pusat perhatian semua orang, serta berdoalah selalu agar setiap gerak – gerik yang berdasarkan iman serta dilihat/diperhatikan orang lain akan selalu membawa dampak positif bagi mereka dan bukan dampak buruk apalagi menyebabkan dosa. Jadi, beranikah sekarang anda hidup dalam “aquarium”?


“Tetapi barang siapa yang bimbang….

….karena tidak melakukannya

berdasarkan Iman.

Dan segala sesuatu yang tidak berdasaran iman

Adalah dosa”

Roma 14:23


GOD Bless u