Sunday, March 7, 2010

(ArBer)Pekerjaan ideal


Pekerjaan ideal


Gambar diatas memang tidak menggambarkan tentang sebuah pekerjaan ideal. Orang didalam mesin cuci tersebut harus bekerja extra cepat dan bersih seperti harapan setiap orang yang menggunakan mesin cuci untuk mencuci baju.


Ketika kesempatan kerja sangat terbatas, kita akan sulit sekali menolak pekerjaan yang ditawarkan. Akhirnya pekerjaan apapun yang ditawarkan kita terpaksa menerimanya. Walaupun sebenarnya kita kurang berminat atau kurang menikmati jenis pekerjaan tersebut, namun mau tidak mau demi mendapatkan rejeki, kita wajib mengerjakannya. Bagi sebagian orang, bisa saja mereka tetap berusaha professional, namun ada juga beberapa orang yang akhirnya hanya bekerja setengah hati, dan hanya menunggu awal bulan pada satiap bulannya.(hanya menunggu waktu gajian)


Krisis ekonomi memang tidak memilih korbannya, hampir semua Negara masih terpengaruh dampak krisis ekonomi. Akhirnya banyak sekali perusahaan – perusahaan yang melakukan PHK(Pemutusan Hubungan Kerja) besar-besaran. PHK besar-besaran tidak diiringi dengan banyaknya lapangan pekerjaan baru, sehingga keadaan tersebut akan menyebabkan membludaknya jumlah pengangguran. Walaupun pendidikan kita cukup tinggi, hal tersebut belum menjadi jaminan kita dapat bekerja sesuai dengan cita-cita kita. Untuk menerima keadaan seperti ini, kita memerlukan kebesaran hati dan rasa syukur. Dengan berbesar hati kita harus menyadari bahwa Tuhan mempunyai rencana besar dalam menempatkan kita pada pekerjaan tersebut. Kemudian kita wajib bersyukur oleh karena Tuhan masih menyediakan kita sebuah pekerjaan agar kita bisa bertahan hidup. Kerjakanlah segalanya pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya, sebab Tuhan pastinya akan melihat kerja keras kita, lalu kemudian sesuai dengan waktu-Nya, Dia akan menyediakan yang terbaik untuk kita.


Mungkin saat ini pekerjaan kita bukanlah yang ideal, namun percayalah untuk saat ini itulah yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan hidup kita saat ini.


“Dan biarlah orang-orang kita juga belajar

Melakukan pekerjaan yang baik

Untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok

Supaya mereka jangan tidak berbuah”

Titus 3:14


GOD Bless u

Saturday, March 6, 2010

(ArBer)Lha kok terbalik?


Lha kok terbalik?


Kalau diperhatikan, sepertinya ada kekeliruan pada gambar diatas. Seharusnya burung kecil tersebutlah yang pantas berada didalam kandang, sedangkan sang kucing berada diluar kandang. Keadaan pada gambar tersebut malah terjadi sebaliknya, kucing yang notabennya ingin memangsa burung, malah terjebak didalam kandangh burung yang kecil sedangkan burung tersebut selain bebas dari ancaman kucing, dia juga bebas dari kurungan.


Adalah hal yang sanagat manusiawi, apabila kita ingin sekali membantu teman atau kerabat kita bebas dari jerat dosa. Memang seorang yang sudah biasa hidup dalam kebiasaan berdosa perlu uluran tangan serta kasih dari kita sebagai anak – anak terang. Satu yang harus kita sadari, adalah emmang tidak mudah untuk menyadarkan mereka, karena membutuhkan pengorbanan(waktu tenaga dan pikiran). Misalnya seorang yang terjerat narkoba, akan sulit bagi kita “masuk” ke dalam dunianya jika kita tidak coba menyediakan waktu lebih banyak untuk selalu menemani mereka dalam segala aktivitas mereka. Menemani saja mungkin bukan masalah, akan tetapi masalah terbesar adalah pada saat mereka menggunakan narkoba, itulah tantangan yang sekaligus dapat menjadi godaan bagi kita. Bisa – bisa kita sendiri akhirnya tertarik menggunakannya, akhirnya bukannya “membebaskan” mereka, kita sendiri malah terperangkap.


Sebenarnya banyak lagi contoh laiinya, dimana pada saat kita akan mengubah seseorang menuju jalan yang baik, akan tetapi kita sendiri justru “meneruskan” jalan buruk mereka. Mulai saat ini, sebelum kita melakukan tindakan nyata dalam membantu sesama kita, ada baiknya kita bergumul terlebih dahulu dengan Tuhan. Tanyakanlah kepada-Nya apakah saatnya sudah tepat serta kita sendiri sudah pantas dan manmpu memberikan bantuan? Selain itu kita sendiri juga harus mempertebal iman kita kepada-Nya, karena iman yang lemah tidak akan banyak mempengaruhi bantuan kita terhadap sesama, atau bahkan lebih ironisnya lagi iman yang lemah justru akan menyebabkan kita masuk dalam jerat dosa. Persiapan yang matang serta waktu yang tepat adalah kunci utama kita dalam bertindak, oleh karena itu rencanakanlah terlebih dahulu!


Kucing tersebut(pada gambar diatas)tidak akan masuk kedala kandang burung, apabila dia tidak coba mengakap burung yang masih berada dalam kandang tersebut!


“Karena hanya dengan

Perencanaan

Engkau dapat berperang…”

Amsal 24:6


GOD Bless u

Thursday, March 4, 2010

(ArBer)Bantuan yang tepat.


Bantuan yang tepat.


Sekilas gambar diatas terlihat sedikit extreem, akan tetapi gambar diatas menunjukkan kerjasama yang apik. Apabila tersedia sebuah tangga, mungkin orang tersebut tidak memerlukan bantuan teman-temannmya untuk memegang kakinya agar tetap tergantung. Oleh kaerena tidak ada tangga, maka teman-temannya memberikan bantuan dengan memegang kaki orang yang sedang mengecat kolam renang tersebut, sungguh hal tersebut merupakan bantuan yang tepat.


Dalam kehidupan ini, terkadang kita mengalammi suatu dilemma dalam memberikan bantuan. Satu sisi kita ingin sekali membantu sesama kita, namun di sisi lain belum tentu bantuan kita tepat. Ketika kita melihat anak-anak jalanan meminta duit, hati kita pastilah terketuk untuk memberikan bantuan, namun belum tentu uang receh yang kita berikan nantinya benar-benar jatuh ke tangan mereka. Kenyataanya memang sebagian besar anak-anak jalanan “dikendalikan/dipekerjakan” oknum – oknum tertentu. Lalu bagaimanakah caranya kita bisa membantu mereka, tanpa menguntungkan orang – orang yang mengendalikan mereka?


Banyak sekali hal didunia ini, yang terjadi tidak sesuai dengan kenyataan, bahkan hal yang baik sekalipun belum tentu dimanfaatkan untuk kebaikan. Membantu sesama kita memang merupakan suatu pekerjaan mulai, akan tetapi tentu saja, bantuan tersebut harus tepat dan berguna. Berdoalah terlebih dahulu sebelum memberikan bantuan. Tanyalah kepada Tuhan, apakah yang bisa kita berikan dan sudah tepatkah bantuan yang kita berikan?


Bantuan yang datang disaat tepat akan membawa kebahagian serta keuntungan bagi semua pihak.


“Karena di Tesalonikapun kamu telah

Satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku

Tetapi yang kuutamakan

Bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya

Yang makin memperbesar keuntunganmu”

Filipi 4:16-17


GOD Bless u

Wednesday, March 3, 2010

(ArBer)Tidak ada tawar menawar!


Tidak ada tawar menawar!


Dalam dunia ini, hampir segala sesuatu bisa ditawar atau dikompromikan. Baru – baru ini, kita sama-sama menyaksikan dinamika politik di Indonesia yang menyuguhkan sebuah “dagelan” dengan lakon, “tawar-menawar kesalahan”. Sebagaian politikus yang pro dengan pemerintahan, menawakan berbagai fasilitas atau pun jabatan-jabatan tertentu terhadap pihak oposisi agar bisa mendukung keputusan pemerintah yang dianggap salah.


Mungkin itu yang terlihat jelas, namun yang tersembunyi masih sekali banyak praktek tawar menawar di negeri ini. Contoh nyatanya lagi, seorang koruptuor bisa tinggal di penjara dengan fasilitas yang mewah, dan di sel lainnya berkumpul puluhan lebih orang – orang yang dihukum karena mencuri seekor ayam atau kambing. Saat ini bahkan lamanya hukuman sudah bisa ditawar secara terang – terangan(oleh pihak – pihak tertentu yang disebut mafia kasus). Itu baru sebagian kecil dibidang hukum, belum lagi dalam bidang-bidang kehidupan lainnya, hal tersebut masih mendarah daging sebagai suatu kebudayaan. Ironisnya lagi tawar menawar dijadikan jalan penyelesaian atas nama musyawarah.


Yesus yang adalah anak Allah tidak terjebak dalam situasi “tawar-menawar” pada saat Dia menjalankan misi didalam dunia ini. Terhadap tawaran iblis pada saat Dia berpuasa di padang gurun, Dia tetap teguh dengan pendirian-Nya untuk tidak tergoda kenikmatan dunia. Sampai pada hari penyaliban-Nya, dia juga tidak tawar – menawar dengan Bapa di Sorga, walaupun merasa terbeban, Yesus, tetap menyerahkan semuanya terjadi sesuai dengan kehendak-Nya. Sebagai anak-anak terang, itulah teladan yang harus benar-benar kita ikuti, jangan membiasakan diri untuk tawar – menawar dengan dosa serta kenikmatan dunia ini! Sehebat apapun kita menawar, pada akhirnya kita tetap akan masuk dalam tawaran si iblis, yang akan membuat kita jauh dari kasih-Nya.


Jangan melakukan tawar – menawar terhadap segala susuatu yang salah(dosa) serta tidak bisa ditawar lagi!


“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau

Ambillah cawan ini dari pada-Ku;

Tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan

Kehendak-Mulah yang terjadi”

Lukas 22:42


GOD Bless u

(ArBer)Memikul beban berat.


Memikul beban berat.


Untuk mempercepat suatu pekerjaan, biasanya kita selalu memaksimalkan kesempatan. Apabila kita mngangkat sesuatu, umumnya kita akan mengangkat sebanyak-banyaknya serta semampu kita, agar kita tidap perlu bolak-balik dalam melakukan kegiatan tersebut. Sejenak memang kita terlihat menghemat waktu, namun sebenarnya kita pasti membutuhkan tenaga dan energi yang lebih untuk menanggung apa yang kita angkat atau bawa.


Dalam kehidupan ini, setiap individu pastilah mempunyai masalah. Entah itu masalah kecil yang sepele, ataupun masalah besar. Masalah sebesar apapun, pastilah akan menjadi beban pikiran kita. Beban masalah tersebut tentunya akan menjadi beban pikiran jika terus menerus masalah itu kita “bawa”sendiri. Semakin kita berusaha membawa beban itu sendiri, akan semakin banyak energi, pikiran yang kita butuhkan. Akhirnya bukannya berkurang, beban permasalahan tersebut malah akan semakin bertambah jika kita sampai jatuh sakit, karena stress.


Kita harus tahu dimana kita bisa “meletakkan” beban pikiran kita. Tidak harus semuanya kita tanggung sendiri dalam pikiran kita, karena kita memiliki Yesus yang siap memikulnya dengan kuk-Nya. Mulai saat ini apapun masalah kita, sebaiknya kita bawa dalam doa serta kita gumulkan dengan Dia. Mungkin masalah tersebut tidak akan selelasai seketika, tetapi percayalah permasalahan tersebut tidak akan menjadi beban pikiran kita lagi, oleh karena Yesus sudah menyediakan kuk yang ringa untuk kita semua.


Beban berat yang kita bawa sendiri akan menguras banyak energi kita, namun saat ini Yesus sudah menawarkan kuk yang ringan untuk mengankan bebabn tersebut, pertanyaanya adalah, bersediakan kita memakai kuk dari Nya?


“Sebab kuk yang Kupasang itu enak

Dan beban-Kupun ringan”

Matius 11:30


GOD Bless u

Monday, March 1, 2010

(ArBer)Terperangkap bersama.


Terperangkap bersama.


Biasanya sebuah perangkap didesain untuk menangkap, atau menjebak obyek tertentu. Akan tetapi biasanya jumlah obyek juga yang dijadikan target tidak dalam jumlah besar. Namun tidak menutup kemungkinan juga, sebuah perangkap tikus dapat, menjebak lebih dari seekor tikus. Tentu saja merupakan sesauatu keuntungan apabila jebakan tikus yang kita pasang bia menangkap lebih dari seekor tikus. Dengan demikian, kita tidak perlu memasang umpan lebih, serta menunggu terlalu lama untuk menjebak banyak tikus.


Iblis juga merancang hal serupa terhadap manuisa di dalam dunia ini. Jebakan yang dirancangnya tentu saja tidak untuk menjebak satu atau dua orang, akan tetapi sebanyak-banyaknya. Contoh sederhananya saja, masalah penyalahgunaan narkoba bukan saja, sang pemakai yang terjerat tipu muslihat iblis, akan tetapi pengedar, maupun kurir juga sudah pasti masuk dalam lingkaran dosa. Sifat manusia yang cenderung “ikut-ikutan”, akan mempermudah iblis merancang perangkap. Dalam sebuah kelompok jika terdapat satu orang saja yang terjebak dalam dosa duniawi, maka tidak tertutup kemungkinan anggota kelompok lainnya akan segera menyusul masuk perangkap iblis.


Hal tersebut berlaku umum, bahkan berlaku juga bagi kita yang hidup berdasarkan iman Kristus. Iman yang lemah dan harga diri, biasanya membuat kita terkadang “mengalah” dengan pengaruh duniawi. Tidak jarang bukan kita yang menyadarkan mereka akan jebakan dunia, malah sebaliknya kita ikut terjebak bersama – sama dengan mereka. Untuk memperkuat kepekaan kita akan perangkap-perangkap masal si iblis, kita harus memperlengkapi diri kita dengan perisai Iman, serta Firman dari Tuhan. Belajarlah memilih dengan menggunakan hati, akal sehat serta Iman terhadap segala tawaran dunia yang mungkin secara logika terlihat baik dan menyenangkan. Karena tidak semua hal menyenangkan didalam dunia ini membawa kita pada kebahagian kekal di Sorga.


Hindarilah apa yang banyak dipilih oleh orang – orang duniawi(harta,kekuasaan, prestise ataupun gaya hidup hedonisme), dan pilihlah apa yang banyak dihindari banyak orang didunia ini.(hidup kudus sesuai dengan Firman-Nya)


“Lindungilah aku terhadap katupan jerat

Yang mereka pasang terhadap aku,

Dan dari perangkap

Orang-orang yang melakukan kejahatan”

Mazmur 141:9


GOD Bless u

(ArBer)Belajar menyendiri.


Belajar menyendiri.


Siapapun akan malas untuk berkunjung ke sebuah rumah di tengah – tengah pulau tersebut(gambar diatas). Terkecuali mereka yang empunya rumah tersebut dan sepertinya penghuni rumah tersebut memang sengaja membuat rumah di tengah pulau kecil tersebut, agar jauh dari jangakauan orang – orang. Apapun maksudnya, yang jelas mereka sepertinya sukan akan menyendiri.


Kehidupan yang menyendiri memang tidaklah bagus, namun kesendirian juga bisa memberikan banyak dampak positif. Sebuah kota metropolitan yang padat, bisa jadi membuat pikiran juga “sumpek”. Memandang ke kiri banyak orang, melihat kekebalakang, banyak sekali kendaraan, menoleh ke samping, banyak gedung padat berdempetan, itulah pemandangan keseharian di kota besar. Bukannya didak baik kita bersosialisasi atau beraktivitas dengan segala keramaian di kota, akan tetapi kita perlu menempatkan diri kita sekali – kali dalam keadaan yang tenang serta tersendiri.


Keadaan tenang akan membuat pikiran kita juga tenang karena jauh dari hiruk pikuk suara keramaian kota. Dengan begitu pikiran kita kan sangat mudah untuk kita fokuskan dan arahkan kepada hal-hal positif. Tuhan Yesus sendiri terkadang memisahkan diri dengan murid-murid-Nya dan banyak orang hanya sekedar untuk berdoa(Markus 6:45-46). Dengan kesendirian kita akan lebih fokus dengan Tuhan, kita akan mudah “mendengarkan” suara Nya, yang dalam keseharian kita tertutup oleh suara kebisingan dunia.


Suara Tuhan akan mudah terdengar ditengah kesendirian serta ketenangan pikiran kita, oleh karena itu menyingkirlah sejenak dari keramaian, maka kita akan merasakan manfaat kesendirian itu.


“Tetapi jika engkau berdoa, Masuklah ke dalam kamarmu,

Tutuplah pintu

dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi

Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi

Akan membalasnya kepadamu”

Matius 6:6


GOD Bless u