Wednesday, June 9, 2010

(ArBer)Pasti bisa!


Pasti bisa!


Gambar diatas adalah gambar untuk mengingatkan masyarakat tentang suatu ketidak mustahilan untuk menghentikan kebiasaan buruk merokok. Rokok memnag sangat berbahaya bagi tubuh namun demikian mereka yang kecanduan merokok tidak perduli dengan bahaya yang sebenarnyan timbulnya dalam jangka waktu yang lama. Kenikmatan merokok dipikir lebih dapat dirasakan, dibandingkan bahaya yang timbul dikemudian hari. Bagi mereka merokok ataupun tidak toh suatu saat mereka juga harus menghadapi kematian. Apabila pola pemikirannya sudah seperti itu maka berhenti rokok adalah impossible.


Bukan hanya dalam hal merokok saja, kenikmatan kedagingan biasanya juga menjadi candu dalam hidup ini. Setiap hari kita mungkin biasa saja dalam mengakses internet, ataupun browsing internet, namun sadar ataupu tidak kita akan mengalami ketagihan. Sehari saja kita tak menyentuh computer dan mengakses internet, rasanya hidup tidaklah cukup. Di sisi lain apabila seminggu saja kita tidak mengikuti kebaktian, kita merasa biasa saja. Itulah bukti bahwa kenikmatan kedagingan adalah candu bagi hidup ini. Sama halnya dengan segala hobi kita, yang mengahabiskan banyak waktu termasuk waktu untuk Tuhan. Jika semua waktu sudah kita pakai untuk kegaiatan yang bisa menghasilkan kenikmatan sesaat, maka sudah saatnya kita bertobat dan minta Tuhan ubah pola hidup kita!


Memang tidak mudah, namun itubukan berarti suatu hal yang mustahil. Apalgi jika kita mau benatr-benar bertobat dan datang kepada-Nya, maka tidak ada yang mustahil dalam nama-Nya. Memang butuh proses yang tidak instant dan butuh suatu pengorbanan dalam melepaskan diri dari kecanduan akan kenikmatan kedagingan. Satu hal yang pasti jika kita sudah bertekad untuk berubah dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan, maka kasih dan perlindungan-Nya akan menyertai kita melewati proses melepaskan.


Kita pasti bisa merubah kebiasaan buruk kita, apabila kita bisa memfokuskan diri hanya kepada TUHAN, sebab tidak ada yang mustahil bagi TUHAN.


“Jawab Yesus:

Katamu:jika engkau dapat?

Tidak ada yang mustahil

Bagi orang yang percaya”

Markus 9:23


GOD Bless U

Tuesday, June 8, 2010

(ArBer)Pentingnya komunikasi


Pentingnya komunikasi


Komunikasi sudah menjadi kebutuhan utama dalam hidup ini, terutama komunikasi dengan menggunakan telepon ataupun handphone. Ironisnya lagi kebutuhan ini hampir mengeser kebutuhan primer lainya seperti, sandang, pangan, ataupun papan. Punya rumah ataupun tidak, sudah bukan masalah yang jelas masih ada handphone dalam genggaman. Bahkan tidak jarang dalam sebuah meja makan, setiap anggota keluarganya sibuk dengan handphone masing-masing, padahal makanan diatas meja sudah siap untuk disantap.


Terlepas dari beberapah hal buruk tersebut, kita emmang harus mengakui pentingnya alat-alat komunikasi seperti telepon atau handphone. Bagaimanapun juga perkembangan Gereja juga tidak terlepas dari perkembangan teknologi komunikasi. Penyebaran injil sampai dengan pelosok – pelosok desa sedikit banyak juga terbantu oleh perkembangan teknologi komunikasi. Dengan bantuan teknologi komunikasi, maka jarak dan korespondensi antara daerah desa dengan kota bisa berlangsung lancar. Segala kebutuhan logistik juga akan lebih mudah untuk diadakan, apabila para pelayanan membutuhkannya.(misalnya Alkitab, buku-buku rohani, ataupun perlengkapan tulis menulis)


Sebagai anak – anak terang yang hidup di jaman modern ini, kita sebaiknya bisa memanfaatkan dengan baik perkembangan teknologi kumunikasi. Kita tidak boleh antipati terhadap perkembangan tersebut. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mempermudahkan segala kelebihan perkembangan teknologi demi kepentingan penyebaran firman-Nya sampai ke seluruh pelosok dunia. Satu hal yang pasti kita juga memerlukan batasan atau guidance yang menuntut kita untuk selalu terfokus dalam penggunaan teknologi dengan visi yang sesuai dengan kehendak-Nya. Mintalah hikmat dan pengertian dari Tuhan, agar dengan visi yang jelas kita dapat mempergunakan perkembangan teknologi komunikasi demi kemuliaan nama-Nya.


Komunikasi memang sangat diperlukan untuk kebaikan serta menjangkau banyak jiwa, namun tidak semua alat komunikasi bisa dipergunakan untuk kebaikan, jadi mintalah petunjuk Tuhan agar kita dapat memanfaatkan dengan optimal segala perkembangan teknologi komunikasi tersebut.


“Karena perlindungan hikmat

Adalah seperti perlindungan uang,

Dan beruntunglah yang mengetahui

Bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya”

Pengkotbah 7:12


GOD Bless u

Monday, June 7, 2010

(ArBer)Perjuangan dalam kehidupan


Perjuangan dalam kehidupan


Setiap manusia dilahirkan dengan nasib yang berbeda, hanya ada satu kesamaannya yaitu, dimanapun dan kapanpun manusia dilahirkan, pastilah setiap orang memerlukan usaha untuk mempertahankan hidup. Tidak ada satu individupun di dunia ini yang bisa menikmati hidup tanpa harus melakukan apapun, bahkan buat seorang raja. Seorang raja memang tidak perlu melakukan apapun hidup karena semua yang diinginkannya bisa terkabul, namun seorang raja memerlukan usaha agar bisa dicintai rakyatnya,tanpa hal tersebut, kedudukannya menjadi raja akan sulit dipertahankan. Jika seorang raja saja masih harus berusaha dalam hidup ini, apalagi kita sebagai rakyat “biasa”?


Permasalahan setiap manusia memang beraneka ragam. Tingkat usaha yang diperlukan juga beraneka ragam. Mungkin tidak semua mengalami maslah keunangan, akan tetapi ada juga mereka yang berlimpah dalam harta justru mengalami maslah kesehatan yang tidak dapat “disembuhkan” oleh berapapun harta yang dimilikinya. Ada lagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik(cacat) akan tetapi dikasihi banyak orang karena bakatnya(mis: bermain paino ataupun melukis), namun ada lagi manusia yang sehat secara fisik. Akan tetapi dijauhi banyak orang karena perbuatannya(misalnya para kriminal). Sanga beraneka ragam kehidupan dan permasalahan yang ada dalam dunia ini. Lalu apakah masalah kita hari ini?


Apapun masalah kita hari ini, kita harus berusaha menyelesaikannya, jangan hanya menyseuaikannya! Memang terkadang butuh usaha ekstra yang lebih untuk “menaklukan” permaslahan yang kita hadapi. Usaha keras kita juga harus diiringi dengan doa serta keberserahan kita kepada TUHAN. Minta TUHAN untuk menyertai segala tindakan dan usaha kita, karena bisa jadi permaslahan hidup kita adalah cara TUHAN mendidik kita menjadi pribadi yang kuat. TUHAN sangat mengasihi umat-Nya yang tidak hanya beriman namun mau juga bekerja keras dengan perbuatan nyata.


Tanpa perjuangan dan usaha yang keras kehidupan ini akan menjadi lebih keras untuk dihadapi.


“…..

Hai anakku janganlah anggap enteng didikan Tuhan

Dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya

Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya

Dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak

…..”

Ibrani 12:5-6


GOD Bless u

Friday, June 4, 2010

(ArBer)Ingin seperti raja Daud


Ingin seperti raja Daud


Keberanian raja Daud dalam menghadapi Goliath yang notabennya adalah pahlawan besar dengan postur tubub yang besar pula menjadi inspirasi bagi banyak anak-anak. Dalam sekolah minggu cerita ini sering sekali diceritakan bahkan dibuat dalam versi drama. Dampaknya anak-anak sekolah minggu mulai mengidolakan raja Daud, dan bahkan belajar untuk mempunyai keberanian untuk menghadapi orang lain yang lebih dewasa ataupun mereka yang mempunyai tubuh lebih besar.


Daud memang terkenal karena keberaniannya, akan tetapi keberaniannya tidak timbul begitu saja. Tuhan memang selalu menjaga Daud dalam kesehariaanya disaat dia menggembalakan domba-dombanya. Tuhan dekat dengan Daud tentunya dengan alasan khusus, yaitu Daud selalu hidup berkenan dihadapan-Nya. Walaupun Daud mempunyai banyak kelebihan(bermain musik, berani melawan binatang buas, taat perintan dll) akan tetapi dia selalu rendah hati, hal itulah yang membuat Tuhan memilihnya menjadi penerus kerajaan Saul, yang tinggi hati.


Dalam mengikuti teladan raja Daud kita harus banyak membaca mengenai kisahnya dalam firman Tuhan. Janganlah kita mengikuti teladannya hanya dalam hal keberaniaanya. Memang tidak ada salahnya kita berani menghadapi apapun, namun tanpa persiapan yang matang serta ijin dari Tuhan, keberanian kita akan sia-sia. Belajarlah untuk selalu meminta kepada Tuhan agar membukakan hati dan pikiran kita dalam melakukan segala hal. Janganlah hanya mengandalkan keberanian saja dalam menghadapi”musuh” yang kuat dan ahli dalam strategi!


Anak kecil pada gambar diatas pastinya akan menjadi korban para tentara, jika dia hanya mengandalkan kekuatannya sendiri serta nyali besar, namun tanpa dilengkapi dengan senjata.


“Beginilah firman TUHAN:

Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia,

Yang mengandalkan kekuatannya sendiri,

……”

Yeremia 17:5


GOD Bless u

(ArBer)Pentingnya pendidikan.


Pentingnya pendidikan.


Bagi murid yang ingin belajar mungkin tindakan seorang guru pada gambar diatas adalah suatu hal yang biasa. Sebaliknya bagi mereka yang tidak begitu antusias dengan pelajaran tersebut pastinya akan menilai guru tersebut aneh, karena terlalu memaksakan dalam menjelaskan suatu rumus, sampai-sampai harus menggunakan kursi untuk menggaris. Terlepas dari pandangan murid-murid tentang pelajaran tersebut, pendidikan memang sangat diperlukan oleh semua orang untuk menghadapi tantangan kehidupan masa kini.


Pengetahuan memang bisa didapatkan dimana saja. Akan tetapi pendidikan formal adalah salah satu lembaga yang mampu menyalurkan ilmu dan pengetahuan dengan metodologi yang terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan jaman. Ilmu pengetahuan selalu terdapat dimana saja, untuk bisa memperolehnya kita juga memerlukan sebuah institusi yang memang dibentuk untuk menyelaurkan ilmu pengetahuan tersebut.


Menjelang pertengahan tahun ini, para remaja dihadapkan pilihan-pilihan sulit dalam hidupnya, yaitu pilihan ingin melanjut pendidikan atau mulai merintis karir. Jika melanjutkan universitas mana, dan fakultas apa yang dipilih. Banyak diantara mereka yang akhirnya bingung, inigin melanjutka menimba ilmu atau mulai langsung bekerja untuk mendapatkan pengalaman. Apapun pilihannya, alangkah baiknya kita membawa permasalahan ini kedalam doa. Kemudian mulailah membicarakannya dengan anggota keluarga, karena walaupun keputusan di tangan kita, akan tetapi masukan dari mereka bisa mempuka pikiran kita. Melanjutkan sekolah ataupun bekerja untuk membangun karir semuanya tidak masalah, yang penting kita mengerjakannya dengan suka rela dan tetap belajar untuk memperoleh ilmu pendidikan, oleh karena didikan itulah pegangan utama kita dalam memperoleh kehidupan yang baik didalam dunia ini.


Siapa yang meremehkan ilmu pengetahuan serta melupakan didikan, adalah mereka yang hanya bisa melihat orang lain berhasil tanpa bisa merasakannya.


“Berpeganglah pada didikan,

Janganlah melepaskannya

Perihalah dia

Karena dialah hidupmu”

Amsal 4:13


GOD Bless u

Thursday, June 3, 2010

(ArBer)Batasan dalam berkreativitas.


Batasan dalam berkreativitas.


Menurut orang-orang jenius, dunia adalah kenyataan tanpa batas. Maksudnya adalah, semua mungkin saja terjadi, keterbatasan hanya ada dalam pemikiran kita saja. Apabila dahulu orang masih memimpikan bisa terbang, saat ini manusia bukan saja bisa terbang akan tetapi sudah bisa menembus batas orbit bumi menuju luar angkasa. Itulah salah satu bukti bahwa, kemampuan berpikir manusia sebenarnya bisa melebihi dari apa yang bisa dilihat dengan mata.(imajinasi)


Tanpa imajinasi kita mungkin masih hidup dalam kehidupan bercocok tanam atau berburu. Apabila kita hanya mergandalkan apa yang bisa kita lihat, sentuh ataupun dengar maka pemikiran kita akan terbelenggu suatu batasan untuk berkreasi. Dengan imajinasi, kita bisa memikirkan sesuatu yang belum pernah lihat atau dirasakan panca indera kita. Hal tersebutlah kemudian yang membuat otak kita menjadi kreatif untuk mewujudkan apa yang kita bayangkan tersebut.


Tuhan Allah tentu saja menciptakan manusia sebagai suatu makhluk yang sempurna melebihi ciptaan-Nya yang lain. Kesempurnaan bukan hanya dalam bentuk fisik dan panca indera, akan tetapi juga kesempurnaan dalam hikmat dan kebijaksanaan(pengetahuan serta akal budi). Sebagai manusia kita diberi kesempatan untukm menaklukan bumi ini dengan segala potensi yang telah Dia “titip”kan kepada kita. Untuk itulah kita harus benar-benar memaksimalkan serta mengoptimalkan kerja otak kita demi kebaikan umat manusia serta kemuliaan nama-Nya. Jangan mudah membatasi diri kita untuk berbipir lebih atau kreatif! Saat kita memikirkan tidak bisa, maka sebenarnya otak kita sudah dibatasi kerjanya. Mulai saat ini janganlah cepat untuk memutuskan tidak bisa atau tidak mampu dalam melakukan sesuatu, sebelum kita mencobanya.


Selain hidup dengan hati yang berserah kepada-Nya kita juga perlu hidup dengan akal budi agar kita dapat memciptakan kehidupan dunia yang lebih baik.


“Jadi apakah yang harus kuperbuat?

Aku akan berdoa dengan rohku

Tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku;

Aku akan mennyanyi dan memuji dengan rohku,

Tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga

Dengan akal budiku”

I Korintus 14:15


GOD Bless u


Tuesday, June 1, 2010

(ArBer)Canggih tapi tidak bermanfaat.


Canggih tapi tidak bermanfaat

.

Kamera cctv pada gambar diatas sepertinya berada di tempat yang salah. Jika letaknya tidak segera dipindahkan, maka kamera pengintai dengan harga mahal tersebut tidak akan bermanfaat. Percuma saja suatu barang menggunakan teknologi tinggi namun tidak bisa dipakai alias tidak bermanfaat.


Perkembangan teknologi di era kehidupan modern seperti ini memang tidak bisa dibendung. Setiap hari selalu ada inovasi-inovasi teknologi baru yang dapat mempermudah kegiatan manusia, biak dalm segi waktu, tenaga maupun pemikiran. Dengan demikian manusia sesungguhnya sudah sangat ketergantungan oleh alat-alat berteknologi canggih tersebut. Lalu apakah Gereja juga perlu mengadaptasi kenyataan ini, atau justru antipati terhadap perkembangan teknologi?


Seyogyanya Gereja mampu menyaring perkembangan teknologi untuk dipakai demi perkembangan Gereja dan perluasan kerajaan-Nya. Banyak perkembangan teknologi yang memang sangat dibutuhkan dalam hal liturgis kebaktian(ohp, proyektor, AC dan lain sebagainya). Dengan suasana yang nyaman, jemaat akan lebih mudah berkonsenterasi dalam mengikuti kebaktiaan. Hal tersebut memang bagus akan tetapi priositas suatu kebaktian(bersekutu bersama, memuji dan menerima firman Tuhan) jangan sampai digeser hanya karena kesiapan teknologi seperti diatas sedag tidak bisa dioperasikan. Jangan hanya kerena Ac tidak nyala kita jadi malas berlama-lama dalam beribadah di rumah Tuhan. Semua teknologi ciptaan manusia juga diilhamkan dari hikmay yang manusia dapatkan dari Tuhan, dengan akal pikiran yang Dia ciptakan kita mampu menghasilkan segala alat-alat tersebut. Jadi sudah sebaiknya kita jangan menjadikan ciptaan kita lebih berarti dari DIA yang menciptakan kita.


Percuma kita mempunyai alat-alat teknologi tinggi yang canggih didalam rumah-Nya, namun tidak bermanfaat bagi perkembangan kehidupan rohani kita.


“Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya

Dan yang mengahsilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna

Bagi mereka yang mengerjakannya,

Menerima berkat dari Allah;

Tetapi jikalau tanah itumenghasilkan semak duri

Tidaklah ia berguna….”

Ibrani 6:7-8


GOD Bless u