Tuesday, October 18, 2011

(PuBer) Dosaku yang terang


Dosaku yang terang


Selembar dosaku kubiarkan menumpuk

Sehari kemudian kutumpuk selembar lagi

Aku belum takut kutuk

Dosa tidak membuatku rugi


Sekarang kesalahanku bagikan gunung

Terlalu besar untuk disimpan

Dosaku terang benderang

Bagaimana mungkin tidak terlihat Tuhan


Dosa yang ku simpan melahirkan dosa lagi

Aku tidak bisa lagi menghindari hukuman-Nya

Sebaik apapun dosa terbungkus, pasti akan terbuka lagi

Karena tidak ada yang lepas dari mata-Nya


Saat ini aku hanya bisa berlutut

Tundukkan muka sampai ke tanah

Dosaku ku buka tanpa takut

Dan meminta Tuhan menunjukkan arah


“Maka aku akan berbicara

Tanpa rasa takut terhadap Dia

Karena aku tidak menyadari kesalahanku”

Ayub 9:35


GOD Bless U

Monday, October 17, 2011

(ArBer)Terlalu cepat sampai.


Terlalu cepat sampai.


Persaingan antar jasa pengiriman barang ataupun dokumen semakin hari semakin ketat. Ada jasa pengiriman yang mempunyai slogan “ bagi kami tidak ada tanggal merah(hari libur)” Dan ada lagi yang berslogan “ anda ingin cepat, kami bisa lebih cepat”. Intinya perusahaan jasa pengiriman tersebut menjanjikan kecepatan dalam hal pengiriman.


Kecepatan memang diperlukan untuk mempersingkat waktu, namun tidak semua yang berlangsung cepat menghasilkan sesuatu yang tepat. Faktanya banyak sekali diantara kita yang ingin sekali cepat-cepat menjadi sukses. Bahkan patokan untuk suskses dipersingkat sehingga bisa pensiun muda. Sebenarnya hal tersebut tidaklah salah, namun kecepatan yang kita prioritaskan terkadang, membuat kita melupakan hal lainnya termasuk bersyukur. Akhirnya barometer dalam hidup kita juga akan berubah, yaitu bahwa sudah banyak orang suskses disekitar kita,oleh karena itu kita juga harus secepatnya sukses! Akhirnya untuk mempercepat target tersebut, kita menghalalkan berbagai cara, termasuk cara yang bertentangan dengan firman Tuhan.


Menjadi kaya, sukses ataupun berhasil memang adalah hak setiap orang, namun bukan berarti setiap orang bisa mencapai hal tersebut dengan mudah! Banyak proses pembelajaran yang harus dilewati! Dan yakinlah bahwa kita akan banyak belajar sesuatu selama kita melewati tahap-tahap tersebut dengan penuh syukur kepada Tuhan. Tuhan tidak menjanjikan ketenaran ataupun kekayaan pada setiap orang! Akan tetapi dia berjanji akan selalu menyertai anak – anak-Nya yang hidup berdasarkan firman Tuhan! Cepat atau lambat sebenarnya bukanlah masalah jika setiap langkah kita disertai dengan kesungguhan serta rasa syukur kepada apa yang telah Tuhan sediakan kepada kita dalam kehidupan ini!


Apapun yang kita lakukan dengan tergesa-gesa, pasti akan mengasilkan sesuatu yang tidak maksimal! Ingatlah selalu bahwa hasil maksimal bukan saja dipengaruhi oleh kecepatan saja, mealinkan juga ketelitian. Jadi telitilah lagi usaha kita, apakah sudah sesuai dengan kehendak-Nya?


“Orang yang kikir tergesa- gesa mengejar harta

Dan tidak mengetahui

Bahwa ia akan mengalami kekurangan”

Amsal 28:22


GOD Bless u

Sunday, October 16, 2011

(ArBer)Masih saja berdalih!


Masih saja berdalih!


Ilustrasi gambar diatas adalah sebuah fakta kehidupan yang memperlihatkan karakter alami manusia saat di salahkan atau melakukan kesalahan. Bukannya terhindar dari hukuman, akan tetapi dalih dari supir angkot tersebut justru akan membawanya kepada hukuman yang lebih berat(tilang)


Sifat yg suka berdalih, ngotot, ataupun tidak mau kalah sudah menjadi sifat alami mansuia sejak dahulu kala. Entah mungkin karena merasa bersalah dan takut dihukum, ataupun alasan lainnya saat ini kita juga sering berdalih. Jarang sekali diantara kita yang mau dengan sabar menerima masukan ataupun teguran dari orang lain, apalagi bila orang tersebut kita anggap tidak pantas(umur atau jabatan yang lebih rendah ataupun masih kurang berpengalaman). Kemudian pertanyaanya adalah, apakah kita juga akan tetap ngeyel/berdalih jika yang menegur kita adalah Tuhan Pencipa Alam semesta?


Jawaban dari pertanyaan diatas adalah, tergantung! Jika kita merasa kesalahan kita adalah sebuah dosa besar, maka kita rela menerima kesalahan kita, namun jika kita merasa kesalahan kita adalah kesalahan serta dosa kecil, maka pastilah kita akan mengeluarkan jurus “ngeyel”. Suka berdalih tidak akan membantu kita memperbaiki kesalahan kita, sebaliknya hal tersebut malah terkadang menambah kesalahan yang lebih besar. Datanglah langsung kepada Tuhan untuk meminta pengampunan atas segala dosa kita saat ini! Janganlah menunggu Dia menegur kita dengan cara-Nya! Dan jika kita merasa Dia telah menegur kita! Maka ikutilah teladan Nabi Musa, yang datang meminta ampun dan berserahlah kepada-Nya! Musa tidak berdalih, karena dia tahu bahwa Tuhan maha mengetahui!


Kita tidak perlu berdalih karena Dia yang Maha tahu tidak memerlukan penjelasan/ alasan kita! Yang Dia inginkan hanya kesadaran serta komitmen kita untuk berubah menjadi lebih baik


“Segeralah Musa berlutut ke tanah

Lalu sujud menyembah sambil berkata

………………..

Sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk

Tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami

Ambillah kami menjadi milik-Mu””

Keluaran 34:8-9


GOD Bless u

Thursday, October 13, 2011

(ArBer)Untuk kehidupan yang lebih baik



Untuk kehidupan yang lebih baik


Apakah saat ini umat manusia tidak mengalami kehidupan yang baik? Jawabanya adalah tergantung dari sudut pandang yang dipakai untuk menilainya. Apabila sudut pandang yang dipakai adalah tingkat kepauasan dalam menjalani hidup ini, bisa jadi jawabannya adalah: “kehidupan saat ini tidak lebih baik dari kehidupan masa lalu”


Tingkat stres saat ini bukan hanya terjadi di kotakota besar, namun di wilayah perdesaan tigkat stres juga cukup tinggi. Hal tersebut dikarenakan oleh kurangnya pemerataan dalam berbagai bidang, misalnya pendidikan, kesehatan maupun akses mendapatkan kebutuhan pokok maupun kebutuhan informasi. Intinya tidak ada tempat dimuka bumi ini yang benar-benar memberikan ketenangan dan kehidupan yang lebih baik. Namun sebenarnya ketenangan dalam hati dan pikiran bisa diciptakan manusia dimanapun mereka berada. Karena notabennya kebahagian serta rasa damai lahir dari dalam hati dan bukan dari luar ataupun situasi kondisi dari luar diri.


Saat ini kita tak perlu kuatir lagi akan segala pergumulan dalam hidup ini, sebab saat in banyak sekali muncul para motivator-motivator yang akan membagikan kiat suskses untuk kehidupan yang lebih baik. Bersyukurlah apabila kita telah menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat kita! Dengan menerima Kristus, kita sebenarnya sudah tidak begitu memerlukan kata-kata motivasi ataupun kiat-kiat sukses. Apabila kita sudah memegang firman-Nya sebagai prinsip dasar kehidupan kita di dalam dunia ini, maka sudah pasti kehidupan kita akan jauh lebih baik dari orang –orang lain yang belum mengenal Kristus serta kebenaran firman-Nya. Jadi saat ini kita semua telah memegang kunci untuk kehidupan yang lebih baik, hanya saja permasalahannya adalah, apakah kita bersedia untuk selalu hidup sesuai dengan kehendak-Nya?


Hidup mengandalkan Tuhan adalah kiat terbaik dari berbagai kiat dalam menggapai kehidupan yang lebih baik!


“Diberkatilah orang

Yang mengandalkan TUHAN

Yang menaruh harapanya

Pada TUHAN”

Yeremia 17:7


GOD Bless u

Wednesday, October 12, 2011

(ArBer)Pena yang sangat berharga.


Pena yang sangat berharga.


Apapun alasannya, pulpen tersebut(gambar diatas)sangat berarti bagi pemiliknya. Entah karena harganya ataupun karena pemberian dari orang dekat, yang jelas pulpen tersebut adalah benda kesayangan sang pemiliknya.


Setiap orang mungkin mempunyai benda kesayangan yang selalu disimpan serta dirawat. Bisa jadi benda tersebut adalah benda langka, ataupun benda dengan harga yang mahal. Benda pemberian dari orang terkasih juga bisa menjadi benda kesanyangan yang akan selalu dijaga. Apabila benda yang disayangi tersebut sampai hilang, tentu saja setiap orang akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkannya kembali.


Sama seperti kita yang begitu perduli dengan benda-benda kesayangan kita, Allah Bapa juga sangat perduli dengan umat manusia ciptaan-Nya! Keperdulian dan kasih bukan hanya dijanjikan kepada Nabi-Nabi pilihan-Nya, namun ditunjukkan secara nyata melalui firman-Nya. Puncak dari segala karya kasih Tuhan kepada umat manusia adalah pada saat Dia mengirimkan Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia untuk menyelamatkan umat manusia terutama bagi mereka yang “hilang”(berdosa). Jadi janganlah kita merasa rendah diri dan pergi menghindari Tuhan saat kita melakukan dosa! Datanglah dengan hati yang hancur kepada-Nya, maka Ia akan memulihkan hati kita dan mengampuni segala kesalahan kita! Ingatlah satu hal bahwa kita sangat berharga di mata Tuhan, Oleh karena itu Dia pasti akan selalu mencari kita sejauh apapun kita tersesat!


Sejauh apapun kita tersesat, tidak akan mungkin membuat Tuhan berhenti mencari kita, karena kita amat sangat berharga di mata Tuhan. Jadi mendekatlah kepada Dia yang akan selalu menghargai kita!


“Sebab Anak Manusia

Datang untuk mencari

Dan menyelamatkan yang hilang”

Lukas 19:10


GOD Bless u

Tuesday, October 11, 2011

(ArBer)Senang dengan hari kiamat.


Senang dengan hari kiamat.


Apabila ada sekeompok orang yang sangat senang dan sangat menantikan datangnya hari kiamat, tentu salah satunya adalah pendeta Harold Camping. Pensiunan insinyur itu mengklaim kalkulasinya didasarkan pada Alkitab. "Tanpa keraguan, aku berpendapat 21 Mei adalah hari pengangkatan dan penghakiman," kata dia. Celakanya ini adalah ramalan ke-duanya, setelah ramalan pertama pada tahun 1994 tidak terbukti.


Nama Camping dikenal khalayak ramai dikarenakan telah dua kali gagal meramal datangnya kiamat. Ia pertama kali salah memprediksi tibanya Hari Akhir pada 1994. Kemudian ia mengungkapkan kiamat akan terjadi pada 21 Mei lalu. Walaupun akhirnya tidak terjadi, Camping tak gentar, ia kembali meramalkan tanggal 21 Oktober mendatang akan terjadi kiamat. Hal itu di umumkannya hanya berselang tiga hari setelah ramalan kiamat 21 Mei lalu tidak terjadi. Walaupun aneh, tapi inilah kenyataan yang terjadi, bahwa ada sekelompok orang yang senang dan bahkan berharap secepatnya Tuhan merealisasikan janji-Nya akan datangnya hari kiamat.


Hari kiamat pasti akan datang, cepat ataupun lambat. Meskipun demikian, kita sebagai manusia seharusnya bisa menempatkan posisi kita sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang taat kepada-Nya. Taat dalam artian kita harus percaya dan selalu bersiap sedia menunggu kedatangan-Nya yang ke dua kali. Fokus kita adalah hidup sebaik-baiknya sesuai dengan firman-Nya selama Tuhan masih memberikan hari – hari kehidupan dalam dunia ini. Kapan hari itu datangnya, sama sekali bukanlah urusan kita! Tuhan mempunyai waktu-Nya sendiri untuk menentukan akhir dunia ini, apa gunanya bagi kita untuk mengetahui hari tersebut? Atau jangan – jangan kita sengaja mencari tahu kapan datangnya waktu itu untuk bertobat disaat-saat waktu dalam dunia ini menipis? Karena kita tak tahu dan tak perlu tahu kapan datangnya hari kiamat itu, maka hiduplah taat kepada-Nya di setiap waktu kita!


Setelah gagal meramalkan kiamat akan terjadi pada 21 Mei 2011 lalu, pendeta Harold Camping dikabarkan mengalami stroke. Banyak jemaatnya juga mengalami kerugian besar setelah menginvestasikan uangnya. Itulah kenyataanya jika manusia menginkan terjadinya hari kiamat, di saat Tuhan belum memutuskan kapan waktunya tiba!


“Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN

Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu?

Hari itu kegelapan, bukan terang”

Amos 5:18


GOD Bless u

Monday, October 10, 2011

(ArBer)Berhala atau tuhan palsu


Berhala atau tuhan palsu!.


Seperti bangsa Israel yang tidak percaya sepenuhnya dengan Tuhan Allah penyelamat mereka, apabila belum melihat-Nya, saat ini bangsa manusia juga mengalami hal keadaan serupa. Manusia cenderung percaya dengan apa yang mereka bisa lihat ataupun rasakan. Jadi jangan heran sekarang banyak muncul “tuhan-tuhan” baru yang berbentuk benda mati/hidup yang bisa dilihat dan dirasakan dengan panca indera(percaya terhadap prasati kuno, batu, benda mati ataupun bahkan meng”tuhan”kan idola ataupun artis/selebritis)


Perkembangan teknologi modern juga melahirkan banyak benda-benda berteknologi tinggi yang bisa membantu kehidupan manusia yang lebih baik. Ironisnya manusia memiliki persepsi berbeda tentang kemuktahiran segala benda-benda tersebut(hand phone, tablet pc dll) sebagai sesuatu yang lebih utama dari Dia yang menciptakan alam semesta ini. Lupa berdoa sebelum berpergian tidaklah masalah, namun apabila lupa membawa hand phone, pasti kita akan kembali lagi untuk mengambilnya. Secara rohani kita memang masih mengakui Tuhan kita, namun pada prakteknya sepertinya banyak “tuhan-tuhan” nyata(yang bisa dirasakan panca indera) yang lebih penting.


Selama kita mengandalakan panca indera dan bukan iman kita, maka percayalah keberadaan Tuhan tidak akan terlalu banyak mempengaruhi hidup kita. Tuhan maha besar dan ajaib, dan Dia tidak perlu menunjukkan eksistensi-Nya agar semua orang bisa percaya kepada-Nya. Apabila kita tetap berpegang pada apa yang tampak, maka cobalah lihat langit diatas kepala kita! Apakah itu belum membuktikan Dia lebih besar dari segala “tuhan-tuhan “lain ciptaan manusia? Mulai saat ini teguhkanlah kembali iman kita masing-masing! Janganlah mudah terpengaruh pada banyaknya berhala ataupun tuhan palsu yang tampaknya bisa membawa dan memberikan pengharapan dalam hidup ini! Tanamkanlah dalam diri kita masing-masing, bahwa ciptaan apapun di dunia ini tidak mungkin bisa menyaingi Sang pencipta alam semsesta ini.


Semakin kecil iman kita, maka akan semakin besar kemungkinannya kita mudah percaya kepada berhala ataupun tuhan palsu ciptaan manusia! Jadi kuatkanlah imanmu serta percayalah bahwa selain TUHAN tidak ada allah lain yang mampu menjadikan langit!


“Sebab besar TUHAN dan terpuji sangat

Dan lebih dashyat Ia dari pada segala allah

Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala

Tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit”

1 Tawarikh 16:25:26


GOD Bless u