Friday, October 19, 2012

(ArBer)Pasti bisa, harus bisa dan akhirnya bisa!



Pasti bisa, harus bisa dan akhirnya bisa!

Melihat gambar di atas, kira-kira posisi kita berada di anak tangga ke berapa?(berdasarkan gambar di atas).  Apakah kita sedang duduk termenung di bawah tangga, atau kita sudah hampir mencapai anak tangga teratas?
Apa pun yang menjadi pilihan kita dalam hidup ini kita harus benar-benar meng-imaninya.  Datanglah kepada Tuhan terlebih dahulu dan serahkanlah segala pilihan hidup kita!  Hanya kepada- Nyalah pengharapan kita kan selalu kuat.  Setelah kita mempunyai keyakinan serta pengharapan kuat di dalam nama- Nya, selanjutnya yang harus kita lakukan adalah yakin kepada diri sendiri.  Mungkin kita tidak yakin ataupun ragu-ragu untuk mencobanya, akan tetapi kita harus tetap berusaha, seiring dengan doa yang kita naikkan kepada Tuhan.  Tanpa usaha dan keyakinan diri bahwa kita mampu, semangat tidak akan pernah “berkobar” dalam diri kita.
Akhirnya jika semua hal tersebut sudah kita lakukan, maka percayalah tidak akan ada usaha kita yang sia-sia.  Selama kita bersungguh – sungguh beriman dan berusaha, maka Tuhan Allah pasti akan membukakan jalan keberhasilan bagi kita semua.  Jadi mulai hari ini buanglah segala pengharapan kosong yang di luar Tuhan! Pastikanlah kita hanya berpengharapan kepada Dia! Setelah itu berusahalah sekuat tenaga dengan meninggalkan “zona aman” kita.  Setelah itu nikmatilah pencapaian kita dengan penuh syukur terlebih dahulu kepada Dia yang selalu menyertai proses pertumbuhan kita! 
Selama kita mau berusaha sungguh-sungguh dengan teguh, tidak ada yang tidak mungkin di dalam nama Tuhan Yesus Kristus!


 “Karena itu,
saudara-saudaraku,
Berusahalah sungguh – sungguh,
Supaya panggilan dan pilihanmu semakin teguh”
…………………………
2 Petrus 1:10



GOD Bless u

(ArBer)Membahagiakan iblis.



Membahagiakan iblis.

Bukan hanya pada Agama- Agama tertentu saja, gambar diatas juga seharusnya berlaku bagi kita, orang – orang percaya yang sudah diselamatkan.  Iblis akan merasa bahagia disaat anak anak Tuhan lupa untuk mengingat- Nya.  Bahkan terkadang bukan hanya lupa, tetapi kita juga pintar membuat alasan.
Semakin pintar kita berdalih, maka iblis akan semakin dekat dengan kita.  Apabila iblis sudah dekat dengan kita maka sangat mudah sekali kita akan menjadi pengikutnya dengan hidup yang terfokus kepada hal – hal duniawi saja.  Lama kelamaan tanpa terasa kita akan semakin jauh dari Tuhan yang Maha Kudus oleh karena tumpukan segala dosa – dosa kita di dalam dunia ini.  Jika sudah demikian kira – kira pihak manakah yang paling berbahagia?
Kesukaan iblis adalah ketidak patuhan kita kepada Dia yang Maha Kuasa.  Ketidak patuhan kita akan membuat kita semakin berdosa sehingga akan semakin jauh dari pada- Nya.  Oleh karena itu alangkah baiknya kita jangan membuka celah sedikitpun untuk iblis yang menginginkan hal tersebut!  Caranya tentu tidaklah sulit, namun membutuhkan ketekunan dan kedisiplinan.  Kita hanya perlu hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, bukan hanya sehari atau seminggu, melainkan setiap hari secara konsisten.  Kedisiplinan kita dalam melakukan kehendak Tuhan(seperti berdoa atau membaca Firman Tuhan), secara tidak langsung akan membuat iblis sulit mendekati kita oleh karena ke-imanan kita.  Jadi mulai hari ini turutilah perintah Tuhan Allah! Jangan beri kesempatan bagi iblis untuk memanipulasi pikiran kita!
Janganlah lengah oleh tipu daya serta manipulasi iblis! sebab sekali kita lengah, kita akan selalu mengikuti kehendaknya, dan hal tersebut pasti membahagiakannya, namun mendukakan Tuhan.


 “Dan jangan beri kesempatan
Kepada Iblis”
Efesus 4:27



GOD Bless u

Wednesday, October 17, 2012

(ArBer)Senang memuji diri sendiri.

-->

Senang memuji diri sendiri.

Sikap narsisme adalah suatu perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh seorang pakar psikologi bernama Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narcissus.   Narcissus dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Suatu hari, tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis(sesuai dengan namanya).
Gambar di atas mungkin merupakan sebuah contoh nyata dari seseorang yang memiliki kebanggaan akan diri sendiri yang berlebihan.  Meskipun harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit, orang tersebut rela mengirimkan karangan bunga ucapan selamat ulang tahun buat dirinya sendiri.  Ucapan dari teman dan kerabatnya sepertinya belum cukup memuaskan telinga dan matanya, sehingga masih perlu juga pujian dari diri sendiri.
Memuji diri sendiri oleh karena keberhasilan dan kegigihan dalam meraih sesuatu hal yang positif adalah sesuatu yang wajar saja.  Namun dibalik pujian tersebut biasanya terkandung makna egoistis dalam diri yang berlebihan, dan bagi sebagian orang perasaan bangga yang timbul harus dinikmati terus menerus.  Kebanggaan terhadap diri sendiri yang terus menerus dinikmati, pasti menghasilkan bibit kesombongan.  Apabila bibit kesombongan telah bertumbuh, maka seseorang sudah tidak “memandang” orang-orang sekitarnya lagi, apalagi Tuhan sang sumber berkat!  Mulai saat ini belajarlah untuk mengendalikan diri kita, bersyukurlah terlebih dahulu kepada Tuhan atas segala pencapaian kita, lalu kemudian pujilah diri kita untuk sesaat saja.
Biarkanlah orang lain yang memuji kita, dan jangan kita memuji diri sendiri, sebab segala pujian  dari dalam diri kita hanya layak bagi Dia yang Maha pengasih bukan kepada diri sendiri!


“Biarlah orang lain memuji engkau
Dan nukan mulutmu
Orang yang tidak kau kenal
Dan bukan bibirmu sendiri”
Amsal 27:2

GOD Bless u

(ArBer)Bukan tempat kediaman yang sesungguhnya.

-->
Bukan tempat kediaman yang sesungguhnya.

Kira – kira apa yang terlintas dalam pikiran anda ketika melihat ada se-ekor gajah berada di atas pohon? Apakah gajah itu menghindari pemangsa lain, tersesat/nyasar? Atau memang gajah tersebut sudah tidak memiliki tempat tinggal di daratan?

Saat ini banyak sekali di antara kita yang hidup berkecukupan, mempunyai tempat tinggal yang layak pula.  Ironisnya nasib seperti itu belum tentu dimiliki banyak saudara-saudara kita yang hidup di bawah garis kemiskinan.   Bagi mereka yang hidup di bawah kemiskinan mempunyai gubuk kecilpun tetap tidak tenang, sebab suatu hari pastilah akan dibongkar ataupun digusur.  Namun bagi kita, rumah kita adalah “sorga” kita dan apapun akan dilakukan agar bisa berada di rumah dunia ini.

Sebagai orang-orang percaya kita harus mempunyai visi yang menembus batas rasional pemikiran manusia.  Sederhananya kita harus lebih mengandalkan iman seusuai dengan kebenaran Fiman Tuhan melebihi rasio pemikiran manusia.  Kita harus bersyukur jika kita memiliki rumah yang nyaman di dalam dunia ini, namun janganlah kita memfokuskan diri untuk selalu berada di tempat kediaman”terbaik” kita di dunia ini.  Percayalah bahwa tempat kediaman kita yang sebenarnya bukanlah di dalam dunia ini.  Tuhan sudah menyediakan tempat yang lebih baik bagi kita, yaitu tempat di mana Dia berada.  Jadi mulai hari ini janganlah memfokuskan diri terhadap segala hal dimana kita berada saat ini (segala hal keduniawian), sebab sifatnya hanya sementara!  Rumah tempat tinggal kita saat ini bukanlah tempat kediaman kita yang sesungguhnya, sebab temapat kita yang sesungguhnya adalah dalam kerajaan- Nya!

Allah pasti menyediakan tempat yang terbaik bagi manusia yang begitu dikasihi- Nya, jadi carilah tempat yang dimaksudkan- Nya tersebut!



“Karena kami tahu, bahwa jika kemah
tempat kediaman kita di bumi dibongkar
Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman
Di sorga bagi kita
………………………………”
2 Korintus 5:1


GOD Bless u

Tuesday, October 16, 2012

(ArBer)Apa yang ingin anda bagikan?

-->

Apa yang ingin anda bagikan?

Mengganti status dalam sebuah wadah jaringan sosial biasanya merupakan suatu kebanggaan bagi seseorang.  Apalagi yang status awalnya adalah “single” menjadi “in a relationship”.  Apakah kita termasuk seseorang yang bangga dengan membagikan status kita saat ini? beranikah kita juga menyebarkan bahwa kita saat ini sedang berhubungan erat dengan Tuhan kita Yesus Kristus?

Mungkin bagi sebagian orang bisa – bisa saja membagikan atau memberitahukan kepada semua orang bahwa mereka sedang bergaul erat dengan Tuhan, namun apakah “pengumuman” tersebut disertai oleh tindakan serta perbuatan yang benar sesuai dengan firman- Nya?  Jika tindakan kita tidak sesuai dengan apa yang kita “umumkan”, bisa jadi banyak orang akan semakin tidak percaya dengan Sang Juru selamat manusia!

Apapun yang ingin kita umumkan/bagikan, seharusnya bisa kita pertanggung jawabkan.  Apabila kita mengaku masih “single” maka kita jangan mengumumkannya lagi di saat kita telah memiliki pasangan hidup! Begitupun juga jika kita telah memiliki pasangan hidup, kita juga harus memperkenalkan pasangan hidup kita.  Sama halnya di saat kita mengaku berhubungan erat dengan Tuhan, maka ketaatan kita kepada-Nya lah yang harus kita perlihatkan, jadi usahakahlah kita memperlihatkan ketaatan kita terhadap Tuhan, kepada semua orang? Jika belum maka lakukanlah!

Kabar tentang hubungan kita dengan Tuhan Yesus Sang Juru Selamat harus dibagikan/disebarkan kepada semua orang, begitu juga dengan ketaatan hidup kita kepada- Nya harus kita tunjukan kepada semua orang!


“Kabar tentang ketaatanmu
Telah terdengar oleh semua orang
Sebab itu aku bersukacita tentang kamu
………………”
Roma 16:19


GOD Bless u

Friday, October 12, 2012

(LaBer)KUB'RIKAN HATIKU

KUB'RIKAN HATIKU
LORD, I GIVE YOU MY HEART
Darlene Zschech
4/4 Do=F



F               Dm         Bb       C
INILAH RINDUKU KEPADA-MU
THIS IS MY DESIRE TO HONOUR YOU

Dm7                 F                         Eb  C11
SEG'NAP HATIKU MENYEMBAH-MU
LORD, WITH ALL MY HEART I WORSHIP YOU

 F                 Dm            Bb   C11 C
SELURUH HIDUPKU MEMUJI-MU
ALL I HAVE WITHIN ME I GIVE YOU PRAISE

Dm                F                   Eb  C11
KUMEMUJA-MU YA, ALLAHKU
ALL THAT I ADORE, IS IN YOU

REFF:
F                        C/E                 Bb
  KUB'RIKAN HATIKU DAN JIWAKU
  LORD, I GIVE YOU MY HEART, I GIVE YOU MY SOUL

       Gm7       C11
  SEMUANYA BAGI-MU
  I LIVE FOR YOU ALONE

F                    C/E                              Gm7
  DI DALAM HIDUPKU, DI SETIAP WAKTU
  EVERY BREATH THAT I TAKE, EVERY MOMENT I'M AWAKE

         Bb       C11       F
  NYATAKAN JALAN-MU
  LORD, HAVE YOUR WAY IN ME

“Aku hendak bersyukur
Kepada- Mu, ya Tuhan, Allahku
Sengan segenap hatiku
Dan memuliakan nama- Mu
Untuk selama-lamanya;”
Mazmur 86:12

GOD Bless u