Sunday, May 24, 2015

(LaBer)ALLAH ROH KUDUS

ALLAH ROH KUDUS
Robert & Lea Sutanto
Do=G



G            Em       Am  D                  G  ( C/E  D/F#  G )
  ALLAH ROH KUDUS   PENUHI KAMI
  HOLY SPIRIT GOD COME AND FILL THIS PLACE

G         G/B       CM7  C6  A/C#                D11
  KURINDU KAU SELALU   DALAM HIDUPKU
  FOR I LONG TO KNOW YOU MORE IN A DEEPER WAY

G            Em       Am Bsus/F#  B+/F  Em
  ALLAH ROH KUDUS   UBAH  HATI - KU
  HOLY SPIRIT GOD COME CHANGE MY HEART

C                    G/B         Em         Am       D11       G
  CELIKKANKU,  JAMAHLAH KURINDU HADIRAT-MU
  OPEN MY EYES, OPEN MY EARS I WANT TO KNOW YOU MORE

  REFF:
                      C          G/B Em   Am        D         G
  KUSEMBAH KUDUS, KU-DUS, KUDUSLAH TUHAN
  AND I CRY HOLY, HOLY, HOLY IS THE LORD

                                        C Cm/Eb  G/D Em Am    D         G
  DAN KUSANJUNG KAU MU-LIA,      MU-LIA BAGI-MU TUHAN
  AND I EXALT YOU GLORY, GLORY, GLORY TO THE LORD


 
(Sumber: www.kidung.com)

“Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus,
Yang akan diutus olen Bapa dalam nama – Ku,
Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu
Dan akan mengingatkan kamu akan semua
Yang telah Kukatakan kepadamu”
Yohanes 14 : 26

GOD Bless 

Friday, May 22, 2015

(LaBer)Nyanyi Bagi Dia

Nyanyi Bagi Dia
Arvid G. & Sari S.
Key: C



C     Em      F   G
Angkatlah suaramu

C    Em     F         G
puji dan serukan nama Yesus

Am     G     D/F#
tanggalkan bebanmu

    Dm             Em
tak perlu kau kuatir

      F        G
s'bab Dia sanggup

C    Em     F    G
Gerakkan kakimu

C   Em      F           G
menarilah dan bertepuk tangan

Am   G   D/F#
bersukacitalah

    Dm             Em
tak perlu kau kuatir

      F        G
s'bab Dia sanggup

Reff:
         C             Dm
S'karang nyanyikan kebesaran-Nya

      Em              F
Dia kuat dan penuh kua-sa

     Am               G
bersorak sorai kar'na kasihNya

        F             Dm
t'lah datang melawat kita

G           C
nyanyi bagi Dia


 
(Sumber: www.suaranafiri.com)

“Dengarlah, ya raja-raja! Pasanglah telingamu,
Ya pemuka-pemuka! Kalau aku, aku mau bernyanyi bagi TUHAN,
Bermazmur bagi TUHAN, Allah Israel”
Hakim - Hakim 5 : 3

GOD Bless 

Thursday, May 21, 2015

(ArBer)Biarkan mayat menguburkan dirinya sendiri!

Biarkan mayat menguburkan dirinya sendiri!

Apakah mungkin mayat yang sudah kehilangan nyawa masin bisa bergerak? Apalagi mayat tersebut yang butuh dikebumikan, malah harus mengubur diri sendiri, apakah hal tersebut masuk akal?  Mustahil ataupun tidak, tampaknya tidak perlu kita pikirkan, yang jelas makna dibalik kalimat itu yang harus kita renungkan (Lukas 9 : 60)

Bagi Yesus apapun mustahil, namun bukan berarti Yesus ingin menunjukkan mukjizatnya dengan membangkitkan orang mati, yang lalu kemudian memeprlihatkan kepada semua orang bahwa orang mati tersebut bisa menguburkan dirinya sendiri.  Judul perikop pada kitab Lukas 9 : 57 – 60, adalah “Hal mengikuti Yesus”.  Jadi sudah pasti intinya adalah mengenai mengikuti Dia dalam keadaan serta kondisi apapun!

Manusia cenderung mau mengikuti Yesus, setelah mereka merasa sudah melakukan kewajibannya di dalam dunia ini seperti telah mencapai jabatan tertentu, tingkat finansial tertentu dan pencapaian lainnya.  Bahkan adalagi yang sibuk mengurusi urusan orang lain, yang nota bennya bisa dikerjakan orang yang bersangkutan itu sendiri.  Oleh karena itulah Yesus menegur orang – orang yang ingin mengikuti- Nya namun masih sibuk dengan segala urusan dunia yang belum mereka selesaikan!  Mengikuti Yesus bukanlah soal kesiapan namun lebih kepada keharusan, sebab itulah prioritas utama bagi kita semua yang mengakui- Nya sebagai juru selamat.  Yesus sendiri juga bukanlah Tuhan yang otoriter, Dia tetap bersabar menunggu seseornag untuk benar - benar menyatakan siap mengikuti- Nya, akan tetapi tetap saja waktu – Nya bukanlah waktu dunia ini, sebab kapanpun Dia bisa datang kembali ke dunia ini, allau bagaimanakah jika Dia datang hari ini dan mendapati kita masih sibuk dengan urusan diri sendiri ataupun urursan orang lain?

Tujuan utama hidup kita adalah mengikuti- Nya! Jadi arahkanlah pikiran kita hanya kepada – Nya, jangan memikirkan hal tidak penting lainya!

 “Tetapi Yesus berkata kepadanya:
Biarlah orang mati menguburkan orang mati;
Tetapi engkau, pergilah dan
Beritakanlah kerajaan Allah di mana-mana”
Lukas  9  : 60

GOD Bless u

Wednesday, May 20, 2015

(ArBer)Contoh iman yang sempurna!

Contoh iman yang sempurna!

Ketika nama Abraham disebutkan, kira – kira apakah yang terlintas dalam benak anda?  Sebagian mengatakan “dia adalah bapa segala bangsa”, ada yang mengatakan “dia orang yang sabar” ada lagi yang mengatakan bahwa “Dia adalah orang beriman”

Sebagaian besar kita tentu mengenalnya bahwa Abraham adalah orang beriman, sebab dengan imannya dia sabar menantikan janji Tuhan untuk memberikannya keturunan serta membuat keturunannya banyak sampai tak terhitung banyaknya.  Akan tetapi kita sering lupa bahwa iman Abraham yang besar itu dilengkapi dengan segala ketaatannya secara nyata kepada segala perintah Tuhan Allah.

Iman yang diaplikasikan dalam sikap sabar dan tabah sebenarnya belum cukup.  Iman harus berjalan sejajar dengan perbuatan nyata.  Abraham diperkenan Tuhan Allah oleh karena Dia tetap mau menuturi perintah – Nya, meskipun perintah itu merugikannya(mengorbankan anak satu – satunya).  Ishak yang merupakan anak satu – satunya yang ditunggunya sekian lama direlakannya untuk dipersembahkan kepada Tuhan.  Abraham tidak ragu sama sekali untuk memberikan “hartanya” yang paling berharga.  Itulah sebabnya Tuhan melihat iman yang sempurna dari Abraham yang bukan hanya tercermin dalam sikap, namun juga dalam perbuatan.  Jadi seberapa besarkah iman kita kepada Tuhan? Apakah iman kita hanya dalam bentuk komitmen saja? Atau sudah kita aplikasikan juga dalam tindakan ataupun perbuatan?

Iman yang benar adalah iman yang terbentuk oleh karena rasa percaya serta keberanian bertindak!

 “Bukankah Abraham, bapa kita
Dibenarkan karena perbuatan – perbuatannya
Ketika ia mempersembahkan Ishak, di atas mezbah?”
Yakobus  2 : 21
GOD Bless u


Tuesday, May 19, 2015

(ArBer)"Badai kepanikan"

"Badai kepanikan"

Kepanikan pastinya akan muncul dikala kapal laut yang kita tumpangi dihadang oleh ombak serta badai laut yang besar.  Kepanikan cenderung menguasai hati kita semua.  Saat – saat seperti inilah iman kita masing – masing akan diuji kematangannya.

Salam kondisi biasa – biasa saja ataupun ideal, iman kita tidak akan meningkat ataupun menjadi kuat.  Saat semua harapan serta impian mudah diraih, kita memang tidak akanlupa mengucapkan syukur kepada Tuhan, namun dibalik itu kita pastinya akan lebih enggan untuk dekat  ataupun mencari- Nya lebih lagi.  Sebaliknya saat badai maslah datang menggoncang hidup ini, maka sudah tidak ada pilihan lain selain datang mendekat kepada Dia.  Sayangnya justru banyak diantara kita yang terlalu panik, lalu kemudian malahan melupakan Tuhan.  Bagaimana dengan anda?

Rasul Paulus juga pernah mengalami kejadian sebenarnya tak kala kapal laut yang ditumpanginya menuju Roma dihadang badai besar di tengah lautan.  Banyak sekali orang – orang dikapal yang merasakan panik, namun ada juga mereka yang tetap tenang dan memilih percaya kepada setiap perkataan Rasul Paulus untuk tetap tabah.  Paulus menesahati mereka oleh karena malaikat telah menampakkan diri kepada Paulus, jadi sebenarnya tidak ada alasan bagi mereka untuk takut lagi.  Apabila saat ini kita juga mengalami goncangan badai yang dasyhat dalam hidup kita maka janganlah panik berlebihan dan kemudian kehilangan akal sehat lalu bersandar kepada diri sendiri, namun bersandarlah kepada Tuhan Yesus! Tetaplah tabah dan percayalah sepenuhnya bahwa dalam keadaan apapun Yesus melalui Roh kudus yang ditinggalkan- Nya bagi kita pasti akan selalu ada bersama kita, yaitu untuk berdoa dan juga memberikan penghiburan.  Jadi tidaklah perlu untuk panik berlebihan lagi!

Semakin kita dekat dengan Tuhan maka sebenarnya tidak ada badai hidup apapun yang mampu memebuat kita kepanikan sendiri!

”Tetapi sekarang juga dalam kesukaran ini,
Aku menasehati kamu, supaya kamu tetap bertabah hati
Sebab tidak ada seorangpun si anatara kamu
Yang akan binasa kecuali kapal ini”
Kisah Para Rasul 27 : 22



GOD Bless u

(ArBer)Menyesal dengan sepenuh hati

Menyesal dengan sepenuh hati

Pernahkan anda menyesal? Jawabanya tentu saja pernah, namun apakah yang kita lakukan saat menyesal? Menangis, berteriak, melemparkan barang disekitar kita, atau menghancurkan segala sesuatu yang ada disekitar kita?

Raja Daud menangis sambil mengoyakkan pakaiannya.  Bahkan dia bergumul di tanah berhari – hari oleh karena menyesali segala perbuatannya.  Sampai sebegitu menyesalnya saja, jawaban yang Daud inginkan tidak diterimanya oleh kartena Tuhan tetap “mengambil” bayinya dari dalam dunia ini.  Lalu apakah kita saat ini sedang menyesal ataupun bergumul kepada Tuhan? Apakah yang kita lakukan dalams egala penyesalan kita?

Apapun yang kita lakukan saat berdoa dan bergumul kepada Tuhan, adalah berguna apabila hati kita tidak sepenuhnya menyadari kesalahan kita serta bertobat.  Jaminan untuk mendapatkan jawaban dari Tuhan atas segala pergumulan kita memang tidak ada, namun demikian setelah kita menggumuli segala penyesaral ataupun bebean hidup kita maka akan ada ketenangan batin, oleh karena Tuhan pasti memeberikan penghiburan bagi kita melalui Roh Kudusnya.  Jadi janganlah takut lagi untuk datang kepada- Nya! Sebab sebersalah dan seberat apapun beban hidup kita, Dia tetap bersedia mau menerima kita!

Datanglah kepada- Nya dan sadarilah akan segala kesalahan kita, bagaimanapun caranya!

 “Dan kataku : Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela
Sehingga tidak berani mengadahkan
 Mukaku kepada- Mu, ya Allahku
........................................................”
Ezra  9 : 6

GOD Bless u

Sunday, May 17, 2015

(ArBer)Mengampuni meskipun tidak diminta?

Mengampuni meskipun tidak diminta?

Mana yang lebih sukar? Mengampuni mereka yang bersalah kepada kita, atau mengampuni mereka yang meminta ampunan kepada kita?  Hati tentunya akan lebih rela mengampuni mereka yang bersalah lalu meminta ampun, dibandingkan mereka yang sudah bersalah namun tidak sadar ataupun mau meminta ampun.

Kenyataanya Tuhan Yesus memandang pengampunan dari paradigma yang berbeda.  Tuhan Yesus meminta kita untuk mengampuni mereka nyang bersalah, bukan mereka yang meminta ampun.  Jadi tanpa meminta ampun sekalipun ataupun mengakui kesalahan, orang yang bersalah kepada kita wajib kita ampuni!  Mampukah kita melakukannya?  Sungguh bukanlah perkara mudah, dan bisa jadi akan memakan waktu yang lama untuk dapat rela mengampuni mereka yang salah tetapi tidak menyadarinya.

Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib nyata – nyata mengampuni para prajurit romawi yang mengolok – oloknya, meskipun mereka tidak pernah meminta ampun sama sekali(sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat).  Bukan hanya itu Dia bahkan mengampuni mereka yang menghina - Nya, meludahi - Nya dan juga menginginkan nyawa – Nya.  Atau apakah kita sendiri pernah meminta ampun pada Tuhan sebelumnya? Lalu mengapa Yesus memafkan kesalahan serta menembus dosa kita?  Jadi jelaslah sudash kasih terbesar adalah kasih yang murni yang mampu mengalahkan “logika” dunia.  Kasih terbesar mampu mengampuni, meskipun orang tersebut tidak pantas diampuni dan juga tidak merasa bersalah! 

Ikutilah teladan Yesus yang mau mengampuni meskipun orang – orang bersalah menolak meminta ampun!  Dengan demikian maka kita telah melakukan tugas kita untuk menyalurkan kasih Yesus kepada sesama.
 “Dan ampunilah kami akan kesalahan kami
Seperti kami juga mengampuni
Orang yang bersalah kepada kami;”
Matius 6 : 12

GOD Bless u