Tuesday, June 9, 2015

(ArBer)Sering berbagi = cepat kaya

Sering berbagi = cepat kaya

Gereja tentu saja tidak akan terlepas dari krisis keuangan, apalagi penyebab utamanya adalah krisi ekonomi global.  Sama seperti perusahaan duniawi pada umumnya, Gereja juga membutuhkan perputaran keunagan yang “sehat” untuk mendukung segala kegiatan pelayanan.  Apakah saat ini Gereja di tempat anda melayani juga mengalami hal demikian?

Pada kitab Para Rasul, dikatakan komunitas orang – orang percaya yang belum memiliki struktur gerejawi bisa terus bertahan oleh karena sebuah tindakan kasih yang sederhana.  Tindakan kasih sedrhana tersebut tercermin dalam tindakan nyata dari pada jemaat yang rajin berbagi untuk mencukupi kebutuhan sesama.  Uniknya mereka rela berbagi secara total sampai dengan menjual harta pribadi demi keperluan jemaat masing – masing.  Kira – kira masi adakah tindakan seperti ini pada saat ini?

Sebagai jemaat dalam suatu gereja, kita tentunya jangan berpangku tangan dalam melihat keadaan seperti ini.  Keberhasilan pelayanan di dalam Rumah Tuhan bukan hanya tanggung jawab majelis, rohaniawan atau gembala sidang saja, namun juga menjadi tanggung jawab jemaat anggota gereja tersebut!   Tak bisa dipungkuri kenyataanya banyak juga jemaat yang dihantam krisis keunangan, namun bisa dipastikan tnetu ada jemaat juga yang justru terberkati lebih dalam kondisi seperti ini.  Jadi sebenarnya tidak ada alasan bagi yang terberkati untuk menahan berkatnya untuk diri sendiri, sebab keberadaan gereja juga sedikit banyak bergantung pada kerelaan jemaat untuk saling berbagi.  Adakah diantara kita saat ini yang masih pelit untuk berbagi? Bahkan berbagi beban untuk melayani umat Tuhan?

Semakin sering kita berbagi kekayaan duniawi kita, maka akan semakin membuat kita kaya dalam kasih Kristus!

“Dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya
Lalu membagi – bagikannya kepada
Semua orang sesuai dengan keperluan masing - masing”
Kisah Para Rasul 2 : 45



GOD Bless u

Monday, June 8, 2015

(ArBer)Domba atau Sang Gembala domba?

Domba atau Sang Gembala domba?

Entah benar ataupun tidak, orang – orang selalu menghitung domba apabila mengalami kesulitan untuk “memejamkan mata”.  Konon dengan menghitung domba seseorang akan mudah tidur, sebab sat menghitung domba, maka pikiran akan menjada santai dan lalu kemudian mata akan menjadi lelah.

Belum ada penelitian secara medis apabila kegiatan “menghitung domba “ memang berkhasiat untuk mempercepat seseorang mengalami kantuk serta kemudian tertidur.  Apabila hal tersebut benar apa adanya, maka gambar di atas menwarkan alternative yang berbeda apabila kita sulit untuk tidur di malam hari, yaitu “ dari pada kita menghitung domba, lebih baik kita berbicara langsung dengan Sang Gembala Empunya domba”

Kita semua tahu bahwa Yesus kristus adalah gembala Agung bagi seluruh domba – domba di dalam dunia ini.  Alangkah indahnya anugerah Tuhan sebab kita bisa berkomunikasi dengan – Nya kapan serta dimana saja.  Tuhan Yesus memang sudah naik ke atas Sorga, namun Dia tetap ada selalu dengan kita domba – domba- Nya melalui persekutuan- Nya dengan Roh kudus yang dimateraikan bagi kita semua.  Jadi janganlah “mengitung domba” lagi, lebih baik kita bicara langsung dengan Sang Gembala melalui doa! Apapun permasalahan kita, niscaya akan dibukakan jalan keluarnya oleh Tuhan Yesus Kristus!

Jikalau “domba – domba” hanya berguna saat kita kesulitan untuk tidur, maka Gembala dari domba – domba tersebut sangat berguna dalam segala kesulitan di sepanjang hidup ini!

”Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah
Perjanjiaan yang kekal telah membawa
Kembali dari antara orang mati
Gembala yang Agung segala domba,
Yaitu Yesus Tuhan kita”
Ibrani 13 : 20



GOD Bless u

Sunday, June 7, 2015

(LaBer)Ada Kuasa

Ada Kuasa 
Maranatha Kids 
Key = F 
Tempo 121 



Verse :

      F          Bb                F
Ada kuasa dalam darah-Nya

            C           F
Darah domba Allah

       F         Bb                F
Ada kuasa dalam darah-Nya

             C                    F
Darah anak domba Allah

(sumber : www.kidung.com)
"Dan mereka mengalahkan dia
Oleh darah Anak Domba,
Dan oleh perkataan dan kesaksiaan mereka
............................"
Wahyu 7 : 14

Thursday, June 4, 2015

(ArBer)Apa yang akan anda cari?

Apa yang akan anda cari?

Melalui mesin pencari “google”, maka sangat mudah bagi siapa saja untuk mencari serta mendapatkan informasi apapun juga di dalam dunia maya.  Mencari resep makanan, alamat, tren terkini, informasi teknoligi sampai berbagai macam berita bisa didapatkan melalui “google”, lalu apa yang akan anda cari melalui “mesin” pencari ini?

Sepanjang hidup kita didunia nyata, sebenarnya kita juga terus menerus hidup di dalam pencarian.  Saat kecil kita mencari ilmu pengetahuan melalui pendidikan.  Setelah dewasa kita mencari rejeki demi keluarga untuk melalui pekerjaan atau karir yang kita tekuni.  Bahkan di masa tua kita mencari ketenangan untuk menikmati waktu lebih intim lagi dengan anak - anak, cucu – cucu dan anggota keluarga lainnya.  Lalu pertanyaanya adakah kita mencari Tuhan? Kapankah waktunya?

Sepanjang kehidupan kita berjalan lancar – lancar saja, terkadang kita lupa untuk mencari Tuhan.   Tuhan hanya kita manfaatkan secara transaksional saja, seperti ketika kita membutuhkan- Nya kita dengan sungguh – sungguh mencari serta menuruti segala perintah- Nya.  Itulah kesalahan kita yang harus kita koreksi lagi, sebab Tuhan layak dicari selalu kapanpun dan dalam kondisi apapun!  Sagala hal dalam dunia ini memang boleh saja dicari dan dikejar, namun apakah semuanya bermanfaat ketika kita meninggalkan dunia ini?  Hanya Tuhanlah yang menjamin hidup kita setelah kita benar – benar kehilangan hidup di dalam dunia ini!  Jadi carilah Tuhan selalu, sebab Tuhanlah yang paling berharga melebihi apapun yang ada di dalam dunia ini, bahkan setelah dunia ini berlalu!

Carilah  kekuatan TUHAN, carilah kehendak – Nya, carilah wajah – Nya dan carilah DIA selalu!

”Carilah TUHAN dan kekuatan- Nya
Carilah wajah – Nya selalu”
1 Tawarikh 16 : 11



GOD Bless u

Wednesday, June 3, 2015

(ArBer)Madu kok diinjak?

Madu kok diinjak?

Madu pada jamannya pernah menjadi minuman paling mahal.  Selain mempunyai ras masnis alami, madu adalah minuman paling berkhasiat dan bermanfaat bagi umat manusia.  Jadi pada jamannya hanya orang ber uang  banyak saja yang bisa mengkonsumsinya.

Kenyataanya ada juga orang – orang yang membuang – buangnya dengan sembarangan.  Jadi dengan kualitas gizi yang banyak serta rasa yang enak, tidak menjamin madu tersebut dibutuhkan banyak orang.  Bagi orang – orang yang sudah terlalu sering menikmati madu atau sudah kenyang, maka rasa dari madu akan seperti biasa saja, bahkan tidak ragu untyuk dibuang.  Sebaliknya bagi orang yang berkekurangan jangankan madu, segala yang pahit juga dirasakan manis, yang penting bisa masuk ke dalam perut.

Dalam keadaan apapun seharusnya kita harus selalu bersyukur.  Kehilangan rasa syukur dapat membuat kita tinggi hati dan merasakan tidak ada yang istiwewa dari berkat Tuhan.   Alhasil kita selalu menagnggap kurang, dan segala hal yang baik yang kita terima sudah menjadi biasa aja sehingga tidak mensyukurinya lagi.  Sebenarnya besar ataupun kecil, berkat Tuhan haruslah kita terima serta syukuri!  Sekecil apapun berkat Tuhan kita wajib mensyukurinya sebab  bisa jadi Tuhan menitipkan berkat yang lebih besar dibelakang itu!  Dan janganlah menganggap sepele berkat Tuhan, yang sudah bisa kita terima, atau bahkan sampai meremehkannya!

Madu yang sudah kita anggap tidak manis, sebenarnya tidak perlu kita injak, akan tetapi berikanlah kepad amereka yang membutuhkannya, maka madu itu akan bermanfaat!

 “Orang yang kenyang menginjak – injak madu
Tetapi bagi orang yang lapar
Segala yang pahit dirasakan manis”
Amsal 27  : 7

GOD Bless u

Tuesday, June 2, 2015

(ArBer)"Peacemaker"

"Peacemaker"

United Nation atau yang kita kenal dengan Perserikatan bangsa – bangsa, mempunyai tugas utama untuk menjaga perdamaian dunia.  Pada kelas regional, ada gerakan nonblock dan termasuk juga ASEAN.  Lembaga – lembaga anatar Negara tersebut menjalin kerja sama untuk memajukan peradaban bangsa serta untuk menghindari konflik yang mendatangkan peperangan.

Salah satu konflik berkepanjangan antar Negara adalah konflik antara Negara Palestina dan juga Israel.  Peran PBB memang sanagat dubutuhkan, namun bukan hanya lembaga intersnasional tersebut saja yang harus ikut andil dalam mewujudkan perdamaian dua Negara tetangga tersebut, namun juga peran Negara – Negara internasional lainnya, dan bahkan bisa jadi untuk mewujudkan perdamaian di ke dua wilayah tersbeut, kita sebagai anak – anak Tuhan juga diperlukan perannya.

Yesus Sang Raja damai dunia juga mengajarkan bagi kita semua yang mengaku anak – anak- Nya untuk bisa membawa damai di tempat kita berada.  Kata “membawa damai” jika diimplementasikan terlalu tinggi mungkin terdengar agak sulit diwujudkan, namun kita bisa berperan untuk menanam “benih – benih perdamaian” dengan mudah dimana dan kapanpun juga.  Perdamaian bisa diwujudkan dengan hal – hal sederhana seperti dengan doa, hanya saja perdamaian “rang lain” terkadang bukanlah menjadi prioritas hidup kita.  Jadi mulai saat ini, kita harus mereformasi pola pikir kita untuk tidak hanya membawa damai bagi mereka yang kita kenal atau mempunyai latar belakang tertentu yang sama bagi kita, namun juga terhadap orang lain yang berada jauh di Negara lain! Dan satu hal yang pasti adalah, apabila perdamian secara nyata belum bisa kita wujudkan melalui tindakan, maka kita bisa memulainya dengan doa.

Anak – anak Tuhan bukanlah mereka yang bisa membawa damai saja, namun juga mereka yang mau menjadi pembawa damai, meskipun perdamaian tersebut belum terwujud!

”Berbahagialah orang yang membawa damai
Karena mereka akan disebut
 Anak – anak Allah”
Matius 5 : 9



GOD Bless u

Monday, June 1, 2015

(PuBer)Siap menari?

Siap menari?

Hembusan hari baru
Mendinginkan sukma
Duka hati yang lalu
Tergantikan suka cita

Ratap sedih sudah terlewati
Sengsara hati hilang menguap
Jiwa baru seperti terlahir kembali
Banyak pujian yang akan terucap

Pertolongan Tuhan menyapa jiwa
Kegirangan hati memancar terang
Orang benar selalu dibela
Hati yang sabar melahirkan senang

Orang yang rendah kini ditinggikan
Dahulu tertunduk sekarang melompat
Tuhan memang pantas dimuliakan
Dia menolong di waktu yang tepat

Jikalau Tuhan melihat kesetiaan, Ratapan akan berubah menjadi tarian

“Aku yang meratap telah
Kauubah menjadi orang yang menari – nari
Kain kabungku telah Kaubuka,
Pinggangku Kauikat dengan sukacita”
Mazmur 30  : 11

GOD Bless u