Sering berbagi = cepat kaya
Gereja tentu saja tidak akan terlepas dari
krisis keuangan, apalagi penyebab utamanya adalah krisi ekonomi global. Sama seperti perusahaan duniawi pada umumnya,
Gereja juga membutuhkan perputaran keunagan yang “sehat” untuk mendukung segala
kegiatan pelayanan. Apakah saat ini
Gereja di tempat anda melayani juga mengalami hal demikian?
Pada kitab Para Rasul, dikatakan
komunitas orang – orang percaya yang belum memiliki struktur gerejawi bisa
terus bertahan oleh karena sebuah tindakan kasih yang sederhana. Tindakan kasih sedrhana tersebut tercermin
dalam tindakan nyata dari pada jemaat yang rajin berbagi untuk mencukupi
kebutuhan sesama. Uniknya mereka rela
berbagi secara total sampai dengan menjual harta pribadi demi keperluan jemaat
masing – masing. Kira – kira masi adakah
tindakan seperti ini pada saat ini?
Sebagai jemaat dalam suatu
gereja, kita tentunya jangan berpangku tangan dalam melihat keadaan seperti
ini. Keberhasilan pelayanan di dalam
Rumah Tuhan bukan hanya tanggung jawab majelis, rohaniawan atau gembala sidang saja,
namun juga menjadi tanggung jawab jemaat anggota gereja tersebut! Tak
bisa dipungkuri kenyataanya banyak juga jemaat yang dihantam krisis keunangan,
namun bisa dipastikan tnetu ada jemaat juga yang justru terberkati lebih dalam
kondisi seperti ini. Jadi sebenarnya
tidak ada alasan bagi yang terberkati untuk menahan berkatnya untuk diri
sendiri, sebab keberadaan gereja juga sedikit banyak bergantung pada kerelaan
jemaat untuk saling berbagi. Adakah
diantara kita saat ini yang masih pelit untuk berbagi? Bahkan berbagi beban
untuk melayani umat Tuhan?
Semakin sering kita berbagi
kekayaan duniawi kita, maka akan semakin membuat kita kaya dalam kasih Kristus!
“Dan
selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya
Lalu
membagi – bagikannya kepada
Semua
orang sesuai dengan keperluan masing - masing”
Kisah
Para Rasul 2 : 45
GOD Bless u






