Sunday, November 8, 2015

(PuBer)Apa saja yang ada di dalam tangan Tuhan?

Apa saja yang ada di dalam tangan Tuhan?

Tangan siapa yang menentukan kejayaan?
Tangan siapa yang menentukan kemenangan?
Tangan siapa yang menentukan nasib seseorang?
Tangan siapa yang memegan kendali jiwa manusia?

Tanagan mana yang mampu menguban langit?
Tangan mana yang mampu melukiskan samudera?
Tangan siapa yang mampu meratakan pasir?
Tangan siapa yang mampu memutar bumi?

Tangan seperti apakah yang menciptakan semesta?
Tangan seperti apakah yang menghadirkan kehidupan?
Tangan seperti apakah yang berisi belas kasihan?
Tangan seperti apakah yang mendatangkan keselamatan?

Tangan manusia terbatas kemampuanya?
Tangan manusia tak sanggup mendatangkan hari esok?
Tangan manusia tak mampu mengendalikan nafas?
Tangan manusia bukan tandingan tangan TUHAN?

Segala hal di dalam dunia ini berasal dari tangan Tuhan
Dan tangan Tuhan jugalah yang menentukan nasib manusia

 “Bahwa di dalam tangan- Nya terletak
Nyawa segala yang hidup dan nafas manusia”
Ayub 12  : 10

GOD Bless u

Saturday, November 7, 2015

(LaBer)Tuhan Yesus Setia

Tuhan Yesus Setia
(Maria Shandi)
Key : E

                          E        C#m
Tuhan Yesus Setia

                  B
Dia Sahabat Kita

                          F#m  B11
Dalam S’gala Susahku

                            E        B
Selalu Menghiburku

                          E       D/E
Dia Mengerti Bahasa

                  A         C# F#m
Tetesan Air Mata

              B                     G#m
Waktu Badai Mengamuk

          C#m                    F#m
Dan Gelombang Menyerang

              B11     E
Tuhan Yesus Setia

(Sumber: www.jackyrusli.com)

Jika kita tidak setia, Dia tetap setia
Karena Dia tidak dapat menyangkal diri- Nya
 2 Timotius 2 : 13

GOD Bless u

Thursday, November 5, 2015

(ArBer)Bagaimanakah sikap serta cara hidup mu?

Bagaimanakah sikap serta cara hidup mu?

Manusia diberi kebebasan untuk bertindak dan menetukan sikap.   Sikap dan perbuatan seseorang juga dikatakan adalah cerminan dari orang – orang disekitarnya, misalnya anggota keluarga atau kerabat dekat.  Dalam skala yang lebih luas lagi  sikap ataupun prilaku seseorang juga banyak dikatkan dengan agama ataupun kepercayaan seseorang.

Orang – orang yang hidup benar dan jujur dikatakan taat beragama, sedangkan para kriminal dinilai sebagai orang yang tidak taat beragama atau bahkan tidak beragam.  Padahal belum tentu ornag yang tidak taat beragama hidupnya tidak jujur ataupun baik, namun itulah penilaian masyarakat yang sudah menjadi suatu kebiasaan bahkan menjadi suatu norma sosial.  Orang percaya juga tentunya “terikat” akan norma tersebut, jadi segala sikap dan perbuatan kita juga mendapatkan penilaian dari masyarakat luas.

Rasul Petrus menekankankan agar orang – orang percaya dapat hidup benra di tengah masyarakat.  Sudut pandang masyarakat terhadap nilai – nilai ke-kristenan sangat tergantung dari sikap dan prilaku para pengikutnya yang notabennya adalah orang – orang percaya.  Jadi segala perbuatan kita sangat penting dalam pembentukan opini di tengah masyarakat terhadap Tuhan Yesus yang kita percayai firman- Nya. Sebagai orang percaya kita wajib menata segala tindakan serta sikap kita sesuai dengan firman  serta ajaran Yesus, sehingga mayarakat akan melihat serta tertarik untuk mengenal – Nya lebih dalam lagi, dan dengan demikian akan terbuka kesempatan untuk mewartakan firman Tuhan.  Jadi bersikap serta berpirilakulah seperti – Yesus Kristus, jika kita ingin memuliakan nama- Nya, dan juga jika ingin orang lain memulikan nama- Nya juga!

“I like your Christ, I do not like your Christians. Your Christians are so unlike your Christ.”
Mahatma Gandhi

 “Milikilah cara hidup yang baik di tengah – tengah
Bangsa – bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka
Memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya
Dari perbuatan – perbuatanmu yang baik dan memuliakan
Allah pada hari Ia melawat mereka”
1 Petrus 2  : 12

GOD Bless u

(ArBer)Lebih sayang piaraan

Lebih sayang piaraan

Setelah melihat foto itu kita semua pasti berkomentar, mengapa orang tua tersebut lebih meilih anjing piaraanya untuk digendong dibandingkan anaknya sendiri?  Padahal saat ini hal tersebut sudah kerap terjadi di sekitar kita, dimana orang tua sering melupakan anak – anaknya hanya karena hal – hal sepele.

Seorang bapak bisa saja melupakan anaknya hanya karena kesibukannya bekerja.  Begitupun juga seorang ibu bisa saja melupakan anak – anaknya hanya kaerana sibuk bergosip.  Intinya hubungan yang paling dekat antara dengan orang tua dan anak – anak mereka, sudah bisa di “gantikan” hal – hal lain.  Hal – hal seperti itulah yang nantinya akan menimbulkan trauma masa kecil bagi anak – anak.  Celakanya hal tersebut akan terulang lagi sama seperti itu ketika mereka menjadi orang tua.

Idealnya kasih orang tua kepada anak mereka adalah ikatan kasih yang paling kuat, apalgi bagi seorang ibu.  Seorang ibu yang mengandung selama 9 bulan sudah pasti lebih mengasihi buah kandunganya tersebut, namun saat ini ada saja ibu yang lalai dalam mengashi anak – anak mereka.  Kabar baiknya adalah kita yang mungkin saat ini sudah kehilangan kasih dari orang tua, masih tetap dikasihi Tuhan.  Ya, Tuhan tetap mengasihi kita semua, meskipun seluruh orang di dunia ini”membuang” kita.  Jadi saat anda merasa haus akan kasih sayang yang murni yang membawa kesenangan hati, carilah Tuhan sesegera mungkin, dan bukan hal duniawi lainya yang mendatangakan kesenangan semu!  Sebab hanya Tuhanlah yang benar – benar tidak dapat menghilangkan ataupun mengurangi kasih-Nya kepada umat manusia!

Hukum kasih Tuhan adalah bahwa Ia tidak akan pernah melupkan manusia ciptaan- Nya!

 “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya
Sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandunganya?
Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau”
Yesaya 51 : 13


GOD Bless u

Tuesday, November 3, 2015

(ArBer)Mengikuti petunjuk yang salah.

Mengikuti petunjuk yang salah.

Dunia saat ini sudah dipenuhi dengan “mesias – mesias” palsu.  Selain memiliki “ketrampilan khusus” biasanya mereka juga memiliki banyak pengikut, apalagi dengan berkembangnya media sosial memudahkan tiap individu untuk dapat memiliki banyak pengikut.  Jadi mudah sekali menjadi seseorang yang berkuasa ataupun berpengaruh.

Celakanya tidak semua orang berpengaruh menyebarkan pengaruh baik, ada saja orang – orang yang menyebarkan pengaruh buruk bahkan merugikan banyak orang secara masiv.  Jadi bagi mereka yang mudah terpengaruh dan percaya akan mudah sekali masuk perangkap.  Mudusnya adalah mereka menunjukkan “jalan” yang dianggap bisa membuat seseorang bisa cepat berhasil sukses, kaya ataupun berpengaruh, namun kemudia mereka yang menyarankan tidak menemani si target, sehingga jika terjadi sesuatu hal yang tidak baik, si target sendirilah yang akan merasakannya.

Cara kerja seperti itu sebenarnya adalah kebiasaan si Iblis yang kerap memanipulasi umat manusia, hanya model yang dipakai kali ini adalah sesama manusia.  Iblis juga tidak kalah hebatnya dengan malaikat – malaikat Tuhan dalam menghadirkan suatu mukjizat ataupun keajaiban- keajaiban tertentu untuk “memancing” ketertarikan umat manusia untuk mempercayai si Iblis, dan korbanya bisa siapa saja termasuk juga kita sebagai orang – orang percaya.  Jadi mulai saat ini waspadalah selalu terhadap mereka yang mengaku orang hebat, berkuasa ataupun mengaku sebagai nabi ataupun mesias! Janganlah mudah mempercayai mereka, sebelum kita selidiki lebih jelas apakah ajaran ataupun ajakan mereka sesuai dengan firman Tuhan ataupun tidak!  Jangan mudah mengikuti petunjuk mereka yang berujung dengan celaka!

Banyak orang yang mengaku sebagai juruselamat, namun mengarahkan ke jalan kebinasaan! Jadi wapadalah selalu!

 “Jawab Yesus kepada mereka”
Wapadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama – Ku
Dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang”
Matius 24 : 4 - 5


GOD Bless u

Monday, November 2, 2015

(ArBer)Kebiasaan penipu

Kebiasaan penipu

Kita perhatikan gambar di atas, kira – kira berapa kesalahan yang dilakukan siswa tersebut?  Kesalahan pertama adalah dia menyontek, kesalahan berikutnya dia tidak mengakuinya dengan memberikan alasan tertentu.  Keselahan selanjutnya dia menggunakan kebohongan dalam memberikan alasan, dan yang paling parah adalah siswa tersebut “membawa – bawa” orang tua untuk dijadikan alsaan.

Kebiasaan buruk dari seseorang yang telah berbuat salah, adalah tidak mengakuinya.  Dengan tidak menagkuinya, maka si Iblis akan membisikkan alasan – alasan tertentu.  Jikalaupun alasan – alasan teresebut tidak dapat diterima, itu tidaklah masalah, sebab cara apapun akan dilakukan untuk menghindari kesalahan yang ditimpakan kepadanya.  Sederhananya seorang yang telah berbohong akan terus berbohong, dan seorang yang sudah terbiasa menipu akan terus mencari cara untuk bisa menipu lagi.

Orang benar tidak perlu repot “menguras otak” untuk mencari alasan – alasan yang dibumbui dengan kebohongan.  Jalan orang benar selalu lurus, sebab tidak ada kebohongan yang diperlihatkan.  Sebaliknya penipu terus menerus berada dijalan yang berliku – liku.  Semakin berliku jalanya sudah pasti akan semakin tersesat di dalam jerat dosa.  Dosa yang sudah bertumpuk hanya akan membawanya kedalam hukuman kekal yang tiada hentinya.  Jadi apakah anda berniat menjadi penipu? Ataukah anda masih betah menajdi penipu?  Selagi ada waktu bertobatlah!

Hanya Tuhan yang mampu membebaskan si penipu dari jalan berliku yang menyesatkanya sendiri!

 “Berliku – liku jalan si penipu
Tetapi orang yang jujur lurus perbuatanya”
Amsal 28 : 6

GOD Bless u

Sunday, November 1, 2015

(ArBer)Memadamkan panas hati

Memadamkan panas hati

Cuaca panas saat ini banyak dikeluhkan banyak orang.  Banyak cara dilakukan untuk bisa mengatasi hawa panas.  Salah satunya ya seperti pada gambar di atas.  Dengan masuk ke lemari pendingin minuman  niscaya anda tidak akan merasa panas lagi.

Tubuh yang kepanasan, mudah sekali dicarikan cara untuk bisa mendinginkannya, namun panas hati seseroang sangat sulit untuk didinginkan.  Panas hati yang tidak segera dfitangani akan menjadi bencana “kebakaran” jiwa dan raga.  Bukan saja raga yang tidak terkendali, akan tetapi jiwa juga bisa tak terkendali dan berakhir dengan perbuatan dosa.  Bukan hanya berdosa bisa jadi panas hati juga dapat memakan korban terhadap sesama manusia lainnya.

Pemazmur juga mengatakan bahwa kemarahan yang tak kunjung padam adalah bibit dari kejahatan.  Buktinya saat ini banyak sekali kasus pembunuhan yang terjadi hanya karena tersinggung, ataupun marah akibat hal sepele.  Saat kemarahan sudah memenuhi hati dan pikiran, maka jiwa tidak akan terkendali lagi.  Intinya orang yang dipenuhi amarah sudah pasti akan kehilangan akal sehatnya.  Jadi berhati – hatilah ketika kekesalan dihati sudah “naik” menjadi marah di atas kepala.  Segeralah cari waktu untuk berdiam diri dan berdoa seorang diri terlebih dahulu, biarlah Roh Kudus menyegarkan kegerahan hati kita dahulu!

Panas hati yang tidak secepatnya di “ademkan”, akan menimbulkan “kebakaran” jiwa! 

 “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu,
Jangan marah itu hanya akan membawa kepada kejahatan”
Mazmur 37 : 8

GOD Bless u