Wednesday, August 1, 2018

(ArBer)Tinggalkanlah yang lama, jikalau ingin yang baru!


Tinggalkanlah yang lama, jikalau ingin yang baru!

Siapa yang masih suka mengenang kenangan indah yang telah berlalu?  Seindah – indahnya kenangan tersebut, tetap saja kenangan tersebut sudah berlalu.  Mengenang terus kenangan indah di masa lampau hanya kan memberikan kenikmatan sejenak saja, sebab ke depannya kenangan tersebut bukanlah sesuatu yang nyata lagi. 

Bagi kita yang telah menerima anugerah keselamtan adari Kristus Yesus, kita didikatakan sebagai ciptaan yang baru.  Baru dalam artian bukan penampilan fisik kita yang menjadi baru, akan tetapi baru secara iman dan rohani.  Setelah dosa kita ditebus darah Kristus, kita semua diperbaharui hubungannya dengan Allah Bapa.  Dosa yang mengahalangi hubungan kita dengan Kristus sudah diperdamaikan oleh pengorbanan – Nya di kayu salib.  Jadi sejatinya kita adalah ciptaan yang baru.

Lalu sebagai ciptaan baru apakah yang harus kitra kerjakan?  Apapun yang harus kita lakukan serta kerjakan alangkah baiknya dimulai dari untuk tidak mengingat lagi kenangan lama ataupun kehidupan lama kita yang berdosa tersebut.  Rasul Paulus juga meninggalkan segala kehidupan lamanya yang berdosa dan menatap ke depan unutk bebruat yang terbaik demi nama Kristus.  Kita juga langkan baiknya jangan mengingat lagi segala kenikmatan dosa lama kita yang telah diampuni serta dibersihkan – Nya!  Sebaliknya kita menatap ke depan dengan kehidupan baru kita yang mempunyai satu tujuan utama yaitu menjalankan firman Tuhan kemulian nama Tuhan.

Kehidupan baru tidak akan benar – benar terasa, jikalau kita masih enggan melepas kehidupan lama kita!

 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, Ia adalah ciptaan baru:
Yanhg lama telah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”
  2 Korintus 5 : 17

GOD Bless u

Tuesday, July 31, 2018

(ArBer)Makanan juga bisa membinasakan!


Makanan juga bisa membinasakan!

Siapa tidak kenal dengan tokoh kartun tersebut(Homer “The Simpsons”).  Karakter yang satu ini memang sangat lucu, namun dibalik kelucuannya, banyak hal negatif yang ditampilkannya, dan hal tersebut tidak baik untuk dicontoh.  Salah satu sifat serta kelakuannya yang buruk adalah doyan makan.

Urusan perut bagi karakter kartun yang satu ini tidak bisa dikesampingkan.  Selain memakan apa saja, kebiasaan buruk berikutnya jugalah, tidak pernah merasa kenyang.  Jadilah karakter ini memiliki tubuh yang tambun dan juga perut membesar yang menonjol ke depan.  Karakter ini tentu tidaklah sulit untuk kita temui di kehidupan nyata, sebab obesitas banyak sekali menyerang umat manusia, dan bisa jadi kita juga termasuk salah satunya.

Obesitas terjadi oleh karena kebiasaan  buruk kita.  Penyakit ini bukanlah penyakit keturunan ataupun penyakit yang bisa ditularkan, namun penyakit ini bisa menyerang siapapun dan tidak ada batasan umur.  Sebagai anak – anak Tuhan, kita juga tidak dibatasi untuk mengkonsumsi makanan, bahkan smeuanya halal jikalau didoakan dalam nama – Nya, hanya saja kita diharapkan bisa mengendalikan nafsu kita dalam mengkonsusmsi makanan.  Untuk bertahan hidup, memang kita membutuhkan makanan, namun terobssesi terhadap makanan juga akan memperpendek umur kita sendiri.  Jadi mulai saat ini kendalikanlah nafsu kita dalam memasukkan makanan ke tubuh kita!  Jangan smpai makanan menjadi tujuan utama dalam kehidupan ini dan bahkan melebihi Tuhan sendiri yang menyediakan makanan bagi kita!

Makanan bisa membuat kita bertahan hidup dan juga membinasakan hidup kita!pilihannya di tangan kita!

 “Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka
Kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka
Semata – mata tertuju pada perkara duniawi”
  Filipi 3 : 19
GOD Bless u

Sunday, July 29, 2018

(LaBer)Lari dari Tuhan



Terlalu jauh langkah ini melaju
Tak terkendali lagi di dalam dunia
Terlalu keras hati ini membangkang
Tak terbayangkan hukuman yang menanti

Sudah tak terhitung hitam di hati
Sampai tertutup mata hati ini
Sanggupkah kembali seperti semula?
Suci bersih seperti dahulu kala

Tuhan kami memohon kepada – Mu!
Tuhan tolong ampuni kami
Tuhan kembalikan kami
Tuhan hanya Engkaulah harapan kami

Sudah cukup hari – hari pelarian kami
Sudah waktunya kami kembali ke hari – hari yang dahulu kala

“Bawalah kami kembali kepada – Mu, ya TUHAN,
Maka kami akan kembali
Perbaharuilah hari – hari kami seperti dahalu kala!”
Ratapan 5 : 21
GOD Bless u

Friday, July 27, 2018

(LaBer)Hati Hamba




D                 DM7  G/D                 Gm/D
Ku tak dapat lupakan   kebaikan yang kutrima

Bm                  A         G             A
PengorbananMu yang mulia, jadikanku berharga

D                DM7  G/D          Gm/D
Kau tulus menerima    aku apa adanya

Bm                 A       G             A
Kekuatan kasihMu nyata memulihkan hidupku

Reff:
             D                  DM7(/F#)
Kau bukan Tuhan yang melihat rupa

             Bm                    D/A
Kau bukan Tuhan yang memandang harta

        G                     Em
Hati hamba yang s'lalu Kau cari

            A
Biar Kau temukan di dalamku

            D                   DM7(/F#)
S'lamaku hidup ku mau menyembahMu

                Bm               D/A
S'bab Engkau sangat berarti bagiku

          G                Em
Yang terbaik yang ada padaku

          A                   G  F#m Em  A
Kupersembahkan kepadaMu Yesusku

“Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita,
Dan kasih – Nya kepada manusia,
Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan
Baik yang telah kita lakukan, tetapi kerena rahmat – Nya oleh
Permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan
Yang dikerjakan oleh Roh Kudus”
Titus 3 : 4 - 5

GOD bless u


Thursday, July 26, 2018

(ArBer)Jauhi bergaul dengan mereka!


Jangan bergaul dengan mereka!

Mengadakan pesta unutk merayakan sesuatu hal boleh saja dilakukan.  Mengundang teman serta kerabat untuk berbagi sukacita juga tidak dilarang oleh agama manapun.  Satu hal yang tidak diperhatikan adalah apa yang kita kerjakan atau lakukan pada saat perayaan tersebut? Apakah kita terbawa suasana sehingga melupkan Tuhan ataupun tidak.

Terbawa suasana yang dimaksud adalah suasana pesta yang didalamnya termasuk makan serta mengkonsumsi minuman keras berlebihan.  Keadaan seperti itu secara langsung akan membawa seseorang kepada sebuah jurang dosa yang dalam.  Ketika seorang mabuk, maka apa saja bisa dilakukannya, dan segala perbuatannya tersebut sudah tidak terikat oleh hukum dunia maupun hukum Tuhan sekalipun. Segala dosa bisa saja dilakukannya dengan tanpa ragu.

Kitab Amsal juga memperingati agar kita semua tidak bergaul dengan mereka yang kerap kali berpesta pora dengan melahap banyak makanan bersukaria sepanjang hari serta mengkonsumsi minuman keras berlebihan.  Hal buruk bukan saja berdampak bagi kerohanian kita, namun sudah pasti juga terhadap kesehatan kita.  Belum lagi status sosial kita yang nantinya akan diperbincangkan dan di cap jelek.  Jikalau sudah demikian maka rejeki akan “menjauh” dari kita juga.  Jadi mulai saat ini hentikanlah pesta pora yang berlebihan, dan juga janganlah mendekati mereka yang masih hidup dalam pesta pora dunia!

Siapa yang suka dengan pesta pora, pasti akan sulit untuk menjaga kekudusan hidupnya! Jadi sebisa mungkin hindarilah pesta pora!

 “Janganlah engkau ada di antara peminim anggur dan pelahap daging
Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin
Dan kantuk membuat orang berpakaian compang - camping”
  Amsal 23 : 20 - 21
GOD Bless u

Wednesday, July 25, 2018

(ArBer)Bermain "petak umpet"


Bermain "petak umpet"

Permainan “petak umpet” atau yang dikenal dengan “hide and seek” dimainkan di berbagai negara dan bukan hanya di negeri kita saja.  Permainan ini bahkan juga dimainkan orang dewasa dan bukan anak – anak saja.  Permainan ini banyak dimainkan karena peraturannya yang sederhana,(hanya ada dua peran, yaitu yang bersembunyi dan yang mencari mereka yang tersembunyi) tanpa alat bantu dan juga bisa dimainkan dimana saja dengan jumlah pemain yang tidak terbatas.

Manusia pertama yang bersembunyi tidak lain adalah nenek moyang umat manusia yaitu Adam dan Hawa.  Mereka bersembunyi ketika mendengar kedatangan Tuhan.  Meskipun mereka sedang tidak bermain “petak umpet”, akan tetapi mereka tetap bersembunyi menghindari Tuhan.  Mereka bersembunyi bukannya tanpa alasan, mereka bersembunyi oleh karena mereka sadar telah melakukan kesalahan.

Sadarkah anda, banhwa kita juga kerap bermain “petak umpet” dengan Tuhan?  Ketika kita berbuat dosa, kita cenderung untuk pergi bersembunyi menhindari Tuhan.  Sama seperti Adan dan Hawa yang akhirnya sadar bahwa tidak dapat mungkin bisa menghindari Tuhan, maka kita juga seharusnya tidak bersembunyi untuk menhindari Tuhan.  Jiakalu kita bersalah, maka datanglah segera kepada – Nya sebab lambat lau Tuhan pasti bisa dengan mudah menemukan kita.  Akuilah kesalahan kita dan mintalah pengampunan dari pada – Nya!  Tuhan yang maha pengasih tentu akan menggampuni kesalahan kita, asalkan kita mau bertobat dan tidak mengulanginya lagi! Jadi janganlah bersembunyi.

Kita dapat menyembunyikan diri dari sesama manusia, namun itu tidak berlaku kepada Tuhan, sebab Dia pasti dengan mudah akan menemukan kita, jadi janganlah menyembunyikan diri terhadap – Nya!

 “Ketika mereka mendengar bunyi TUHAN Allah,
Yang berjalan – jalan dalam tanam itu pada waktu hari sejuk
Bersembunyilah manusia dan isterinyai itu terhadap TUHAN Allah
Di antara pohon – pohon dalam taman.
Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu
Dan berfirman kepadanya: Di manakah engkau?”
  Kejadian 3 : 8 - 9
GOD Bless u

(ArBer)Jangan takut meskipun engkau masih muda!


Jangan takut meskipun engkau masih muda!

Siapa yang berani melakukan hal tersebut di atas (seorang anak yang menggunakan air untuk mematikan rokok yang digenggam pria dewasa tersebut).  Beranikah kita melakukan hal benar tersebut, kepada seorang yang umurnya lebih senior dibandingkan kita.  Beranikah kita menegakkan kebenaran meskipun masih seorang muda?

Sepertinya dibutuhkan kekuatan serta keberanian ekstra unutk berani menyatakan kebenaran, menegor ataupun melakukan tindakan kebenaran kepada seorang yang umurnya lebih tua dibandingkan kita, bukan begitu?  Banyak diantara kita yang terkadang hanya bisa membiarkan orang yang lebih dewasa bertindak sesuka hati mereka, meskipun sebenarnya kita tahu perbuatan tersebut adalah salah adanya.  Kita lebih “mencari aman” untuk tidak berurusan dengan mereka(orang yang lebih tua)

Dalam kitab suci memang diajarkan unutk menghormati orang yang lebih tua, siapapun itu orangnya, akan tetapi bukan berarti orang muda tidak perlu beruat apa – apa jikalau, melihat ataupun menyaksikan hal tidak pantas yang dilakukan orang yang berumur lebih tua.  Sebaliknya sebagai orang muda, maka harus bisa belajar unutk menegur, memperingati ataupun melarang segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, hanya saja ada cara – cara baik yang harus dilakukan secara bertahap.  Siapapun baik tua maupun muda harus berani menunjukkan kebenaran fiman Tuhan, dan jangan sampai anda diremehkan ke - imanannya hanya karena umur yang lebi muda!  Jadilah teladan bagi siapapun juga!

Kebenaran dan keselahan tidak bisa diukur oleh umur seseorang, sebab orang yang lebih tua juga bisa sja bersalah! Jadi janganlah takut menegur, hanya karena kita lebih muda!

 “Jangan seorangpun menggangap engkau rendah karena engkau muda
Jadilah teladan bagi orang – orang percaya, dalam perkataanmu
Dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu,
 Dalam kesetiaanmu dan dalam kesuciaanmu”
  1 Timotius 4 : 12
GOD Bless u