Tuesday, April 9, 2019

(PuBer) Diam lebih baik atau lebih baik diam?



Hari ini menyemburkan dusta
Kemarin mengeluarkan cacian
Semakin banyak mulut memuntahkan kata
Semakin banyak dosa dilahirkan

Selama mulut tidak ditutupi
Kata – kata tercurah dengan deras
Tidak semua kata – katamu berisi
Satu yang pasti mulut tak akan puas

Untuk apa banyak melepas kata
Jikalau intinya tidak jelas
Mengapa engkau mengumbar – umbar kata
 Lebih baik diam dan menjadi emas

Lebih baik diam daripada sia - sia berbicara
Diam lebi baik dibandingkan banyak bicara

“Karena makin banyak kata – kata
Makin banyak kesia – siaan
Apakah faedahnya bagi manusia”
                                                                   Pengkotbah 6  :  11  
GOD Bless u

Monday, April 8, 2019

(ArBer)Apakah anda mengenal Yesus?


Apakah anda mengenal Yesus?

Apakah anda bisa menjawab pertanyaan pada papan tulis seperti  gambar di atas?  Apakah kita mengenal Tuhan kita Yesus Kristus? Bagaimanakah kita bisa mengenal Yesus? Lalu setelah sekian lama menjadi orang kristen, apakah kita memang sudah benar – benar mengenal – Nya?

Tuhan Yesus juga menanyakan hal yang sama kepada salag satu murid – Nya yang memang kesehariaanya selalu bersama dengan Dia.  Yesus mempertanyakan kepada Filipus, mengapa dia tidak mengenal Yesus yang adalah Tuhan dan Allah itu sendiri?  Secara harafiah mungkin Filipus sudah sering melihat Yesus yang adalah Tuhan Allah pencipta alam semesta itu sendiri, namun secara mata rohani Filipus belum mengalami keintiman iman yang mendalam kepada Dia yang adalah Tuhan Allah yang Maha besar.

Jikalau pertanyaan itu harus kita jawab, maka sepertinya jawabannya adalah “kita belum mengenal Yesus”.  Mengapa demikian, oleh karena memang mungkin ada diantara kita yang hanya mengenal Yesus secara formil saja.  Kita mengenal Yesus oleh karena kita mengenal agama Kristiani saja, namun secara mendalam kita belum masuk ke dalam pengenalan yang intim.  Jika memang demikian, maka mulai saat ini alangkah baiknya kita meluangkan banyak waktu lagi untuk mengenal Yesus, dan bukan hanya mempelajari Kekristenan saja.

Kita harus mengenal Yesus secara total, bukan hanya di pikiran kita semata, namun juga di dalam hati kita!

“Kata Yesus kepadanya : Telah sekian lama Aku bersama – sama kamu
Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?
Barangsiapa telah melihat Aku, ia melihat Bapa;
.......................................”
                                                                     Yohanes 14 : 9
GOD Bless u

Sunday, April 7, 2019

(ArBer)Ikut merayakan April Fools?


Ikut merayakan April Fools?

Memasuki bulan April, biasanya ada sebuah hari yang sering ditunggu – tunggu oleh semua orang.  Hari itu adalah “April Fools atau disebut juga April Mop”.  Pada hari tersebut semua cara diperbolehkan untuk dapat mengelabui sesama, namun tentu saja hanya untuk candaan semata saja.

Pada dasarnya berbohong memang dilarang, namun oleh karena kebaisaan seperti “April Fools”, berbohong diperbolehkan.  Fakta menarik yang juga memprihatinkan adalah, bahwa banyak juga orang percaya merayakan hari tersebut.  Pada hari tersebut semua orang bebas berbohong dengan alasan adalah hanya unutk candaan dengan sesama saja.

Meskipun hanya candaan saja, akan tetapi hal tersebut tentu bertentangan dengan firman Tuhan.  Kenyataan yang tidak dapat disangkal adalah, bahwa kebiasaan ataupun adat – istiadat sering sekali “mengalahkan” firman Tuhan yang telah kita yakini.  Tuhan Yesus juga pernah menegor orang – orang Farisi yang kerap mentaati kebiasaan ataupun adat – istiadat manusia dari pada kebenaran firman Tuhan!  Tuhan Yesus ingin agar semua orang yang mengaku percaya, tetap konsisiten dengan segala friman serta perintah yang diyakininya, dan bukan hanya mengaku percaya namun tetap mentaati kebiasaan dunia!  Jadi mulai saat ini, telitilah segala kebiasaan di sekitar kita, apakah bertentangan dengan kehendak Tuhan atau tidak? Jika memang bertentangan maka alangkah baiknya kita tidak ikut serta di dalam perayaan tersebut!

Mengikuti perayaan duniawi pada hari tertentu memang tidak dilarang firman Tuhan, namun tidak semua sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, jadi bijaksanalah dalam menentukan sikap!

“Percuma mereka beribadah kepada- Ku,
Sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia
Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang
Pada adat istiadat manusia”
                                                                    Markus 7 : 7 - 8
GOD Bless u

Thursday, April 4, 2019

(ArBer)"Kecebong vs kampret" vs Damai


"Kecebong vs kampret" vs Damai

Bagi mereka yang mengikuti perkembangan politik pada hiruk pikuk Pemilihan umum di tahun ini pasti mengerti akan gambar di atas.  Gambar tersebut dianalogikan sebagai representatif pendukung dua kubu calon presiden yang akan “bertanding” di Pemilu kali ini.

Bisa jadi kita juga termasuk kedalam salah satu “kubu” tersebut.  Mendukung salah satu calon memang tidaklah melanggar hukum, oleh karena memang setiap orang mempunyai hak atas pilihan politknya.  Satu yang tudak boleh adalah satu, yaitu menggunakan berbagai cara yang tidak baik unutk menjatuhkan salah satu calon tertentu.  Jikalau hal itu sudah terjadi, maka perbedaan serta perpecahan akan terjadi secara isntan.

Orang – orang percaya diharapkan bisa menjadi pembawa damai dimanapun kita ditempatkan.  Hal ini memang terdengar klise, akan tetapi ini adalah hal penting yang membedakan kita sebagai anak – anak Allah.  Jikalau kita mendukun salahs atu “kubu” conbalah unutk membangun komunikasi yang positif tanpa harus menjelekkan “kubu” lain.  Terimalah juga kekurangan “kubu” lain dan jangan mengungkit atau menjadikannya saasaran untuk dipergunjungkan terus menerus.  Setiap orang pastilah mempunyai kekurangan dan kelebihan, dan kedamaian hanya akan tercipta jikalau kita tidak fokus kepada kekurangan seseorang namun justru pada kelebihannya sebab dengan kelebihan kita masing – masinglah negara ini akan semakin kuat! Bukan begitu?

Selama anda belum bisa berdamai dengan “musuh” ataupun “lawan” anda, sebaiknya jangan membicarakan mereka terlebih dahulu! Sebab nantinya kalimat yang keluar malahan akan menimbulkan kebencian ataupun ketidak cocokan yang lebih mendalam!

“Berbahagialah orang yang membawa damai,
Karena mereka akan disebut anak – anak Allah”
                                                                       Matius 5 : 9
GOD Bless u

(LaBer)Tiada Terukur


Artist: Welyar Kauntu



Verse:
C               F         G        C     G
Tiada terukur besar kasih setia-Mu Tuhan
C                    Am          Em
Panjang dan lebarnya melebihi lautan
F                G
Jauh tinggi mengatasi langit
Dm                 G
Dalamnya tak dapat kuselami
Dm    Em         F     G   C
Kasih setia-Mu besar selamanya
Dm    Em         F     G   C
Kasih setia-Mu besar selamanya

Chorus:
    G        C
Hatiku bersyukur
    G      C
Jiwaku memuji
     G           C
Mulutku pun bersorak
          Dm    G
Memuji Engkau Yesus

      G         C
Ajaib perbuatan-Mu
      G        C
Besar anug’rah-Mu
       G        C
Takkan berhenti kumemuji
     G
Nama-Mu

“Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah
Penyayang dan pengasih, panjang sabar
Dan berlimpah kasih dan setia”
Mazmur 86 : 15

GOD bless u

Wednesday, April 3, 2019

(LaBer)Ku Dibri Kuasa


Artist: True Worshippers

Intro
D G/D D G/D
       
2X
D G Bm C
      
2X

D                      Bm
Ku dib‘ri kuasa dari Raja Mulia
G           D/F#     Em        A
Menaklukkan musuh di bawah kakiku
D                  Bm
Kupakai kuasa dari Raja Mulia
     G            D/F#         G         A
Bila Allah ada bersamaku siapa jadi lawanku

*Reff
          Dsus4     D             Bm
Sungguh besar Kau Tuhanku, Engkau perisai hidupku
        G          D/F#        Em          A
Ku berdiri dengan iman, iman dalam Yesus Tuhan
            Dsus4      D               Bm
Kau yang memb’ri kemenangan, ku bersorak merayakan
       G            A             D
Terpujilah Engkau Raja s’gala Raja

Interlude 1 :
D G Bm C
      
2X

Interlude 2 :
Bm G D/F# Asus4 A
               
Bm G D/F# Asus4 B

“TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku;
Kepada- Nya hatiku percaya.
Aku tertolong sebab itu beria – ria hatiku,
Dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada - Nya”
 Mazmur 28 : 7

GOD bless u

Monday, April 1, 2019

(ArBer)Apakah tidak terlihat ada balok sebesar itu?


Apakah tidak terlihat ada balok sebesar itu?

Tuhan Yesus datang ke dunia bukan hanya untuk menhajarkan kebenaran ataupun menggenapkan hukum Taurat saja, akan tetapi Dia juga datang untuk “mematahkan” kebiasaan duniawi umat-Nya yang berbalutkan hukum Taurat.   Kebiasaan – kebiasaan yang dilakukan pemuka – pemuka agama sudah tidak sepenuhnya sesuai dengan firman Tuhan, oleh karena lebih banyak dijustifikasi sesuai dengan keadaan duniawi.

Dampak yang terjadi adalah, banyak orang kerap kali mengedepankan egoisme masing – masing.  Lebih buruk lagi muncul banyak kebiasaan unutk membicarakan orang lain, terutama membicarakan segala kekurangan serta kesalahannya.  Hal tersebut adalah kebiasaan buruk yang hanya akan melahirkan banyak dosa, orang lebih suka melihat kesalahan ataupin menyalahkan orang lain, padahal dirinya sendiri belum tentu benar atau bahkan lebih besar lagi kesalahannya.

Tuhan Yesus yang melihat keadaan seperti itu merasa prihatin, dan menegur bangsa Israel.  Mereka ditegur dengan halus namun menusuk kalbu.  Mereka yang terbiasa menyalahkan, menuduh ataupun menghakimi orang lain, diharapkan bisa terlebih dahulu melakukan intropeksi diri.  Yesus bahkan memberi perumpamaan yang cukup “wah” yaitu antara selumbar dan sebetang balok besar.  Jadi sebelum kita berusaha melihat yang kecil di mata sesama kita, alangkah baiknya kita menyadari balok yang ada di depan mata kita!

Pergunakan mata anda untuk melihat diri anda terlebih dahulu, sebelum mengunakkannya untuk melihat orang lain!

“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu
Sedangkan balok di dalam matamu
Tidak engkau ketahui?”
                                                                       Matius 7 : 3
GOD Bless u