Thursday, May 13, 2010

(ArBer)Selalu menyertai


Selalu menyertai


Yesus tidak naik begitu saja meninggalkan murid-murid-Nya dan kita semua begitu saja. Dia menjanjikan kepada kita Roh penghibur yang akan senantiasa menyertai kita sampai kedatangan-Nya yang ke-dua kali ke dunia ini sebagai Hakim yang Agung.


Setelah tiga tahun lebih bersama-sama melayani banyak orang, dari satu tempat ke tempat yang lain. Sangatlah wajar jika seluruh murid-murid merasakan kehilangan pada saat Yesus mati dan dikuburkan. Semangat pelayanan mereka hilang, dan mneyisakan rasa sedih yang berkepanjangan. Akan tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama, setelah Yesus bangkit dan menunjukkan diri-Nya di hadapan mereka, sukacita pun sekejap ada di hati mereka. Kemudian dengan berat hati mereka lagi-lagi harus menerima bahwa Yesus akan kembali meninggalkan mereka semua. Akan tetapi kali ini Yesus mengaruniakan meminta kepada Bapa Roh penghibur dan Penolong yang akan selalu ada di hati orang-orang percaya yang beriman.


Yesus memang sudah naik ke Sorga untuk mempersiapkan tempat bagi kita semua di rumah Bapa, namun bukan berarti pekerjaan-Nya dalam dunia ini juga selesai. Kita semua diberi tanggung jawab untuk menyebarkan firman-Nya sampai ke ujung dunia. Jika Yesus selama hidup di dalam dunia ini selalu memimpin semua murid dalam melayani dan menyebarkan kabar keselamatan, maka setelah Dia naik ke Sorga, Roh Kuduslah yang akan menjadi penolong, penghibur, menguatkan serta menyertai segala aktivitas kita. Yakinlah bahwa Yesus selalu menyertai kita melalui Roh Kudus yang ada di hati kita! Dan kerjakanlah apa yang patut kita kerjakan sesuai dengan firman-Nya, karena sebenarnya Roh Kudus turut bekerja bersama kita.


Janganlah tawar hati oleh karena kita merasa terpisah jauh dengan Yesus Kristus! Sebab sebenarnya ,Dia melalui Roh Kudus-Nya senantiasa berada di hati orang – orang percaya yang beriman.


“Tetapi penghibur, yaitu Roh Kudus

Yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku

Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu

Dan mengingatkan kamu akan semua

Yang telah Kukatakan kepadamu”

Yohanes 14:26


GOD Bless u

Tuesday, May 11, 2010

(ArBer)Rumah idaman


Rumah idaman.


Iklan tersebut(pada gambar diatas) tentu saja, tidak sesuai dengan kenyataannya. Iklan tersebut menawarkan pemukiman yang layak huni, akan tetapi kenyataan yang terjadi sebaliknya. Rumah-rumah kumuh justru berada tepat dibawah papan iklan tersebut. Bicara masalah rumah atau pemukiman yang sempurna untuk ditempati, maka akan timbul pertanyaan, apakah kita sudah memiliki tempat seperti itu di bumi ini? Jika sudah mungkin pertanyaan selanjutnya adalah apakah kita juga sudah memliki rumah idamaman di sorga?


Memang tidak ada salahnya bagi kita semua untuk bekerja dan berkarya untuk dapat mewujudkan impian mempunyai sebuah rumah yang nyaman dan layak dihuni. Akan tetapi kita juga jangan melupkan satu hal, bahwa sebaik dan senyaman apapun rumah yag kita miliki saat ini, suatu saat kita akan meninggalkannya. Saat kita dipanggil Tuhan, kita tidak bisa membawa serta rumah dalam dunia ini, namun sebaliknya kita akan mendapatkan tempat baru sesuai dengan apa yang telah kita perbuat semasa kita hidup. Berbahagialah bagi kita umat Kristiani yang sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juru selamat kita, karena kita dijanjikan tempat yang layak dalam kerajaan-Nya.


Setelah Yesus Kristus bangkit dan mengalahkan maut kematian, maka hal selanjutnya yang DIA lakukan adalah naik ke Sorga menuju rumah Bapa.. Dia naik bukan karena tugas-Nya sudah selesai atau untuk berisitirahat. Dia menyediakankan tempat dan rumah yang nyaman bagi kita semua untuk sebuah kehidupan kekal yang penuh dengan sukacita. Sekarang pertanyaanya adalah apakah kita sendiri sudah mempersiapkan diri untuk menuju rumah di Sorga yang telah Tuhan sediakan? Perbaikilah kehidupan kita didalam dunia ini, agar kita dapat semakin dekat dengan-Nya!, jangan mensyia-nyiakan undangan-Nya kepada kita untuk menempati rumah yang telah disediakan-Nya di Sorga!


Bekerja dengan giat untuk mendapatkan rumah atau tempat tinggal yang layak dan nyaman adalah hal yang baik, namun jangan lupa, kita juga harus berusaha untuk bisa menempati rumah yang sudah Yesus sediakan bagi kita, dengan cara hidup berkenan dihadapan-Nya.


“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal

Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu

Sebab Aku pergi ke situ untuk

Menyediakan tempat bagimu”

Yohanes 14:2


GOD Bless u

(ArBer)Pantas atau tidak?


Pantas atau tidak?


Jikalau pertanyaan tersebut ditanyakan kepada seorang uskup yang sedang memegang senapan tersebut(pada gambar diatas), tentu jawabannya tidak pantas. Walaupun cara memegang senjatanya benar, dan senjata tersebut cocok dengan badannya yang kekar, tetap saja hal tersebut sangat tidak pantas dilihat. Tidak pantas karena dia memakai atribut rohaniawan, jika dia melepaskan jubah dan aksesoris keagamaan lainnya, mungkin pria tersebut pantas menggunakan senapan tersebut.


Pantas atau tidak apa yang kita lakukan dan tampilkan sebenarnya tergantung dari penilaian orang-orang sekitar kita. Terkadang walaupun kita melakukan atau menampilkan hal-hal buruk, bisa saja kita dianggap benar, karena mereka yang memberikan penilaian membenarkan apa yang salah. Itulah letak permasalahan sebenarnya, dimana kita terlalu ketergantungan akan penilaian orang – orang disekitar kita tentang apa yang pantas atau tidak untuk kita lakukan. Intinya jika kita berada dilingkungan yang baik maka tentu saja apa yang pantas kita lakukan adalah hal-hal yang menurut mereka baik, namun jika yang terjadi sebaliknya maka apa yang pantas kita lakukan adalah hal-hal yang tidak baik.


Kita memang mahkluk sosial, yang sangat membutuhkan orang lain, namun bukan berarti segala perbuatan dan tingkah laku kita, harus berdasarkan pendapat lingkungan kita. Sebagai orang beriman , tentu saja segala sikap dan tingkah laku kita harus berdasarkan firman Tuhan. Itulah prioritas utama dalam kehidupan kita melebihi penilaian orang-orang disekitar kita. Masalah pantas atau tidak seharsunya kita bawa kehadapan Tuhan, karena hanya menurut Tuhanlah terdapat kebenaran sejati tentang apa yang pantas ataupun tidak.


Tidak selamanya apa yang pantas bagi orang-orang duniawi juga pantas dihadapan Tuhan, oleh karena itu bergaulah erat dengan Tuhan, karena hanya Dialah yang bisa menunjukkan apa yang pantas atau tidak pantas kita lakukan.


“…..

Supaya kamu hidup

Sesuai dengan kehendak Allah

Yang memanggil kamu

Ke dalam kerajaan dan kemuliaan-Nya”

1 Tesalonika 2:12


GOD Bless u

Monday, May 10, 2010

(ArBer)Saling memperbaiki


Saling memperbaiki


Manusia tidak bisa lepas dari komunitasnya dalam kehidupan sehari-hari. Sehebat apapun manusia tidak bisa mengerjakan atau melakukan segala sesuatunya dengan seorang diri. Ada kalanya mansuia membutuhkan bantuan dari sesamanya, bahkan semakin banyak manusia hidaup bersosialisasi maka sejatinya akan makin banyak bantuan yang datang disaat terjadi suatu permasalahan.


Dalam suatu komunitas yang sehat, diperlukan suatu sikap dan sifat yang terbuka. Tidak perlu banyak pujian basa-basi, namun sebaiknya berani memberikan kritik atau masukan yang membangun. Kritik atau masukan yang membangun memang terkadang tidak bisa diterima oleh salah satu pihak begitu saja, namun jika kita menjelaskan dengan baik maksud tujuan kita memberikan masukan, maka hasilnya kan bebeda. Kritik yang membangun sangat diperlukan dalam suatu komunitas kehidupan sosial. Baik kepada orang lain ataupun diri sendiri, kritik membangun akan membuat kita lebih cepat sadar akan kekurangan kita, dan lebih cepat mengetahui bagaimana cara untuk memperbaikinya.


Kritik yang membangun juga sangat dibutuhkan di lingkungan pelayanan gereja. Memberikan masukan dengan baik dan disaat yang tepat akan sama-sama membangun kerohanian antar sesama pelayan Tuhan. Satu yang tetap harus dipegang adalah, selalu memjadikan kasih sebagai dasar kita untuk memberi masukan atau mengkritik. Kritik ataupun masukan yang tidak disertai unsur kasih dari Tuhan, hanya akan menimbulkan perselisihan antar sesama hamba Tuhan. Mulai saat ini, berdoalah! sebelum kita saling mengingatkan atau memberikan masukan positif kepada sesama saudara seiman kita. Janganlah timbul niat lain pada saat kita mengingatkan serta mengkritik seseorang, selain niat penuh kasih untuk kepentingan Tuhan dan sesama!


Tidak perduli apapu kedudukan anda di komunitas manapun, apabila anda tidak dapat membuka diri untuk “diperbaiki” dan “memperbaiki” maka sebenarnya anda bukan bagian dari komunitas tersebut.


“Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu

Kepada saudara-saudara kita,

Engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik

Terdidik dalam soal-soal pokok iman kita

Dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini”

1 Timotius 4:6


GOD Bless u

Friday, May 7, 2010

(ArBer)Tidak takut walaupun…


Tidak takut walaupun…


Tidak mudah memang untuk mencari orang yang mau bekerja untuk memeberikan makan kepada buaya. Memang terlihat sanagat sederhana dan mudah(karena tidak memerlukan kerja otak atau otot yang berlebihan), akan tetapi resiko yang dihadapi cukup besar. Apabila tidak terlatih dan mempunyai mental yang kuat, bisa-bisa pemberi makan buaya tersebut dapat menjadi santapan buaya.


Kita tinggalkan sejenak bayangan mengerikan tentang pekerjaan tersebut. Sebagai manusia kita memang terkadang dihadapkan dengan pilihan-pilihan sulit. Terkadang kita harus memilih hal yang tidak kita sukai atau bahkan hal yang cukup berbahaya dan mengandung resiko besar. Lalu apa yang bisa kita pegang dan andalkan pada saat kita menjalani “lembah kekelaman” yang harus kita lewati?


Bagi orang-orang percaya seperti kita, tentu saja kita mempunyai pengharapan yang kuat didalam nama Tuhan Yesusu Kristus. Tidak peduli sedalam apa kita jatuh atau bahkan harus melewati lembah kekelaman, Tuhan pasti beserta kita. Yang menjadi permasalahan hanya terkadang kita terlalu berfokus pada apa yang terlihat disekitar kita, yaitu “lembah yang kelam, gelap dan mengerikan”. Pada saat kita jatuh ke dasar lembah kita lupa bahwa hal tersebut terjadi dalam hidup kita pastilah atas ijin-Nya. Satu yang pasti Dia tidak akan membiarkan kita seorang sendiri melewati “lembah kekelaman” dalam hidup ini. Berdoalah dan selalu mengucap syukur dalam mengahadapi masalah sesulit apapun, karena dalam masalah sulit tersebut, kita sedang diajarkan untuk lebih peka serta berharap hanya kepada-Nya.


Orang yang berada ditengah-tengah buaya(gambar diatas) tersebut pastilah mempunyai keyakinan yang kuat bahwa tidak akan ada buaya yang akan memangsanya. Kita juga harus yakin tidak ada permasalahan yang tidak mungkin terselesaikan atau terlewati jika kita meyakini kuasa pertolongan-Nya.


“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman

Aku tidak takut bahaya

Sebab Engkau besertaku;

Gada-Mu dan tongkat-Mu

Itulah yang menghibur aku”

Mazmur 23:4


GOD Bless u

Thursday, May 6, 2010

(ArBer)Kebersamaan yang tidak bermanfaat


Kebersamaan yang tidak bermanfaat


Gambar diatas tentu saja bukan manfaat persekutuan sebenaranya. Gambar tersebut menunjukkan beberapa kawanan tupai yang menghabiskan kebersamaan mereka untuk melakukan hobi atau kesenangan mereka. Terlepas dari baik atau buruknya bermain kartu, yang jelas akan sangat sayang sekali apabila waktu kebersamaan dihabiskan untuk hal-hal yang tidak mengahasilkan apa-apa.


Persekutuan antar sesama memang diwajibkan bagi kita sesama orang percaya. Persekutuan tersebut dapat menghasilkan banyak hal positif. Dengan adanya persekutuan tersebut anatara satu dengan yang lainnya, kita bisa saling menguatkan dan mendoakan. Selain itu sesdama anggota juga dapat saling berbagi, baik kesaksian-kesaksian akan pertolongan Tuhan maupun anugrah Tuhan dalam membuka jalan keluar terhadap suatu permasalahan. Akan tetapi persekutuan yang erat anatar sesama orang percaya terkadang justru membuat mereka keluar “jalur”.


Karena sesama anggota sudah terlalu akrab, terkadang persekutuan sering sering sekali diadakan. Awalnya memang untuk menjaga kebersamaan dan menjalin hubungan kasih, namun lama-kelamaan, banyak hal duniawi yang ikut masuk dalam agenda persekutuan tersebut. Sebagai contoh, kaum wanita biasanya mulai bergosip atau membicarakan perkembangan fashion terbaru, sedangkan para kaum pria mulai membicarakan dunia bisnis dan kesamaan hobi mereka. Jika ini terus berlanjut maka persekutuan antara sesama saudara seiman sudah tidak menyentuh esensinya, karena manfaat yang didapatkan lebih terfokuskan pada kebersamaan dalam menjalani hidup didunia ini.


Marilah kita sama-sama menjaga kebersamaan kita untuk tidak keluar dari makna aslinya yaitu bersama berbagi didalam Tuhan dan hanya Tuhanlah yang menjadi fokus dalam persekutuan yang kita adakan. Berkumpul bersama untuk membicarakan hal-hal duniawi tidak akan membawa kita lebih dekat kepada-Nya walaupun kita berkumpul dengan banyak saudara-saudara seiman.


Gunakanlah waktu berkumpul bersama-sama saudara seiman dengan hal-hal yang bermanfaat dan membangun keimanan kita didalam Tuhan.


“Dengan bertekun dan dengan sehati

Mereka berkumpul

Tiap-tiap hari dalam Bait Allah

…..”

Kisah Para Rasul 2:46


GOD Bless u

Wednesday, May 5, 2010

(ArBer)Waktunya beristirahat.


Waktunya beristirahat.


Setiap mahkluk hidup membutuhkan waktu beristirahat. Entah itu malam hari ataupun siang hari, semua mahkluk hidup yang bertumbuh pastilah memerlukan waktu untuk membiarkan organ tubuhnya rileks sejenak. Begitu juga dengan manusia, walaupun manusia mahkluk hidup paling sempurna, tetap saja kemampuan operasional tubuh manusia terbatas, sehingga memerlukan waktu untuk beristirahat juga.


Kesibukan serta rutinitas yang kompleks membuat manusia hidup dalam kitidak teraturan. Waktu beristirahat biasa dimanfaatkan untuk beraktivitas juga. Selama tulang masih bisa menopang tubuh, waktu sedikit apapun harus dimanfaatkan dengan baik. Jika hal tersebut terus berlangsung, maka lama- kelamaan, akan timbul juga efek negatif dalam tubuh. Tidak semua organ tubuh bisa bekerja “lembur”, ada beberpa organ tubuh yang benar-benar membutuhkan waktu istirahat yang cukup(otak, ginjal ataupun paru-paru). Apabila terus dipaksakan beraktivitas tanpa istirahat yang cukup maka organ tubuh tersebut akan rentan terhadap penyakit.


Tubuh ini adalah bait suci Allah, selain memakainya dengan maksimal kita juga harus menjaganya. Suatu saat nanti kita akan mempertanggung jawabkan apa saja yang telah kita perbuat dengan memanfaatkan tubuh ini. Tubuh ini haruslah kita hormati selayaknya bait suci Allah. Memang kita diperbolehkan beraktivitas dengan bebas di bait suci, namun kita juga harus menghormati serta menjaga kekudusannya. Allah sangat mengetahui kemampuan tubuh ini, oleh karenanya Dia menyediakan satu hari untuk beristirahat bagi manusia dari segala aktivitasnya, bahkan hari tersbut harus dikuduskan sebagai hari sabat. Sediakanlah waktu untuk beraktivitas dan juga untuk beristirahat. Jangan sampai salah waktu, yaitu beristirahat pada saat kita sedang beraktivitas, karena akibatnya akan sangat fatal.


Menunda waktu beristirahat, sama saja dengan berhutang waktu istirahat, suatu waktu pasti tubuh kita akan “menagih”nya. Beristirahatlah jika memang sudah saatnya untuk beristirahat!


Lalu Ia berkata kepada mereka:

Marilah ke tempat yang sunyi,

Supaya kita sendirian dan beristirahat seketika

….”

Markus 6:31


GOD Bless u