Tuesday, September 13, 2011

(ArBer)Berubah totalkah?


Berubah totalkah?


Bentuk badan six pack merupakan keinginan semua orang, terutama kaum adam. Bentuk tubuh seperti itu mencerminkan seorang pria sejati yang sehat serta berenergi. Tidak heran saat ini fasilitas body building menjadi tujuan para pria agar bisa tampil dengan bentuk baru yang lebih segar, sehat dan enerjik.


Perubahan bentuk tubuh bukanlah berati perubahan pribadi orang tersebut. Bentuk tubuh bisa dibentuk dan berubah, namun apabila sifat dan sikapnya tidak berubah(hidup sehat dan rajin berolah raga)maka perubahan bentuk tubuh tersebut tidak akan bertahan lama. Perubahan yang benar tentu bukan hanya tampilan luar saja, namun diikuti juga dengan perubahan mendasar dari dalam. Kemudian pertanyaanya adalah apakah kita sendiri sudah benar-benar berubah? Bukan dalam hal bentuk tubuh, tetapi dalam hal iman kita kepada Kristus!


Kita semua yang telah mengenal dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat memang sudah seharusnya dikatakan manusia baru! Bila mau disebut baru, maka kita harus berubah secara total, bukan hanya dalam keteguhan iman kita, namun dalam perbuatan juga harus berubah. Ataupun sebaliknya, perbuatan kita sekilas terlihat begitu penuh dengan kasih, namun ada maksud tertentu di dalam hati. Saat ini marilah kita bersama-sama mengintrospeksi diri kita sendiri, apakah perubahan kita hanya perubahan secara tampak muka saja? Atau hanya sekedar dalam hal komitmen? Berubahlah secara total, karena DIA sudah berkorban secara total demi kehidupan baru kita!


Tuhan Allah melalui Anak-Nya yang tunggal sudah membuka kesempatan bagi kita untuk menjadi ciptaan baru yang lebih sempurna, jadi tunggu apalagi? Berubahlah secara total saat ini juga!


“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus

Ia adalah ciptaan baru

Yang lama sudah berlalu,

Sesungguhnya yang baru sudah datang

Dan semuanya ini dari Allah

Yang dengan perantara Kristus

………………”

2 Korintus 5:17-18


GOD Bless u

Monday, September 12, 2011

(ArBer)Apa dampak positifnya?


Apa dampak positifnya?


Semua orang di dunia ini terkejut dengan kejadian black September (tragedy kehancuran dua menara kembar di AS) Sampai saat ini semua orang masih bertanya-tanya kenapa dunia harus dikejutkan dengan tragedi kemanusian seperti itu?


Negara Amerika Serikat yang terkenal begitu tangguh dan sebagai negara yang menghormati hak asasi dan pluralisme justru menjadi sasaran teroris yang berakar dari sifat rasis ataupun agamis tertentu. Gedung kembar tersebut juga melambangkan kehebatan AS dalam pembangunan gedung, bahkan ke dua gedung kembar tersebut juga merupakan pusat “perputaran uang” dan transaksi bisnis dunia. Kejadian tersebut sepertinya terjadi untuk “memberhentikan” negara tersebut dengan segala kesombongan dan arogansinya. Bagi rakyat Amerika tentu hal ini tidaklah adil, karena banyak sekali warga negara mereka yang menjadi korban pada tragedy tersebut, namun tentunya Tuhan punya maksud tertentu dibalik kejadian mengerikan tersebut.


Manusia saat ini sudah meninggalkan hal-hal irasional termasuk budaya maupun kepercayaan terhadap Tuhan. Mereka hanya berpikir secara rasio dan logika demi kehidupan yang baik di dalam dunia ini. Kita mungkin sudah lupa bahwa keberadaan kita di dunia ini hanya sementara. Fokus manusia hanya ingin selalu lebih baik, bahkan kalo bisa apapun yang Tuhan ciptakan bisa kita ciptakan juga. Perkembangan jaman yang begitu cepat mendorong sifat arogansi dan keegoisan manusia yang semakin berkembang pula, sehingga sepertinya Tuhan saat ini hanya menjadi simbol keagamaan saja. Dalam injil keadaan seperti ini pernah terjadi, yaitu pada saat umat manusia ingin membangun sebuah menara yang tinggi. Maksud manusia untuk “menyamai” Tuhan akhirnya dihentikan Tuhan dengan mengacau balaukan bahasa mereka. Mulai saat ini hiduplah seturut dengan kehendak Tuhan, kendalikanlah diri kita dari kesombongan. Bersyukurlah atas banyaknya talenta serta prestasi yang kita capai, namun janganlah gantikan kemuliaan Tuhan dengan mengagungkan nama diri sendiri.


Dampak postif yang bisa kita temukan dari kejadian black September di AS adalah kenyataan, bahwa tidak ada satupun bangsa di dunia ini yang pantas menyombongkan diri.


Maka Ia membuka telinga manusia

Dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran

Untuk menghalangi manusia dari pada perbuatannya

Dan melenyapkan kesombongan orang”

Ayub 33:16-17


GOD Bless u

Sunday, September 11, 2011

(ArBer)Bebas dari kecurangan kah?


Bebas dari kecurangan kah?


Teknologi yang berkembang, mendorong terciptanya berbagai alat muktahir. Dengan terciptanya kamera cctv, maka akan memudahkan seseorang untuk mengawasi, bahkan merekam segala hal yang dipantau menggunakan kamera kecil tersebut.


Kamera cctv yang diletakkan pada sudut-sudut ruangan. Bisa memantau aktivitas keseluruhan mahasiswa yang sedang menghadapi ujian(gambar di atas). Hanya dengan bantuan sebuah layar monitor saja, pengawas tidak perlu berkeliling mengawasi mahasiswa-mahasiswa tersebut, karena sekecil apapun gerak – gerik mahasiswa, pasti terpantau oleh kamera cctv. Lalu pertanyaannya apakah dengan perkembangan teknologi seperti ini menjamin ujian tersebut bebas dari kecurangan? Jawabannya pastilah belum tentu.


Manusia adalah mahkluk Tuhan yang paling sempurna, karena dikaruniai akal, budi dan pikiran, namun manusia jugalah yang menjadi makhluk yang paling menyakiti hati Allah pencipta alam semesta. Kita semua memang diberikan akal budi, hikmat dan kebijaksanaan, namun terkadang justru kita memanfaatkan anugerah Allah tersebut untuk hal-hal bodoh yang berdosa. Tuhan membuat hukum Taurat untuk mengatur kehidupan umat-Nya agar selalu kudus, namun kenyataannya mereka(umat Israel) selalu berusaha mencari celah untuk menentang Tuhan. Ironisnya saat ini kita semua juga mulai hidup seperti bangsa Israel di perjanjian lama. Kita sering mencari celah untuk memuaskan keinginan daging kita, walaupun aturan Tuhan Allah sudah kita amini kebenarannya. Jika itu yang terjadi, maka bertobatlah segera! Sebab Tuhan tidak mungkin dimanipulasi atau ditipu dengan cara apapun juga! Bakan sebelum kita merencanakannya, Dia sudah mengetahui isi hati kita. Percayalah satu hal dengan segala akal dan kepintaran kita, tetap saja kita tak bisa menyembunyikan dosa kita dari-Nya, walaupun hanya sebesar pasir!


Kita mungkin masih bisa mengelabui manusia, atau alat ciptaan manusia, namun kita tak akan pernah bisa mengelabui Tuhan!

“Ya Allah,

Engkau mengetahui kebodohanku

Kesalahan-kesalahanku

Tidak tersembunyi bagi-Mu”

Mazmur 69:5


GOD Bless u

Friday, September 9, 2011

(LAguBERkat)SAMPAI MEMUTIH RAMBUTKU


SAMPAI MEMUTIH RAMBUTKU
Franky Sihombing
Key = G
Tempo 67



G Bm7 Em7 Dm C
KAU S'LALU HADIR SAAT AKU RINDUKAN-MU

G Bm7 Em7 Dm C
KAU YANG S'LALU SETIA MENOPANGKU DENGAN KASIH SETIA

Am7 Bm7 C Dsus D
MEMBERI AKU KEKUATAN DI TENGAH BADAI YANG MENAKUTKAN

REFF

G G+/B Em7
SAMPAI MEMUTIH RAMBUTKU

G/D C G/B Am7 D
KAU PUTUSKAN AKU MENUTUP USIAKU

G G+/B Em7
KU 'KAN S'LALU MENYEMBAH-MU

G/D C G/B Am7 D G
OH YESUS TUHANKU, KU MILIK-MU S'LAMANYA BAGI-MU

"Juga sampai masa tuaku dan putih rambutku
Ya Allah, janganlah meninggalkan aku,
Supaya aku memberitakan
Kuasa-Mu kepada angakatan ini,
Keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang"
Mazmur 71:18

GOD Bless u

Thursday, September 8, 2011

(ArBer)Menutut yang tak bersalah.


Menuntut yang tak bersalah.


Gambar diatas hanyalah lelucon. Maksud kata menuntut diatas seharusnya adalah berusaha dengan keras untuk mendapatkan ilmu. Kesalahannya adalah pada kata “menuntut” pada gambar diatas biasa dipakai dalam persidangan yang artinya menggugat, mempersalahkan atau meminta pertanggung jawaban(pada pihak lain). Pertanyaannya kemudian adalah, apakah kita pernah menutut(dalam konteks hukum) pihak lain atas apa yang kita alami? Atau bahkan kita pernah juga menuntut Tuhan?


Pada saat terjebak dalam permasalahan sederhana, mungkin kita tidak memerlukan pihak lain untuk dipersalahkan(dituntut/dimintai tanggung jawab), akan tetapi tidak demikian apabila kita menghadapi suatu permasalahan yang rumit dan tak kunjung selesai. Biasanya kita mulai menyalahkan orang lain di sekitar lingkungan kita, namun apabila kekesalan terus “dipupuk”, maka suatu saat kita pasti menuntut Tuhan, atas segala permasalahan hidup kita. Lalu pertanyaannya adalah, apakah kita berhak menuntut Tuhan? Apakah Tuhan juga bersalah atas penderitaan serta permasalahan kita?


Ayub adalah salah satu orang saleh di muka bumi ini, yang pernah mengalami permasalahan dan penderitaan hidup di saat dia hidup berkenan di hadapan Tuhan. Bila kita memperhatikan ayat demi ayat pada kitab Ayub, memang sepertinya Tuhan “mengijinkan” iblis menimpakan penderitaan kepada Ayub, akan tetapi apakah ini berarti Tuhanlah yang bertanggung jawab, ataukah Tuhanlah yang seharusnya dituntut? Sama seperti ayub, kita juga terkadang berpikir kearah tersebut. Kita tidak sadar bahwa Tuhan tidak selalu mendatangkan kebahagiaan dalam muka bumi ini, namun Dia menjamin kebahagiaan abadi setelah kita meninggalkan dunia ini. Dalam satu sisi memang terlihat Tuhan diam saat kita datang kepadanya dengan segala keluh kesah kita, akan tetapi itu bukan berarti Dia meninggalkan kita. Tuhan adalah Allah yang kasih-Nya di luar batas pemikiran manusia, oleh karena itu Dia selalu merencanakan yang terbaik bagi umat-Nya. Kita perlu untuk merenungkan sejenak, sebelum kita mempersalahkan dan menuntut Tuhan, karena bisa jadi Tuhan justru ingin menunjukkan penyertaan dan kasih-Nya yang sempurna melalui permasalahan yang kita hadapi! Jadi janganlah menuntut DIA yang tak pernah salah


Kita mungkin tak akan pernah tahu betapa sempurnanya kasih Tuhan kepada kita sampai saat ini, apabila kita tidak merasakan permasalahan hidup ini.


“Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata

Pencobaan ini datang dari Allah!

Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh orang yang jahat,

Dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun”

Yakobus 1:13


GOD Bless u

(ArBer)Halal bukan berarti boleh serta berguna.


Halal bukan berarti boleh serta berguna.


Tentu semua orang akan berpikir dua kali untuk mengkonsumsi minuman kaleng tersebut!(gambar di atas) Penyebabnya tentu saja adalah pesan yang tertera pada minuman tersebut yang berbunyi “tidak ditanggung halal”.


Permasalahan halal dan haram kerap menjadi polemik antar masyarakat, terutama pada masyarakat majemuk(suku,ras, agama) Permasalahannya adalah bahwa sesuatu yang dianggap halal, belum tentu halal bagi suku, ras ataupun agama tertentu. Halal dan haram akhirnya dikembalikan kepada masing-masing individu. Apakah individu tersebut merasakan manfaat dari suatu barang ataupun perbuatan yang dianggapnya halal tersebut?


Sebagai seseorang yang beriman dan memegang teguh prinsip-prinsip kekristenan kita juga harus peka dalam masalah halal dan haram. Mungkin permasalahan haram kita semua bisa menerimanya, namun justru terkadang orang-orang Kristen selalu memanfaatkan kata halal secara berlebihan. Contoh sederhananya kita boleh mengkonsumsi makanan apa saja, namun terkadang kita mengkonsumsi berlebihan makanan atau minuman tersebut, sehingga justru makanan atau minuman tersebutlah yang merusak tubuh kita. Mulai saat ini belajarlah untuk mengerti, bahwa tidak semua yang halal pasti berguna bagi hidup kita. Lebih dari itu kita harus menerapkan kehidupan kita berdasarkan firman Tuhan serta berdasarkan azas kemanfaatan. Segala yang halal menurut firman Tuhan memang diperbolehkan bagi kita untuk dinikmati, namun belum tentu semuanya berguna bagi diri kita. Mulai saat ini belajarlah jangan sampai apa yang halal justru membuat diri kita jatuh ke dalam dosa hawa nafsu.(ketagihan kenikmatan kedagingan)


Setelah memastikan apa yang kita inginkan halal berdasarkan firman Tuhan, kita juga harus memastikan apakah hal tersebut berguna bagi kehidupan kita secara jasmani dan rohani! Jadi jangan asal halal saja!


“Segala sesuatu halal bagiku

Tetapi bukan semuanya berguna

Segala sesuatu halal bagiku

Tetapi aku tidak membiarkan diriku

Diperhamba oleh suatu apapun”

1 Korintus 6:12


GOD Bless u

Tuesday, September 6, 2011

(ArBer)Singa dari Yehuda


Singa dari Yehuda.


Gambar diatas merupakan lukisan yang tercipta dari kumpulan manusia. Seniman Daniel Dancer menciptakan lukisan yang unik terbuat dari banyak orang. Seniman yang berumur 66 tahun tersebut setidaknya memerlukan 1000 orang lebih untuk memggambarkan wajah seekor singa.


Bicara tentang seekor singa, kita pasti tentunya belum lupa akan sebuah film fantasi yang menggambarkan keperkasaan seekor singa dalam melawan kekutan gaib yang jahat. Dalam sebuah film berjudul Narnia, Ashlan yang merupakan seekor singga digambarkan sebagai sosok paling gagah, disegani, Berwibawa dan digambarkan sebagai pahlawan yang memiliki hati tulus dan bersih. Dalam film Narnia tersebut kita dapat menemukan Ashlan sebagai sosok kharismatik yang banyak ditunggu kehadirannya, namun dalam Injil juga tercatat seorang yang dianggap sebagai Singa dari Yehuda, dan namaNya adalah Yesus Kristus.


Tuhan Yesus Kristus tentu lebih perkasa dari seekor singa bernama Ashlan yang berada dalam film Narnia tersebut. Namun demikian kita semua tahu bahwa bukan hanya berhati mulia, Yesus juga seorang Anak yang taat pada perintah Bapa, serta rela mati untuk mengorbankan diri-Nya. Satu hal yang menunjukkan kasih sempurna-Nya adalah, bahwa setelah Yesus bangkit dari kematian dan mengalahkan mautpun, Dia masih tetap mengasihi umat manusia, yaitu dengan naik ke Sorga untuk menyediakan tempat bagi kita semua. Jika kita kagum akan Ashlan dalam film Narnia, maka kita harus berbangga bahwa dalam kehidupan nyata ini kita juga mengenal singa yang lebih hebat dari apapun di bumi ini, ya Dialah Yesus singa dari Yehuda!


Yesus melakukan banyak hal yang tidak bisa dilakukan ciptaan-Nya yang lain, bahkan hanya Dialah yang pantas dan layak disebut pahlawan sesungguhnya!


“Maka menangislah aku dengan amat sedih

Karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak

Untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya

Lalu berkatalah seorang tua-tua itu kepadaku:

Jangan engkau menangis! Sesungguhnya singa dari suku Yehuda,

Yaitu tunas Daud, telah menang

Sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu

Dan membuka ketujuh materainya”

Wahyu 5:4-5


GOD Bless u