Tuesday, February 19, 2013

(ArBer)Awas! pencuri ada di mana – mana!


Awas!  pencuri ada di mana – mana!

Jangan menyangka hanya manusia saja yang doyan dengan uang, ternyata seekor gajah juga suka akan benda – benda mati berharga tersebut.  Untungnya apa yang ada dalam gambar di atas tidak terjadi di dalam kehidupan nyata.  Sebab dalam kehidupan nyata binatang tidak mencuri uang!  Manusialah yang kerap kali menjadi pencuri uang milik sesama mereka.

Harta tetap tidak kehilangan daya tariknya sejak jaman dahulu kala.  Setiap harinya orang selalu berusaha mendapatkan harta materi sebanyak – banyaknya.  Mereka semua akan melakukan apa saja untuk mendapatkan banyak harta.  Celakanya saat harta banyak terkumpul, mereka justru mendapatkan masalah baru yaitu bagaimana cara mempertahankan ataupun menjaganya.  Intinya semakin banyak harta seseorang, tidak menjamin kehidupan mereka akan semakin tenang.

Harta yang terlihat bisa dengan cepat berpindah tangan, namun harta yang tak terlihat tidak akan bisa dicuri.(misalnya kasih, ilmu, kebajikan, hikmat dan iman seseorang).  Jadi mengapakah kita tidak mengarahkan tujuan hidup kita terhadap segala harta yang tidak dapat di curi tersebut?  Kehidupan dunia ini jelas memerlukan harta materi untuk mencukupi dan membiayai segala kebutuhan hidup, meskipun demikian semuanya tersebut suatu saat akan kita tinggalkan.  Lalu pertanyaanya adalah untuk apa bersusah payah mempertahankan sesuatu yang pada akhirnya akan kita tinggalkan juga di dalam dunia ini?  Kejarlah segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak serta kebenaran firman – Nya!  Sebab itulah yang tidak akan pernah hilang!

Siapapun bisa menjadi pencuri harta dunia, namun tidak akan ada yang bisa menjadi pencuri harta kekal!

 “Janganlah kamu
Mengumpulkan harta di bumi;
Di bumi ngegat dan karat merusaknya
Dan pencuri membongkar
Serta mencurinya”
Matius 6:19

GOD Bless u

(ArBer)Senjata tidak akan mendamaikan!


Senjata tidak akan mendamaikan!

Jika hanya untuk bermain perang – perangan, membawa pedang ataupun mengancam dengan pedang bukanlah suatu permasalahan serius.  Dalam kehidupan nyata mengancam dengan pedang bisa dikenakan sanksi hukum karena dianggap mengancam nyawa orang lain.

Senjata tajam maupun senjata api bisa menjadi suatu ancaman bagi pihak lain, apabila tidak dipergunakan dengan bijak.  Sudah terlalu banyak korban meninggal akibat penggunaan senjata tajam ataupun senjata api yang tidak semestinya(tidak sesuai dengan aturan hukum).  Ironisnya lagi, pelaku kejahatan dengan senjata tajam atau api banyak yang masih di bawah umur(masih anak – anak ataupun remaja).

Senjata tajam maupun senjata api tercipta oleh dasar kebutuhannya(untuk memotong, menguliti membelah dan juga untuk memburu).  Senjata – senjata tersebut bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri, apabila tidak digunakan dengan penuh kebijakan.  Bukan hanya bisa mengancam nyawa orang lain, diri sendiripun akan menjadi korban dari senjata tersebut apabila kita tidak menggunakannya dengan bijak.  Tuhan Yesuspun pernah menegur Petrus yang menggunakan pedang untuk menyelesaikan suatu permasalahan.  Selain Dia tahu bahwa, pedang tersebut berbahaya, Dia juga mengetahui bahwa kekerasan sekali – kali tidak akan menyelesaikan permasalahan dengan tuntas.  Saat ini dunia dipenuhi berbagai perkembangan senjata – senjata canggih pemusnah massal!  Senjata kimia, biologis bahkan nuklir sudah banyak digunakan negara – negara maju dengan alasan untuk senjata pertahanan.  Sebagai orang – orang percaya kita harus mendoakan dunia agar terhindar dari perang, apalagi penyelesaian konflik menggunakan kekerasan dengan senjata – senjata canggih pemusnah massal.  Untuk kita sendiri, kita juga harus menghindari penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan suatu konflik, apalagi dengan menggunakan senjata tajam ataupun api(walapun hanya untuk mengancam).

Penggunaan senjata tidak akan menyelesaikan permasalahan, dan hanya akan menjauhkan dunia dari perdamaian!

 “Maka kata Yesus kepadanya:
Masukkan pedang itu
Kembali ke dalam sarungnya,
Sebab barangsiapa menggunakan pedang
Akan binasa oleh pedang”
Matius 26:52

GOD Bless u

(ArBer)Pesan kasih dalam film les misérables


Pesan kasih dalam film les misérables

Baru – baru ini, sebuah film drama musical berjudul les misérables di tayangkan pada layar lebar.  Bukan hanya diperani banyak aktor/aktris terkenal, namun film tersebut juga termasuk dalam nominasi penghargaan piala Oscar. 

Les misérables berarti para jembel; orang-orang merana (dalam bahasa Inggris diterjemakan menjadi The Miserable Ones, The Wretched, The Poor Ones, The Wretched Poor, atau The Victims).  Sesuai dengan judulnya, film ini menitik beratkan ceritanya kepada mereka yang adalah kaum minoritas, tertindas dan dipandang sebelah mata.(seperti narapidana, gelandangan, buruh, pelacur, dan sekelompok pemuda anti pemerintah)  Film ini bisa jadi agak membosankan, karena sepanjang alur cerita film dialognya hanya berisi kata ataupun syair yang dinyanyikan, akan tetapi syair ataupun alunan lagu tersebut menyimpan makna kasih yang luar biasa antar sesama manusia.

Singkat cerita film tersebut menceritakan tentang perjuangan seorang narapidana yang sudah bebas dari penjara namun masih dibayangi oleh statusnya sebagai “penjahat”.  Saat dibebaskan narapidana tersebut sempat memilih jalan kegelapan, namun kasih seorang Pastur membukakan mata hatinya.  Perubahan besar terjadi dalam hidup narapidana tersebut karena dalam perjalanan hidup selanjutnya diapun menjadi penyalur kasih kepada sesama yang luar biasa.  Bukan hanya kepada mereka yang mengasihinya, namun juga kepada seorang polisi yang amat membenci dan selalu berusaha mencari kesalahannya.  Akhir cerita menunjukkan bahwa kasih yang sejati adalah kasih yang mengampuni tanpa syarat kepada sesama serta rela berkorban demi mereka yang dikasihinya.  Pesan positif dari film yang diangkat dari novel terkenal karya Victor Hugo ini adalah bahwa kasih Tuhan berlaku kepada siapapun juga, jadi sebagai orang yang telah menerima kasih karunia-Nya, janganlah kita simpan sendiri kasih anugerah tersebut!  Sebarkanlah dan teruskanlah kasih Allah tersebut kepada sesama kita, maka untuk selamanya, kasih Allah akan menjadi sempurna dalam kehidupan manusia.

Kasih Allah yang sempuna tidak akan kita rasakan tanpa kehadiran Yesus Kristus sebagai manusia, Untuk meneruskan serta menyalurkan kasih sempurna- Nya tersebut, Tuhan Allah juga membutuhkan manusia-manusia lainya, bersediakah anda?

 “Tidak ada seorangpun
Yang pernah melihat Allah
Jika kita saling mengasihi, Allah tetap
Di dalam kita, dan kasih-Nya
Sempurna di dalam kita”
1 Yohanes 4:12

GOD Bless u

Wednesday, February 13, 2013

(PuBer)Kasih perlindungan Tuhan!


Kasih perlindungan Tuhan!


Mataku dapat menembus kabut pekat
Namun punggungku ta dapat kulihat
Telingaku bisa mendengar gesekan rumput
Namun angin pelan selalu terluput

Serangan dari atas bisa ku baca
Musuh dari depan terlihat mata
Namun aku buta serangan dari belakang
Musah di bawahpun tak dapat ku hadang

Aku membutuhkan pertolongan
Semua orang pasti butuh pendukung
Kepada siapa engkau akan berserah?
Carilah Dia, Tuhan yang pengasih!

Kematianmu sudah terlihat
Jika engkau tetap di jalan sesat
Pilihlah Dia dalam hidup ini
Agar engkau selalu terlindungi

Jika kasih setia Tuhan adalah sebuah karunia?
Mengapa kita menolaknya dengan sia – sia?

 “Hidup dan kasih setia
Kau karuniakan kepadaku,
Dan pemeliharaan- Mu
menjaga nyawaku”
Ayub 10:12








GOD Bless U

Tuesday, February 12, 2013

(ArBer)Kebiasaan buruk sejak zaman dahulu!


Kebiasaan buruk sejak zaman dahulu!

Sifat buruk manusia terhadap sesama manusia yang paling tua adalah saling menyalahkan.  Sejak manusia pertama kali diciptakan, Adam sudah melakukan sifat buruk yaitu dengan menyalahkan Hawa atas penyebab dirinya berbuat salah.  Demikian selanjutnya Hawa juga menyalahkan ular yang menggodanya.

Saling menyalahkan tidak akan pernah berakhir.  Setiap orang tentunya tidak mau dipersalahkan, oleh karenanya selalu berusaha untuk melepaskan diri dari tanggung jawab.  Andaikan setiap orang berani mengaku salah(walaupun penyebab kesalahannya berasal dari orang lain)maka saling meyalahkan tidak akan terjadi.  Logikanya semua yang kita lakukan adalah pilihan kita sendiri, sebab jika seseorang bermaksud jahat mempengaruhi kita, namun jika kita memilih untuk menolaknya, maka kesalahan tidak akan terjadi.

Mulai saat ini berusahalah untuk tidak menyalahkan orang lain, ataupun berusaha membelokkan tuduhan kepada diri kita!  Kita dituduh pasti oleh karena kita yang tertangkap basah, jadi berusahalah untuk mengakuianya dan mempertanggung jawabkanya.  Saat kita menyalahkan orang lain, bukan berati  jug kita lepas dari hukuman.  Hukamuan tetap akan terima, sebab kita memilih untuk melakukan ataupun mengikuti saran yang tidak benar.  Manusia mungkin bisa kita perdayai dengan berbagai alibi bahwa kita tidak bersalah(hanya diperalat, didorong atau dihasut pihak lain), namun tidak demikian dengan Tuhan, jadi saat kita bersalah di hadapan- Nya, datang dan akuilah kesalahan kita!  Bertobatlah serta tidak mengulanginya lagi, maka Tuhan pasti akan mengampuni kita! 

Janganlah menghabiska waktu untuk menyalahkan orang lain, lebih baik gunakan waktu untuk mengakui dan mengintropeksi diri sendiri agar tidak terulang yang sama lagi!


 “Manusia itu menjawab:
Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku,
Dialah yang memberi dari buah
Pohon itu kepadaku, maka ku makan
…………………………
Ular itu yang memperdayakan aku,
Maka ku makan”
Kejadian 3:12-13

GOD Bless u

(ArBer)Inikah seorang bapak yang baik?


Inikah seorang bapak yang baik?

Apapun alasanya, apa yang dilakukan seorang bapak tersebut terhadap anaknya adalah contoh yang tidak layak ditiru.(gambar di atas)  Mungkin maksudnya hanya untuk menghibur ataupun menakut - menakuti anak balitanya, namun demikian cara mendidik seperti itu hanya akan menimbulkan trauma bagi anaknya tersebut!

Hubungan yang tidak harmonis dengan orang tua adalah salah satu penyebab dari kenakalan remaja.  Biasanya mereka trauma akan perlakukan kasar orang tua, (terutama seorang bapak), ataupun didikan yang bersifat memaksa.  Anak – anak yang merasa tertekan oleh karena kemauan dan kehendak orang tua yang keras akan sulit mengembangkan tingkat kreativitas mereka.  Celakanya orang tua kerap tidak mempunyai alasan yang dapat diterima anak – anak mereka saat mereka mengajarkan sesuatu ataupun pada saat menghukum.  Rasa kesal yang tertimbun dalam hati anak – anak pastinya suatu saat akan menjadikan mereka pemberontak dan oteriter juga seperti orang tua mereka.

Orang tua terutama seorang bapak seharusnya mengajar anak – anak mereka dengan penuh hikmat serta kebijaksanaan.  Bukan hanya mengharuskan mereka saja namun juga harus mampu memberikan alasan mengapa mereka harus melakukan ini ataupun itu!  Lebih baik lagi adalah memberikan contoh nyata kepada anak – anak sebelum mengajarkan mereka berbagai hal!  Apa yang dilakukan orang tua pasti akan ditiru secara gamblang oleh anak – anak mereka ketika dewasa nanti.  Jadi alangkah baiknya sebagai orang tua, apalagi seorang kepala rumah tangga untuk mencontohkan segala perbuatan baik yang sesuai dengan firman Tuhan, agar pertumbuhan mental serta psikis anak jauh dari hal – hal buruk yang penuh dosa!

Sebelum mendidik anak, seorang bapak yang baik harus terlebih dahulu bisa memperlihatkan kehidupan nyata mereka sendiri yang sesuai dengan kehendak Bapa di dalam sorga kepada anak-anak mereka!

 “Dan kamu bapa – bapa,
Janganlah membangkitkan amarah
Di dalam hati anak – anakmu
Tetapi didiklah mereka di dalam
Ajaran dan nasihat Tuhan”
Efesus 6:4

GOD Bless u

(ArBer)Nikmatnya singgasana.


Nikmatnya singgasana.

Siapapun yang duduk di singgasana (seperti gambar di atas), pastinya akan sulit diminta bangkit ataupun turun dari sana.  Kursi singgasana memang akan selalu menarik kepada siapapun, dan setelah mendudukinya siapapun akan sulit meninggalkannya.

Singgasana erat kaitannya dengan kekuasaan.  Siapapun yang memiliki kekuasaan tentunya tidak akan dengan mudah melepaskannya.  Saat seseorang bisa memanfaatkan kekuasaan dengan benar dan bukan demi kepentingan diri sendiri, seseorang pasti akan diminta untuk terus duduk di singgasana mereka.  Akan tetapi apabila seseorang memakai kekuasaan untuk kepuasan diri pribadi, maka sudah selayaknya orang tersebut harus turun atau diturunkan dari singgasana.

Kenyataan yang terjadi saat ini adalah banyak sekali pemimpin – pemimpin yang berkuasa sangat sulit untuk melepaskan kekuasaan mereka.  Saat rakyat sudah tidak percaya lagi, mereka juga cenderung bertahan di singgasana mereka, bahkan berani menggunakan cara apa saja untuk mempertahankan “kursi empuk” mereka.  Alangkah baiknya sebagai seorang manusia kita sadar akan batas kemampuan kita.  Saat kita mampu mempergunakan kekuasaan dengan baik demi kepentingan banyak orang pergunakanlah dengan sebaik mungkin.  Sebaliknya saat kita tidak mampu mengendalikan nafsu pribadi oleh karena kekuasaan maka alangkah baiknya kita mudur ataupun turun dengan terhormat.  Ingatlah satu selalu bahwa manusia mungkin tidak akan bisa menggeser singgasana kita, namun bagi Tuhan itu mudah saja, karena Tuhan jugalah yang mengijinkan kita duduk di singgasana tersebut!

Jangan menyangka tidak ada yang bisa menurunkan kita setelah kita naik!  Sebab Dia yang membuat kita naik pasti akan dengan mudah menurunkan kita!


 “Ia menurunkan orang – orang
 Yang berkuasa dari tahtanya,
Dan meninggikan
 Orang – orang yang rendah”
Lukas 1:52

GOD Bless u