Saturday, July 4, 2015

(PuBer)Perbuatlah apa yang kau imani!

Perbuatlah apa yang kau imani!

Aku percaya akan ada jalan lain
Meskipun jalan di depan buntu

Aku percaya masih air
Meskipun tanah kering di sekelilingku

Aku percaya akan ada kesejukan
Meskipun hawa panas tak kunjung hilang

Aku percaya masih dapat melangkah
Meskipun tidak terdapat jalan lagi

Aku percaya akan hari esok
Meskipun dunia segera berakhir

Aku percaya Tuhan masih peduli
Meskipun tidak ada lagi yang memperdulikan


Aku tak hanya percaya kepada- Nya
Akupun harus segera berbuat kepada- Nya!

“Demikian juga halnya iman:
Jika iman itu tidak disertai perbuatan
Maka iman itu hakekatnya adalah mati”
Yakobus 2 : 17

GOD Bless u

Friday, July 3, 2015

(LaBer)Sbab Kau Besar

Sbab Kau Besar
Eva-Lena Hellmark
Key: G


           G         Bm     E
Kub'ri kemuliaan dan hormat

     Am                   F             D
Kuangkat suara pujian, kuagungkan namaMu

           G         Bm     E
Kub'ri kemuliaan dan hormat

     Am                   Cm7           D7
Kuangkat suara pujian, kuagungkan namaMu


Reff:
            G                   Em
S'bab Kau Besar, perbuatanMu ajaib

                 C  Am7     D
Tiada seperti Engkau, tiada seperti Engkau

            G                   Em
S'bab Kau Besar, perbuatanMu ajaib

                 C  Am7     D          G
Tiada seperti Engkau, tiada seperti Engkau
 
 
 
(Sumber: www.suaranafiri.com)

“Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH,
Sebab tidak ada yang seperti Engkau dan tidak ada
Allah lain selain Engkau menurut segala
Yang kami tangkap dengan telinga kami”
2 Samuel 7 : 22

GOD Bless u

Wednesday, July 1, 2015

(ArBer)Pegengan yang teguh.

Pegengan yang teguh.

Pemanjat tebing tidak dengan sembarangan memegang batu yang akan dijadikan tumpuan untuk mengangkat tubuhnya.  Batu yang tidak kuat akan mencelakakan dirinya sendiri, oleh karena itu mereka selalu memastikan apa yang akan diinjak serta di pegangnya adalah batu ataupun celah yang cukup kuat.

Kehidupan rohani kitapun juga demikian, harus berpegang kepada sesuatu yang kuat.  Pengharapan yang tidak tertumpu kepada sesuatu yang kuat akan mudah sirna tak kala badai hidup datang menghadang.  Tuhan Yesus adalah satu – satunya pegangan hidup yang kuat serta teguh.  Yesus yang meskipun adalah manusia telah membuktikan kesetiaa – Nya kepada Bapa yang mengutus- Nya.  Oleh karena itu segala yang dijanjikan Yesus bisa dikjadikan pengharapan teguh, sebab Dia sendiri juga adalah setia.

Jikalau kita sebagai orang – orang percaya bisa meneguhkan hati hanya kepada Yesus, maka sebenarnya kita pasti akan menerima apa yang dijanjikan- Nya.  Hanya saja terkadang, kita sulit untuk tetap fokus terhadap apa yang akan kita tuju.  Umumnya di saat semuanya berjalan baik atau bahkan sangat baik (saat terberkati) hati kita akan mudah terpaut kepada – Nya, namun sebaliknya dikala cobaan datang bertubi – tubi, maka goyah jugalah pengharapan kita terhadap Yesus.  Apakah itu yang terjadi dalam kehidupan rohani kita?  Apabila memang itu yang terjadi maka kita harus bertobat serta belajar mengenal Tuhan lebih lagi!  Sebab tanpa pengenalan yang intim, kita tidak akan benar – benar yakin kepada Dia yang memberikan janji!

Tuhan Yesus adalah pengharapan yang sebenarnya, berpeganglah teguh kepada- Nya, sebab tidak ada pengharapan lain selain Yesus Kristus!

 “Marilah kita teguh berpegang pada
Pengakuan Tentang pengharapan kita,
Sebab Ia, yang menjanjikannya, setia”
Ibrani  10 : 23

GOD Bless u

Tuesday, June 30, 2015

(PuBer)Bersyukurlah

Bersyukurlah


Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu …
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar …

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit …
Di masa itulah kamu tumbuh …

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu …
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang …

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru …
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu …

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat …
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga …

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih …
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan …

(Sumber:www.kaskus.co.id)

“Mengucap syukurlah dalam segala hal,
Sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam
Kristus Yesus bagi kamu”
1 Tesalonika 5 : 18

GOD Bless u

(ArBer)Selalu terawasi.

Selalu terawasi.

Berbagai kejahatan yang memakan korban dari anak balita, menyebabkan para orang tua semaikn intens dalam memberikan perhatian.  Meskipun terpisah ruang, saat ini para orang tua tidak pernah melepasakan pandangannya kepada anak – anak mereka.(gambar di atas)

Perkembangan teknologi memungkinkan seseorang bisa mengawasi anak mereka meskipun terpisah jarak yang jauh.  Pada saat orang tua bekerja, melalui layar ponsel ataupun layar komputer, sang anak akan selalu terawasi.  Cctv yang dipasang di setiap sudut ruangan memungkinkan orang tua dapat mengawasi anak – anak mereka dengan mudah.  Selain tenang orang tua jugan lebih merasa aman, sebab semua kegiatan anak – anak mereka dapat juga terekam.

Kitab Mazmur mengatakan Tuhan Allah kita juga tidak pernah luput dalam mengawasi kita sebagai anak – anak- Nya!  Meskipun terpisah jarak, namun dari ketinggian Sorga Dia selalu mengawasi.  Oh alangkah senangnya apabila gerak – gerik kita selalu diawasi- Nya, lalu pertanyaannya, mengapakah kita masih sering khawatir? Masih sering merasa Tuhan Allah jauh dari kita? Atau apakah kita merasa bisa menyembunyikan segala perbuatan kita di hadapan – Nya?  Percayalah bahwa Tuhan Allah tidak pernah melupakan manusia ciptaan- Nya! Segala kelakuan kita terlihat, bahkan perasaan terdalam yang kita simpan di dalam lubuk hatipun diketahui – Nya!

Tuhan memang tidak terlihat oleh mata kita, namun kita tak pernah tidak terlihat oleh mata Tuhan.

 “TUHAN memandang dari sorga,
Ia melihat semua anak manusia”
Mazmur  33 : 13

GOD Bless u

Sunday, June 28, 2015

(ArBer)"Mulut manis"

"Mulut manis"

Gambar di atas adalah ilsutrasi dari tentu bukanlah ilustrasi dari pameo “mulut manis” yang dimaksudkan.  Mulut manis yang dimaksudkan adalah mulut yang mengumbar – ngumbar pujian ataupun kata – kata indah yang sebenarnya tidak tulus, sebab menyimpan makna tertentu dibalik kata – kata tersebut.

Kitap kerap kali memuji dengan tidak tulus.  Saat kita emmiliki kepentingan dari lawan bicara kita, maka mudah saja mulut kita menjadi “manis”.  Sebaliknya dikala kita berada “dibelakangnya” maka gosip dan fitnah justru keluar dari mulut.  Atau kita berlebihan memberikan harapan serta iming – iming indah kepada lawan bicara kita yang sebenarnya kita tahu hal tersebut tidak akan mudah terwujud.  Celakanya dalam pelayananpun “mulut manis” masih sering kita gunakan dengan tujuan tertentu, misalnya agar jemaat tidak mininggalkan Gereja, atau agar memenuhi target jemaat, atau agar jemaat loyal dalam memberikan perpuluhan dan lain sebagainya.

Berbeda dengan itu, Rasul Paulus justru memilih melayani dengan karakter Kristus.  Sesuatu yang bagus akan mendapatkan pujiannya, namun jika hal tersebut bertentangan dengan firman Tuhan, Dia akan menegur sangat keras dan tidak takut kehilangan “popularitasnya”.  Pelayanan Paulus jelas hanya untuk kemuliaan nama Tuhan, dan sama sekali tidak ada maksud lain yang disembunyikannya.    Lalu apakah pilihan kita saat ini? Tetap bermulut manis demi disukai banyak orang? Atau berani tegas dan lantang demi kebenaran firman Tuhan?  Meskipun harus kehilangan popularitas atau bahkan dipandang hina oleh orang lain?

Mulut manis yang mengeluarkan kata – kata manis harus didasari dengan maksud hati yang manis pula, agar berujung kepada hal – hal positif yang benar – benar berguna dan manis!

 “Karena kami tidak pernah bermulut manis
Hal itu kamu ketahui – dan tidak pernah mempunyai
Maksud loba yang tersembunyi – Allah adalah saksi – dan juga
Tidak pernah mencari pujian dari manusia,
...............................................”
1 Tesalonika  2 : 5 - 6

GOD Bless u

(ArBer)Mr. Burns

Mr. Burns

Mr. Burns adalah salah satu tokoh fiksi dalam serial kartun The Simpsons.  Mr. burns memainkan peran menjadi seorang milyader terkaya di kota itu.  Dia mempunyai pabrik serta memiliki rumah bagaikan istana.  Di balik kekayaanya yang bergitu melimpah, Mr. Burns adalah satu – satunya orang yang selalu curiga serta sulit mempercai orang lain.

Sikap Mr. Burn bisa jadi adalah sikap kebanyakan orang kaya pada saat ini.  Selalu menaruh curiga terhjadap orang lain dan sulit sekali percaya kepada orang lain, terutama mereka yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke bawah.  Apabila setiap hari hidup di dalam ketakutan akan kehilangan harta akibat dicelakakan orang lain, lalu apakah harta tersebut benar – benar bisa dinaikmati? Atau bisa jadi jangan – jangan manusia hanya menjadi penjaga keamanan dari harta – harta berlimpah tersbebut!

Pengkotbah tidak melarang seseorang untuk menjadi kaya harta, sebab pada jamanya pengkotbah juga merupakan seorang yang kaya bahkan melebihi siapapun di dalam dunia.  Uniknya Pengkotbah justru merasakan kekayaanya adalah sia – sia apabila tidak bisa dinikmati dengan tepat.  Cara untuk bisa menikmarti segala harta hasil jerih payah kita tentu adalah dengan hidup dekat dengan Tuhan, dengan demikian maka kita akan hidup sesuai dengan cara- Nya dalam mengelola harta.  Kita akan terhindar dari kekikiran, kesombongan, ataupun ke-egoisan.  Sebaliknya dengan hidup sesuai dengan kehendaknya, maka kita akan lebih bersyukur serta mudah berbagi kepada siapapun disekitar kita!  jadi tambatkanlah hati kita kepada Tuhan, maka harta kita akan mengikuti hati kita dan hidup kita akan lebih bermakna!

Jangan jadi orang kaya yang mampu menikmati harta kekayaanya adalah orang kaya yang percaya kepada Tuhan dan juga sesamanya secara tulus!

“Orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan,
Sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya,
Tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya,
Melainkan orang lain yang menikmatinya!
Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit”
Pengkotbah  6  : 2



GOD Bless u