Abu
vulkanik yang disemburkan dari anak gunung krakatau sempat membuat wilayah
disekitarnya tercemar abu tersebut.
Sampai radius ratusan kilo meter, wilayah daratan banyak yang tertutup
abu vulkanik, bahkan sampai dengan beberapa bandara terpaksa ditutup dari
penerbangan keberangkatan dan juga kedatangan.
Banyak
masyarakat yang menjadi korban dari paparan abu vulkanik tersebut, terutama
dihalaman rumah dan juga kendaraan yang terparkir di luar rumah. Abu tersebut memaksa banyak anak sekolah
melakukan pembelajaran jarak jauh, oleh karena bahaya yang akan dtimbul jikalau
anak – anak harus beraktivitas di luar rumah.
Hanya saja keadaan “darurat” seperti tu tidak berjalan lama. Sebab TUHAN mengasihi manusia ciptaan- Nya!
Tuhan
ternyata tidak begitu saja meninggalkan kita semua yang terdampak erupsi gunung
anak krakatau. Faktanya angin yang pada
awlanya bertiup ke dataran di wliayan kita, malahan berubah arah sehingga abu
vulkanik tertiup oleh angin menuju samudera yang tidak berpenduduk. Itulah bukti nyata kasih Tuhan yang amat
besar bagi umat manusia, yang walaupun mengijinkan bencana erupsi terjadi namun
juga melindungi kita semua dari bahaya erupsi tersebut.
Tuhan
tidak akan pernah rela hati melihat manusia ciptaan- Nya tertindas, Ia selalu
ingin agar manusia ciptaan- Nya selamat jiwa dan raga!
“Karena walau Ia
mendatangkan susah, Ia juga menyanyangi
Menurut kebesaran
kasih setia- Nya
Karena tidak dengan
rela hati Ia menidas
Dan merisaukan anak –
anak manusia”
Ratapan
3 : 32 - 33
God Bless You

No comments:
Post a Comment