Apa
saja yang kita taburkan belum tentu cepat untuk kita tuai. Yusuf menolong juru minuman ketika ia
menafsirkan mimpinya, namun setelah mimpi itu menjadi kenyataan, Yusuf malahan
tidak diingatnya, sampai dengan paling tidak dua tahun lamanya.
Setelah dua tahun kebaikan yang Yusuf tabur
akhirnya segera dituainya juga. Ia
kemudian dihadapkan kepada Firaun dan berhasil memecahkan teka – teki mimpi
Firaun. Bukan hanya dibebaskan dari
oenjara namun Yusuf malahan menjadi pejabat tertinngi di Mesir setelah raja
Firaun itu sendiri. Jadi meskipun harus
menunggu dua tahun lamanya, tetap saja Yusuf mendapatkan hasil dari buah
kebaikan serta kebanarannya.
Yusuf
yang kala itu mengharapkan kebebasannya ternyata mendapatkan yang lebih dari
pada itu, meskipun harus menunggu di waktu yang lebih lama. Sebagai orang percaya terkadang kita masih
mengharapkan buah instan dari perbuatan baik kepada seseorang. Kita layaknya orang yang tidak mengenal Kristus
yang berprinsip bahwa karma baik kita akan kembali lagi kepada kita secepatnya. Kita lupa bahwa waktu Tuhan bukanlah waktu
manusia, dan apa yang diharapkan Tuhan bagi kita tentu lebih baik daripada
harapan kita sendiri.
Manusia
mungki bisa meulapakan perbuatan baik kita, namun Tuhan tidak akan pernah
melupakannya, pada saatnya nanti Tuhan akan menunjukkan hasil kebaikan kita
yang melebihi ekspektasi kita!
“Tetapi Yusuf tidaklah
diingat oleh kepala juru minuman itu
Melainkan dilupakannnya”
Kejadian 40 : 23
God Bless You

No comments:
Post a Comment