Tuesday, September 20, 2011

(ArBer)Tidak masalah, walaupun hanya tipuan!


Tidak masalah, walaupun hanya tipuan!


Binatang anjing adalah salah satu binatang yang mempunyai penciuman tajam, akan tetapi bukan berarti anjing tidak dapat tertipu. Gambar diatas menunjukkan anjing tidak memakai indera penciumannya dengan baik, atau bisa jadi anjing sudah tau, namun tetap mencoba untuk merasakan gambar tulang tersebut, oleh karena merasa lapar.


Sepertinya bukan hanya anjing, manusia kerap kali juga sengaja “terjebak”. Dikatakan sengaja terjebak, karena biasanya kita sudah tahu bahwa hal ini atau hal itu adalah sebuah tipuan, namun kita tetap saja memberanikan diri untuk menikmatinya. Dampak buruknya sudah tidak kita pikirkan, paling tidak kita masih bisa menikmati tipuan nikmat tersebut saat ini, urusan masa depan jangan dipikirkan saat ini. Apakah kita pernah melakukan hal tersebut?


Tipuan dosa dunia ini memang tidak pernah tidak sempurna. Tampilannya yang sempurna kerap membuat kita tidak bisa menolaknya, bahkan ironisnya tipuan dosa justru menjadi tumpuan hidup kita. Setelah berbuat dosa bukannya bertobat, malah perbuatan dosa tersebut membuat kita makin tegar dan kerasan hidup dalam kedagingan. Contohnya seorang yang sudah merasakan narkoba, jarang sekali merasa bersalah, sebaliknya dia akan merasa semakin tegar hidupnya jika terus mengkonsumsi narkoba tersebut. Mulai saat ini, hiduplah lebih peka di dalam Kristus! Agar kita bisa membedakan, mana yang benar dan mana yang tipuan dosa duniawi. Satu hal yang penting adalah jangan sekali-kali kita menggantungkan hidup ini kepada tipuan dosa tersebut, karena kenikmatan memang akan dirasakan disaat tersebut, namun hukuman kekal sudah menanti di masa yang akan datang!


Jangan mengatakan tidak masalah dengan segala tipu daya dosa! Karena kenikmatannya tidak sebanding dengan hukuman yang akan kita terima setelah hidup ini.


“………..

Supaya jangan ada

Diantara kamu yang menjadi

Tegar hatinya karena tipu daya dosa”

Ibrani 3:13


GOD Bless u

Monday, September 19, 2011

(ArBer)Ubahlah dirimu terlebih dahulu!


Ubahlah dirimu terlebih dahulu!


Kejadian seperti gambar di atas kerap kali terjadi dalam kehidupan kita. Di mana saat kita menginginkan atau bahkan mengharuskan orang lain untuk berubah, namun diri kita sendiri enggan untuk berubah.


Kita menginginkan orang lain berubah sesuai dengan apa yang kita ingikan, akan tetapi kita sendiri yang mengharuskan mereka berubah terkadang tidak memberikan contoh nyata. Contoh sederhananya adalah pada saat kita menjadi orang tua, kita mengajarkan anak-anak untuk rajin belajar dan membaca buku, akan tetapi kita sendiri lebih sering terlihat menghabiskan waktu di depan televisi. Bagaimana mungkin anak-anak bisa rajin membaca buku, sedangkan kita yang dicontohnya jarang atau bahkan tidak pernah membaca di hadapan mereka.


Sebelum kita menuntut atau katakanlah menuntun seseorang menuju jalan yang benar, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mempraktekkannya terlebih dahulu! Bagaimana mungkin kita mengajarkan anak-anak saling mengasihi sedangkan kehidupan rumah tangga antara suami dan istri tidak pernah harmonis. Datanglah kepada Tuhan terlebih dahulu agar kita bisa diubah-Nya, sebelum kita berhasrat mengubah orang lain! Tuhan Yesus adalah teladan sempurna yang harus ditiru, oleh karena Dia selalu mencontohkan hal baik terlebih dahulu, sebelum meminta orang lain mengikuti-Nya. Jadi lakukanlah hal baik terlebih dahulu, maka mereka yang melihatnya tidak perlu dituntun lagi untuk melakukan hal baik!


Jika diri kita saja masih hidup dalam kegelapan, bagaimana mungkin kita bisa menuntun seseorang menuju terang-Nya yang ajaib!


“Yesus mengatakan pula

Suatu perumpamaan kepada mereka:

Dapatkah orang buta menuntun orang buta?

Bukankah keduanya akan jatuh

Ke dalam lobang?”

Lukas 6:39


GOD Bless u

(ArBer)Ubahlah dirimu terlebih dahulu

Ubahlah dirimu terlebih dahulu!

Kejadian seperti gambar diatas kerap kali terjadi dalam kehidupan kita. Dimana saat kita menginginkan atau bahkan mengharuskan orang lain untuk berubah, namun diri kita sendiri enggan untuk berubah.

Kita menginginkan orang lain berubah sesuai dengan apa yang kita ingikan, akan tetapi kita sendiri yang mengharuskan mereka berubah terkadang tidak memberikan contoh nyata. Contoh sederhanya adalah pada saat kita menjadi orang tua, kita mengajarkan anak-anak untuk rajin belajar dan membaca buku, akan tetapi kita sendiri lebih sering terlihat menghabiskan waktu di depan televisi. Bagaimana mungkin anak-anak bisa rajin membaca buku, sedangkan kita yang dicontohnya jarang atau bahkan tidak pernah membaca dihadapan mereka.

Sebelum kita menuntut atau katakanlah menutun seseorang menuju jalan yang benar, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mempraktekkanya terlebih dahulu! Bagaimana mungkin kita mengajarkan anak-anak saling mengasihi sedangkan kehidupan rumah tangga anatara suami dan isteri tidak pernah harmonis. Datanglah kepada Tuhan terlebih dahulu agar kita bisa diubah-Nya, sebelum kita berhasrat mengubah orang lain! Tuhan Yesus adalah teladan sempurna yang harus ditiru, oleh karena Dia selalu mencontohkan hal baik terlebih dahulu, sebelum meminta orang lain mengikuti-Nya. Jadi lakukanlah hal baik terlebih dahulu, maka mereka yang melihatnya tidak perlu dituntun lagi untuk melakukan hal baik!

Jika diri kita saja masih hidup dalam kegelapan, bagaimana mungkin kita bisa menuntun seseorang menuju terang-Nya yang ajaib!

“Yesus mengatakan pula

Suatu perumpamaan kepada mereka:

Dapatkah orang buta menuntun orang buta?

Bukankah keduanya akan jatuh

Ke dalam lobang?”

Lukas 6:39

GOD Bless u

Sunday, September 18, 2011

(ArBer)Hati yang kotor dan licik.



Hati yang kotor dan licik.


Pekerjaan halal dan haram tentu tidak bisa kita nilai dari jenis pekerjaan tersebut. Untuk menilai suatu pekerjaan kita harus melihat proses dan tujuan dari pekerjaan tersebut. Pekerjaan yang merugikan sesama demi keuntungan pribadi bisa dikatagorikan sebagai pekerjaan haram. Lalu apakah kita pernah mengerjakan hal serupa tersebut?


Dalam dunia bisnis, memang agak sulit untuk benar-benar menerapkan prinsip-prinsip kekristenan. Semua orang yang berbisnis tentunya mengharapkan keuntungan dan tidak ada yang ingin mengalami kerugian. Permasalahanya justru terletak pada keuntungan tersebut. Terkadang manusia tidak puas dengan keuntungan yang sedikit, dan selalu mengharapkan keuntungan yang lebih besar. Demi mencapai hal tersebut, maka cara apapun dihalalkan. Bayangkanlah apa yang terjadi apabila mereka yang sudah untung saja masih merasa kurang, apalagi bagi mereka yang bisnisnya masih sepi?


Saat ini banyak sekali pengusaha yang sedang mengalami kesulitan dalam berbisnis. Bisa jadi kita adalah salah satunya. Jika memang hal tersebut menimpa bisnis kita, maka janganlah cepat putus asa dan mencari jalan keluar dengan cara-cara licik. Cara-cara kotor dan licik yang kita gunakan sesaat memang terlihat menghasilkan rejeki, akan tetapi rejeki dari cara kotor tersebut tidak akan membuat kehidupan kita lebih baik, sebaliknya kita malah akan jatuh ke dalam dosa. Teruslah berjuang dengan menemukan cara-cara baru yang kreatif dan tentunya disertai dengan doa maupun permohonan kepada Tuhan. Dalam waktu dekat, mungkin hasilnya tidak akan terlihat, namun keteguhan kita untuk tetap hidup kudus dalam kondisi apapun tidak akan pernah dilupakan Tuhan Allah Sang pengasih.


Pekerjaan yang tidak dikerjakan dengan hati yang kotor dan licik pasti akan mendapatkan balasan setimpal. Jadi janganlah mengejar untung dari kerugian pihak lain!


“Betapa liciknya hati, lebih licik dari segala sesuatu

Hatinya sudah membatu

Siapakah yang dapat mengetahuinya?

Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin

Untuk memberi balasan kepada setiap orang

Setimpal denagn tingkah lakunya, setimpal dengan hasil perbuatanya”

Yeremia 17:9-10


GOD Bless u

Friday, September 16, 2011

(LAguBERkat)ALLAH ITU BAIK


ALLAH ITU BAIK
Ir. Welyar Kauntu
Do=A



A Bm E
ALLAH ITU BAIK, SUNGGUH BAIK BAGIKU

A F#m Bm E
DITUNJUKKAN-NYA KASIH SETIA-NYA

A C# F#m
DIA MENYEDIAKAN YANG KUPERLUKAN

Bm7 A D A
MENYATAKAN KEBAIKAN, MENYATAKAN KEBAIKAN

Bm E E7 A
MENYATAKAN KEBAIKAN-NYA PADAKU

REFF:
E E7 A F#m
KASIH SETIA-NYA TAK PERNAH BERUBAH

Bm E A
DULU S'KARANG DAN S'LAMANYA

E E7 A F#m
AJAIBLAH KUASA DALAM NAMA-NYA

Bm7 E A
YESUSKU LUAR BIASA


"Sebab itu haruslah kau ketahui
Bahwa TUHAN< Allahmu, Dialah Allah
Allah yang setia, yang memegang perjanjian
Dan kasih Setian-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya
Dan berpegang pada perintah-perintah-Nya
Sampai kepada beribu-ribu keturunan"
Ulangan 7:9

GOD Bless u

Thursday, September 15, 2011

(ArBer)Tidak disertai dengan keahlian.


Tidak disertai dengan keahlian.


Gambar diatas benar-benar hanya bertujuan untuk menghibur, dan sama sekali jangan dicontoh. Siapapun yang tidak memiliki keahlian khusus alangkah baiknya tidak memukul bata dengan tangan kosong ataupun meletakkannya di kepala. Bata memang berhasil dihancurkan, namun tangan dan kepala juga mengalami pendarahan, jadi apa hebatnya?


Dalam melakukan apapun kita harus memiliki sebuah keahlian, baik yang kita pelajari maupun yang memang sudah melekat dalam diri kita. Begitu pula dalam hal pelayanan di Gereja ataupun di lingkungan masyarakat. Alangkah baiknya kita melayani dengan professional, karena kita tidak melayani secara asal, namun melayani dengan segala kemampuan serta keahlian yang kita miliki. Tapi jangan cepat minder dahulu, tanpa keahlian pun kita masih bisa ikut mengambil bagian dalam pelayanan. Kuncinya adalah niat yang tulus, sungguh-sungguh dan disertai dengan hati yang berserah sepenuhnya kepada Tuhan.


Nabi Musa pernah mengalami pengalaman serupa. Saat Tuhan Allah emnunjuk-Nya untuk menjadi pemimpin pembebasan bangsa Israel, dia menolak karena sadar akan segala kekurangannya. Bahkan bila kita cermati, Musa sampai berkali-kali mengemukakan alasan / kekuranganya untuk dapat dipilih sebagai seseorang yang akan membawa bangsa Israel keluar dari Mesir.(Keluaran 3 – 4). Akan tetapi Tuhan Allah menunjukkan bahwa DIA pasti akan menyertai Musa. Lebih dari itu, Dia juga menyediakan segala kekurangan yang tidak dimiliki oleh Musa. Intinya jika Tuhan telah menunjukkan jalan bagi kita, maka janganlah terlalu khawatir akan segala kekurangan kita, sebab DIA yang memilih kita pasti akan memperlengkapi kita dan selalu menyertai kita samapa pada kesudahannya.


Jadi jangan cepat minder apabila kita tidak mempunyai keahlian khusus untu melayani, namun datanglah kepada-Nya, maka kita yang dipilih-Nya akan dicukupkan oleh penyertaan-Nya!


“Tetapi Musa berkata kepada Allah

Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun

Dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?

Lalu firman-Nya

Bukankah Aku akan menyertai engkau?

………………”

Keluaran 3:11-12


GOD Bless u

Wednesday, September 14, 2011

(ArBer)Apa menu makanan hari ini?


Apa menu makanan hari ini?


Sayur asem memanglah maknan khas Indonesia yang tentunya tidak asing lagi,. Akan tetapi coba bayangkan yang terjadi, apabila kita pulang ke rumah dalam keadaan lapar lalu berkumpul bersama keluarga untuk menikmati santapan diatas meja, lalu yang kita temui hanya sepiring sayur asam? Pasti kekecewaan akan tersirat di benak kita. Mungkin bukan karena sayur asam, akan tetapi karena menu makanan yang tidak berubah sejak sehari bahkan dua hari yang lalu. Karena bosan kita ingin makanan yang lebih dan kalau bisa dagin sapi yang tambun.


Bagi beberapa orang makan bersama merupakan moment bahagia oleh karena bisa bersama- sama menikmati santapan diatas meja. Akan tetapi bagi orang – orang tertentu makan bersama hanya formalitas saja, dan fokus mereka hanya terletak pada menu makanan apa yang disajikan pada saat itu. Contoh nyatanya adalah pada saat sebuah keluarga miskin sedang makan bersama, maka raut muka pasti terlihat penuh dengan kebahagian. Mereka terlihat sangat bahagia bukan hanya karena mereka masih bisa menikmati makanan, namun yang lebih dari itu ialah masih bisa menikmati makanan bersama dengan orang-orang yang dikasihi mereka. Jadi selain proses pencernaan, dalam makan bersama tersebut juga tercipta suatu proses kasih yang didasari dari rasa syukur yang terlepas dari menu apapun yang mereka nikmati.


Rasa syukur bukanlah suatu ungkapan yang keluar pada saat kita diberikan kelebihan saja. Pada saat-saat kita mengalami keterbatasan, justru rasa syukurlah yang akan melebihkan suka cita kita. Mulai saat ini bersyukurlah apapun menu makanan diatas meja kita! Selama kita masih bisa menikmati dan berbagi bersama dengan orang-orang yang kita kasihi, menu makanan janganlah terlalu dipermasalahkan, apalagi sampai membuat kita kehilangan nafsu untuk makan bersama dengan orang-orang yang kita kasihi! Jadi biarlah kasih mengalir pada saat kita menikmati makan bersama, janganlah berfokus pada apa yang terlihat di meja, akan tetapi pada apa yang tidak terlihat dihati!


Apapun menu makananya, apabila disertai dengan kasih pasti rasanya lebih lezat dari makanan paling mahal sekalipun.


“Lebih baik sepiring sayur

Dengan kasih

Daripada lembu tambun

Dengan kebencian”

Amsal 15:17


GOD Bless u