Sunday, October 8, 2023

(ArBer) Membantu meringankan beban sahabat

 


Membantu meringankan beban sahabat

 

Satu hal positif yang dirasakan langsung dari Ayub, ketika ia menghadapi pencobaan dari Iblis adalah kedatangan teman – temannya.  Terlepas dari apapun maksud serta tujuan teman – temannya yang jelas kedatangan mereka sedikit banyak “meringankan” beban pergumulan hidup Ayub.

Ayub memang tidak berharap teman – temannya mau mendengarkan keluh kesah ataupun rela menderita bersama dengannya, namun dengan melihat mereka Ayub sudah merasakan ketenangan.  Dengan diam saja sebenarnya teman – teman Ayub sudah memberikan bantuanya, apalagi dengan berbagai masukan ataupun ansihat dari mereka.  Memang tidak semua nasihat tersebut bermaksud baik, namun bagi orang yang sedang lemah, bantuan apapun akan terasa sangat meringankan beban pikiran.

Bukan hanya perlu untuk didengarkan, manusia juga membutuhkan orang lain untuk dapat diajak bicara, sebab hal tersebut juga termasuk kebutuhan dasar manusia, yaitu untuk berkomunikasi dengan sesama.  Dalam pergumulan berat yang menyedihkan maupun dalam euforia sukacita kebahagian, setiap orang membutuhkan orang lain untuk dapat sama – sama merasakannya.  Jadi kehadiran anggota keluarga, teman ataupun sahabat sangat membantu meringankan pergumulan dalam pikiran. 

Sebagai orang percaya kita mempunyai kewajiban untuk menyebarkan kasih!  Salah satu caranya adalah dengan membantu mereka yang sedang lemah dalam pergumulan hidup!

 

“Alangkah baiknya bantuanmu kepada yang tidak kuat

Dan pertolonganmu kepada lengan yang tidak berdaya”

Ayub  26 : 2

God Bless You

Friday, October 6, 2023

(ArBer)Tidak ada istilahnya "sudah tua!"

 


Tidak ada istilahnya "sudah tua!"

 

Tidak ada istilah “tua” bagi seseorang untuk menjalankan hobinya.  Gambar di atas adalah salah satu contoh dimana hobi tidak mengenal usia, dimana meskipun sudah lanjut usia, seorang nenek tetap saja berani melakukan hobi terjun payungnya.

Orang percaya juga dikatakan tetap akan berbuah, meskipun secara usia telah memasuki usia senja.  Pemazmur mengatakan bahwa hidup orang benar tetap akan menyebarkan dampak bagi orang – orang disekitarnya, meskipun usianya sudah tidak muda lagi.  Lalu kira – kira dari mana asalnya kekuatan dan semangat yang masih melekat dijiwa mereka yang sudah berusia lanjut? Jawabanya sudah pasti dari Tuhan Allah yang maha mengasihi.

Tidak ada manusai yang sanggup melawan penuaan yang terjadi secara alamai di tubuh batiniah ini.  Semua orang pasti akan mengalami kemerosotan kemampuan secara fisik, namun tidak demikian secara mental, psikir ataupun juga rohani.  Hal – hal yang tidak berkaitan dengan fisik bisa selalu dijaga agar menjadi muda selalu, bahkan tidak mustahil untuk bisa hidup produktif layaknya mereka yang berumur muda.  Kuncinya adalah selalu dekat dengan Allah yang Maha kuassa!  Semakin kita mengenal serta menari – Nya, maka akan semakin diperbaharui juga semangat dan iman kita dalam mengerjakan kehendak- Nya di dalam dunai ini!

Tidak ada kata tua, jikalau semangat dan keyakinan kita selalu baru di dalam Dia setiap harinya!

 

“Pada masa tua pun mereka masih berbuah,

Menjadi gemuk dan segar”

Mazmur  92 : 15

God Bless You

Thursday, October 5, 2023

(LaBer)Lebih Lama Lagi

 


Lebih Lama Lagi

 (Franky Sihombing)

 

Bait :

A         Bm           D    Dm

  Tiada Laut Yang Terlalu Dalam


A         Bm            D       Dm

  Tiada Gunung Yang Teramat Tinggi


Fdim      F#m       E/G#           A

  Saat Engkau Bapa     Menggandeng Tanganku


F#/Bb    Bm          G#    C#

  Lewati Laut Gunung Kehidupan

 

Reff :

  F#           F#/Bb  B     Bm

  Takkan Dapat Aku    Bayangkan


F#/Bb    Adim7      G#m  C#

  Arungi Hidup TanpaMu Tuhan


  F#        F#/Bb  B   Bm

  Hatiku Rindu  BersamaMu


    Bbm       D#m      G#m    C#     F#

  Lebih Dan Lebih Lama Lagi        Tuhan

 

 

“Habis jiwaku merindukan keselamatan dari pada- Mu

Aku berharap kepada firman- Mu”

 Mazmur 119 :  81

 

GOD Bless You

 

 

 

 

Wednesday, October 4, 2023

(ArBer)Cara meresponi pimpinan yang otoriter

 


Cara meresponi pimpinan yang otoriter

 

Pimpinan yang otoriter dan bertindak semaunya sendiri, pasti banyak dihindari oleh para pekerja atau bawahannya pada sebuah perushaan.  Namun demikian tetap saja pimpinan yang seperti ini, mudah ditemui di mana saja.  Lalu bagaimana respon kita sebagai bawahan dari atasan yang otoriter?

Sebagai bawahan kita tentu tetap harus menghormati pimpinan atau “tuan” kita apapun sikap dan karakter yang dimilikinya.  Mengikuti semua kemauan pimpinan yang otoriter memang tidak mudah, namun demikian tetap saja kita harus menjalankan tugas darinya.  Memang kesabaran kita ada batasnya, namun sebelum menapai batasnya kita tetap harus bersabar. 

Satu hal yang pasti adalah jikalau memang sudah mencapai batasnya maka pilihan ada ditangan kita, apakah kita hendak mencari pekerjaan baru, atau tetap bersabar menunggu kesempatan baru datang!  Yang jelas sebagai orang percaya, kita dilarang menantang pim;inan kita, apalagi berbuat jahat demi membalas segala perlakuan mereka.  Jadi sebagai orang percaya, kita tetap harus mengutamakan kasih dalam bersikap, berprilaku maupun berkata –kata!  Doakanlah juga selalu pimpinan kita agar dapat menjadi pimpinan yang selayaknya dan benar di hadapan Tuhan!

Ketika kita mengandalkan sendiri dalam menghadapi pimpinan otoriter, mungkin kita tidak akan sanggup, namun jikalau kita mengandalkan Tuhan, maka pasti Tuhan akan membukakan jalan bagi kita yang terbaik sesuai dengan kehendak- Nya!

 

“Hai kamu, hamba – hamba, tuduklah

Dengan penuh ketakutan kepada tuanmu

Bukan saja kepada yang baik dan peramah,

Tetapi juga kepada yang bengis”

1 Petrus  2 : 18

God Bless You

Tuesday, October 3, 2023

(LaBer)Pekerja Kristus Yang Mulia

 


Pekerja Kristus Yang Mulia


 

Bait :

G         C           D/C

  Telah Lama Kucari Cari

            Bm                Em

  Langkah Hidup Yang Lebih Pasti

          Am

  Hidup Penuh

      D          G

  Kemenangan Setiap Hari

 

          C

  Suatu Saat Yesus

         D/C        Bm   Em

  Panggilku Menjadi Pekerja

        Am      D            G

  Melayani Jadi Saksi Bagi Dia

 

Reff :

                     C         D/C

Bukan Sembarang Pekerja La La La

                Bm        Em

Yesusku Luar Biasa La La La

                  Am        D

Dia Raja S'gala Raja La La La

                   G

Memanggilku Menuai LadangNya

 

                  C         D/C

Hanya Anugrah Semata La La La

                Bm         Em

Aku Dipakai OlehNya La La La

                   Am

Sungguh Amat Istimewa

     D

Menjadi

                         G

Pekerja Kristus Yang Mulia

 

 

“Maka kata – Nya kepada murid – murid- Nya

Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit”

 Matius  9 :  37

 

GOD Bless You

 

 

 

 

(ArBer)Saling menyapalah!

 


Saling menyapalah!

 

Setiap suku bangsa mempunyai bahasanya sendiri yang digunakan untuk menyapa sesamanya.  Gambar di atas adalah sebagian contoh kecil bahasa yang digunakan untuk memberi salam atau untuk menyapa.  Orang percaya juga biasa menyapa dengan kata “shaloom”, apakah anda juga melakukannya?

Menyapa orang lain adalah sebuah tindakan yang dilakukan dengan kesadaran.  Tujuannya adalah agar orang yang disapa tersebut dapat mengetahui keadaan kita, dan juga dapat merasakan maksud hati kita.  Lalu pertanyaanya adalah apakah kita menyapa setiap orang yang kita ketemui? Atau malahan kita memilih orang tertentu yang akan kita sapa ataupun beri salam?

Yesus tahu bahwa kebiasaan orang Yahudi pada saat itu adalah suasana kebersamaan dan hubungan antar sesama yang erat, namun dibalik itu tetap saja ada kelemahan diantara mereka.  Yesus menegur mereka agar jangan memberi salam hanya kepada mereka yang mengenal ataupun berbuat baik saja kepada mereka, namun juga orang – orang lain dari suku yang berbeda, status sosial berbeda, bahkan kepercayaan yang berbeda!  Jadi janganlah pelit memberi salam, dan janganlah memilih – milih orang tertentu dalam memberikan salam!

Berilah salam kepada siapa saja, agar banyak orang mengenal kebaikan hati kita dan memuliakan Tuhan Allah kita!

 

“Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada

Saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada

Perbuatan orang lain? Bukankah orang yang

Tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?”

Matius 47  : 5

God Bless You

Sunday, October 1, 2023

(ArBer)Biji mata TUHAN

 


Biji mata TUHAN

 

Daud sadar tidak ada seorangpun di dalam dunia ini, yang bisa diharapkannya, apalagi mampu melindunginya.  Daud adalah seorang pahlawan yang mempunyai banyak pengikutnya.  Bukan hanya mengikuti Daud, banyak pahlawan yang hebat bahkan rela mengorbankan jiwanya bagi Daud, namun tetap saja Daud tetap merasa tidak aman.

Daud tahu hanya Tuhan Allahnya saja yang mampu menjamin keselamatan jiwanya, dan bukan para pengikutnya yang gagah perkasa.  Daud bergumul dan berserah hanya kepada Tuhan.  Daud meminta Tuhan untuk menjaga jiwanya layaknya biji mata Tuhan.  Sungguh iman yang luar biasa dan tanda seorang yang menyadari akan kemampuan manusia biasa dan juga kemampuan Tuhan Allah yang luar biasa.

Biji mata adalah indera yang mendapat perlindungan khusus pada wajah setiap orang.  Daud berharap Tuhan Allah melindunginya seperti Tuhan Allah melindungi mata Tuhan Allah sendiri.  Daud menyadari begitu besar kasih Tuhan terhadap dirinya, dan betapa ketergantungan dirinya kepada Tuhan Allah yang Maha kuasa dan besar.  Jadi sadarkah kita bahwa hanya Tuhan Allah yang mampu menjagaga serta melindungi kita?  Sudah kah kita mengandalkan Tuhan Allah?

Tuhan memang menganggap umat- Nya sebagai biji mata- Nya, namun apakah manusia sadar bahwa mereka adalah dianggap biji mata Tuhan?

 

“Periharalah aku seperti biji mata,

Sembunyikanlah aku dalam naungan sayap- Mu”

Mazmur  17  : 8

God Bless You