Friday, December 10, 2010

(ArBer)Beri terbaikmu!


Beri terbaikmu!


Ada pepatah yang mengatakan “seorang penyapu jalanan harus membersihkan jalan sebaik Mozart menciptakan sebuah lagu”. Hal tersebut sangatlah positif, karena penekanannya bukan apa yang dihasilkan tapi lebih kepada bagaimana cara seorang menghasilkan sesuatu. Apakah dengan semangat dan dengan kesungguhan hati, atau melakukannya dengan terpaksa dan maksud tertentu?


Lagu “Beri Terbaikmu”(Kidung Puji-Pujian Kristen 342) mengajarkan kita untuk selalu bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan. Tuhan tidak memandang apa profesi kita dan apa yang kita kerjakan. Besar ataupun kecil, menghasilkan uang yang banyak ataupun sedikit bukanlah esensi dari apa yang tangan kita kerjakan. Hal paling penting dari apa yang tangan kita sedang kerjakan adalah kesungguhan kita dalambekerja maupun berkarya. Dan satu hal yang paling penting adalah kerjakan apa yang harus kita kerjakan seperti kita mengerjakannya untuk Tuhan!


Apabila fokus kita adalah penghasilan materi mungkinh kita akan cepat putus asa. Kiat yang mungkin bekerja keras setiap hari hanya mendapatkan penghasilan yang pas-pasan, sedangka ada orang yang tidak perlu kerjakeras namun berpenghasilan berlimpah. Rasa iri pasti akan datang, bahkan tidak jarang perasaan stress yang muncul membuat kita murtad dan memilih jalan kehidupan duniawi. Ironis, tapi itulah kenyataan apabila fokus dari apa yang kita kerjakan hanya berupa materi dunia. Mulai saat ini berdoalah dan mintalah Tuhan memaafkan kita apabila selama ini kita tidak berfokus kepada-Nya, sehingga dalam bekerja atau berkarya kita tidak sungguh-sungguh! Serta yakinklah akan satu hal jika Tuhan memandang perlu dan kita pantas menerimanya, pekerjaan sekcil atau sesederhana apapun yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan dibalas-Nya dengan berkat luar biasa yang bahkan belum pernah kita pikirkan sebelumnya.


Berlialh yang terbaik dalam setiap pekerjaan apapun yang kita kerjakan, setelah itu ucapkanlah syukur dengan penuh senyum! Karena berkat besar dari-Nya telah menanti kita!


“Tuhan akan memerintahkan berkat ke atasmu

Di dalam lumbung

Dan di dalam segala usahamu

Ia akan memberkati engkau

…..”

Ulangan 28:8


GOD Bless u

Thursday, December 9, 2010

(ArBer)Agar mau menurut.


Agar mau menurut



Para kusir memerlukan tali untuk mengendalikan kuda. Sesekali pak. Kusir juga menggunakan cemeti kecil untuk menyabet kuda yang menarik delman, apabila kuda tersebut mulai berjalan lambat atau tidak lurus. Di alam liar kuda memang tidak bisa dikendalikan hanya dengan menaiki punggungnya saja, butuh tali untuk mengendalikannya agar dia bisa menuruti keinginan sang penunggang.


Menjelang pertengahan bulan Desember, biasanya gereja – gereja banyak mengadakan acara perayaan natal. Perayaan natal tersebut biasanya diadakan secara besar-besaran dengan berbagai acara dan bahakan banyak membuat undangan khusus agar para jemaat bisa mengajak siapa saja untuk datang ke rumah Tuhan. Lalu pertanyaan yang muncul adalah apakah mereka semua yang dikirimi undangan bersedia hadir? Mungkin kita juga termasuk salah satu orang yang hanya pergi ke Gereja apabila ada acara natal, dan itupun kalau mendapat undangan.


Untuk datang kepada Tuhan kita sebenarnya tidak memerlukan undangan-undangan khusus. Kita bukan kuda yang harus dikendalikan agar bisa mengikuti kemauan sang “majikan”, dan tentunya TUHAN tidak perlu mengendalikan kita agar kita mau beribadah kepada-Nya. TUHAN terlalu mulia dan disembah ribuan malaikat di Sorga, dan tanpa kita DIA tetap Maha Besar dan Maha Tinggi. Jika memang telah mengetahui bahawa DIA adalah sang Jurusemat, maka kita tak perlu “tali pengendali” lagi untuk mau datang kepada-Nya dan hidup dekat serta selalu bersekutu dengan-Nya. Bagi kita yang sudah beriman, kita tidak memerlukan “kendali” khusus, akan tetapi sebaliknya kitalah yang mulai mengendalikan hidup kita agar terang kita bersinar. Dengan demikian kita akan menjadi saksi-Nya di tengah dunia ini, dan banyak orang bisa datang serta percaya kepada-Nya tanpa “dikendaliakan”.


Agar manusia menurut, Tuhan Allah tak perlu mengendalikan umat-Nya! cukup hanya dengan karya besar penembusan dosa oleh Anak-Nya, seharusnya umat manusia sudah harus sadar akan kasih Allah kepada manusia.


“Janganlah seperti kuda atau begal yang tidak berakal

Yang kegarangannya harus dikendalikan

Dengan tali les dan kekang

Kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau”

Mazmur 32:9


GOD Bless u

Wednesday, December 8, 2010

(ArBer)Pilih kasih


Pilih kasih.


Wajar saja apabila anak ayam tersebut merasa iri dengan anak anjing tersebut. Seharusnya dialah yang mendapat perlakukan istimewa dari sang induk, dan bukan anak anjing tersebut. Apa penyebab induk ayam tersebut lebih memperhatikan anak anjing dibandingkan anaknya sendiri kita tidak tahu, yang jelas induk ayam tersebut terlihat pilih kasih.


Pasti diantara kita ada yang pernah merasakan kekecewaan dimana kita merasa orang tua kita selalu pilih kasih. Pada saat kita dilarang melakukan ini dan itu, kakak atau adik kita malahan bebas melakukannya. Rasa kecewa tentunya ada, dan bahkan tidak jarang menimbulkan akar pahit dan dendam. Bukan hanya terhadap orang tua, terkadang kita juga merasa Tuhan selalu pilih kasih. Kita yang hidup berkenan dihadapan-Nya terkadang justru mengalami masalah hidup yang lebih berat dibandingkan mereka yang hidup mementingkan hal – hal duniawi. Jika kita merasa Dia pilih kasih, kita sebenarnya telah dipengaruhi si jahat, oleh karena itu bertobatlah segera!


Tuhan tidak pernah pilih-pilih kasih! Buktinya sangat nyata dan jelas, bahwa Tuhan Yesus hadir didunia dan mati untuk semua orang tanpa terkecuali. Tidak ada ras, ataupun suku khusus tertentu yang tidak diperbolehkan menerima keselamatan dari-Nya. Semua orang di muka bumi ini, menerima karya besar penembusan dosa dari-Nya. Tuhan mengasihi semua manusia ciptaan-Nya tanpa terkeculi, hanya terkadang kita sendirilah yang menciptakan jarak tersebut. Kita terbiasa menuntut dan selalu ingin mendapatkan apa yang dimiliki orang lain, padahal belum tentu kita sanggup bertanggung jawab menjaga berkat yang dari Tuhan. Mulai saat ini bersyukurlah atas apa yang sudah kita terima! Secara kasad mata mungkin kita belum puas atas apa yang telah kita dapatkan, namun percayalah bahwa Tuhan tak pernah pilih kasih! Apapun yang kita inginkan pasti akan Tuhan berikan sesuai dengan waktu-Nya dan apabila memang kita sudah siap menerima apa yang kita inginkan.


Sebanarnya tidak ada orang tua yang pilih kasih, yang ada mungkin hanya membagikan kasih sesuai dengan kebutuhan anak-anak mereka.


“Jadi jika kamu yang jahat tahu

Memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu

Apalagi Bapamu yang di sorga!

Ia akan memberikan yang baik kepada mereka

Yang meminta kepada-Nya”

Matius 7:11


GOD Bless u

Tuesday, December 7, 2010

(ArBer)Cepat pergi, sebelum tenggelam!


Cepat pergi, sebelum tenggelam!


Apabila diperhatikan dengan teliti, gambar diatas memang sedikit aneh. Perahu yang sudah bocor dan kemasukan air tersebut masih saja coba diselamatkan oleh pemiliknya. Sang pemilik tidak sadar bahwa dengan memaksakan diri menyelamatkan perahu, maka nyawanya sendiri akan terancam.


Banyak diantara kita yang terkadang “terjebak” dalam situasi paradoks seperti diatas. Dikatakan paradoks, karena disatu sisi kita memilih kehilangan nyawa demi sesuatu yang tidak berguna. Demi nama baik terkadang kita memilih untuk berbohong, demi mendapatkan penghasilan lebih terkadang kita memilih untuk melakukan korupsi dan cara-cara licik lainya. Demi kenikmatan atau kebanggaan sementara, kita rela mengorbankan diri kita untuk hidup dalam dosa. Kita lupa bahwa sebenarnya yang harus kita lakukan adalah justru mengorbankan segala kenikmata duniawi ini demi kehidupan kekal dalam kerajaan Sorga.


Apabla kita hidup dengan kekayaan, baiklah kita mencukupkan diri kita dengan menggunakan sebaik-baiknya berkat tersebut. Jangan justru selalu melihat sekeliling kita dan selalu berusaha lebih – dan lebih lagi dari orang-orang sekeliling kita. Kecenderungan ingin menjadi yang terbaik di dalam dunia akan menyebabkan kita jauh dari Tuhan. Tinggalkanlah segala hal-hal kedagingan, dan jangan memaksakan untuk terus memperthankan segala yang berbau duniawi dan kedagingan. Janganlah memilih untuk mempertahankan mati-matian kenikmatan kedagingan yang sementara! Karena kelak setelah kita meninggalkan dunia ini, hanya mereka yang tidak mencintai kedagingan mereka yang bisa lolos dari siksaan kedagingan abadi! Pilihlah Kristus dalam hidup kita, karena apabila kita kehilangan nyawa kita karena Dia maka kita akan mendapatkan kehidupan kekal bersama-Nya.


Jika kita selalu ingin mempertahankan “perahu” kedagingan kita yang sudah dipenuhi dosa, maka lambat laun kita akan tenggelam di dalam lautan dosa! Cepatlah bertobat, sebelum terjadi yang lebih buruk lagi!


“……

Jangan berbuat dosa lagi,

Supaya padamu jangan terjadi

Yang lebih buruk”

Yohanes 5:14


GOD Bless u

Saturday, December 4, 2010

(ArBer)Hidup kudus


Hidup kudus


Tidak ada perbedaan secara fisik antara orang yang hidup biasa dengan orang yang hidup kudus. Sang Maha pencipta tidak meciptakan perbedaan secara fisik atau menambahkan lingkarang putih diatas kepala orang yang hidup kudus atau suci.(sperti gambar diatas). Dari fisik semuanya sama, namun apa yang dihasilkan dari fisik tersebutlah bisa kita bedakan mana yang hidup kudus dihadapan Tuhan dan mana yang tidak.


Ada orang yang mempunyai sikap sopan, ternyata dia adalah seorang koruptor. Ada lagi yang terlihat berpenampilan apa adanya atau bahkan tidak rapi, namun mereka adalah seniman-seniman dangan karya yang fenomenal. Sama halnya dengan kehidupan yang kudus dihadapan Tuhan. Orang yang rajin melayani dan terlihat selalu sibuk dengan kegiatan Gereja, belum ada jaminan hidupnya kudus dihadapan Tuhan. Jika mereka yang dekat dan selalu bersekutu dengan saudara-saudara seiman saja belum tentu dapat hidup kudus, apalagi kita yang terkadang hanya menyempatkan satu hari untuk beribadah kepada-Nya?


Sangat penting sekali bagi kita untuk memelihara kehidupan yang kudus di dalam dunia ini. Dunia menawarkan berbagai macam kenikmatan yang intinya hanya akan membawa kita pada hukuman dosa yang maut dan kekal. Kehidupan kudus memang sepertinya adalah siksaan bagi kedagingan kita dalam dunia ini, akan tetapi akhir dari penyiksaan kedagingan tersebut adalah kehidupan abadi bersama-Nya di Sorga. Kehidupan kudus bukanlah sesuatu yang hanya kita pelajari, akan tetapi harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, karena kehidupan kudus bukan hanya berdampak kepada diri sendiri, akan tetapi juga berdampak kepada orang disekliling kita. Mulai saat ini berdolah dan minta pertolongan kepada Tuhan agar kita bisa selalu dekat dengan-Nya dan menjaga hidup kudus di dalam dunia ini!


Hidup kudus adalah seperti lilin yang menyala, walaupun lilin harus terbakar, akan tetapi lilin tersebut memberikan setitik cahaya di tengah kegelapan.


“Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus

Di dalam seluruh hidupmu

Sama seperti Dia yang kudus

Yang telah memanggil kamu”

1 Petrus 1:15


GOD Bless u

Friday, December 3, 2010

(ArBer)Berbagi dalam suasana santai bersama.


Berbagi dalam suasana santai bersama.


Gambar diatas memperlihatkan keakraban tentara amerika dengan warga Irak. Setelah tentara Amerika datang ke negeri 1001 malam tersebut, terjadi banyak pertumpahan daran baik dari kalangan militer maupun sipil. Akan tetapi gambar tersebut menipis semua anggapan bahwa mereka (Amerika dan Irak) adalah dua negara yang saling membenci.


Terlepas dari masalah ke dua negara tersebut, ada terbesit suatu pertanyaan yang muncul setelah melihat gambar diatas. Pertanyaanya adalah kapan terakhir kali kita berkumpul bersma kerabat ataupun saudara-saudara dekat untuk sekedar menghabiskan secangkir kopi dengan santai dan penuh tawa? Atau jangan-jangan semakin kita diberkati-Nya, kita malah semakin menutup diri dengan sesama, oleh karena takut apabila kita mempunyai banyak berkat?


Pada saat kekurangan kita tidak takut untuk datang ke rumah kerabat ataupun saudara untuk meminta bantuan, atau sekedar ingin “curhat” saja. Akan tetapi setelah keadaan berbalik pada saat kelimpahan kita justru menghindari kerabat dan suadara kita yang kekurangan. Mulai hari ini rubahlah prilaku dan prasangka buruk kita! Tuhan mungkin memberkati kita dengan berbagai berkat, oleh karenanya kita juga wajib menjadi saluran berkat di manapu kita berada. Tidak perlu mengadakan perayaan besar, untuk membagikan berkat-Nya. Cukup dengan secangkir kopi hangat ditengah suasana santai kita dapat memberi kesaksian tentang kemurahan kasih penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita kepada kerabat , saudara atau siapapun yang berada dekat dengan kita. Jangan membeda-bedakan orang untuk turut berkumpul bersama kita! siapapun berhak menerima kabar sukacita dan berkat dari-Nya melalui kesaksian-kesaksian kita.


Kebersamaan yang tercipta oleh karena sukacita, tentunya akan menghasilkan rasa syukur, sukacita dan kasih yang lebih besar kepada Tuhan dan sesama..


“Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar

Untuk DIA di rumahnya

Dan sejumlah besar pemungut cukai

Dan orang-orang lain turut makan

Bersama-sama dengan DIA”

Lukas 5:29


GOD Bless u

Thursday, December 2, 2010

(ArBer)Tidak pintar tidak apa-apa asal tidak bodoh!


Tidak pintar tidak apa-apa asal tidak bodoh!


Harus diakui dunia pendidikan memberikan dampak yang berarti dalam perkembangan jaman. Perkembangan teknologi yang super canggih adalah salah satu contohnya. Perkembangan teknologi membuat kehidupan manusia bisa jauh lebih baik. Dahulu kala banyak penyakit yang tidak bisa disembuhkan, namun perkembangan teknologi saat ini banyak memberikan dampak positif diberbagai bidang.


Ilmu pendidikan adalah hal penting yang harus didapatkan setiap manusia. Dibeberapa negara, hak mendapatkan pendidikan yang layak dihakui sebagai salah satu hak asasi manusia. Oleh karena itu berbahagialah oleh karena negara ini juga sangat mendukung rakyatnya untuk bisa mendapatkan pendidikan dengan baik dan selayaknya. Walaupun sistem dan penyedian sarana serta prasarana belumlah sempurna, akan tetapi negara kita menjamin kepada setiap warga negara akan mendapatkan kesempatran yang sama dalam dunia pendidikan. Jika negara sudah menjamin akan memberikan pendidikan yang selayaknya, namun kita sendiri yang mendapatkan kesempatan menolak didikan maka kita adalah orang bodoh!


Pendidikan formil janganlah kita abaikan, apabila kita ingin bertahan hidup dalam dunia ini. Pendidikan formil juga bahkan dibutuhkan kepada siapa saja yang ingin melayani-Nya. Bahkan tak bisa dipungkiri, bahawa perkembangan agama Kristiani juga dipengaruhi orang-orang ataupun misionaris-misionaris yang mempunyai gelar dalam bidang kesarjanaan ataupun termasuk orang yang berpendidikan. Tuhan Yesus sendiri tidak pernah menganggap ahli – ahli taurat adalah orang yang tidak berguna, hanya banyak diantara mereka yang menjadi sombong dan jahat oelh karena ilmu yang dimilikinya. Mulai saat ini jangan abaikan didikan! Ilmu pendidikan sangat berguna, bahkan bisa menjadi pelita dalam kehidupan kita. Lalu bekalilah diri kita dengan Firman Tuhan, agar kita selalu hidup berkenan dihadapan-Nya serta tidak mempergunakan dengan sembarangan ilmu pendidikan kita!


Orang yang menolak pendidikan berarti orang yang bangga menjadi seorang yang bodoh


“Takut akan TUHAN

Adalah permulaan pengetahuan

Tetapi orang bodoh

Menghina hikmat dan didikan”

Amsal 1:7


GOD Bless u