Wednesday, February 20, 2019

(ArBer)Tinggi hati karena merasa hebat!


Tinggi hati karena merasa hebat!
                                         
Uzia menjadi raja ketika berumur 16 Tahun.  Anak remaja yang masih “hijau” tersebut beruntung mempunyai panasehat seperti Zakharia yang membimbingnya semenjak masa muda.  Raja muda tersebut melakukan tepat apa yang dinasihatkan kepadanya, sehingga pada jaman tersebut Tuhan sangat memberkati kerajaannya oleh karena Zakaharia yang menuruti kehendak Tuhan Allah.

Setelah Zakharia meninggal, maka raja Uzia mulai menunjukkan sifat aslinya.  Segala kemakmuran serta kehebatan kerajaannya dianggap sebagai hasil dari kerja kerasnya sendiri.  Raja muda itupun menjadi tinggi hati dan juga arogan.  Uzia lupa atas ijin siapa dia memperoleh kerajaan tersebut.  Kesombongan Uzia membuatnya lupa akan campur tangan Tuhan Allah di dalam tahun – tahun kepemerintahannya sebagai raja.

Bukan hanya raja Uzia saja yang bisa tersandung oleh dosa “kespmbongan” maupun tinggi hati, kita semua juga bisa saja mengalaminya.  Ketika kita tidak berada, mungkin kita berlindung hanya kepada Tuhan, namun sebaliknya, di kala semu hal dalam kehidupan ini sudah berhasil diraih bukan tidak mungkin Tuhan Allah sudah terlupkan.  Pada saat kita mampu melakukan apa saja oleh karena kekuasaan serta kekayaan kita, maka kita sudah otomatis melupakan campur tangan Tuhan.  Jadi muali saat ini janganlah kita cepat tinggi hati atas segala keberhasilan kita, sebab tanpa ijin serta campur tangan Tuhan Allah, segala kemampuan serta usaha kita tidak akan menemui hasil yang terbaik!

Jangan mudah tinggi hati hanya karena jantan sementara ataupun kekayaan sementara yang kita miliki saat ini!  Sebab mudah saja bagi Tuhan Allah untuk mengambil kembali semuanya!

“Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati
Sehingga ia melakukan hal yang merusak.  Ia berubah setia
Kepada TUHAN, Allahnya
......................................................”
                                                                 2 Tawarikh 26 : 16
GOD Bless u

Tuesday, February 19, 2019

(ArBer)Kapan datangnya hari Tuhan?


Kapan datangnya hari Tuhan?
                                         
Ternyata sejak abad 18 sudah ada yang memprediksi tentang hari kiamat.  Banyak menyakini akan ada hari penghakiman, dan bukan hanya itu, banyak juga malah yang mencoba unutk memprediksikan kapan waktunya.  Sayangnya belum ada satu prediksipun yang tepat sampai saat ini.

Prediksi akan datangnya kimat memang menjadi suatu hal yang selalu “seru” unutk diperbincangkan ataupun diperdebatkan.  Banyak yang memprediksi melalui tanda – tanda dari dalam firman Tuhan, ada juga yang melihatnya dari keadaan alam sekitar.  Ada juga yang memprediksi melalui keadaan moralitas penduduk bumi yang semakin hari semakin rusak.  Apakah anda takut kedatangan akhir jaman? Atau anda justru tertarik unutk memprediksikan datangnya akhir jaman tersebut?

Sebagai orang percaya kita tidak boleh menyangkal akan datangnya akhir jaman, kiamat ataupun hari penghakiman.  Kita musti meyakininya sesuai dengan firman Tuhan, hanya saja kita jangan tergoda unutk mencoba memprediksi kapan datangnya hari tersebut. Rasul Paulus juga memperingati orang – orang percaya dijamannya unutk tidak terlalu fokus kepada kapan datangnya hari penghakiman, sebab datangnya tidak diketahui oleh siapapun juga kecuali oleh DIA pencipta Alam semesta.  Sebaliknya orang – orang percaya harus mempertahankan iman dengan tetap hidup bersih dan benar dihadapan Tuhan, sebab pada saat tersebut datang , orang percaya sudah siap menghadap Dia yang akan datang untuk ke-dua kalinya!

Dari pada memprediksi kapan datangnya hari kiamat, lebih baik setiap hari kita mempersiapkan dengan baik iman kita, agar selalu siap kapanpun datangnya hari Tuhan!

“Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri
............................”
                                                                    2 Petrus 3 : 10
GOD Bless u

(ArBer)Quote pamungkas bagi pemalas


Quote pamungkas bagi pemalas
                                         
Banyak pemalas yang akhirnya membenarkan segala tindakan mereka melalui quote di atas.  Meskipun maksud Bill Gates sebenarnya menekankan pada cara kerjanya, dan bukan kemlasan seseorang, tetap saja pemalas menganggap kemalasan bukanlah suatu keburukan.  Apakah anda setuju?

Malas adalau suatu sifat seseorang yang suka menunda segala sesuatu.  Orang yang malas disebut juga dengan pemalas.  Pemalas sebenarnya bukanlah suatu “penyakit” menular ataupun keturunan.  Akan tetapi kemalasan bisa ditularkan dengan mudah dan bahkan sulit sekali untuk disembuhkan.  Celakanya kebanyak pemalas selalu menagnggap dirinya benar, dan bahkan menganggap orang yang rajin justru mengerjakan hal yang sia – sia, apakah anda juga pernah merasakan hal tersebut?

Kebiasaan dari pemalas yang paling terlihat adalah alasan yang suatu keluar dari mulutnya ketika dihadapkan kepada suatu kegiatan ataupun pekerjaan yang harus segera dilakukan.  Pemalas biasanya pandai berdalih serta pandai berandai – andai.  Mereka kerap berandai – andai jikalau masih banyak waktu dan masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk dapat bertahan hidup denagn tanpa bekerja keras.  Pada akhirnya pemalas selalu merasa bijaksana dan bahkan menutup telinga dari pendapat orang lain.  Itulah fakta dari kemalasan serta si pemalas, apakah anda termasuk si pemalas?

Malas adalah sesuatu yang harus kita hindari, sebab sekali saja kita malas, maka selamanya kita akan puas dengan kemalasan kita!

“Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak dari pada
Tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana”
                                                                     Amsal 26 : 16
GOD Bless u

Monday, February 18, 2019

(ArBer)Air mineral kemasan yang menyegarkan!


Air mineral kemasan yang menyegarkan!
                                         
Minuman air putih kemasan di atas berasal dari berbagai negara.  Setiap air kemasan mempunyai spesifikasi tertentu.  Semakin malah harganya semakin tinggi juga kandunga mineralnya, yang konon akan memberikan kesegaran dalam tubuh dan mencagah dahaga dalam waktu yang lama.

Lupakan semua merek minuman kemasan di atas sejenak.  Kita fokuskan kepada fungsi air putih yang akan memberikan kesegaran dan juga berfungsi unutk menjaga kesehatan tubuh. Tubuh yang mengkonsumsi air mineral dengan cukup akan mempengaruhi metabolisme tubuh.  Semakin sedikit konsumsi air mineral segar, maka metabolisme tubuh akan semakin terganggu, sehingga antibodi juga rentan terhadap penyakit.  Hanya saja air mineral sehat tersebut tidak dapat “mengobati” kehausan batin kita.

Kehausan batin hanya bisa terpuaskan oleh air yang berasal dari pada Tuhan Yesus.  Seorang perempuan yang menimba air di sumur diceritakan bukan hanya mengalami mengalami kehausan jasmani, namun juga rohani.  Yesus yang bertemu denganya memberikan jaminan pasti bahwa air yang dari pada-Nyalah yang akan memberikan kesegaran rohani.  Jadi jikalau saat ini anda sudah tahu dimana mencari air mineral yang menyegarkan tubuh anda, tahukan anda di mana dapat menemukan air segar untuk hidup anda, yang menyegarkan jiwa kita sampai – sampai tidak akan merasakan kehausan lagi?  Carilah di dalam Firman – Nya!

Tubuh butuh kesegaran air mineral demi kesehatan, begitu juga jiwa butuh kesegaran air sorgawi demi kehidupan yang kekal!

“Jawab Yesus kepadanya:
Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi”
                                                                    Yohanes 4 : 13
GOD Bless u

Sunday, February 17, 2019

(PuBer) Kuatkan hatimu!


Kuatkan hatimu!

Hai engkau yang meratap
Hai engkau yang lumpuh jiwa
Hai engkau yang buta pengharapan
Hai engkau yang tidak mampu berdiri

Sudah waktunya engkau bersuka
Sudah genap waktu penantianmu
Sudah siap penghiburan menghampirimu
Sudah datang Dia yang engkau tunggu

Tuhan sendiri akan menjadi penyelamatmu
Tuhan sendiri turun membebaskanmu
Tuhan sendiri yang akan menyinarimu
Tuhan sendiri yang akan memberikan kelegaan

Janganlah tawar hati lagi, sebab Dia segera datang
Kuatkanlah hati, sebab Dia segera membuatmu menang

“Katakanlah kepada orang – orang yang tawar hati
Kuatkanlah hati janganlah takut
Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah
Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!”
                                                                Yesaya 35  : 4
GOD Bless u

Thursday, February 14, 2019

(LaBer)Sungguh Baik Kau Tuhan


 (Beatrix Salim)

Bait :
           E
Kau Yang Telah
    A/E
Menerima Diriku
    F#m       B/D#    E     B
Dengan Sebagaimana Adanya

            E
Kau Pun Setia
     A/E
Mengubahkan Diriku
    F#m         B/D#         E
Seturut GambaranMu Yang Terindah

Reff :
B    E                 A
Kupercaya Sungguh Baik Kau Tuhan
      F#m         B/D#            E
Dalam Rencana Dan PerbuatanMu Padaku
    C#m               A
Kutahu Takkan Mampu Kubalaskan
    F#m        B            E
Selain Menjadi Yang Terbaik BagiMu

“Aku berkata kepada TUHAN:
Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku
Selain Engkau”
 Mazmur 16 : 2

GOD bless u

(ArBer)Siap jadi "hakim"?


Siap jadi "hakim"?
                                         
Yesus pernah “dipancing” untuk menjadi seorang hakim,  Suatu jabatan yang dianggap paling dihormati dan disegani, sebab bisa menentukan nasib seseorang bersalah ataupun tidak.  Yesus tidak bergeming dan menyadari bahwa waktu-Nya belumlah genap unutk menjadi hakim.  Lalu apabila anda diangkat Cuma – Cuma menjadi seorang hakim apakah anda bersedia?

Kenyataannya kebanyakan dari kita senang sekali menjadi “hakim”, meskipun tidak ada yang mengangkat kita.  Mudah sekali kita menyalahkan orang lain atau membenarkan yang lainnya.  Terkadang kita bahkan tidak membutuhkan saksi dan hanya menilai berdasarkan sudut pandang kita saja secara subyektif.  Kepeutusan hakim yang salah ataupun tidak adil tentu akan membawa konsekuensi jangka panjang bagi semua pihak termasuk juga sang hakim itu sendiri, karena dianggap bertanggung jawab langsung kepada Tuhan.

Kita semua harus belajar menahan diri unutk bisa menjadi “hakim”, atau bahkan main hakim sendiri.  Semua keputusan yang dikeluarkan seorang hakim haruslah adil berdasarkan fakta dan juga saksi yang ada.  Tidak mudah unutk benar-benar bisa seorang diri menghakimi orang lain, bahkan Salomo saja meminta hikmat serta kebijaksanaan unutk dapat menjadi hakim yang benar bagi bangsa Israel.  Lalu bagiamana dengan kita? Alangkah baiknya kita menghindari menjadi hakim dadakan, hanya karena alasan subyektif tertentu.  Jangan terjebak untuk menjadi mudah menyalahkan orang lain ataupun membenarkan orang lain!

Benar atau salah perlu pembuktian yang benar – benar obyektif! Jangan terlalu cepat menyalahkan orang lain!
“Tetapi Yesus berkata kepadanya:
Saudara – saudara siapakah yang telah mengangkat Aku
Menjadi hakim atau pengantara atas kamu?”
                                                                     Lukas 12 : 14
GOD Bless u