Tuesday, September 17, 2019

(PuBer)Pesta pora pembawa derita


Pesta pora pembawa derita

Terang berganti gelap, warna – warni cahaya
Telinga mendegar sorak sorai gembira
Sakit dan beban pikiran hilang seketika
Semua senang tidak ada yang merana
Adakah yang menderita kala pesta pora?
Semua kesukaan dunia tersaji nyata

Jiwa mabuk oleh nafsu kenikmatan
Sejenak masalah bisa dikalahkan
Ketika sadar, datang lagi semua kesakitan
Teriakan di pesta berubah menjadi ratapan
Janganlah larut dalam pesta kelam
Engkau pasti mati ketika datang hari Tuhan

Hati yang senang di isi pesta pora
Tidak akan senang di isi kebenaran firman

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora
Dan kemabukan serta kepentingan – kepentingan duniawi dan
Supaya hari Tuhan jangan datang tiba – tiba jatuh
Ke atas dirimu seperti suatu jerat”
                                                                 Lukas 21 : 34
GOD Bless u

(LaBer)Bertemu dengan saudara



Chord : D
Intro : G D/F# Em A D A7

      D                                      G                         D
Bertemu dengan saudara dalam kasih Tuhan

       D                                          E                A
Bernyanyi puji nama-Nya dengan sukacita

       D                                     G                  D
Berjabat tangan semua saling mengasihi
 D                     A          D   D7
Tuhan Yesus ada di sini

Chorus :
 G          D/F#          Em    A              D   D7
Haleluya haleluya haleluya puji Dia

 G          D/F#          Em    A              D
Haleluya haleluya Haleluya puji Dia

Aku memberikan perintah baru kepada kamu
Yaitu supaya kamu saling mengasihi:
Sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula
Kamu harus saling mengasihi
 Yohanes  13 : 34
      
GOD bless u

(ArBer) Berhenti menghakimi dan saling menyalahkan!


Berhenti menghakimi dan saling menyalahkan!

Sepertinya sudah menjadi makanan sehari – hari jikalau di dalam dunia maya, kita menyaksikan orang – orang saling menyalahkan.  Celakanya dalam dunia nyata hal tersebut juga lazim terjadi, di mana saja tanpa memandang usia ataupun gender.  Anak bisa menyalahkan orang tua, beigtu juga sebaliknya.  Intinya menyalahkan orang lain sudah menjadi “hobi” bagi kita semua.

Entah kita benar – benar bersalah atau memang tidak bersalah, pokonya kita senang sekali mempersalahkan orang lain.  Orang yang belum tentu bersalah saja terkadang kita persalahkan tanpa bukti, apalagi seseorang yang benar – benar sudah terbukti bersalah, maka tanpa ampun kita akan terus menghujani berbagai umpatan kesalahan kepadanya, sampai – sampai membuat mereka terasa sudah dihukum sebelum diputuskan bersalah oleh seorang hakim.

Satu – satunya manusia yang bisa menyalahkan orang lain sebenarnya adalah Tuhan Yesus Kristus itus endiri.  Dia tidak bersalah dan memang benar Dia mengetahui kesalahan orang lain.  Nyatanya alih – alih menyalahkan orang lain ataupun memberikan hukuman, Dia lebih senang untuk menasehati dan berharap mereka yang bersalah bertobat, sehingga tidak perlu ada manusia yang dihukum oleh kesalahannya sendiri.  Betapa mulianya lagi Dia rela dihukum oleh karena kesalahan kita semua.  Jadi sebelum kita menyalahkan orang lain hari ini, cobalah diam sejenak dan memikirkan wajah Tuhan Yesus di kayu salib!

Tidak semua orang bisa menjadi hakim, namun semua orang bisa kapan saja dan dimana saja menghakimi orang lain!

“Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu?
Atau mengapakah engkau menghina saudaramu?
Sebab kita semua harus menghadap tahta pengadilan Allah”
                                                                      Roma 14 : 10  
GOD Bless u

Monday, September 16, 2019

(LaBer)DENGARKANLAH DOAKU



do = D
[verse 1] :
C                 Em   FM7               C  Dm  G
  Dengarkanlah doa--ku,   ku berseru padaMu
C                    Em   FM7                 G
  Ku datang menyembah--Mu,   mohon belas kasihMu

[chorus] :
F                C    Am
  Ampunilah kami Tuhan
Dm         G           C
  Slamatkan..lah bangsaku
F                    C    Am
  Curahkan hujan Roh Kudus
Dm             G  Dm        G         C
  Pulihkan umatMu,  pulihkan--lah umatMu

[verse 2] :
C                  Em   FM7                  C  Dm  G
  Sayangilah bangsa..ku,   karena kasih setiaMu
C                   Em   FM7               G
  Dengan kuasa darah--Mu,   basuh dosa umatMu

Ya TUHAN dengarkanlah doaku,
Berilah telinga kepada permohonanku!
Jawablah aku dalam kesetiaan – Mu
Demi keadilan – Mu!
 Mazmur  143 : 1
      
GOD bless u

Sunday, September 15, 2019

(ArBer)Masih percaya akan keajaiban?


Masih percaya akan keajaiban?

Apakah keajaiban ataupun mukjizat ada di dalam dunia ini? Jawabannya tentu tergantung sudut pandang masing – masing orang.  Bagi mereka yang memang pernah merasakannya pastilah akan meyakininya, namun sebaliknya bagi mereka yang sedang menunggu dan tak kunjung terjadi, pastilah akan menolak meyakini keajaiban tersebut.

Bangsa Israel mungkin adalah bangsa paling beruntung di dalam dunia ini.  Hanya bangsa Israel yang tercata bisa langsung melihat langsung berbagai meukjizat Tuhan Allah secara langsung dengan mata kepalanya sendiri.  Bukan hanya sekali bahkan berkali – kali dari yang sederhana sampai dengan yang tidak terpikirkan akal sehat manusia, semua dirasakan mereka.  Hanya saja mereka tidak benar – benar percaya bahwa Tuhan Allah Maha kuasa, sebab mereka kerap meragukan penyertaan, kemampuan serta janji Tuhan Allah.

Bilangan pasal yang 11 mencatat juga bahwa bukan hanya bangsa Israel yang meragukan Tuhan, namun juga pemimpin besar bangsa tersebut yaitu Nabi Musa.  Padahal mereka semua kerap kali menyaksikan secara langsung, namun tetap suka bersungut – sungut dan kurang percaya.  Kita yang saat ini mungkin belum pernah merasakan keajaiban ataupun mukjizat Tuhan, janganlah pernah berputus asa!  Meskipun kita belum pernah merasakannya, belum tentu kejaiaban dari Tuhan itu tidak ada.  Paling tidak kita bisa merasakan penyertaan Tuhan disepanjang kehidupan kita.  Jadi janganlah menyerah untyk percaya akan kejaiban dari Tuhan, dan meskipun kejaiban itu belum atau tidak datang!   Maka ingatlah Tuhan Allah tetap Maha kuasa dan Maha mampu!

Jikalau anda beriman sepenuhnya kepada Tuhan Allah, maka sebenarnya tanpa melihat kejaibanpun anda tetap yakin akan kuasa Tuhan!
“Tetapi TUHAN menjawab Musa:
Masakah kuasa TUHAN akan berkurang untuk melakukan itu?
Sekarang engkau akan melihat apakah firman – Ku
Terjadi padamu atau tidak!”
                                                                   Bilangan 11 : 23  
GOD Bless u

Thursday, September 12, 2019

(ArBer)Berhentilah berdebat!


Berhentilah berdebat!

Setiap manusia mempunyai kehendak bebas untuk memilih sesuatu.  Plihan tersebut memang belum tentu sesuai dengan pilihan orang lain, yang jelas perbedaan pilihan akan menjadi masalah besar jikalau terus menerus diperdebatkan.

Banyak sekali persoalan sepele yang kerap kali menjadi pergunjingan serta perdebatan panjang tiada henti.  Akibat yang timbul juga terkadang sangatlah masiv seperti perpecahan, perundungan samapai kekerasan fisik lainnya seperti kerusuhan.  Padahal hal yang dibicarakan adalah hal sepele seperti apa yang baik menurut pandangan orang tertentu ataupun kelompok tertentu.  Gereja dewasa ini juga tidak lepas dari permasalahan tersebut yaitu perdebatan oleh karena masing – masing orang mempertahankan sudut pandang mereka.

Orang – orang percaya yang harusnya menjadi agen – agen pembawa damai, juga kerap ikut – ikutan dalam perdebatan yang tidak perlu ataupun sia – sia.  Celakanya perdebatan di kalangan orang percaya juga terkadang sampai ke ranah pribadi seperti perbedaan pilihan politik ataupun pandangan sosial.  Rasul Paulus mengingatkan kepada jemaat Tesalonika, agar berhenti mempersoalkan hal – hal yang sia – sia apalagi menimbulkan pertengkaran.  Kita semua umat Tuhan harus mendasarkan firman Tuhan sebagai dasar paling utama, jangan memperdebatkan hal atas pandangan pribadi ataupun duniawi kita masing – masing.  Seyogyanya kita harus menghindari soal – soal bodah yang dibicarakan atau diperdebatkan hanya terus menguras emosi, waktu ataupun tenaga!

Perdebatan yang tidak ada gunanya, biasanya tidak akan menemui jalan keluar, jadi berhentilah jikalau perdebatan terus menerus berjalan alot!

“Hindarilah soal – soal yang dicari – cari,
Yang bodoh dan tidak layak,
Engkau tahu bahwa soal – soal itu
 Menumbulkan pertengkaran”
                                                                 2 Tesalonika 2 : 23  
GOD Bless u

Wednesday, September 11, 2019

(ArBer)Tidak pernah mau bertobat!


Tidak pernah mau bertobat!

Perhatikanlah gambar di atas, kira – kira bagian mana yang membuat anda tergelitik.  Sudah pasti kita tergelitik oleh karena kata – kata dari seorang residivis yang kembali tertangkap dan menyatakan bahwa memang dirinya sedang menaglami kesialan.  Jadi kesimpulannya adalah, jikalau dia tidak sial, maka dia tidak akan tertangkap lagi.

Tentu permasalahan utamanya bukan terletak pada tertangkap atau tidaknya residivis tersebut, namun lebih ke kehidupannya yang sama sekali tidak berubah.  Setelah keluar dari penjara, ternyata dia tetap saja melakukan kejahatan yang sama.  Orang yang telah dihukum oleh karena kejahatannya ternyata tidak semuanya bisa bertobat.  Kenyataanya si jahat tetap saja bisa kembali berbuat jahat tanpa ada penyesalan.

Kondisi dunia yang seperti ini, dimana orang ynag cenderung berbuat jahat, dan tetap konsisten dalam melakukan hal tersebut sebenarnya sudah ada sejak jaman dahulu kala.  Umat Tuhan juga kerap berbuat jahat dan membelakangi Tuhan, setelah mendapatkan hukuman, ternyata tidak banyak yang bertobat, malahan tetap melakukan kejahatan lagi.  Kitab Wahyu menuliskan firman Tuhan yang mengatakan bahwa biarlah mereka yang jahat terus melakukan kejahatannya, dan sebaliknya bagi kita yang hidup benar, jangan tergoda berbuat jahat.  Kelak hukuman Tuhan pasti akan datang, serta keadilan Tuhan akan ditegakkan, jadi biarkanlah mereka yang jahat terus berbuat jahat, hanya saja kita tidak perlu iri ataupun mengikuti jejak mereka!

Pertahankanlah segala tindakan kita yang berdasarkan kehendak Tuhan, jangan melihat orang lain yang kerap bebruat se-enaknya, sebab sebenarnya hukuman kekal sudah menanti mereka!

“Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat
Barang siapa yang cemar, biarlah ia terus cemar;
Dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran;
Barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!”
                                                                     Wahyu 22 : 11  
GOD Bless u