Monday, October 21, 2019

(ArBer)Cegah terjadinya bunuh diri!


Cegah terjadinya bunuh diri!


Fenomena bunuh diri masih saja terjadi di jaman digital seperti ini.  Pada saat seorang bisa mengungkapkan apa saja di dunia nyata dan dunia maya, tetap saja masih ada orang yang gagal mengungkapkan segala uneg – uneg dan memilih menanggung beban sendiri sampai kepada menghilangkan nyawanya sendiri.

Nyawa seakan – akan adalah tanggung jawab pribadi sendiri.  Hantaman “ombak” permasalahan selalu menajdi alasan utama seseorang ingin mengakhiri hidupnya, alasan lainnya adalah ketidak pedulian dari orang – orang disekitar mereka.  Apapun alasannya menghilangkan nyawa sendiri dari tubuh ini adalh perbuatan keji di hadapan Tuhan Allah.  Tuhan Allah adalah satu – satunya pihak yang berhak mencabut nyawa seseorang, karena Dialah yang menempatkan nyawa kepada tubuh manusia.

Bunuh diri juga bukanlah hal baru, sebab dalam Injil Tuhanpun tercatat beberapa tindakan orang – orang percaya yang hendak mengkahiri dirinya sendiri, oleh karena merasa gagal di hadapan Tuhan, dan juga juga merasa dikucilkan oleh sesama.  Yudas Iskariot adalah salah satu murid Tuhan Allah yang melakukan bunuh diri.  Sebenarnya kesalahan Yudas Iskariot bisa dikatakan tidak lebih besar dari pada Petrus yang menyangkal Yesus, namun demikian Yudas yang merasa bersalah tidak mau bertobat dan menanggung beban tersebut seorang diri.  Kemudian pertanyaanya bagi kita semua, apakah kita peka terhadap orang – orang disekitar kita yang mengalami pergumulan berat? Ataukah kita justru sibuk mengurusi diri sendiri?sadarkah anda bahwa banyak orang yang membutuhkan “tangan” anda unutk membantu meringankan beban pergumulan hidup mereka, serta menjauhkan mereka dari dosa bunuh diri?

Berhentilah berpikir untuk mengakhiri hidup anda sendiri, dan anda juga wajib mencagah sesama untuk mengakhiri hidupnya sendiri!

“Dan berkata : Aku berdosa karena menyerahkan darah Orang yang
Tak bersalah Tetapi jawab mereka : apa urusan kami dengan itu?
Itu urusanmu sendiri! Maka ia pun melemparkan uang perak Iiu 
ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri”
                                                                   Matius 27 : 4 - 5
GOD Bless u

Sunday, October 20, 2019

(ArBer)Stop perundungan!


Stop perundungan!

Perundungan adalah masalah serius yang dihadapi anak – anak pada saat ini yang harus segera diatasi.  Perundungan secara langsung maupun di dunia maya, sudah banyak memakan korban, bahkan ironisnya korban perundungan juga membuat seseorang bukan hanya kehilang kepercyaan diri namun juga kehilangan nyawanya.

Setiap orang tentu saja memiliki ciri khas tertentu baik dari bentuk fisik ataupun hal lainnya yang bisa dilihat ataupun dirasakan.  Kebiasaan buruk yang kita “pelihara” adalah selalu menganggap orang yang mempunyai “kelainan” tertentu sebagai orang yang aneh dan garus juga diperlakukan berbeda.  Awalnya mungkin hanya bercandaan saja, namun lama – kelamaan segala tindakan perundungan tersebut menjadi kebiasaan yang tujuannya memang untuk menyakiti orang yang berbeda tersebut.

Zakheus seorang kaya yang bertubuh pendek, juga mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari banyak orang.  Zakheus mungkin dianggap berbeda dengan banyak orang, oleh karena beliau orang kaya, namun juga pekerjaannya tidak populer di mata ornag banyak, belum lagi bentuk fisiknya berbeda dengan kebanyakan orang.  Apa yang dianggap “aneh” oleh manusia, tidak demkian dihadapan Yesus.  Yesus bahkan sengaja mempelihatkan kasih- Nya dengan menumpang di rumah Zakheus.  Meskipun banyak ornag yang berkomentar miring, Yesus tetap saja membuktikan bahwadi mata Tuhan semua manusia sama dan pantas menerima anugerah keselamatan.  Lalu apakah tindakan Yesus tersebut tersirat di pikiran serta hati kita? Saat kita menyaksikan ada orang – orang yang justru dianggap “aneh” disekitar kita?

Jangan melakukan perundungan kepada orang yang kita anggap “berbeda”, namun berikanlah kasih yang berlebih agar mereka dapat merasa diterima oleh sesama kita!

“Lalu Zakheus turun dan menerima Yesus dengan sukacita
Tetapi semua orang yang melihat itu
Bersungut – sungut, katanya
Ia menupang di rumah orang berdosa”
                                                                    Lukas 19 : 6 - 7
GOD Bless u

Friday, October 18, 2019

(LaBer)Bawa persembahanmu



D                              A
1. Bawa persembahanmu dalam rumah Tuhan
Em          A       A7          D
Dengan rela hatimu, janganlah jemu
D                        D7     G
Bawa persembahanmu, bawa dengan suka

Ref:
G A        F#m  Bm  Em    A   D   D7
Bawa persembahanmu, tanda sukacitamu
G A        F#m  Bm  Em  A      D
Bawa persembahanmu, ucaplah syukur


2. Rahmat Tuhan padamu tidak tertandingi
Oleh apa saja pun dalam dunia
Kasih dan karunia sudah kau terima
(Ref)

3. Persembahkan dirimu untuk Tuhan pakai
Agar kerajaan-Nya makin nyatalah
Damai dan sejahtera diberikan Tuhan
(Ref)

Hendaklah masing – masing memberikan menurut kerelaan hatinya
Jangan dengan sedih hati atau karena paksaan
Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita
 2 Petrus 9 : 7
      
GOD bless u

Thursday, October 17, 2019

(LaBer)Tak Mau Ku Berpaling



Bait :
E                C#m
Ku Tak Tahu Yang Kan Terjadi
  A        F#m       B
Namun Ku Tahu Kau Sertaku
E              C#m
Ku Tak Mampu Jalan Sendiri
   A       F#m         B
Ku Perlu Yesus Di Hidupku

       E/G#            A
Pegang Tanganku Tuntun Langkahku
       E/G#      A         F#m      B
Jaga Hatiku ‘Tuk Tetap Mengandalkan-Mu

Reff :
              E               G#m
Ku Taruh Harapku Sepenuh Pada Yesus
   A            F#m      B
Rancangan-Mu Terbaik Bagiku
                E               G#m
Tak Mau Ku Berpaling Dari Kasih Yesus
   A                F#m   B   E
Kaulah Pujianku Dan Kebanggaanku

Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah
Yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati
Dan yang telah memuliakan – Nya
Sehingga imanmu dan pengharapanmu
Tertuju kepada Allah
 1 Petrus 1 : 21
      
GOD bless u

Wednesday, October 16, 2019

(ArBer)Janganlah mudah terbuai!


Janganlah mudah terbuai!

Kitab Amsal banyak mengandung perumpamaan dalam setiap ayatnya.  Ada juga beberapa pasal yang secara gamblang dan langsung menggambarkan keadaan sesungguhnya secara vulgar.  Salah satu pasalnya yaitu pada pasal yang ke ke tujuh.

Kitab Amsal pasal yang ke tujuh tersebut berbicara secara jelas dan gamblang mengenai pemuda yang “termakan” rayuan dari seorang wanita.  Pemuda yang belum berpengalaman tersebut digambarkan terbuai dan merespon godaan dari wanita tersebut untuk berbuat dosa.  Tanpa disadari “kenikmatan” yang ditawarkan wanita tersebut ternyata justru membawa pemuda tersebut menuju maut.  Intinya kenikmatan sesaat yang berujung dengan maut.

Godaan – godaan duniawi tentulah sangat banyak dan tidak terbatas pada godaan dari lawan jenis.  Dunia ini banyak membuai umat manusia dengan hal – hal menyenangkan yang berujung sengsara.  Sebagai orang percaya kita juga tidak boleh hidup “polos” seperti pemuda yang ada di dalam Amsal, dimana kita akan mudah digiring ke dalam maut.  Dosa memang amat sangat memikat mata dan juga hati, dan bagi ornag yang tidak berpengalaman maka hal tersebut adalah suatu berkah.  Satu – satunya cara dapat terhindar dari tawaran dunia yang sepertinya sangat memikat adalah dengan memperkuat iman kita!  Iman yang tidak pernah di asah hanya akan membuat kita tersesat dijalan dunia yang penuh tipuan ini!

Godaan dan rayuan dunia akan selalu memikat kita, jikalau kita tidak terpikat untuk mengenal kebanaran firman Tuhan!
“Ia merayu orang muda itu dengan
Berbagai – bagai bujukan, dengan kelicikan bibir
Ia menggodanya.  Maka tiba – tiba orang muda itu
Mengikuti dia seperti lembu yang dibawa ke pejagalan
Dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum”
                                                                   Amsal 7 : 21 - 22  
GOD Bless u

Monday, October 14, 2019

(ArBer)Jadilah pasangan yang saling mengimbangi!


Jadilah pasangan yang saling mengimbangi!

Adakah pasangan dari orang kristiani yang mempunyai kondisi sama seperti gambar di atas?  Jawabanya tentu saja bisa iya ataupun tidak.  Bagi orang percaya yang mempunyai keadaan serupa seperti di atas, maka berhati – hatilah sebelum timbul perselisihan yang menimbulkan pertikaian.

Kebiasaan pasangan suami isteri pada umumnya adalah bahwa mereka menjalankan fungsi mereka masing – masing tanpa saling mendukung satu sama lain.  Seorang suami menjalankan fungsing sebagai kepala rumah tangga, namun sang istri enggan membantu dan menyerahkan semua pekerjaan “berat” kepada suami.  Sebaliknya dalm hal mengurus anak, suami juga malas membantu isteri, dengan demikian maka pasangan suami siteri seperti ini dikatakan pasangan yang tidak seimbang.

Sebagai pasangan suami isteri, sudah seharusnya ada suatu kolaboasi antara sesama anggota keluarga.  Setiap anggota keluarga tidak bisa bekerja sendiri – sendiri, apalagi pasangan orang tua ataupun pasangan suami siteri.  Kerja sama yang seimbang antar keduanya akan menampilkan contoh baik bagi anggota keluarga lainnya.  Pasangan yang seimbang bukan hanya secara badani saja namun tentu juga secara rohaniah, jadi jikalau pasangan suami isteri saling bekerja sama dalam hal duniawi serta rohani, maka itulah yang dinamakan pasangan yang seimbang!

Jikalau anda menjadi pasangan yang berat sebelah dengan pasangan anda, maka anda telah bersalah bukan hanya terhadap pasangan, namun juga anggota keluarga lainnya!

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang
Dengan orang – orang yang tak percaya
.......................................”
                                                                   2 Korintus 6 : 14  
GOD Bless u

(LaBer)Ada Kuasa


Artist: Symphony Worship


Select Key:
Intro :
F C G Am
     
F C G
Bait :
                           
          F    C          G    Am
Nama-Nya Tuhanku, Menara Yang Teguh                     
 F             C          G
Kota Benteng Perlindunganku                               
             F   C            G      Am
Allah Yang Perkasa, Dia Bapa Yang Kekal                   
  F          C          G
Gunung Batu Kes’lamatanku

Reff :
                              
        C         C/E           F     C
Engkau Yang Termulia   Di Bumi Di Surga
    Am        F            C
Termahsyur, Perkasa Selamanya
        Am    G/B    C             F     C/E
Engkau Yang Berkua - sa Di Dalam S’gala Hal
     Dm          G         C
Ada Kuasa Dalam Nama Yesusku

Interlude :
Gm C Gm C
       
Gm C Gm C
       

Bridge :
                 
 Gm                  C
Nama Di Atas Segala Nama                        
 Gm                         C
Nama Yang T’lah Membebaskanku                       
  F            C/E   F         Am
S’gala Kuasa Tunduk Pada Nama Itu
  F    Dm           G
Yesus Tuhan Segala Tuhan

 Gm                  C
Nama Di Atas Segala Nama
 Gm                         C
Nama Yang T’lah Membebaskanku
  F            C/E   F         Am
S’gala Kuasa Tunduk Pada Nama Itu
  F         Dm       G
Yesus Raja Segala Raja

Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus
Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran,kekuatan
Dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang
Dan sampai selama-lamanya. Amin
 Yudas 1 : 25
      
GOD bless u