Wednesday, May 11, 2011

(ArBer)Masih kecil sudah galak


Masih kecil sudah galak


Jaman sudah berubah, saat ini kebudayaan leluhur sudah tertahan dengan perkembangan jaman. Kebudayaan seperti menghormati orang tua juga sedang berada diambang batas kepunahan. Bukan saja anak remaja, anak-anak kecilpun saat ini sudah banyak yang berani membantah orang tua.


Banyaknya tempat hiburan(apalagi daerah perkotaan) serta perkembangan ilmu teknologi komunikasi seperti internet, membuat anak-anak remaja tidak lagi kerasan berada di rumah. Apabila berada di rumahpun, mereka biasanya menghabiskan waktu di dalam kamar, sibuk dengan komputer, atau telepon genggam mereka masing-masing. Kurangnya komunikasi dengan orang tua, lambat laun menyebabkan “lunturnya” rasa hormat kepada mereka pula. Kesibukan orang tua juga menambah jauhnya jarak antara orang tua dan anak, dan akhirnya rasa hormat kepada orang yang lebih tua tidak lagi dimiliki anak-anak remaja.


Mungkin sebagian kita juga bersikap demikian, yaitu tidak menghormati orang tua, bahkan terkadang lebih galak apabila dinasihati oleh mereka. Kesombongan kita karena masih muda membuat kita selalu menilai mereka(orang yang lebih tua)terlalu kuno. Padahal dibalik segala nasihat dan ajaran yang terlihat”kuno”, mereka telah membuktikan bisa bertahan hidup, bahkan menyediakan segala yang terbaik untuk kita, anak-anak mereka. Mulai saat ini sebagai orang muda, kita harus menaruh hormat kepada mereka yang lebih tua! Janganlah membantah mereka!, dan apabila mereka bersalah, dekatilah perlahan-lahan, dan dengan penuh kasih ajaklah bicara, kemudian setalah itu berdoalah kepada Tuhan biarlah Tuhan mengubah mereka apabila memang benar mereka bersalah.


Galak dan keras kepada orang yang lebih muda saja tidak dibenarkan, apalagi kepada mereka yang lebih tua? oleh karena itu gunakanlah kasih dalam komunikasi, maka mereka akan semakin percaya serta mengasihimu juga!


“Janganlah engkau keras

Terhadap orang yang lebih tua

Melainkan tegorlah dia sebagai bapa

……………….”

1 Timotius 5:1


GOD Bless u

Tuesday, May 10, 2011

(ArBer)Hukuman palsu


Hukuman palsu


“Hukum bukanlah hukuman” Kira-kira itu adalah pepatah yang pas dengan penerapan hukum dalam negeri ini. Banyak sekali kasus hukum yang tidak berakhir dengan hukuman semestinya. Walaupu prosesnya sesuai dengan sistem hukum, namun hukuman yang dihasilkan ternyata hanya hukuman palsu.


Bagi beberapa kelompok dan orang tertentu, hukuman adalah transaksi tawar menawar dengan aparat penegak humum. Tidak semua kasus pidana korupsi dihukum dengan selayaknya, masih banyak keganjilan dalam keputusan pengadilan. Sebagai rakyat biasa, kita hanya disuguhkan oleh betapa disiplinnya aparat penagak hukum dalam menjalankan prosedur sesuai dengan sistem hukum yang berlakau. Akan tetapi output dari produk hukum itu sendiri terkadang mengecewakan dan sangat jauh dari keadilan.


Apabila kita bisa “bermain-main”dengan hukum palsu dunia, maka tidak demikian halnya dengan hukum dari Tuhan adalah pasti. Tidak ada tawar menawar jika kita sudah melanggar hukum Tuhan. Dosa yang kita perbuat sudah pasti akan menghasilkan hukuman maut! Hanya darah Yesus anak-Nya sendirilah yang mampu menembus dosa kita. Setelah kemenangan-Nya atas maut, bukan berarti kita bisa hidup seenaknya saja dan kembali bebruat dosa. Setelah meninggal kita tetap harus mempertanggung jawabkan segala perbutan kita! Bagi mereka yang hidup sesuai dengan kehendak-Nya, sudah pasti disediakan tempat didalam surga, akan tetapi bagi mereka yang gemar hidup dalam dosa, mereka juga pasti akan mendapatkan ganjaran berat. Mulai hari ini bertobatlah dari segala kebiasaan-kebiasaan buruk kita, janganlah menganggap hukuman Tuhan adalah sesuatu yang bisa dihindari atau ditawar-tawar!


Dalam keadaan hidup maupun mati kita tetap harus menghadapi hari penghakiman itu! Jika saatnya tiba, maka sama sekali tidak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita, serta tidak ada lagi toleransi, karena hukumannya sudah jelas dan pasti!


“Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya

Dan maut dan kerajaan maut menyerahkan

Orang-orang mati yang ada di dalamnya

Dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatanya”

Wahyu 20:13


GOD Bless u

Monday, May 9, 2011

(ArBer)Bersahabat dengan Yesus


Bersahabat dengan Yesus


Bagi orang yang mempunyai sifat introvert atau penyendiri, memiliki seorang tsahabat mungkin merupakan kejadian langka. Pada abad globalisasi seperti saat ini, bisa jadi manusia paling menyendiripun punya seorang sahabat paling tidak di dunia maya. Banyaknya situs persahabatan sosial bisa menjadi solusi bagi mereka yang “pasif” untuk berteman langsung secara nyata.


Saat ini memang tidak sulit untyuk memiliki sahabat. Apabila didunia nyata kita sulit untuk mencari tsahabat kita dapat menyalurkan keinginan persahabatan kita dalam dunia maya. Dalam dunia maya, kita tidak akan sulit menemukan sahabat karena dalam dunia maya, penampilan atau cara bebricara tidaklah begitu penting. Selama kita bisa sering log in untuk up date status dalam situs pertemanan, maka cepat atau lambat kita akan memiliki banyak followers.


Apabila di dunia maya kita bisa bersahabat dengan siapa saja, apakah kita juga bisa bersahabat dengan Tuhan Yesus dalam dunia nyata? Saat ini kita mungkin merasa tidak layak utuk bersahabat dengan Yesus anak Allah yang Kudus, akan tetapi sebenarnya pintu selalu terbuka lebar bagi kita semua. Tuhan Yesus tidak memilih-milih siapa yang hendak menjadi sahabat-Nya. Sewaktu berada dalam dunia ini, bahkan seorang pemungut cukai yang baru dikenalpun dipandang-Nya seperti seorang sahabat. Tuhan adalah sahabat yang baik, begitulah ungkapan dari sang pemazmur, apabila saat ini kita membutuhkan sahabat datanglah kepada-Nya, dan turutilah segala perintah-Nya! Maka Dia akan menjadi sahabat kita, bahkan di saat kita seorang diri dalam kesesakan!


Tidak seperti sahabat sejati yang sulit ditemukan, Yesus tidak sulit ditemukan, selama kita mau mengikuti perintah-Nya, maka kita sudah menjadi sahabat-Nya.


“Kamu adalah sahabat-Ku

Jikalau kamu berbuat

Apa yang Kuperintahkan kepadamu”

Yohanes 15:14

GOD Bless u

Sunday, May 8, 2011

(ArBer)Satu sumber


Satu sumber


Apabila benua Afrika sebagian besar tertutp salju, atau benua eropa dipenuhi padang gurung gersang, maka kemungkinan manusia yang hidup di ke dua benua tersebut juga akan beradaptasi dengan alam. Bisa jadi kulit orang eropa akan menjadi lebih gelap, oleh karena keadaan alam di padang gurun, dan sebaliknya orang-orang Afrika juga tentu akan memiliki kulit yang tidak terlalu gelap jika daerahnya tidak terdapat padang gurun.


Tuhan menciptakan manusia, tentu saja bukan untuk membuat manusia tersebut menderita. Tuhan menciptakan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, oleh karena itu dalam setiap wilayah tertentu, ciri fisik dan tubuh manusia juga berbeda-beda. Sebenarnya perbedaan cirri fisik bukanlah hal biasa, ada yang bertubuh tinggi ada yang pendek, ada yang berbadan besar, ada yang lebih kecil, ada kulit yang cerah, ada yang gelap, semuanya tersebut dikaruniakan Tuhan tentu dengan maksud tertentu.


Kesombongan manusialah yang terkadang membuat perbedaan ciri fisik tersebut menjadi masalah besar. Terkadang manusia selalu merasa lebih baik dari manusia lainnya, celakanya merepa menganggap diri mereka superior dengan membandingkan diri dengan orang-orang dengan ciri fisik tertentu. Bahkan orang-orang dengan cirri fisik tertentyu selalu diperlakukan tidak layak serta selalu ditindas! Sudah saatnya kita memandang semua orang dengan cirri fisik tertentu sama dengan kita memandang diri sendiri! Apabila kita ingin diksihi serta diakui di hadapan Allah, maka seharusnya kita juga mengasihi serta menerima keberadaan sesama kita, walaupun bahasa serta ciri fisik mereka berbeda dengan kita!


Jika kita semua diciptakan dari Sumber yang sama, mengapa kita harus membeda-bedakan sesama kita? Mulai saat ini kasihilah sesama kita tanpa batasan tertentu, seperti Tuhan mengasihi kita semua mhkluk ciptaan-Nya!


“…………..

Supaya jangan ada di antara kamu

Yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan

Yang satu dari pada yang lain”

1 Korintus 4:6


GOD Bless u

Friday, May 6, 2011

(LAguBERkat)Count Your Blessings


Count Your Blessings

by John Oatman, Jr (1856-1926) and Edwin O. Excell (1851-1921)


C G7
When upon life’s billows you are tempest tossed;

C G C
When you are discouraged, thinking all is lost,

G7
Count your many blessings, name them one by one,

C G C
And it will surprise you what the Lord has done.


Chorus:

C G
Count your blessings; name them one by one.

C G C
Count your blessings; see what God hath done.

C F G F C
Count your blessings; name them one by one.

F C G C
Count your many blessings; see what God hath done.


"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu
Menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya
Dalam Kristus Yesus"

Filipi 4:19


GOD Bless u

(ArBer)Siapa yang mau dipersalahkan?


Siapa yang mau dipersalahkan?


Siapapun tidak mau disalahkan, atau “dikambing hitamkan”, termasuk tentunya ayam pada gambar di atas. Pada gambar di atas terlihat orang tersebut marah, karena ayam yang biasanya berkokok saat matahari terbit terlambat untuk berkokok, akhirnya orang tersebut bangun kesiangan.


Memang diakui akan lebih mudah menyalahkan orang lain daripada harus mengaku salah! Dengan menyalahkan orang lain segala permasalahan akan lebih cepat selesai, paling tidak kita tak perlu repot-repot lagi memberikan penjelasan atau membela diri. Akan tetapi coba bayangkan apabila, semua orang berpikiran seperti itu, maka permasalahan akan semakin rumit, karena setiap orang saling menyalahkan dan melempar tanggung jawab.


Mulai saat ini belajarlah untuk hidup dengan integeritas! Akuilah kalau memang kita bersalah, dan janganlah cepat mencari “kambing hitam”, karena tentu kita sendiri juga tidak akan suka apabila di perlakukan seperti itu. Beranilah untuk mengambil tanggung jawab, dan anggaplah masalah yang kita hadapi adalah kesempatan yang Tuhan berikan agar kita bisa lebih baik lagi dikemudian hari! Satu hal yang penting juga adalah, sikap kita saat di”kambing hitamkan” orang lain adalah jangan membalas orang tersebut apalagi mencari “kambing hitam” lain! Yang harus kita lakukan adalah menjelaskan dengan sejujur dan sebaik mungkin, setelah itu serahkanlah semuanya kepada Tuhan.


Orang yang senang mempersalahkan orang lain, biasanya adalah orang yang sudah pasti bersalah!


“Saudara-saudara,

Janganlah kamu bersungut-sungut

Dan saling menpersalahkan

Supaya kamu jangan dihukum

Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu”

Yakobus 5:9


GOD Bless u

Wednesday, May 4, 2011

(ArBer)Menggali lubang untuk diri sendiri.


Menggali lubang untuk diri sendiri.


Orang yang terjatuh dalam lubang peti mati tersebut(gambar diatas), tentunya tidak sengaja untuk menjatuhkan dirinya. Bayangkanlah apa yang terjadi apabila seorang yang menggali lubang untuk kepentingan tertentu, justru jatuh ke lubang itu sendiri? Tentu bukan hanya sakit yang dirasakan, akan tetapi di tambah dengan rasa malu.


Peradaban dunia saat ini, menampilkan kehidupan manusia yang saling menjatuhkan. Banyak orang yang terlibat dalam persaingan tidak sehat, baik di dunia politik, bisnis bahkan dalam olah raga. Apapun dihalalkan untuk menjeggal lawan masing-masing. Kepuasan baru dirasakan apabila melihat sang lawan masuk dalam “lubang” jebakan yang memang sengaja disiapkan.


Tidak sedikit juga anak-anak Tuhan melakukan hal serupa dalam dunia bisnis. Memang dalam kalangan jemaat bisa saja orang tersebut terkenal ramah, namun dalam dunia kerja, kenyataantya orang tersebut teteap membuat “lubang” jebakan bagi para pesaingnya. Mulai hari ini kita harus merubah kebiasaan buruk kita. Janganlah memikirkan cara untuk menyingkirkan pesaing kita, akan tetapi jadikanlah pesaingkita sebagai ukuran untuk lebih lagi dalam berusaha. Berdoa dan mintalah Tuhan memulihkan pikiran dan hati kita dari rencana-rencana kotor yang bisa mendatangkan dosa atau bahkan bisa menyebakan musibah bagi diri sendiri!


Semakin banyak kita membuat “lubang perangkap”, semakin besar pula kemungkinan kita terpelosok ke dalamnya!


“Ia membuat lobang dan menggalinya

Tetapi ia sendiri jatuh

Ke dalam pelubbang yang dibuatnya”

Mazmur 7:15


GOD Bless u