Thursday, June 30, 2022

(ArBer) Bercahayalah layaknya bintang!

 


Bercahayalah layaknya bintang!

 

Bintang terlihat cukup kecil dibandingkan dengan matahari, namun perlu kita ketahui bahwa matahari sendiri adalah bintang, oleh karena mempunyai energi sendiri dan mampu memancarkan cahaya dari energi tersebut.  Matahari terlihat lebih besar oleh karena jaraknya yang dekat dengan planet bumi ini.

Rasul Paulus memberikan pesan mendalam kepaa jemaat Filipi agar setia di jalan Tuhan.  Halangan serta rintangan tentu banyak menghadang orang percaya kala itu, namun demikian mengerjakan kehendak Tuhan adalah hal yang tidak dapat ditawar lagi.  Rasul Paulus meningatkan orang percaya agar tetap bersinar layaknya bintang yang menghiasi serta menerangi kegelapan di dalam dunia ini.

Pesan Rasul Paulus kepada jemaat Filipi sebenarnya masih relevan hingga saat ini.  Orang – orang percaya harus berani memancarkan “sinarnya” di tnegan dunia yang semakin ‘gelap” ini.  Tidak peduli pancaran tersebut akan terlihat kecil atau besar seperti matahari yang menyinari bumi, yang jelas orang percaya harus menjadi penerang dalam dunia ini.  Lalu sebagai anak – anak Tuhan, sudah sepatutnya kita juga mampu memancarkan cahaya, entah cahaya tersebut sangat terang dan dekat seperti matahati ataupun terang namun kecil sinarnya! Yang jelas tetap harus bercahaya!

Perbedaan bintang dan benda langit laiinya adalah cahayanya!  Perbedaan orang percaya dan mereka yang belum percaya adalah kemampuan menjadi terang dunia!

“.................................................

Sehingga kamu bercahaya di antara mereka

Seperti bintang – bintang di dunia”

 Filipi 2 : 15

God Bless You

Wednesday, June 29, 2022

(PuBer)Tuhan ingin manusia kembali kepada- Nya!

 


Tuhan ingin manusia kembali kepada- Nya!

 

Manusia bodoh dan ingin tetap bodoh

Manusia terlahir tidak bersih

Manusia suka kembali ke kubangan dosa

Manusia menganggap dirinya paling benar

Manusia tidak takut hukuman Tuhan

Manusia terus menerus menantang- Nya

 

Tuhan selalu panjang sabar

Tuhan mengampuni penhianatan manusia

Tuhan melepas jauh – jauh segala kejahatan

Tuhan memaafkan dan ingin manusia kembali

Tuhan sendiri yang melaksanakan penebusan dosa

Tuhan Allah pencipta sangat mengasihi manusia

 

Manusia tidak bisa menyangkal kasih Tuhan kepada mereka

Tuhan juga tidak sanggup menyangkal kasih- Nya kepada manusia

 

“Aku telah menghapus segala dosa pembrontakanmu

Seperti kabut diterbangkan angin

Dan segala dosamu seperti awan yang tertiup

Kembalilah kepada – Ku, sebab Aku telah menebus engkau!”

 Yesaya 44 : 22

God Bless You

Tuesday, June 28, 2022

(ArBer) Menghakimi hanya akan memperburuk keadaan!

 


Menghakimi hanya akan memperburuk keadaan!

 

Depresi bisa disebabkan oleh karena faktor diri sendiri maupun faktor dari luar diri sendiri atau dalam hal ini adalah lingkungan.  Lingkungan sosial yang tidak kondusif biasanya hanya akan membuat seseorang anti sosial, kemudian menjadi depresi bahkan bisa berujung dengan bunuh diri.

Salah satu masalah sosial dalam pergaulan hidup sehari – hari adalah terlalu mudahnya sesama kita untuk saling menghakimi.  Mereka yang merasa terhakimi oleh kelompok tertentu boiasanya akan menutup diri bahkan menjadi anti sosial di dalam pergaulan.  Kesendirian yang berlangsung lama tentu akan banyak menimbulkan dampak negatif oleh karena manusia adalah mahkluk sosial yang tidak akan sanggup hidup seorang diri.

Sebagai anak – anak Tuhan kita harus belaja untuk membicarakan keburukan sesama kita, atau bahkan menghakimi mereka.  Setiao orang tentu mempunyai kesalahan, dan sebagai orang percaya kita harus merangkul mereka yang bersalah dan bahkan membuat mereka bertobat, bukan malahan menghakimi kesalahan mereka sehingga mental mereka jatuh lebih terpuruk lagi!  Yesus selama hidupnya bertemu banyak sekali orang berdosa, namun demikian Diatidak menghakimi mereka langsung, namun memberi kesempatan mereka untuk berbalik ke jalan yang benar!  Jadi itulah teladan yang wajib dilakukan di dalam kehidupan sosial kita!

Dari pada ramai – ramai membicarakan serta menghakimi seseorang, lebih baik kita ramai – ramai mendoakan mereka yang kita anggap bersalah ataupun menyimpang!

 

“Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi!

Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini

Jangan membuat saudara kita jatuh atau tersandung!”

 Roma 14 : 13

God Bless You

Monday, June 27, 2022

(ArBer)Memisahkan kambing dengan domba

 


Memisahkan kambing dengan domba

 

Orang awam sepertinya agak susah memisahkan domba dan kambing, namun tidak demikian dengan gembala yang sudah biasa merawat serta menggembalakan mereka sejak kecil.  Ciri fisik maupun suara dari domba serta kambing bisa mereka kenali dengan mudah.

Tuhan Allah adalah gembala kita dan mengenali kita lebih dari siapapun.  Kita adalah domba – domba- Nya jikalau kita hidup sesuai dengan kehendak- Nya.  Sedangkan kambing adalah mereka yang menolak- Nya ataupun murtad terhadap – Nya.  Semua akan dikumpulkan di hadapan- Nya, dan akan dipisahkan antara mereka yang berkenan di hadapan- Nya dengan mereka yang tidak diperkenankan- Nya!  Lalu kira – kira yang manakah kita? Domba ataukah kambing?

Upah dosa adalah maut, dan mereka yang dianalogikan sebagai kambing adalah mereka yang akan dihukum.  Mereka tetap melakukan dosa meskipun sudah ditebus dosanya oleh Anak Allah yang Tunaggal.  Kesudahan mereka adalah di sebelah kiri- Nya, yaitu tempat api yang kekal.  Sebaliknya mereka yang dianggap domba adalah mereka yang tetap hidup menurut kebenaran firman Tuhan serta melakukan kasih dalam hidupnya, dan kesudahan mereka semua adalah akan berada disebelah kanan- Nya, bersama dengan – Nya dalam kerajaan- Nya.  Jadi apakah kita sudah tahu di sebelah mana nanti kita akan dipisahkan- Nya? Sebelah kiri atau kanan?

Dia tahu siapa yang akan berada di sebelah kanan atau kiri- Nya! Jadi sebenarnya tidak ada kesempatan bagi kambing untuk berada di tempat domba!

 

“Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan- Nya

Dan Ia akan memisahkan mereka seorang

Dari pada seorang, sama seperti

Gembala memisahkan domba dengan kambing”

 Matius 25 : 32

God Bless You

Sunday, June 26, 2022

(LaBer)Sela

 


Sela

GMB

Key: A

 

     A                AM7

Saat ku berteduh ku untai doaku


     Bm7-5   Dm               A

dalam kesunyian ku merindu suara MU


      A                  AM7

Kau peluk hatiku dalam hadirat MU


     Bm7-5   Dm                 A

di remuk jiwaku ku mendengar suara MU

 

Reff:

D          A         D               A

Haleluya....Haleluya...Haleluya...Amin


D          A          D              A

Haleluya....Haleluya...Haleluya...Amin

 

Berserulah kepada – Ku pada waktu kesesakan,

Aku akan meluputkan engkau,

Dan engkau akan memuliakan Aku

Sela

Mazmur 50 : 15

 

 

GOD Bless You

Friday, June 24, 2022

(ArBer)Jangan membuat TUHAN kita cemburu!

 


Jangan membuat TUHAN kita cemburu!

 

Siapa yang tidak kecewa, marah, sedih jikalau melihat pasangan sendiri bersamaan dengan orang lain?  Rasa cemburu pastilah muncul oleh karena pasangan tersebut masih mempunyai perasaan mendalam.  Jikalau sudah tidak perasaan pastilah akan menjadi biasa aja, jikalau melihat pasangan bersama dengan orang lain!

Apabila manusia yang tidak menciptakan saja kerap merasa cemburu ketika pasangannya berselingkuh, apalagikah Tuhan Allah?  Tuhan yang menciptakan manusia seorang diri pastilah akan cemburu ketika melihat manusia ciptaan- Nya justru menyembah allah lain.  Lalu bukankah Tuhan Allah maha kasih masakah tetap bisa cemburu juga?  Jawabannya sederhana yaitu oleh akrena kasih yang luar biasa, perasaan cemburu tersebut akan selalu ada.

Rasa cemburu Tuhan Allah tidak bermakna negatif semata – mata untuk menhukum umat- Nya, namun untuk mendisiplinkan umat Tuhan!  Tuhan mau semua umat- Nya hidup dengan berdisiplin serta mematuhi semua ketetapan serta perinta Tuhan.  Tuhanpun tau bahwa pada akhirnya manusia ciptaan- Nya akan berpaling dari- Nya! Sehingga Tuhan sudah merelakan Anak- Nya demi dosa yang dilakukan umat- Nya!  Jadi sadarilah dan janganlah coba – coba membuat Tuhan Allah cemburu, sebab hyukuman- Nya tetap berlaku bagi ketidak disiplinan kita!

Dosa kita memang akan diampuni- Nya, namun tidak dengan tindakan kita! Sebab semua tindakan kita akan dibawa ke dalam perseidangan serta mendapat hukuman setimpal!

 

“Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain

Karena TUHAN, yang nama- Nya Cemburuan

Adalah Allah yang cemburu”

 Keluaran 34 : 14

God Bless You

Thursday, June 23, 2022

(ArBer)Jadilah rajin di hadapan Tuhan!

 


Jadilah rajin di hadapan Tuhan!

 

Menurut suatu penelitian ilmiah sebenarnya tidak ada orang yang benar – benar rajin.  Kerajinan dalam bidang terentu selalu dibarengi kemalasan dalam hal tertentu lainnya, misalnya orang yang rajin bekerja, belum tentu rajin menabung, atau orang yang rajin berbuat baik belum tentu rajin bekerja.

Kemalasan apapun yang kita miliki yang pasti kiota tidak boleh malas untuk hidup melakukan kehendak Tuhan.  Kita tidak dapat melakukan kehendak- Nya tanpa pengenalan mendalam akan firman- Nya!  Lalu kemudian kita tidak akan mengenal dalam terhadap firman – Nya jikalau kita tidak rajin membaca firman- Nya!  Jadi kesemuannya itu haruslah dilakukan secara konsisten dan konsekuen!  Dan jikalau seudah demikian kerajinan kita pun akan mendatangkan suatu upah yang luar biasa.

Lalu muncul pertanyaan, apakah kerajinan kita melakukannya akan mendapat balasan “setimpal” oleh Tuhan?  pertanyaan ini tidak bisa kiota pastikan jawabannya ketika berada di dalam dunia ini, namun bisa dipastikan kerajinan tersebut akan mendapatkan balasan yang lebih indah ketika di dalam kerajaan Sorga.  Rasul Paulus adalah bukti nyata orang yang rajin bahkan melebihi Rasul – Rasul lainnya, namun tetap menderita di dalam dunia ini.  Hanya saja visi Rasul Paulus dalam kerajinannya melayani adalah jelas demi kemuliaan Tuhan di dalam dunia ini, serta demi mahkota kehidupan baginya nanti di kerajaan sorga!

Jangan malas lagi melakukan kehendak Tuhan!  Sebab kita tahu upah bagi mereka yang rajin serta bersungguh – sungguh melakukan kehendak- Nya!

 

“Apakah mereka pelayan Kritsus?

Aku berkata seperti orang gila - aku lebih lagi!

Aku lebih banyak berjerih lelah;

Lebih sering di dalam penjara ; didera di luar batas;

Kerap kali dalam bahaya maut”

 2 Korintus 11 : 23

God Bless You

(LaBer)Take My Life, and Let It Be Consecrated

 


Take My Life, and Let It Be Consecrated

Frances R. Havergal, Henri A. Cesar Malan



Tempo: 4/4

 

Key: E

 

Intro: E B C#m A B E

 

E         B   C#m        C#m/A     B   E

Pakai hidupku ini, s'luruh roh dan jiwaku,

E     B     A   E    C#m  A    E    B

Pakai tanganku ini,   hatiku digerakkan,

E   C#m    E

digerakkan kasih-Mu.

 

2. Pakai kakiku ini, tiap langkah ikut-Mu,

pakai suaraku ini, selamanya memuji,

memuji Kristus Tuhan.

 

3. Pakai mulutku ini, memb'ritakan Injil-Mu,

pakai hartaku ini, seluruhnya bagi-Mu,

bagi-Mu kurelalah.

 

4. Pakai kasihku ini, kusembahkan pada-Mu,

pakai diriku ini, selamanya bagi-Mu,

bagi-Mu kusembahkan.

 

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor

Biarlah rohmu menyala – nyala dan layanilah Tuhan

Roma 12 : 11

 

 

GOD Bless You

Wednesday, June 22, 2022

(ArBer)Harusnya ada perubahan drastis!

 


Harusnya ada perubahan drastis!

 

Sosok Petrus yang sebelum Yesus disalibkan ternyata berbeda dengan sosoknya setelah Yesus mati, bangkit dan naik ke sorga.  Petrus yang sebelumnya suka dipuji, egois dan terlalu percaya diri, berubah 180 derajat seketika setelah Yesus naik ke sorga dan mempercayakan umat- Nya kepada Petrus.

Petrus pada kitab kisah para Rasul adalah Petrus yang mempunyai tipe pemimpin, berani namun juga lembut serta rendah hati.  Petrus sudah berani tampil dan berbicara atas nama Yesus di depan khalyak banyak.  Petrus juga percaya diri dalam hal melakukan mukjizat seperti penyembuhan.  Satu yang paling berubah adalah ketika Petrus disembah oleh seorang perwira, dia menolaknya dan mengakui kedudukannya yang hanyalah manusia biasa yang tidak layak mendapat perlakuan tersebut.

Berapa lamapun kita sudah mengaku mengenals erta menerima Yesus sebagai Juruselamat, namun belum ada perubahan drasti dalam hidup kita, maka semuanya percuma saja.  Mengakui Yesus sebagai Juruselamat adalah langkah awal dan bukan akhir!  Kita yang masih ada di dalam dunia ini harus hidup oleh iman tersebut dan kemudian menghasilkan buah iman yang sesuai dengan kehendak- Nya!  Jadi haruslah ada perubahan drastis di dalam berkata, bersikap maupun berprilaku!  Jikalau tidak maka sia – sia saja kita mengakui serta menerima-Nya sebagai Juruselamat kita!

Jikalau tidak ada perubahan sama sekali dalam kehidupan ini! Maka sebenarnya kita tidak benar – benar mengakui Yesus dan menerima Yesus sebagai Juruselamat umat manusia!

 

“Tetapi Petrus mengakkan dia, katanya;

Bangunlah aku hanya manusia biasa”

 Kisah Para Rasul 10 : 24

God Bless You

Tuesday, June 21, 2022

(ArBer)Ketika permasalahan hidup terlalu banyak

 


Ketika permasalahan hidup terlalu banyak

 

Siapa yang tidak mau hidup dengan harta berlimpah serta dikarunia kesahatan dan juga damai sejahtera?  Nyatanya manusia selalu saja mempunyai masalah dalam menjalani kehidupannya, terkecuali ketika manusia tersebut sudah tidak bernyawa lagi maka masalah secara otomatis juga akan hilang begitu saja.

Sudut pandang akan suatu masalah harus dirubah.  Ketika kita melihat permasalahan sebagai suatu yang tidak menyenangkan serta menyakitkan, maka kita akan terus menerus menghindari serta membencinya.  Akan tetapi jikalau kita melihat suatu permasalahan sebagai ujian iman dalam kehidupan ini, maka kita nantinya akan bersyukur jikalau sudah berhasil melewati permasalahan tersebut.

Orang percaya tidak perlu menghindari masalah, sebab hal tersbeut bisa jadi petanda bahwa Tuhan Allah memang mengasihi kita serta menginginkan kita bertumbuh dalam iman.  Ujian – ujian kehidupan tersebut mungkin tidak bisa kita hindari, namun demikian bukan berarti tidak bisa kita atasi.  Percayalah bahwa Tuhan juga turut bekerja serta menyertai ketika kita sedang menghadapi permasalahan ataupun ujian dalam kehidupan ini, jadi tetaplah percaya kepada  Tuhan, serta tetaplah jalani apapun yang kita hadapi di dalam kehidupan ini!

Selama kita memandang masalah adalah sebagai ujian ataupun teguran dari Tuhan Allah, maka kita akan kita tidak akan ragu serta takut menghadapinya!

“Sesungguhnya, berbahagialah manusia di tegur Allah

Sebab itu janganlah engkau menolak

Didikan Yang Mahakuasa”

 Ayub 5 : 17

God Bless You

Monday, June 20, 2022

(LaBer)Berdiam DikakiMu

 


Berdiam DikakiMu 

(Bethel Worship)

 

Bait :

G                D/F#

  Ku Berdiam DikakiMu

G               D/F#

  Masuki HadiratMu

G                D/F#

  Ku Lihat KemulianMu

        Em        A

  Ku Mencari WajahMu

 

G                D/F#

  Ku Berdiam DikakiMu

G               D/F#

  Masuki HadiratMu

G                D/F#

  Ku Lihat KemulianMu

      Em         A

  Menerangi Hidupku

 

Reff :

       D           A/C#

Segala Yang Ku Ingini

      Bm          A

Kutemukan Di DalamMu

     G       A

KasihMu CintaMu

              D      A

Tak Pernah Berhenti

 

       D          A/C#

Segala Yang Kuingini

      Bm          A

Kutemukan Di DalamMu

     G       A

KasihMu CintaMu

              D

Tak Pernah Berhenti

 

Mari kita pergi ke kediaman- Nya,

Sujud menyembah pada tumpuan kaki - Nya

Mazmur 132 : 7

 

 

GOD Bless You

Sunday, June 19, 2022

(ArBer) Takut kehilangan harta benda

 


Takut kehilangan harta benda

 

Tidak ada salahnya melindungi harta benda yang telah kita hasilkan di sepanjang hidup ini, namun jikalau kautir berlebihan dan sampai dengan paranoid akan kehilangan harta benda, maka hal tersebut sudah tidak sehat lagi bagi mental dan jiwa.

Semakin banyak harta benda memang memerlukan semakin banyak perlindungan untuk harta benda tersebut, entah melindunginya seorang diri ataupun menyerahkan kepada pihak tertentu seperti Bank, atau lembaga keuangan tertentu.  Setiap orang tidak dibatasi dalam memiliki harta benda, namun jikalau oleh karena harta benda tersebut seseorang malahan menjadi tersiksa,stress atau mengalami gangguan mental kecemasan, maka harta benda tersebut kenyataanya tidak mendatangkan kebahagian ataupun damai sukacita di dalam hati.

Akhirnya kebahagian justru datang dari orang – orang sederhana yang lebih mengasihi Tuhan serta memrioritaskan- Nya dalam kehidupan.  Harta benda secukupnya tidak masalah asalkan membawa ketenangan hati serta kedamaian jiwa.  Lalu bagaimanakah keadaan kita saat ini? Apakah kecemasan akan harta kita lebih besar dari kecemasan kita untuk selalu dekat dengan Tuhan Allah?  Arahkanlah seganap pikiran serta akal budi kita untuk sesuatu yang berharga kekal selamanya!  

Jangan terlau cemas kehilangan benda yang fana, namun cemaslah jikalau mulai kehilangan hubungan yang intim dengan Tuhan Allah!

“Lebih baik sedikit barang

 Dengan disertai takut akan TUHAN

Dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan”

 Amsal 15 : 16

God Bless You