Wednesday, March 30, 2022

(ArBer)Ditampar pipi kiri

 


Ditampar pipi kiri

 

Peristiwa di atas cukup menyita perhatian di dunia artis perfilman.  Seorang aktor yang biasanya naik ke atas untuk menerima piala, malahan kali ini melakukan kekerasan terhadap pembawa acara.  Pembawa acara yang dianggap menyinggung sang aktor akhirnya mandapat tamparan keras.

Satu hal yang patut dipuji adalah ketika sang pembawa acara tersebut mendapat tamparan, dia tetap tenang dan tidak membalasnya.  Terlepas dari apapun keslahannya, sang pembawa acara tetap melanjutkan tugasnya tanpa membalas.  Lalu bayangkan apa yang akan terjadi jikalau kita berada di posisi sang pembawa acara, apakah kita masih bisa tetap tenang? Meskipun ditampar dihadapan banyak orang dan juga siaran televisi secara langsung?

Tuhan Yesus mengajarkan agar jangan membalas kejahatan dengan kejahatan!  Bahkan ketika kita ditampar pipi kanan, kita malahan harus menyediakan pipi kiri untuk ditampar juga.  Pernyataan Yesus memang tidak bisa diterima akal sehat, namun demikan memang pernyataanya adalah kepada siapa yang hatinya terput kepada- Nya.  Akal sehat dan pikrian mungkin tidak bisa menerima penhinaan orang lain, namun siapa yang beriman kuat serta mengandalkan Roh Kudus di dalam hati tentu bisa menerima bahkan memaafkan perlakuan tidak menyenangkan dari sesama.

Jikalau ada yang menyakiti kita, janganlah cepat – cepat membalas perlakuannya, namun tahanlah dahulu kemarahan serta mintalah pimpinan Roh kudus sebelum menanggapinya!

 

“Tetapi Aku berkata kepadamu : Janganlah kamu

Melawan orang yang berbuat jahat kepadamu

Melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu

Berilah juga kepadanya pipi kirimu”

 Matius 5 : 39  

God Bless You

Monday, March 28, 2022

(ArBer)Hukuman- Nya adil bagi siapa saja yang bersalah!

 


Hukuman- Nya adil bagi siapa saja yang bersalah!

 

Antara tiga tokoh di atas, kira – kira siapakah yang paling bersalah? Antara ular, Adam dan Hawa, siapakan yang paling berandil mendatangkan dosa pertama?  Memeng butuh waktu panjang dan analisis mendalam, namun kenyataannya semuanya bersalah dan mendapat hukuman setimpal dari Tuhan Allah.

Ular memang bisa dikatakan biang kerok dengan menggoda Hawa, namun demikian jikalau Hawa tidak menghiraukannya, maka mereka tidak akan memakan buah tersebut.  Begitu juga Adam jikalau menolak godaan Hawa mungkin dosa itu tidak akan terjadi.  Intinya setiap godaan berakhir dengan keputusan pribadi apakah kita akan melakukannya ataupun tidak. Terlepas dari itu semua Tuhan Allah menguhukum mereka dengan cukup adil.

Kesalahan dalam bentuk apapun tentu akan melahirkan hukuman ataupun konsekuensi.  Sebagai orang percaya kita harus paham bahwa kesalahan nenek moyang kita yang diwariskan kepada kita smeua, sudah dihapuskan oleh darah Kristus yang mahal.  Dosa yang sudah dihapsukan bukan berarti tidak ada akonsekuensi dari dosa yang kita buat selama hidup ini.  Jadi sebelum kita memutuskan melakukan perbuatan yang berdosa, pikirkanlah dahulu konsekuensi ataupun humuman yang nantinya akan kita terima!  Jadi jangan sembarangan dalam bertindak maupun berprilaku!

Tidak penting siapa yang melahirkan dosa, yang jelas adalah setiap pelanggaran pasti akan mendapat hukuman yang adil dari- NYA!

 

“Firman – Nya: Siapakah yang memberitahukan kepadamu

Bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan

Dari buah pohon yang Kularang engkau makan?”

 Kejadian 3 : 11

God Bless You

Sunday, March 27, 2022

(LaBer)Jadi Seperti-Mu

 


Jadi Seperti-Mu

Andre Hermanto

 

 

Key: F

 

Intro: F C Dm Bb 2x

 

F            C

Bapa Kau setia

Dm            Bb

Tak kan meninggalkan

F           C              Bb

Dan ku percaya Engkau milikku

            Bb

Dan ku milikMu

 

F        C  Dm            Bb

Kerinduanku tinggikan namaMu

F/A         C              Gm

Kar'na ku tahu Engkau dalamku

            C

Dan ku dalamMu

 

Reff:

F        C/E   Dm       Am

Ubah hatiku seputih hatiMu

  Bb         F/A

Setulus salibMu

     Gm    C

KasihMu Tuhan

F        C/E   Dm       Am

Biar mataku seperti mataMu

    Bb         F/A

Pancarkan kasihMu

         Gm  C        F

Ku mau jadi    sepertiMu

 

 

“Tetapi bTuhan adalah setia

Ia akan menguatkan dan memelihara kamu

Terhadap yang jahat”

2 Tesalonika 3 : 3

 

 

GOD Bless You

Friday, March 25, 2022

(LaBer)Yesus Aku Cinta

 


Yesus Aku Cinta

 (Asmirandah Feat Jonas Rivanno)

 

Bait :

F       C/E   Dm

  FirmanMu Ya Dan Amin


Bb     Gm   C

  JanjiMu Menopangku


F      C/E    Dm     F/C

  Berjalan BersamaMu


    Bb       G/B      C

  Disetiap Musim Hidupku

 

Reff :

  F   F/A       Bb

Yesus    Aku Cinta PadaMu


  Gm  C          Fsus4  F

Yesus   Tetaplah Bersamaku


   Bb        C/Bb    Am      Dm

Tiada Yang Dapat MenggantikanMu


      Gm      C        F

Engkaulah Jaminan Hidupku

 

 

Demikian pula Yesus adalah jaminan dari

Suatu perjanjian yang lebih kuat

Ibrani 7 : 22

 

 

GOD Bless You

Wednesday, March 23, 2022

(ArBer)Bolehkah menolak rejeki?

 


Bolehkah menolak rejeki?

 

Kita semua tentunya sepakat, untuk menolak uang yang diberikan orang lain secara gratis, dan juga uang dalam jumlah besar yang tidak tahu dari mana asal usulnya.  Menerima rezeki seperti itu bisa jadi membuat kita terlibat dalam kejahatan pencucian uang atau juga gratifikasi.

Coba bayangkan sebaliknya apabila rejeki yang diberikan kepada anda adalah hadiah yang memang pantas kita terima, dan juga dari sumber yang jelas.  Apakah anda juga masih menolaknya?  Bisa jadi kita menerimanya oleh karena memang itu adalah berkat dari Tuhan yang dititipkan dari mereka yang mendapat bantuan kita.  Hal tersebut memang tidaklah salah, namun demikian menolak rejeki juga sebenarnya boleh saja kita lakukan.

Adalah nabi Elisa yang tercatat di dalam Alkitab, yang menjadi seorang penolak rejeki.  Elisa menolak pemberian Naaman sang Panglima perang dengan alasan yang jelas bahda beliau adalah abdi Tuhan dan tidak pantas menerima penghargaan apapun dari manusia.  Sungguh mulia maksud hati nabi Elisa, meskipun beliau menolak rejeki dari orang yang disembuhkannya.  Elisa sadar dan tahu bahwa dia hanyalah abdi Allah, dan bukan dialahn yang pantas mendapat ucapan terima kasih.  Sebaliknya bujangnya yang menganut prinsip dilarang menolak rejeki, malahan mendapatkan kutuk dari Tuhan Allah.

Tidak ada salahnya kok menolak rejeki, asalkan ada alasan yang kuta serta kerelaan di dalam hati kita!

 

“Tetapi Elisa menjawab: Demi TUHAN yang hidup,

Yang dihadapan- Nya aku menjadi pelayan

Sesungguhnya aku tidak akan menerima apa-apa

Dan walaupun Naaman mendesaknya supaya

Menerima sesuatu, ia tetap menolak”

 2 Raja - raja 5 : 16

God Bless You

(ArBer)Sehebat apakah seorang pawang hujan?

 


Sehebat apakah seorang pawang hujan?

 

Profesi peawang hujan sebenarnya sudah ada sejak dahulu kala.  Mereka yang berprofesi sebagai pawang hujan, biasanya bekerja pada momen – momen tertentu saja.  Pekerjaan ini juga termasuk pekerjaan singkat yang tidak membutuhkan banyak perlatan, namun demikian sulit juga untuk dilakukan.

Pawang hujan harus bisa mewujudkan ekspektasi klien mereka untuk dapat menahan hujan di sebuah tempat yang memang sedang diadakan sebuah acara di tempat terbuka.  Mereka akan dianggap sukses jikalau di sepanjang acara tersebut hujan tidak turun.  Ketika banyak orang yang bisa menjadi pawang untuk menghalangi hujan, lalu adakah manusia yang mampu memanggil hujan?

Kenyataanya hanya Tuhan Allah saja yang sanggu memanggil hujan turun.  Pada jaman nabi Elisa Hujan tak kunjung turun, bahkan dengan bantuan tukan tenun dan nabi palsu rajapun, Tuhan tidak bisa dipanggil turun.  Berbeda dengan mereka, nabi Elisa yang melakukan kehendak Tuhan pencipta semesta mampu mendatangkan ataupun meraalkan datangnyan hujan dengan tepat.  Dari kejadian tersebut kita belajar bahwa manusia bisa saja memanipulasi cuaca ataupan alam ini, namun hanya Tuhan Allah Sang penciptalah yang mampu melakukan berbagai hal ajaib sesuai keinginan erta kehendak- Nya!  Jadi percayalah pawan hujan sekalipun perlu ijin dari Sang pemberi hujan!

Kemampuan seorang pawang hujan tak akan melebihi Dia yang menciptakan hujan!

 

“..................................

Pergilah katakan kepada Ahab: Pasang keretamu

Dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan

Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai

Lalu tutunlah hujan yang lebat.  Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel”

 1 Raja - raja 18 : 44 - 45

God Bless You

Tuesday, March 22, 2022

(ArBer)Tetap menolong apapun situasi dan kondisinya!

 


Tetap menolong apapun situasi dan kondisinya!

 

Pemandangan unik terjadi disebuah daerah yang baru saja terrmba bencana(gambar di atas), dimana petugas pemadam kebakaran berkerja keras untuk menyelamatkan hidup se-ekor sapi.  Se- ekor sapi yang terpelosok akibat longsor tersebut ditarik keluar oleh beberapa orang.  Jadi bukann hanya menyelamatkan nyawa manusia, namun hewanpun diperhatikan dan diselamatkan oleh regu penyemat tersebut.

Tuhan Yesus pernah menyembuhkan orang sakit , namun demikian Dia mendapat nyinyiran dari banyak ahli taurat dan orang farisi.  Mereka berpendapat Yesus melanggar kebaisan orang Yahudi yang tidak boleh melakukan apapun di hari Sabat, kendati ada orang sakit sekalipun.  Kebiasaan tersebut memang sudah berlangsung lama, namun belum tentu kebiasaan tersebut benar di mata Tuhan.

Yesus kemudian memberikan perumpamaan yang masuk akal sehingga tidak dapat disanggah lagin oleh mereka yang memang “sukanya” nyinyir.  Yesus bukan menekankan bahwa kasih lebih penting daripada adat istiadat atau aturan agama manapun.  Teladan tersebut, kiranya membukakan mata hati kita semua dalam melihat segala hal, terutama dalam memberikan pertolongan.  Janganlah hanya mengandalkan kebiasaan, keadaan dan atau aturan manusia tertentu saja, namun lakukanlah dengan maksud hati yang dipenuhi oleh kasih serta kerelaan!

Niat memberikan bantuan tidak boleh kalah oleh keadaan apapun!

 

“Kemudian Ia berkata kepada mereka:

Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik

Ke luar anaknya atau lembunya kalau terpelosok

Ke dalam sebuah sumur, meskipun hari sabat?”

 Lukas 14 : 5

God Bless You

Monday, March 21, 2022

(ArBer) Berakar kuat ke bawah = tumbuh kokoh ke atas!

 


Berakar kuat ke bawah = tumbuh kokoh ke atas!

 

Daya tahan sebuah pohon untuk dapat berumur puluhan atau bahkan sampai ratusan tahun adalah berasal dari kekuatan akarnya.  Akar yang kat bahkan merambat sampai jauh ke dalam tanah adalah sumber kekuatan serta nutrisi sebuah pohon.

Akar yang merambat jauh sampai kedalamn tanah akan mempermudah pohon tersebut menemukan sumber air.  Semakin kuat juga akar merambat ke tanah, maka akan semakin kuat juga batang pohon dari terpaan angig.  Intinya semua kekuatan bukanlah berasal dari yang tumbuh ke atas saja, namun juga yang menancap ke bawah.  Begitupun juga dengan iman kita kepada Tuhan Yesus Kritus harus kuat berakar di dalam Dia.

Iman yang tertancap teguh berakal dalam Kristus itulah yang nantinya akan memampunkan kita melewati rupa – rupa “angin” pergumulan hidup yang ditiupkan dunia ini.  Semakin kita kuat berakar di dalam Dia, maka sudut pandang kita juga akan semakin sama dengan- Nya dalam memandang segala hal di dalam dunia ini.  Fokus kita nantinya bukanlah hanya soal duniawi saja, namun akan terpusat pada kebenaran Allah serta juga kerajaan sorga- Nya.  Jadi kuatkanlah “akar” iman kita lagi hari demi hari melalui pembacaan firman serta perenungan firman- Nya!  Semakin kita berakar di dalam- Nya maka akan semakin kuat juga kita tumbuh menjadi anak – anak terang yang menyenangkan hati- Nya!

Berakarlah di dalam Dia, agar pertumbuhanmu tetap teguh serta kokoh di dalam nama – Nya!

 

“Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia

Hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman

Yang telah diajarkan kepadamu,

Dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur”

 Kolose 2 : 7

God Bless You

Sunday, March 20, 2022

(LaBer)Tegak Kepalaku

 


Tegak Kepalaku 

(GMS)

 

Bait :

B                   F#/Bb

Kaulah Benteng Hidupku

           G#m        B/F#

Terang Dan Kes'lamatanku

        E             B/D#

Pada Siapa Ku Harus Takut

    C#m    F#

Dan Geme - tar

 

B                F#/Bb

Walau Badai Mengepung

          G#m         B/F#

Kaulah Tempatku Berlindung

        E       B/D#

Hanya Satu Tekadku

            C#m        F#

Tak Kan Tinggalkan Imanku

 

    E           Bbm7b5  D#

Mujizat Kemenangan

G#m

Kan Nyata

     A

Kala Kuberseru

  F#

KepadaMu

 

Reff :

     B         F#/Bb

Maka Sekarang

        G#m     F#

Tegak Kepalaku

    E       B/D#

Mengatasi Musuh

  C#m    F#

Diseke - liling

 

      B        D#m

Dalam KemahMu

          G#m        F#

Kan Ku Persembahkan

   E          B/D#

Korban Pujian

  C#m   F#    B

Sorak Kemenangan

 

 

Terpujilah TUHAN, gunung batuku,

Yang mengajar tanganku untuk bertempur

Dan jari – jariku untuk berperang;

Yang menjadi tempat perlindunganku

Dan kubu pertahananku, kota bentengku

Dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung

Yang mendudukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!

Mazmur 144 : 1 - 2

 

 

GOD Bless You

Friday, March 18, 2022

(ArBer)Ingin ditinggikan manusia atau Tuhan?

 


Ingin ditinggikan manusia atau Tuhan?

 

Ketika banyak orang berusaha untuk pamer kekayaan yang padahal kekayaanya biasa saja ataupun belum tentu kepunyaan atau hasilnya sendiri, orang yang pada gambar di atas ternyata berbeda.  Putra orang paling kaya di negeri ini, justru menunjukkan kesederhaannya seperti tetap menggunakan sepatu yang telah rusak, meskipun harus dilakban, padahal dia mampu membeli sepatu baru atau bahkan toko sepatu sekalipun.

Budaya yang berkembang di dunia maya saat ini adalah hanya sebagai forum untuk saling pamer.  Celakanya banyak yang pamer yang bukan miliknya sendiri.  Tidak semua yang suka pamer dan somong adalah orang yang benar – benar kaya, namun yang pasti mereka adalah tipe orang yang suka ditinngikan ataupun meninggikan diri sendiri.

Tidak semua hal harus kita pamerkan(flexing), apalagi demi dikenal ataupun ditinggikan orang lain.  Tuhan Yesus melarang kita untuk tinggi hati, sebab tinggi hati adalah awal seseorang melupakan Tuhan yang memberkatinya.  Sebelum kita merasa ingin ditinggikan orang lain, ingatlah satu hal bahwa apa yang ada pada kita saat ini, kesemuaanya adalah milik Tuhan, dan memang Tuhan sendirilah yang layak ditinggikan!

Semakin besar keinginan kita ditinggikan manusia, maka akan semakin besar juga kesempatan kita menjadi rendah di mata- Nya!

 

“Dan barangsiapa meninggikan diri

Ia akan direndahkan dan barangsiapa

Merendahakan diri, ia akan ditinggikan”

 Matius 23 : 12

God Bless You