Thursday, March 30, 2023

(ArBer)Masa lalu yah masa yang sudah berlalu

 


Masa lalu yah masa sudah berlalu

 

Nabi – nabi besar yang dipilih Tuhan ternyata banyak juga yang memiliki masa lalu yang buruk bahkan yang tidak pantas di contoh.  Nabi Musa yang dipilih- Nya untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir ternyata adalah seorang pembunuh di masa mudanya.

Musa muda ternyata adalah seorang yang tempramental, dan tidak ragu – ragu melukai sesama manusia.  Musa bukan hanya membunuh akan tetapi juga berusaha menghilangkan barang bukti dengan cara menguburkan langsung orang yang dibunuhnya.  Masa lalu yang kelam seperti itu ternyata tidak mempengaruhi Tuhan yang tetap memilihnya menjadi pemimpin besar bangsa Israel.  Musa yang kasar adalah salah satu contohnya, sebab kemudian Tuhan membentuk sikap dan sifatnya tersebut sehingga menjadi seorang yang pengasih dan juga lembut.  Hal tersebut terlihat ketika berkali – kali Tuhan ingin memusnahkan bangsa Israel namun kemudian dihalangi Musa.

Intinya adalah masa lalu seorang belum tentu menentukan masa depan yang sama dengan masa lalunya.  Tuhan dapat mengubah seseorang yang emmang dipilih- Nya termasuk kita semua.  Pertanyaanya kemudian adalah apakah kita benar – benar mau merendahkan diri dan dirubahkan- Nya?  Jika memang kita bersedia dibentuk dan dirubah- Nya maka pada saat- Nya kita pasti dipakai Tuhan!

Masa lalu kita yang buruk bukanlah hal penting, namun yang terpenting adalah bersediakah kita berubah demi masa depan yang lebih baik?

 

“Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang

Dibunuhnya orang Mesir itu,

Dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir”

Keluaran 2 : 12

God Bless You

Wednesday, March 29, 2023

(LaBer)Bagi Allah Yang Mulia

 


Bagi Allah Yang Mulia

Dra. Gracewitha Hutagalung


Key: A

 

     A2         D/A   A2

Bagi Allah yang muli- a

        C#m7     F#m         G2  E11

Yang bertahta di K'rajaan Surga

E    A/C#    D

Bagi Anak Domba

      C#11    C#/F  F#m

Yesus Kristus Tu -  han

       Bsus  B      E

Engkau layak di sembah

 

     A2       D/A   A2

Mari datang kepada- Nya

      C#m7      F#m   G2  E11

Sujud dihadapan tahtaNya

E/D   A/C#   D       C#11 C#/F  F#m

Mari  puji Dia, Raja Maha Kua - sa

       Bm7   E      A

Engkau layak di sembah

 

Reff:

A/C#  D   F#/C# F#7    Bm         B         E

Hale-lu-ya,        haleluya, terpujilah NamaMu

       A        A/G        D/F#      Dm/F

S'gala puji dan hormat Kemuliaan dan kuasa

     A/E        E11  E7  A

Bagi Dia selama-la - ma-nya

 

A/C#  D  A/E   D-E-F    A/E   E  A

 

 

Bagi Dia, satu – satunya Allah yang penuh hikmat

Oleh Yesus Kristus : segala kemuliaan

Sampai selama – lamanya! Amin.

Roma 16 : 27

 

GOD Bless You

 

 

Tuesday, March 28, 2023

(ArBer)Demi orang yang berpuasa

 


Demi orang yang berpuasa

 

Gambar di atas adalah cerita gurauan saja dan bukan kejadian sesungguhnya.  Meskipun hanya guraun semata, namun tetap saja hal tersebut adalah kritikan pedas kepada mereka yang berpuasa, namun juga sengaja memarkan kegiatan ibadahnya dan bahkan menutut orang lain untuk “memaklumi” keadaanya.

Penutupan rumah makan sebenarnya tidak perlu terjadi apabila mereka yang berpuasa bisa mengandalikan diri.  Lagipula godaan orang yang berpuasa bukan hanya datang dari makanan saja, tapi terlebih dari banyaknya waktu yang terbuang sia – sia dan tidak dipakai untuk lebih dekat dengan Tuhan.  Yesus sendiri menegur banyak pemuka agama yang menjalankan puasanya agar mendapat sanjungan dari pihak lain.  Mereka sengaja memberitahu khalayak ramai apabila mereka sedang berpuasa.

Yesus menyarankan agar mereka yang berpuasa harus bisa beradaptasi dengan keadaan sekitarnya, sehingga sampai – sampai orang sekitarnya tidak tahu apabila ia sedang berpuasa.  Dengan demikian upah yang besar dari Tuhan Allah sudah menunggunya.  Jadi apabila saat ini kita berpuasa menyambut kematian dan juga hari kebangkitan- Nya, maka janganlah bermuka muram, ngantuk ataupun terlihat lemas!  Tetaplah bersemangat dan tetaplah beraktivitas.

Kita berpuasa bukan demi dipandang manusia namun demi dipandang Tuhan! jadi penilaian Tuhanlah yang terpenting dan bukan manusia.

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu

Seperti orang munafik.  Mereka mengubah air mukanya

Supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa

Aku berkata kepadamu;  Sesungguhnya mereka sudah

Mendapatkan upahnya”

Matius 6 : 16

God Bless You

(ArBer)Tidak semua adat istiadat harus diikuti.

 


Tidak semua adat istiadat harus diikuti.

 

Jangan mengira aksi mudik hanya terjadi di negeri kita ini saja, ternyata banyak negara juga mempunyai tradisi pulang kampung atau yang bisa kita kenal dengan mudik.  Gambar di atas adalah salah satu contoh negara yang juga mempunyai tradisi pulang kampung yaitu negara Tiongkok ketika memasuki hari libur perayaan imlek ataupun tahun baru chinese.

Tradisi seperti itu murni adalah adat istiadat yang sudah menjadi kebiasaan turun – temurun jadi sebenarnya tidak ada hubungannya dengan agama ataupun kepercayaan tertentu.  Hanya saja manusia biasanya banyak yang bebeal, dan akhirnya lebih mengutamakan adat istiadat nenek moyang dibandingkan peraturan ke – agamaan mereka.  Celakanya orang percaya juga kerap melakukan hal tersebit ini, misalnya lebih mementingkan tukar menukar kado di dalam keluarga dibandingakn pergi bersama keluarga mengikuti ibadah natal, dan masih banyak kebiasaan lainnya.

Tuhan Yesus sendiri pernah menghardik orang Farisi dan juga ahli Taurat, yang mempermasalahkan cara makan murid – murid- Nya.  Yesus tahu bukan cara makan mereka yang salah, namun keputusan mereka yang tidak mengikuti adat bangsa Yahudilah yang dipermasalahkan.  Yesus mengatakan bahwa percuma saja mereka semua berbakti kepada Tuhan Allah mereka, namun kebiasaan adat – istiadatlah yang mereka taati.  Lalu adakah kita juga menomor satukan adat sitiadat dibandingkan dengan firman Tuhan? jika jawabannya iya, maka kita sama saja dengan orang Farisi atauun ahli Taurat yang munafik!

Adat – istiadat yang harus kita taati adalah yang sesuai dengan ajaran firman Tuhan!

“Percuma saja beribadah kepada – Ku,

Sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia

Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang

Pada adat – istiadat manusia”

Markus 7 : 7 - 8

God Bless You

Sunday, March 26, 2023

(LaBer)Kau Menunggu Hidupku

 


Kau Menunggu Hidupku

(Army Of God Worship)

 

Intro :

C#  G#/C#  A#m  F#

C#  G#/C#  A#m  F#

 

Bait 1 :

C#            G#/C

Tuhan, Engkau Memilihku

  A#m       G#

Sebelum Ku Ada

F#       G#/F#    Fm    A#m

JemariMu   Yang Menenunku

    D#m   D#/G  G#

Serupa GambaranMu

 

Bait 2 :

C#         G#/C

Sebelum Ku MengenalMu

  A#m        G#

Kubuang Hidupku

F#         G#/F#

Namun Engkau

    Fm       A#m

Tak Pernah Lelah

   D#m  D#/G   G#

Mencari Diri - ku

 

Reff :

          C#         G#/C

Tak Kusangka Sejak Dulu

      A#m         C#/G#

Kau Menunggu Hidupku

     F#          C#/F

Di AltarMu Kusadari

         D#m         G#

S’lama Ini Kau Menanti

 

     C#          G#/C

Kuakui S’mua Dosaku

    A#m         C#/G#

Kulepas Kehendakku

         F#       G#/F  Fm     A#m

Biar S’luruh Nafasku MemuliakanMu

       D#m       G#  C#

Yesus, Tuhan Kau Rajaku

 

 

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus

Yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita

Segala berkat rohani di dalam sorga

Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita

Sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan

Tak bercacat di hadapan - Nya

Efesus 1 :3 -  4

 

GOD Bless You

 

 

Friday, March 24, 2023

(ArBer)Tawuran hanya karena ikut - ikutan saja

 


Tawuran hanya karena ikut - ikutan saja

 

Virus tawuran ternyata  sulit sekali hilang dari bangsa ini.  Tawuran ataupun perkelahian antar kelompok kerap terjadi dan sepertinya sudah diagendakan oleh pihak – pihak tertentu.  Celakanya banyak juga pihak lain yang ikut – ikutan saja berkelahi ataupun mengeroyok antar sesama mereka, meskipun tidak mengetahui duduk permasalahan ataupun penyebabnya.  Intinya mereka seperti ingin melepaskan energi yang berlebih untuk meluapkan emosi mereka kepada sesama.

Banyak sekali pelaku kejahatan ataupun kriminalitas yang berasal dari ikut – ikutan semata.  Seharusnya sebagai manusia dewasa yang berpendidikan dan berbudi pekerti, setiap orang sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.  Ironisnya mereka yang bisa membedakannya justru tetap memilih untuk mengikuti yang tidak baik, dengan berbagai alasan, salah satunya adalah oleh karena banyak juga orang yang melakukannya.

Tuhan memperlengkapi manusia dengan akal budi yang bia digunakan untuk memilih apa yang harus dilakukan.  Sebenarnya sebelum kita memilih kebanyakan dari kita sudah tahu mana yang benar dan tidak, namun godaan ataupun manipulasi si jahat membuat kita takluk dan kemudian ikut – ikutan berbuat dosa.  Segala yang jahat yang tidak berkenan dihadapan Tuhan tentu akan mendatangkan konsekuensi buruk juga bagi diri kita!  Jadi pikrikanlah matang – matang berulang kali sebelum memilih mengikuti segala hal yang jahat!

Sengaja meniru yang jahat sama dengan sengaja menantang Allah!

 

“Saudaraku yang kekasih, jananlah meniru yang jahat

Melainkan yang baik.  Barang siapa berbuat baik

Ia berasal dari Allah, tetapi barang siapa berbuat jahat

Ia tidak pernah melihat Allah”

3 Yohanes 1 : 11

God Bless You

Thursday, March 23, 2023

(LaBer) Kau Tetap Menggendongku

 


Kau Tetap Menggendongku

 

Bait :

F        C/E

  Bila Kurenungkan

    Bb         F

  KebaikanMu Tuhan

      Dm            G/B        C

  Disepanjang Tahun Dalam Hidupku

 

         Dm         Am

  Tak Pernah Sehari Pun Jua

      Bb          F

  Kau Meninggalkanku

    Bb        G             C

  KesetiaanMu Sungguh Terbukti

 

Reff :

      F              Bb

Kau Tetap Menggendongku

       C       F

Sampai Masa Tuaku

     Dm            G/B

KasihMu Tak’kan Berubah

     Bb      C

Oleh Masa Waktu

 

        F           Bb

Kau Mengangkat Hidupku

     C           F

Saat Ku Tak Berdaya

        Dm        G/B

Tak’kan Dapat Kulupakan

    Bb   C    F

KesetiaanMu Tuhan

 

 

Sampai masa tuamu Aku tetap Dia

Dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu

Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus

Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu

Yesaya 46 : 4

 

GOD Bless You

 

 

Wednesday, March 22, 2023

(ArBer)Tinggi hati akar perbuatan keji

 


Tinggi hati akar perbuatan keji

 

Beberapa saaat yang lalu publik dihebohkan oleh sebuah kasus penganiyaan terhadap seseorang yang viral di dunia maya.  Kasus penganiyaan tersebut akhirnya berbuntut Panjang oleh karena sang penganiaya ternyta adalah anak seorang pejabat publik.  Kasus penganiayaan tersebut akhirnya dikaitakan dengan arogansi sang pelaku yang memang dari kalangan berada dan sering sekali memamerkan segala harta benda keluarganya.

Seorang yang merasa mempunyai harta berlimpah ataupun kekuasaan tertentu oleh karena jabatan kerap tinggi hati.  Setelalh sikap tinggi hati tersebut bersemayam di dalam pikiran, maka sudah pasti segala arogansi perbutan dinilai sebagai suatu hal yang normal saja, meskipun hal tersebut termasuk dalam menciderai ataupun menyakiti sesamanya.  Jadi tinggi hati aatau kesombongan adalah akar jahat yang berdampak buruk bagi diri sendiri maupun sesama.

Sejak jaman dahulu manusia yang mempunyai kuasa dan kekayaan memang kerap jatuh dalam kesombongan dan tinggi hati.  Akhirnya segala cara dihalalkan, asalkan keinginan mereka terpenuhi, bahkan sampai menyakiti sesama.  Tuhan Allah amat membenci ketinggian hati umat manusia!  Sebab apa yang bisa manusia lakukan jikalau Tuhan tidak mengijinkannya serta tidak memberikannya?  Tuhan adalah satu – satunya yang Maha kuasa, namun justru Tuhan menunjukkan kerendahan hati- Nya, Ketika turun ke dunia ini di dalam Yesus Kritus.  Jadi mengapakah kita harus menyombongkan diri dan tinggi hati?  Lalu kira – kira apakah yang mampu kita raih dan miliki sendiri yang tidak ada campur tanhgan dari – Nya?

Tinggi hati akan melahirkan arogansi dan itu semua adalah hal keji di mata Tuhan yang Maha pemberi!

 

“Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN;

Sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman”

Amsal 16 : 5

GOD Bless You