Thursday, September 30, 2021

(LaBer)Kusembah Kau


Kusembah Kau

(Maria Shandi Feat Mike Mohede, Angel Idola Cilik & Jason)

 

Bait :

      F        Bb/F    F

Kau Tuhan Yang Pulihkanku

      Dm       Bb       C

Kau Yesus Yang Sembuhkanku

        F/A    A/C#       Dm   C     Bb

Kau Sanggup Limpahkan Kebutu – han – ku

  F/C          C   F    A11

Yesus Kau Baik Bagiku

 

      D        G/D     D

Kau Tuhan Yang Pulihkanku

      Bm       G        A

Kau Yesus Yang Sembuhkanku

        D/F#   F#/Bb      Bm   A     G

Kau Sanggup Limpahkan Kebutu – han – ku

  D/A          A   D   Em  D/F#  A

Yesus Kau Baik Bagiku

 

Reff :

     D       A/C#

Kusembah Kau

    Bm      D/A

Ku Agungkan

     G      E/G#     A

Kau Ajaib Dalam Hidupku

 

     D       F#m

Kusembah Kau

    Bm      D/A

Ku Agungkan

      G     A    D

Yesus Kau Jawabanku

 


 “Sebab itu marilah kita, oleh Dia

Senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah

Yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama  Nya”

Ibrani 13 : 15

 

GOD BLESS YOU


Wednesday, September 29, 2021

(ArBer) Tirulah etos kerja dan pola pikir semut

 


Tirulah etos kerja dan pola pikir semut

 

Istana semut yang besar seperti gambar di atas bukanlah dibangun dalam waktu semalam saja.  Butuh waktu lama untuk bisa menghasilkan “bangunan” sarang semut tersebut, dan satu yang pasti semut – semut yang membangun kediamannya tersebut konsisten dallam mengerjakannya, sampai terbentuk suatu sarang yang tinggi besar untuk ukuran binatang sekecil semut. 

Kita semua harus belajar seperti semut dalam mengerjakan apapun, bahkan juga dalam hal perencanaan.  Semut selalu mengumpulkan makanan sebanyak mungkin untuk menghadapi musim – musim yang belum tentu ideal bagi mereka, seperti musim dingin berkepanjangan, ataupun bahkan musim kemarau panjang.  Apabila diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari – hari maka hal tersebut adalah berupa kerja keras dan rajin menabung untuk masa depan.

Manusia tentu berbeda dengan semut yang kecil, oleh karena manusai cipataan Tuhan Allah yang paling sempurna, namun ada kalanya sifat serta pola pikir kita kalah oleh semut – semut kecil tersebut.  Kita kerap menunggu momentum untuk dapat bekerja keras, bahkan jarang memikirkan masa depan.  Pola hidup kita terkadang hanya memikirkan dalam jangka pendek saja, dan apabila ada keadaan yang tidak ideal, kita kerap kerepotan dalam menghadapinya.  Jadi seperti kata pengamsal, kita seharusnya menggunakan prinsip semut dalam berusah yaitu tak kenal lelah dan selalu mempunyai persiapan yang cukup bahkan dalam keadaan yang buruk sekalipun!

Sarang semut di atas bukan hanya sebagai tempat perlindungan saja, namun juga sebagai makanan yang dibutuhkan mereka, ketika datang musim – musim yang tak bersahabat!

 

“Semut bangsa yang tidak kuat,

Tetapi yang menyediakan makananya di musim panas”

 Amsal 30 : 25  

God Bless You

Monday, September 27, 2021

(ArBer) Saling mempermasalahakan tidaklah dibenarkan Tuhan!

 


Saling mempermasalahakan tidaklah dibenarkan Tuhan!

 

Selalu lebih mengenakkan untuk menyalahkan keadaan ataupu orang lain, ketika terjadi suatu permasalahan.  Bukan hanya menyalahkan satu pihak saja, bisa jadi ada pihak lain yang ikut dipersalahkan.  Celakanya apabila sifat buruk ini dilakukan oleh semua orang, maka sudah pasti akan terjadi perpecahan di antara sesama.

Berliah kesempatan kepada diri sendiri untuk dapat melakukan intropeksi diri!  Janganlah terlalu bernafsu untuk menjadi hakin serta menyalahkan ataupun bahkan menghukum orang lain.  Kita terlalu mudah menggunakan standar kita untuk menyalahkan orang lain yang padahal belum tentu juga bersalah, lalu mengapa kita tidak menggunakan standar Tuhan untuk menyelesaikan permasalahan? Dibandingkan memperkeruh permasalahan?

Perpecahan selalu bermula dari hal – hal kecil dimana seseorang gemar menyalahkan orang lain ataupun tidak mau dibebani suatu masalah.  Padahal dibandingakn saling menyalahkan akan lebih baik apabila permasalhan tersebut dibicarakan bersama untuk mencari solusi terbaiknya.  Pihak yang bersalah mungkin tetap ada, namun permasalahan terjadi untuk diselesaikan ataupun dicarikan solusinya dan bukan menitik beratkan kepada justru kepada pihak yang menimbulkan masalah. 

Salah satu cara yang benar serta tepat dalam menghadapi permasalahan ialah berhenti saling menyalahkan!

 

“Saudara – saudara janganlah kamu bersungut – sungut

Dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum

Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu”

 Yakobus 5 : 9

God Bless You

Sunday, September 26, 2021

(ArBer)Tidak mau menjadi beban siapapun

 


Tidak mau menjadi beban siapapun

 

Fotohgrafer di atas sepertinya “menampar” dengan keras kita semua yang dikarunia tubuh lengkap dan sehat namun kerap mengeluh.  Mengeluh saja masih mungkin masih bisa diterima, namun apabila sudah rajin mengeluh namun malas berusaha juga sehingga menjadi beban bagi orang lain, maka pantaslah kita merasa malu.

 

Daripada sibuk mengeluh ataupun mengaduh kepada Tuhan akan nasib yang dialami alangkah baiknya kita mengambil jalan untuk berjuang dengan penuh kegigihan.  Tidak semua orang dilahirkan sempurna seperti keinginan dirinya sendiri ada saja kekurangan yang mungkin “sengaja” Tuhan titipkan agar kita semua mau belajar dan bertumbuh.  Bayangkan apa yang terjadi apabila segala yang kita inginkan sudah tercapai dan tersedia, maka sudah pasti kemalasan akan menjadi “hobi” batu kita.

 

Rasul Paulus melaui suratnya kepada Timotius juga mengingatkan sekaligus mencontohkan bahwa kita semua harus tetap berjerih payah dalam kehidupan ini aagr tidak menjadi beban bagi siapapun.  Janhanlah hanya mengaharapkan makanan ataupun roti gratis, namun kita enggan berusaha meraihnya dengan jerih payah serta usaha kita sendiri!  Manusia boleh saja lahir dengan berbagai kekurangan namiun demikian bukan berarti manusia kekuarangan akal untuk dapat berusaha serta bertahan hidup!  Selama kita mau gigih berusaha semuanya pasti ada jalannya, jadi berusahalah dengan kleras apa yang kita tekuni atau ingin kita wujudkan, dan bawalah juga di dalam doa kepada _ Nya yang Maha memberi!

 

Ciri dari seorang yang malas berusaha adalah mengeluh agar mendapat belas kasihan dari orang lain! Dan hal tersebut sama saja dengan menjadikan hidup beban bagi sesama!

 

“Dan tidak makan roti dengan percuma

Tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam

Supaya jangan menjadi ebban bagin siapapun di antara kamu”

2 Tesalonika 3 : 8

 

GOD Bless You

(LaBer)Oleh Karena Sion

 


Oleh Karena Sion



     Am       G
Oleh Karena Sion
    F
Aku Tidak Dapat
G         Am
Berdiam Diri
     Am               G
Dan Oleh Karena Yerusalem
    F
Aku Tidak Akan
G          Am
Tinggal Tenang

       F               G
Sampai Kebenarannya Bersinar
  F         Am
Seperti Cahaya
      F
Dan Keselamatannya
        G         Am
Menyala Seperti Suluh

     G
Maka Bangsa-Bangsa
       F              Am
Akan Melihat Kebenaranmu
      F               G
Dan Semua Raja Akan Melihat
        Am
Kemuliaanmu

    G
Dan Orang Akan Menyebut Engkau
       F       Am
Dengan Nama Baru
      F
Yang Akan Ditentukan
     G          Am
Oleh TUHAN Sendiri

Reff :
       G
Engkau Akan Menjadi Mahkota
   F                  Am
Keagungan Di Tangan TUHAN
       G                           Am
Dan Serban Kerajaan Di Tangan Allahmu


"Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN

Dan serban kerajaan di tangan Allahmu"

Yesaya 62 : 3


GOD Bless You

Friday, September 24, 2021

(LaBer) Ada Ampun Bapa Bagimu

 


Ada Ampun Bapa Bagimu

 (Nikita)



     A                 E
Anak Bungsu Pergi Ke Neg'ri Orang
       Bm      E        A
Tinggalkan Bapanya Mengeluh
     A                 E
Akhirnya Habislah Uang Dan Barang
     Bm        E       A
Hidupnya Dalam Susah Penuh

      A
Pulanglah Anakku
                E
Bapa Rindu Berseru
      A        D     D#dim
Pulanglah Hai Anakku
    A/E   E       A
Ada Ampun Bapa Bagimu

     A                  E
Hidupmu T'lah Cemar Lagipun Hina
      Bm      E       A
Lihat Jalanmu Sudah Sesat
      A                 E
Pulanglah Segera Jangan Kau Tunda
    Bm      E      A
Ada Ampun Bapa Bagimu

      A
Pulanglah Anakku
                E
Bapa Rindu Berseru
      A        D     D#dim
Pulanglah Hai Anakku
    A/E   E       A
Ada Ampun Bapa Bagimu

"Kita patut bersukacita dan bergembira
karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali
ia telah hilang dan didapatkan kembali"
Lukas 15 : 32


GOD Bless You

Thursday, September 23, 2021

(ArBer)Pisau tajam pemisah tulang

 


Pisau tajam pemisah tulang

 

Bukan sembarangan pisau bisa dipakai untuk dapat memisahkan tulang kecil ikan salmon yang siap diolah.  Psiau tersebit haruslah sangat tajam dan dapat memotong dengan halus, sehingga dengan mudah dapat memisahkan tulang salmon dari dagingnya.  Pisau yang tumpul atau terlalu besar hanya akan membuat daging salmon yang menempel pada tulang akan ikut terbuang.

 

Firman Tuhan diumpakan pedang tajam yang mampu memisahkan sendi – sendi dan sum – sum.  Bahkan mampu menusuk dalam memisahkan jiwa dan roh, lebih hebatnya lagi tidak ada pedang yang mempu menyaingi “ketajakam” dari firman Tuhan, bahkan pedang bermata dua manapun.  Lalu apakah maksudnya? Apakah Firman Tuhan berbahaya ? ataukah firman Tuhan justru berguna bagi kehidupan jiwa dan roh kita?

 

Firman Tuhan yang tajam akan membuka segala hal dalam kehidupan ini tanpa ada yang tertutup.  Firman Tuhan bukan hanya berisi aturan – aturan saja, namun juga berisikan segala hal tabu yang tidak pantas di bahas , namun berguna bagi pertumbuhan iman kita.  Segala kejahatan dipisahkannya dengan jelas, bahkan segala kebanran diungkapkan dengan sedalam – dalamnya.  Firman Tuhan mampu mengubah umat manusia dan bahkan menyelamaytkan jiwa serta roh umat manusia.  Jadi firman Tuhan janganlah dianggap menakutkan, namun sebagai “alat” berguna bagi jiwa kita, agar kita hidup terang benderang di dalam kebenaran yang sesuai dengan kehendak Tuhan!

 

Firman Tuhan yang tajam mungkin berisi hal – hal menakutkan dan tidak mengenakkan, namun demikian firman Tuhan itulah yang membuiat kita lebih mengenal serta percaya kepada- Nya!

 

“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam

Dari pedang bermata dua manapun;

Ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh

Sendi – sendi dan sumusum; Ia sanggup membedakan

Pertimbangan dan pikiran hati kita”

Ibrani 4 : 12

 

GOD Bless You