Monday, August 31, 2020

(ArBer)Ibadah sia- sia gara-gara lidah!


 

Ibadah sia- sia gara-gara lidah!

 

Membicarakan orang lain sepertinya sudah menjadi hal lumrah pada saat ini.  Dua atau tiga orang berkumpul maka pasti ada saja pihak lain yang dibicarakan.  Entah buruk ataupun bagus, minimal pasti membicarakan orang lain.

Celakanya bukannya orang – orang duniawi saja yang suka akan membicarakan sesama, bahkan orang – orang percaya juga hobi melakukan hal tersebut.  Orang – orang percaya mungkin awalnya hanya ingin mencari informasi akan sesamanya, namun lama – kelamaan menjadi terlalu “kepo” dan akhirnya menjadi sebuah gosip ataupun menjadi gibah.  Jika sudah demikian maka dosa sudah menguasai jiwa kita semua.

Terkadang keinginan memperoleh informasi bisa mengakibatkan dosa besar.  Awalnya memang hanya ingin tahu, namun jikalau sudah dibumbui maka keinginan tahuan bisa menjadi gosip ataupun fitnah, apalagi jikalau tidak mendapatkan informasi dari sang obyek tersebut.  Jadi percuma saja kita mengaku orang beriman, sedangkan hobi kita justru memperbincangkan orang lain yang sebenarnya tidak ada dihadapan kita.  Janganlah mengaku kita mempedulikan sesama kita, jikalau kita hanya menarik informasi serta kesimpulan tentang dirinya dari orang lain!  Jadi jagalah mulut serta lidah kita, sebelum kita datang beribadah kepada Tuhan!

Segala ibadah kita akan menjadi sia – sia jikalau lidah kita btidak bisa dikekang!

 

“Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah

Tetapi tidak mengekang lidahnya

Ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya”

Yakobus 1 : 26

God Bless You

Sunday, August 30, 2020

(LaBer)Bangkit Dan Bercahayalah

 


Bangkit Dan Bercahayalah

Lanny Nanlohy & Disciples Team


Key: F

 

           F

Bangkitlah menjadi terang


Dm7          F              F#o/D

Bercahayalah umat pilihan Allah


         Gm7

Agar dunia 'kan melihat


   Eb

perbuatanMu yang baik


     Gm7                 C11

dan memuliakan Bapa di surga

 

C          F             Dm7

Bangkitlah jadi pemenang kalahkan musuh


F              F#o/D

dengan kuasa Allah


  Gm7                C          F

Yesus 'kan b'ri kemenangan bagimu

 

Reff:

Em-5  A    Dm7          Em-5  A

       Jadikanlah kami alat-Mu


      Bb    C      F

dalam kuasa Roh Kudus


Em-5  A         Dm7        Em-5  A

       Biar k'rajaanMu ditegakkan


       Gm7                C11  C

diatas batu karang yang teguh

 

 

 

“Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami:

Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi

Bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah

Supaya engkau membawa keselamatan sampai ujung bumi!”

Kisah Rasul 13 : 47

God Bless You

Wednesday, August 26, 2020

(PuBer)Kita lebih daripada burung

 


Kita lebih daripada burung

 

Burung – burung tidak bekerja

Burung – burung selalu mendapat upah

Burung – burung tidak pernah berdoa

Burung – burung selalu mendapatkan makanan

 

kita bisa mengandalkan otak dan otot

kita selalu mengeluh kurangnya upah

kita bisa memohon kepada Tuhan

kita selalu kehilangan keyakinan terhadap Tuhan

 

Tuhan tidak pernah menelantarkan burung – burung

Tuhan juga tidak akan pernah lupa kepada kita

Tuhan selalu menyediakan makanan untuk burung – burung

Tuhan juga selalu menyediakan yang terbaik bagi kita

 

Burung – burung yang tidak mengenal penciptanya saja dipelihara

Masakah manusia yang adalah anak-Nya, namun dilupakan-Nya?

 

“Pandanglah burung – burung di langit

Yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan

Bekal dalam lumbung, namun di beri makan oleh

Bapamu yang di Sorga.  Bukankah kamu

Jauh melebihi burung-burung itu?”

Matius 6 : 26

God Bless You

Tuesday, August 25, 2020

(ArBer) Hartamu untuk siapa?

 


Hartamu untuk siapa?

 

Semakin kaya seseorang biasanya semakin cemas juga hidupnya.  Harta yang sangat sulit sekali untuk di”jaga”.  Tentunya banyak yang mengincar harta tersebut, dari kolega bisnis, lawan bisnis atau bahkan anggota keluarga sendiri, bukan begitu?

Baru – baru ini ada sebuah pimpinan perusahaan besar yang sudah meninggal, namun harta warisannya diperebutkan anak – anaknya yang nota bennya adalah masih anggota keluarga.   Harta berlimpah yang dikumpulkan sedikit demi sedikit ternyata tidak bisa sepenuhnya dinikmati sendiri, dan nantinya akan menjadi milik orang lain.  Bahkan setelah meninggalpun harta berlimpah tersebut menimbulkan masalah bagi anggota keluarga lain yang sebenarnya tinggal menerima tanpa harus bersusah payah.

Jadi benarlah apa yang dikatakan Pengkotbah, bahwa harta yang berlimpah yang dimiliki seseorang bisa jadi adalah suatu ke sia – siaan.  Intinya adalah bukan berapa banyak harta yang kita punyai, namun bagimana cara kita mengelolanya dengan baik.  Segala yang kita punyai pasti akan kita tinggalkan ketika Tuhan Allah memanggil kita kembali, namun teladan yang baik dalam mengelola segala harta akan menjadi warisan yang terbaik bagi keturunan atau anggota kita lainnya.   

Harta yang berlimpah bisa menjadi bumerang yang mencelakan hidup kita ataupun anggota kita jikalau tidak dikeloloa dengan sebaik mungkin!

 

“Orang yang dikaruniakan Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan

Sehingga ia tak kekurangan suatu pun yang diingininya

Tetapi orang itu tidak dikarunia kuasa oleh Allah untuk menikmatinya

Melainkan orang lain yang menikmayinya!

Inilah kesia – siaan dan penderitaan yang pahit”

Pengkotbah 6 : 2

God Bless You

Monday, August 24, 2020

(ArBer) Tetap rendah diri di hadapan yang Mahatinggi!

 

Tetap rendah diri di hadapan yang Mahatinggi!

 

Raja Daud adalah seorang pahlawan perang yang gagah perkasa.  Apabila ia tidak mempunyai keahlian dan keberanian dalam berperang, tentu ia tidak mempunyai banyak pengikut selama pelariannya.  Daud muda saja sudah berani seorang diri melawan pahlawan Filistin yang tidak berani dihadapi oleh para pahlawan Israel.

Sekalipun Tuhan memilih dan menyertainya, namun Daud bukanlah seorang yang mendapatkan mahkota kerajaan oleh karena faktor keturunan, namun Ia sudah berjuang sedemikian keras dari semasa mudanya.  Setelah menjadin raja, apakah Daud menjadi sombong ataupun melupakan Tuhan? jawabannya tentu saja tidak, bahkan Daud merendahkan dirinya serendah – rendahnya untuk meninggikan Tuhan yang mengaruniakan segala keberhasilan serta kemahsyuranya.

Teladan raja Daud haruslah selalu kita tiru.  Setinggi apapun jabatan kita, atau sepintar apapun kita, bahkan se kaya apapun kita, semuanya tentu adalah atas ijin dari Tuhan.  Tentu kita berjuang dengan sekuat tenga dan maksimal, namun dibalik itu semua peran Tuhan Allah tetaplah nyata sehingga kita bisa seperti ini pada hari ini.  Jadi cobalah renungkan apa yang telah Tuhan lakukan dalam kehidupan kita!  Berdoa, naikan pujian serta bersyukurlah selalu dan akuilah segala ketidak berdayaan kita jikalau tidak ada pertolongan dari pada- Nya!  

Kita memang harus selalu merendahakn diri dihadapan – Nya, sebab hanya Tuhan Allahlah yang maha Tinggi!

 

“Lalu masuklah raja Daud ke dalam

Kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata

Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH

Dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa

Aku sampai sedemikian ini?”

2 Samuel 7 : 18

God Bless You

(ArBer) Buah jatuh jauh dari pohonnya.

 

Buah jatuh jauh dari pohonnya.

 

Siapa yang setuju dengan pernyataan di atas?  Cukup wajar jikalau ada dua kubu yang bersebrangan oleh karena pernyataan tersebut, sebab dalam kenyataannya pernyataan tersebut sangat mungkin terjadi.

Salah satu contoh sederhananya adalah ketika Yesus sedang mengajar dan kemudian beberapa ahli taurat “mencobai” – Nya.  Yesus menanyakan dari keturunan siapakah mereka, dan kemudian mereka menjawab bahwa mereka keturunan Abraham.  Sayang sekali pernyataan mereka justru membuat mereka terjebak, sebab jikalau mereka adalah anak Abraham mereka justru melakukan apa yang bersebrangan dengan bapanya Abraham.

Jikalau kita saat ini mengatakan bahwa Bapa kita adalah Tuhan Allah, maka apakah kita sudah menjadi buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya?  Apakah kita justru melakukan apa yang bersebrangan dengan Tuhan Yesus?  Jikalau memang perbuatan kita tidak mencontohkan perbuatan kasih layaknya Yesus maka kita adalah buah yang jatuh dan kemudian menggelinding jauh dari pohon yang “melahirkan” kita.  Jadi pernyataann di atas ada benarnya juga!

Jikalau benar kita adalah anak – anak terang, maka kita harus memancarkan kasih layaknya Yesus Sang terang dunia!

 

“Jawab mereka kepada – Nya: Bapa kami ialah Abraham

Kata Yesus kepada mereka:  Jikalau sekiranya

 Kamu anak – anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan

Pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham”

Yohanes 8 : 39

God Bless You

Sunday, August 23, 2020

(ArBer) Jangan pura - pura ataupun sengaja tidak dengar!

 

Jangan pura - pura ataupun sengaja tidak dengar!

 

Bukan hanya negara berkembang saja yang mempunyai banyak tunawisma di negaranya, kenyataanya banyak negara maju juga masih terdapat banyak tunawisma.  Tunawisma atau yang biasa disebut “gelandangan” adalah merekayang kurang beruntung atau sedang mengalami nasib tidak baik, sehingga harus kehilanggan harta mereka sama sekali dan akhirnya harus mengandalkan kebaikan ataupun belas kasihan orang lain untuk dapat bertahan hidup.

Alkitab pernah menceritakan seorang tunawisma yaitu Lazarus yang meninggal oleh karena tidak ada yang mau membantunya ataupun berbelas kasihan, padahal disekitarnya ada seorang yang sangat kaya.  Setelah memohon belas kasihan kepada orang kaya tersebut dan tidak direspon, maka matilah Lazarus.  Uniknya dalam cerita tersebut orang kaya yang mati kemudian ternyata juga membutuhkan bantuan Lazarus di alam baka.

Celakanya orang kaya yang semasa hidupnya tidak mengindahkan permintaan tolong Lazarus akhirnya juga tidak didengarkan ketika di alam baka berteriak meminta tolong.  Jadi jelaslah berlaku prisip yang tercatat di kitab Amsal.  Bagi mereka yang tidak eduli atau dengan kata lain “menutup telinga” ketika ada yang meminta bantuan, maka hal tersebut akan berlaku juga bagi dirinya sendiri ketika ia sendiri meminta bantuan.  Selagi telinga kitra masih bisa mendengar, maka janganlah pernah tutup telinga kita kepada mereka yang berseru meminta tolong!  Sebab suatu saat kitapun akan berseru meminta tolong!

Sama seperti kita yang mengingkan respon ketika berseru meminta bantuan, maka tolonglah orang lain yang berseru meminta bantuan!

 

“Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah

Tidak akan menernima jawaban,

Kalau ia sendiri berseru - seru”

Amsal 21 : 13

God Bless You

Saturday, August 22, 2020

(LaBer)Tuhan Mulialah NamaMu

 

Tuhan Mulialah NamaMu

 (Maria Shandi)

 

Bait :

  Bb       Dm    D#         Bb/D

Tuhan Mulialah Nama-Mu Di Bumi Ini


  Cm       D#/Bb        F/A

Nama-Mu Diagungkan Di Bumi


    D#          Bb/D       Cm   F     Bb

Kemuliaan-Mu Di Surga Mengata – si Bintang


  Cm         F         Bb

Betapa Mulia Nama-Mu Tuhan

 

Reff:

  Gm              Dm

Bila Kupandang Ke Langit


      Gm            Dm

Bulan Dan S’gala Bintang


   D#           F      Bb

Ku Heran Kau Memperhatikanku


      Gm          Dm      Gm      Dm

Kau Pilih Dan Kasihiku, Memahkotaiku


      Cm      C      F

S’bab Itu Kupuji Kau S’lamanya

 

 

 

“Ya TUHAN, Tuhan kami,

Betapa mulianya nama – Mu di seluruh bumi

Keagungan- Mu yang mengatasi langit dinyanyikan!”

Mazmur 8 : 2

God Bless You

Wednesday, August 19, 2020

(LaBer) Nyatakan KeajaibanMu

 

Nyatakan KeajaibanMu 

 

Bait :

A           Amaj7  Asus4

  Kau Tuhan, Kau Raja


                Amaj7

  Kau Yang Kusembah


A            Amaj7     Asus4

  Yang Hidup, Yang Bangkit


               Amaj7

  Demi Kemenangan


      F#m         C#m

  Kau Lah Anak Domba


             D             E

  Yang Berkuasa, Tuk S’lamanya

 

Reff :

     A            Em

Nyatakan KeajaibanMu


     D              E

Nyatakan Dalam Hidupku


     C#m       F#

Nyatakan, Nyatakan


           Bm

Nyata Di Sini


         E

Saatku MenyembahMu


A

Tuhan

 

“Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah,

Dan nyanyian Anak domba, bunyinya:

Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah

Yang Mahakuasa! Adil dan benar

Segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!”

Wahyu 15 : 3

God Bless You

Tuesday, August 18, 2020

(PuBer)Persatuan adalah yang utama

 

Persatuan adalah yang utama

 

Perbedaan tidak perlu ditolak

Perbedaan fisik bukanlah pilihan

Perbedaan tidak perlu dijadikan pergunjingan

Perbedaan bukanlah aib

Perbedaan bukanlah sumber kelemahan

Perbedaan adalah alasan untuk bersatu

 

Persatuan mendatankan sukacita

Persatuan menguatkan jiwa dan raga

Persatuan bisa menjadi kekautan bangsa

Persatuan harus dilesatarikan

Persatuan penting untuk meraih cita – cita bangsa

Persatuan adalah kemenangan bersama

 

Persatuan adalah hal utama suatu bangsa yang harus diwujudkan

Perpecahan adalah hal utama suatu bangsa yang harus dibuang

 

“Tetapi aku menasihatkan kamu saudara – saudara

Demi nama Tuhan kita Yesus Kristus

Supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan

Di antara kamu. Tetapi sebaliknya supaya kamu

Erat bersatu dan sehati sepikir”

1 Korintus 1 : 10

God Bless You

(ArBer) Tanganmu sanggup meringankan beban sesama!

 

Tanganmu sanggup meringankan beban sesama!

 

Tidak semua orang mengalami kesulitan pada saat pandemi seperti ini.  Ada juga yang justru bisa bertahan ataupun mendaoatkan berkat berlimpah.  Siapa yang merasa mampu memang sudah saatnya mengulurkan tangan kepada mereka yang kurang mampu.

Beban berat akan terasa lebih ringan jikalau masing – masing individu mau untuk saling berbagi beban.  Setiap orang yang bersedia membantu sesamanya unutk meringankan beban sesamanya, sebenarnya sudah menjalankan humum kasih Tuhan Allah. Hukum kasih bukanlah kata – kata indah pemberi semangat saja, namun juga tidandakan – tindakan nyata sekecil apapun juga.

Kondisi dunia memang sedang tidak baik ataupun ideal, namun inilah waktu paling sempurna unutk menunjukkan kasih Tuhan Allah!  Janganlah kita menahan tangan kita untuk meraih tangan mereka yang sedang membutuhkan pertolongan.  Semakin banyak tangan kita membantu sesama kita maka dunia ini tidak akan pernah menjadi “neraka” bagi umat manusia yang berkekurangan ataupun menderita.  Itulah tugas kita sebagai terang dunia!  Sebab jikalau kita tidak bersinar, maka dunia ini akan segera menjadi gelap.

Tidak ada beban kehidupan yang terlalu berat, yang adalah “tangan” yang terlalu berat untuk saling membantu!

 

“Kita yang kuat,

Wajib menanggung kelemahan orang

Yang tidak kuat dan jangan kita mencari

Kesenangan kita sendiri”

Roma 15 : 1

God Bless You

Monday, August 17, 2020

(ArBer) Seharusnya sekali merdeka tetap merdeka!

 Seharusnya sekali merdeka tetap merdeka!

 

Kalimat di atas selalu muncul ketika perayaan hati kemerdekaan di negeri ini.  Hari ini kita semua rakyat Indonesia merayakan hari kemerdekaan ke – 75, dan kalimat tersebut memang masih relevan untuk terus diucapkan, sebab kita semuan tentunya tidak mau lagi dijajah ataupun dalam keadaan tidak bebas ataupun tidak merdeka.

Merdeka seperti demikian jugalah yang dibicarakan Rasul Paulus terhadap jemaat Galatia.  Paulus ingin mereka semua yang telah dimerdekakkan Kristus tetap menjadi orang yang merdeka dari belenggu dosa sampai dengan selamanya.  Siapapun yang sudah menerima kemerdekaan dari Kristus harus tetap berdeiri teguh dan jangan lagi kalah oleh dunia ini ataupun kalah dari segala hawa nanfsu yang akan mendatangkan dosa kembali!

Kemerdekaan adalah pencapaian sekali saja dalam kehidupan ini, kemudian selanjutnya adalah tugas kita untuk tetap mempertahankan kemerdekaan tersebut!  Kita tidak boleh lalai dan akhirnya membuat kemerdekaan kita direngut kembali, sebab jikalau seudah demikiaan maka belum tentu ada kesempatan lagi bagi kita unutk merdeka.  Jadi janganah menyia – nyiakan kemerdekaan yang sudah kita dapatkan, sebab perjuangan kita sebenarnya baru dimulai ketika kita mengisi ataupun memaknai kemerdekaan tersebut dan bukan hanya menikmati momen tersebut saja!

Kemerdekaan adalah anugerah dari Yang Maha kuasa, namun mempertahankan kemerdekaan adalah tergantung dari usaha serta upaya kita sendiri!

 

“Supaya kita sungguh – sungguh merdeka

Kristus telah memerdekakan kita

Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi

Dikenakan kuk perhambaan”

Galatia 5 : 1

God Bless You

Sunday, August 16, 2020

(LaBer) Sayang disayang

 

Sayang disayang

 

D                   D7

Sayang, sayang, disayang


    G          D

Aku disayang Tuhan


    G             F#m  Bm

Aku diangkat jadi anak-Nya


    Em  A      D

Aku disayang Tuhan

 

       A                 D Bm

Glori, glori, glori, haleluya


       Em        A          D

Glori, glori, glori, puji Tuhan


       A                 D Bm

Glori, glori, glori, haleluya


       Em        A          D  A D

Glori, glori, glori, puji Tuhan

 

“Lihat betapa besarnya kasih yang dikaruniakan

Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah

Dan memang kita adalah anak – anak Allah

.............................................”

1 Yohanes 3 : 1

God Bless You