Tuesday, May 1, 2012

(ArBer)Si pemalas yang bijak.



Si pemalas yang bijak.


Gambar diatas adalah salah contoh nyata dari seorang pemalas yang sangat pintar berkelit.  Bukanya bekerja pada saat jam kerja, orang tersebut malah asyik berbicara dengan telepon.  Hebatnya lagi dia mempunyai alasan bijak penuh hikmat yang bisa membenarkan kelakukannya yaitu, bahwa “seseorang nantinya akan dihakimi Tuhan melalui Iman ataupun keyakinan mereka, dan bukan dari apa yang dikerjakannya”

Pastinya kita sendiri juga terkadang selalu berusaha mencari – cari alasan agar kita dapat menunda apa yang bisa kita kerjakan.  Semakin logis alasan yang kita berikan, maka akan semakin mudah bagi kita untuk mengulangi kemalasan kita di masa yang akan datang.  Bahkan ironisnya terkadang kita terkadang membawa nama Tuhan ataupun firman- Nya dengan sengaja untuk dijadikan alasan kemalasan kita untuk beraktivitas ataupun bekerja.

Hari ini seluruh buruh / atau tenaga kerja upahan merayakan hari buruh dunia.  Banyak tuntutan yang akan mereka suarakan kepada perusahaan tempat mereka memeras tenaga, pikiran dan keringat.  Salah satu tuntutan mereka tentunya adalah perbaikan nasib para buruh, melalui pemberian upah yang layak, jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, dan lain sebagainya.  Intinya mereka mungkin sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk bermalas-malasan, sebab dengan bekerja total saja pendapatan mereka masih di bawah rata-rata kebutuhan hidup.  Alangkah baiknya saat ini kita melakukan intropeksi diri, apakah nasib kita sudah lebih baik dari para buruh tersebut! Jika kita memang bernasib lebih baik(dari segi pendapatan, fasilitas, jaminan masa depan, dll), seharusnya kita merasa malu akan mental kita yang malas, ataupun sering menunda suatu pekerjaan atau kewajiban.  Jadi mulai saat ini kita harus membuka mata dan melihat banyaknya  mereka yang belum mendapatkan pekerjaan ataupun upah yang layak!  Janganlah mencari alasan lagi untuk bermalas-malasan, sebab bisa jadi kita akan menjadi salah satu dari mereka, jika tidak profesional dalam pekerjaan kita!

Alasan bijak untuk kemalasan kita mungkin bisa diterima atasan kita, namun Tuhan tahu segala isi hati kita, maka Dia yang memberkati kita bisa saja menarik kembali segala rejeki kita oleh karena kemalasan kita!


 “Si pemalas mengganggap
Dirinya lebih bijak dari pada tujuh orang
Yang menjawab dengan bijaksana”
Amsal 26:16


GOD Bless u

No comments: