Thursday, February 25, 2016

(ArBer)"Makanan" untuk jamban.

"Makanan" untuk jamban.

Gambar di atas tentu akan membuat beberapa orang kehilangan nafsu makannya, meskipun sebenarnya kloset atau jamban tersebut hanyalah replika saja.  Sedangkan makanan segar yang di atasnya adalah makanan asli yang bisa dinikmati siapa saja.

Sebenarnya ada korelasi antara makanan dan kloset.  Setiap makanan yang masuk ke dalam mulut kita akan segera di proses di dalam perut.  Setelah gizi dari makanan tersebut diserap, maka sisanya akan menuju “tempat pembuangan akhir” yaitu kloset atau jamban.  Kesimpulannya adalah apapun jenis makanannya, segala yang masuk ke dalam perut atau tubuh kita ini, pasti pada akhirnya akan dibuang ke dalam jamban, jadi makanan yang kita konsumsi sebenarnya juga adalah "makanan" untuk jamban kita.

Yesus memberikan perumpamaan tersebut bukan untuk menjelaskan proses biologis tubuh manusia dalam mengolah makanan yang dikonsumsi.  Yesus hanya ingin menekankan bahwa bahaya yang terbesar dalam hidup ini bukanlah dari apa yang akan masuk ke dalam tubuh manusia, melainkan apa yang akan keluar dari tubuh manusia.  Apa yang kelauar dari mulut, hati ataupun pikiran kitalah yang akan menajiskan kita ataupun menghasilkan dosa.  Bagi orang percaya tentu tidak ada makanan yang diharamkan untuk masuk ke dalam perut, namun banyak sekali kata – kata, pemikiran ataupun sifat hati yang diharamkan- Nya keluar dari dalam diri kita!

Jadi seteliti apapun kita dalam memilih makanan yang masuk ke dalam tubuh kita, kita harus lebih teliti lagi akan apa yang akan keluar dari mulut, hati serta pikiran kita!

“Maka jawab – Nya: Apakah kamu tidak dapat memahaminya?
Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar
 Yang masuk ke Dalam seseorang tidak dapat menajiskanya,
Karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya,
Lalu dibuang di jamban? Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal
Kata – Nya lagi : Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskanya”
Markus 7 : 18 - 20



GOD Bless u

No comments: