Monday, March 26, 2018

(ArBer)Penghormatan palsu.


Penghormatan palsu.

Perhatikanlah gambar di atas!  Gambar itu melukiskan keadaan di mana Yesus disambut begitu banyak orang di Yerusalem.  Raut muka dari banyak orang tersebut melukiskan suatu kebahagiaan, akan tetapi apakah kebahagian dan sukacita untuk menyambut Yesus tersebut bertahan lama, atau hanya situasional saja?

Meskipun ironis faktanya mereka semua yang menyambut Yesus juga ikut mengambil bagian dalam mengolok – olok Yesus ketika Dia hendak disalibkan.  Lalu apakah secepat itukah perasaan mereka berubah?  Hanya dalam hitungan hari saja rasa kagum dan hormat mereka berubah menjadi kebencian tak terbatas.  Terlepas dari fitnah Imam – imam besar, ataupun apapun alasannya, masakah orang – orang tersebut mudah sekali merubah pandangan mereka? Atau bisa jadi pujian serta penghormatan kepada Yesus ketika masuk ke Yerusalem hanyalah sikap yang palsu? Atau mereka malukan itu hanya unutk melihat mukjizat dari Dia?(intinya tidak tulus ataupun sepenuh hati)

Sebelum kita sibuk menghakimi “mereka” seharusnya kita juga melakukan intropeksi diri.  Apakah benar kita menerima Yesus dengan sepenuh hati kita, ataupun mengakuinya sebagai Juruselamat kita dengan penuh kyakinan, ataukah kita hanya terjebak aturan keluarga, aturan Gereja atau status agama kita saja?  Atau yang lebih parah kita “menyambutnya” hanya demi agar doa kita dikabulkan?  Jika demikian adanya apalah bedanya kita dengan mereka yang menyambut dan juga mencaci maki, mengumpat, menghina sampai dengan meludahi muka Yesus?

Apakah alasan anda dalam memuji dan memulikan Yesus?  Apakah latar belakang anda dalam mengasihi serta menerima – Nya sebagai Sang Juruselamat dunia?

 “Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus
Dan mengikuti – Nya dari belakang berseru, katanya :
Hosana bagi anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan
Hosana di tempat yang mahatinggi!”
  Matius 21 : 9
GOD Bless u

No comments: