Thursday, August 25, 2022

(ArBer)Tidak merasa lebih maupun kurang

 


Tidak merasa lebih maupun kurang

 

Tokoh pada gambar di atas tentu saja tidak banyak yang mengenalnya.  Meskipun demikian beliau adalah salah satu anak konglomerat di negeri ini.  Hanya saja sikapnya yang sederhana benar – benar tidak menggambarkan seorang yang pantas di beri label “grazy rich”.

Tidak semua orang yang mempunyai semuanya bisa menahan diri dari yang namanya flexing atau gaya hidup untuk pamer kekayaan.  Tokoh di atas adalah salah satu orang yang tidak suka pamer bahkan hidup dengan gaya yang sederhana, meskipun sebenarnya dari segi ekonomi tentu berada di atas tingkatan yang berbeda.  Alasannya sederhana yaitu beliau merasa sudah cukup dan terbiasa mencukupkan diri, jadi tidak ada yang perlu dilebih – lebihkan, apa adanya saja.

 Rasul Paulus juga mengerti apa yang namanya kelebihan maupun kekurangan.  Ketika kekurangan beliau tidak mengeluh, dan beitu juga ketika tidak kekurangan, malahan beliau tidak membanggakannya, melainkan tetap beursaha hidup apa adanya dengan mencukupkan diri dalam segala keadaan.  Teladan ke dua tokoh tersebut di atas memang adalah teladan yang harus kita ikuti, sebab jikalau kita tidak pernah merasa cukup kita akan selalu merasa kurang.  Sebaliknya jikalau kita terus membanggakan kelebihan kita, maka kita tidak sadar, behwa itulah kekurangan kita yang sesungguhnya yaitu tidak mampu bersikap rendah hati!

Merasa cukup dan selalu bersyukur adalah sikap terpuji mereka yang berkelebihan maupun berkekurangan!

“Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan

Sebab aku telah belajar mencukupkan diri

 Dalam segala keadaan”

 Filipi 4 : 11

God Bless You

No comments: