Kotbah Petrus
Petrus akhirnya mendapatkan kesempatan untuk membangun jemaat mula – mula, ketika ia berbicara atau kotbah di hadapan ribuan orang. Petrus yang pernah gagal imannya, kemudian dikuatkan Yesus agar dapat menjadi batu karang yang kokoh untuk kawanan domba Allah, dan pada hari Pentakosta tersebut, hal itupun terwujud.
Kotbah
di serambi Salomo akhirnya menjadi sebuah awal baru bagi umat yang ingin
menjadi pengikut Kristus. Banyak orang
yang kala itu belum mengeal bahkan menjadi pembenci Kristus, malahan berubah
menjadi pengikut- Nya yang setia. Lalu
kira – kira apa rahasia Petrus sehingga mampu menggerakan hari banyak orang
yang datang kala itu? Tentu itu semua
terjadi oleh karena anugerah Tuhan Allah, namun juga ada sumbangsih Petrus yang
menerjemahkan segala kehendak Tuhan dengan benar.
Petrus
yang tahu bahwa dosa sudah menutupi orang – orang disana oleh karena beberapa
waktu lalu mereka juga menjadi saksi serta pelaku yang memaksakan Kristus
disalib. Alih – alih menghakimi mereka,
malahan Petrus membuka pintu maaf dan menyarankan mereka semua agar bertobat
dan memberi diri dibaptis dalam nama Allha Tritunggal. Petrus tidak mau mempermasalahkan dosa masa
lalu, dan ia fokus akan masa depan yang lebih baik yang sesuai dengan kehendak
Tuhan. Jadi adakah diantara kita saat
ini yang berhadapan dengan orang 3 orang berosa yang pantas dihukum? Apakah kita maumengajak atau memberi
kesempatan kepada mereka untuk bertobat? Atau bahkan kita sendiri yang turun
tangan menghukum mereka?
Jikalau
penghukuman adalah fokus Tuhan Allah, maka Kritus Yesus sebenarnya tidak perlu
hadir ke dalam dunia ini!
“Jawab Petrus kepada
mereka:
Bertobatlah dan
hendaklah kamu masing – masing
Memberi dirimu
dibaptis dalam nama Yesus Kritsus
Untuk pengampunan
dosamu
Maka kamu akan
menerima karunia Roh Kudus”
Kisah Para Rasul 2 : 38
God Bless You

No comments:
Post a Comment