Thursday, June 12, 2025

(ArBer)Waktu bahagia = waktu berduka

 


Waktu bahagia = waktu berduka

 

Semua orang tentunya ingin merasakan sukacita dan kebahagian jangka panjang tanpa mengalami derita.  Sayangnya dalam kehidupan ini, sukacita dan dukacita adalah satu kesatuan seperti uang logam yang bermuka dua.  Jadi dalam kehidupan ini akan selalu ada dua hal tersebut.

Pengkotbah yang begitu bijaksana serta penuh hikmat mengetahui bahwa selama matahari masih ada akan selalu ada derita dan juga sukacita.  Tidak ada derita tanpa akhir, dan tentu juga seseorang tidak bisa selalu merasakan kebahagian.  Menurutnya untuk segala sesuatu hal di bumi ini, akan ada waktunya masing – masing.  Hal tersebut adalah keadilan juga dari Tuhan Allah yang Maha kuasa.

Siapa saja yang saat ini sedang berduka, meratap ataupun menangis, tenang saja hal tersbut semuanya akan berlalu.  Begitu juga sebaliknya, meraka yang tertawa bahagia dan bersuka cita harus siap juga dengan keadaan sebaliknya yang pasti juga akan dirasakan.  Waktu yang Tuhan ebrikan kepada setiap umat manusia sama semua selama 24 jam, begitu juga dengan keadaan yang akan dirasakan.  Baik bahagia maupun kesedihan, semua ada waktunya dan kita hanya perlu menyerahkan semuanya ke dalam pemeliharaan Tuhan Allah.

Waktu dari Tuhan selalu sempurna, entah waktu berduka maupun bersuka, semuanya pasti akan kita rasakan!

 

“Ada waktu untuk menangis

Ada waktu untuk tertawa;

Ada waktu untuk meratap;

Ada waktu untuk menari”

Pengkotbah 4 : 3

 

God Bless You

No comments: