Waktu bahagia = waktu berduka
Semua
orang tentunya ingin merasakan sukacita dan kebahagian jangka panjang tanpa
mengalami derita. Sayangnya dalam
kehidupan ini, sukacita dan dukacita adalah satu kesatuan seperti uang logam
yang bermuka dua. Jadi dalam kehidupan
ini akan selalu ada dua hal tersebut.
Pengkotbah
yang begitu bijaksana serta penuh hikmat mengetahui bahwa selama matahari masih
ada akan selalu ada derita dan juga sukacita.
Tidak ada derita tanpa akhir, dan tentu juga seseorang tidak bisa selalu
merasakan kebahagian. Menurutnya untuk
segala sesuatu hal di bumi ini, akan ada waktunya masing – masing. Hal tersebut adalah keadilan juga dari Tuhan
Allah yang Maha kuasa.
Siapa
saja yang saat ini sedang berduka, meratap ataupun menangis, tenang saja hal
tersbut semuanya akan berlalu. Begitu
juga sebaliknya, meraka yang tertawa bahagia dan bersuka cita harus siap juga
dengan keadaan sebaliknya yang pasti juga akan dirasakan. Waktu yang Tuhan ebrikan kepada setiap umat
manusia sama semua selama 24 jam, begitu juga dengan keadaan yang akan
dirasakan. Baik bahagia maupun kesedihan,
semua ada waktunya dan kita hanya perlu menyerahkan semuanya ke dalam
pemeliharaan Tuhan Allah.
Waktu dari Tuhan selalu
sempurna, entah waktu berduka maupun bersuka, semuanya pasti akan kita rasakan!
“Ada waktu untuk
menangis
Ada waktu untuk
tertawa;
Ada waktu untuk
meratap;
Ada waktu untuk
menari”
Pengkotbah 4 : 3
God Bless You

No comments:
Post a Comment