Tempat tidak layak, namun siap
Betapa
indahnya palungan tempat Yesus lahir seperti di atas. Palungan nan indah tersebut ternyata hanyalah
ilustrasi semata yang dibiasi oleh berbagai hiasan untuk memeriahkan perayaan
Natal di sebuah Gereja. Fakta yang tercatat
dalam Alkitab memang benar Yesus lahir dan ditempatkan di palungan, namun
kondisinya tentu jauh dari gemerlapan lampu yang indah bahkan juga layak.
Ketika
tiba waktunya bayi Yesus dilahirkan, dikatkan tidak ada tempat baginya di
penginapan. Hal tersebut bukan karena
Yusuf tidak mempunyai uang, namun karena memang penginapan penuh oleh banyaknya
orang yang berkunjung ke Yerusalem pada saat itu. Akirnya Yesus lahir ditempat yang memang
dinilai tidak layak akan tetapi siap menerima kelahiran- Nya. Sama seperti keadaan saat itu, adakah tempat
di hati kita untuk menerima – Nya?
Bisa
jadi kita sering menolak kehadiran Kristus oleh karena hati dan pikiran kita
sudah dipenuhi oleh perkara – perkara dunaiwi.
Tuhan yang sebenarnya ingin hadir di dalam kehidupan kita akhirnya kita
tolak begitu saja. Mulai saat ini
cobalah ambil waktu untuk berdiaam diri di hadapan- Nya, dan mulailah perlahan
melepaskan segala isi hati dan pikiran kita! Dan sdiakanlah tempat terbaik
dalam hati dan pikiran kita untuk kehadiran Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat
kita!
Tempat
terbaik bagi kehadiran- Nya, bukanlah tempat yang indah dan spesial, melainkan
tempat sederhana namun siap menerima- Nya!
“Dan ia melahirkan
seorang anak laki – laki
Anaknya yang sulung,
lalu dibungkusnya dengan lampin
Dan dibaringkannya di
dalam palungan
Karena tidak ada
tempat bagi mereka di rumah penginapan”
Lukas 2 : 7
God Bless You

No comments:
Post a Comment