Wednesday, December 17, 2008



(ArBer)


Terjadwal bukan Dijadwal…

Doni adalah seorang pemuda yang rajin lari pagi. Biasanya setiap hari sebelum berangkat kerja dia menyempatkan diri lari pagi sekitar kurang lebih 45 menit sehari, dan hasilnya Doni selalu terlihat segar serta jarang sekali tubuh Doni terserang penyakit, bahkan penyakit ringan sekalipun seperti flu atau batuk. Mendekati penghujung tahun, Doni disibukkan dengan padatnya pekerjaan, karena perusahaan tempatnya bekerja akan ”tutup buku” sebelum merencanakan program dan target baru di tahun yang akan datang. Kesibukan Doni membuatnya selalu pulang larut malam, sehingga dia selalu bangun lebih siang dari biasanya. Kebiasaanya berolah raga pun mulai ditinggalkannya akibat kesibukannya, lalu hasilnya badan Doni terlihat lebih gemuk dan akhir – akhir ini dia sering terserang flu. Doni lalu mencari akal dengan membeli alat kesehatan untuk digunakan sebagai pengganti lari paginya. Alat kesehatan itu diletakkan di dalam rumahnya sehingga dia tidak perlu lari keluar rumah setiap pagi. Namun lagi – lagi kesibukannya akhirnya dia jarang menggunakan alat tersebut. Suatu hari dia meminta cuti dari pekerjaannya. Doni memanfaatkan waktu cutinya tersebut untuk berolah raga sepuas – puasnya, dia berlari pada alat tersebut sampai ber jam – jam untuk mengganti waktunya berolah raga selama ini yang tertunda. Hasilnya Doni kelelahan dan menderita kejang pada otot – otot kakinya akibat terlalu memaksakan diri berlari. Bukan sehat yang Doni dapat malah sekarang dia harus beristirahat.


Olah raga yang terjadwal, memang tidak bisa digantikan dengan olah raga yang dijadwal, tidak bisa latihan rutin 30 menit sehari selama seminggu, diganti dengan 3 jam sehari untuk menganti waktu latihan yang tertunda satu minggu. Selain latihan untuk kesehatan jasmani, latihan untuk kesehatan rohani juga perlu dipikirkan. Kita harus rutin dengan tekun melatih diri kita, jangan sampai kita menunda dan terus menjadwal ulang kegiatan kita untuk melatih kesehatan rohani kita misalnya dengan, berdoa, rajin membaca renungan harian, Alkitab ataupun mengikuti kebaktian serta kegiatan rohani lainnya. Kita tidak boleh membaca alkitab sebualan sekali dengan membaca 2 sampai 3 kitab, atau berdoa seminggu sekali selama 7 jam. Sama seperti Doni yang akhirnya mengalami kejang otot mungkin kita juga akan mengalaminnya jika berlutut berdoa selama tujuh jam sehari. Alangkah baiknya jika segala kegiatan rohani kita terjadwal, hal ini akan membantu kita agar konsisten dan melatih komitmen kita dihadapan-Nya untuk terus bersekutu serta memelihara iman kita hari lepas hari. Setiap hari selalu mempunyai kesulitannya sendiri, jadi masa kita harus mengumpulkan segala permasalahan selama 7 hari barulah kita memberitahukan Bapa kita?.....

Kesimpulannya adalah jadwal yang konsisten dan tekun akan memperlihatkan hasil bertahap yang sempurna.


”sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah

kamu melakukan kehendak Allah,

kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu”

Ibrani 10:36


GOD Bless u


No comments: