Tuesday, September 1, 2015

(ArBer)konsekuensi akibat berbohong

konsekuensi akibat berbohong

Cobalah sejenak anda bayangkan apabila cerita fiksi anak – anak “pinocchio” menjadi sebuah kenyataan.  Pastinya tidak akan sulit menemukan banyak orang yang berhidung panjang, atau bisa jadi hidung kita sendirilah yang paling panjang dan kepanjangannya sampai puluhan meter.

Seharusnya setiap kebohongan memang mendapatkan hukuman serta konsekuensi secara instan.  Namun pertanyaanya apakah setiap orang akan menjadi takut akan berbohong? Bisa jadi manusia tidak menjadi jera dan berusaha beradaptasi dengan keadaan seperti itu(hidung panjang).  Namun apabila konsekuensi dari berbohong adalah kematian, mungkin manusia akan menjadi ciut serta kapok untuk berbohong lagi.

Ketika berbohong, Ananias dan isterinya Safira merasakan konsekuensi instan yang menakutkan yaitu kematian.  Tuhan memanglah pemilik jiwa kita, dan kematian ada ditangan- Nya, namun demikian Dia bukanlah Tuhan Allah yang kejam.    Tuhan bisa saja mencabut nyawa manusia ketika mereka berbohong atau melakukan dosa apapun, namun karena Karakter Tuhan adalah kasih, maka selalu ada kesempatanh untuk bertobat.  Saat kita berbuat dosa, Tuhan ingin sekali kita mengakuinya dan bertobat sesegera mungkin agar kasihnya mampu memafkan kita dan meluputkan kita dari hukuman maut.  Jadi mulai hari ini jauhilah kebohongan, sebab walalupun belum tentu kita mendapatkan hukuman serta konsekuensi instan, hukuman maut tetap menanti kita di akahir kehidupan ini!

Kebohongan adalah seuatu dosa yang tidak pernah mengenal kata puas, begitu juga dengan hukuman atas kebohongan itu sendiri yaitu siksaan api panas yang tidak mengenal kata padam.

 “kata Petrus kepadanya : mengapa kamu berdua
Bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan
Lihatlah, orang – orang yang baru menguburkan suamimu
Berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar”
Kisah Para Rasul  5 : 9

GOD Bless u

No comments: