Thursday, April 18, 2024

(ArBer)Boleh saja mencabut perkataan kembali!

 


Boleh saja mencabut perkataan kembali!

 

Sebelum mengeluarkan kata – kata memang ada alangkah baiknya kita pikirkan dahulu.  Bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa “air ludah, tidak dapat dijilat kembali”.  Kita adalam manusia biasa yang bisa saja salah dalam berkata – kata, ketika salah apakah kita akan menarik kembali ucaoan kita? Atau tetap mempertahankan pendirian kita, oleh karena pribahasa tersebut?

Ayub adalah seorang yang salah dan hidup benar dihadapan Tuhan Allah, namun demikian pencobaan tetap saja menghampiri hidupnya.  Pencobaan yang bukan hanya pencobaan biasa, melainkan sebuah pencobaan berat yang menekan mental dan fisiknya.  Ayub yang begitu mengandalkan Tuhan, akhirnya juga sedikit meragukan Tuhan.  Akan tetapi ketika Tuhan allah menjawab segala keraguannya, Ayub sadar dan menarik kata-katanya terhadap Tuhan.

Setiapo orang pati pernah salah dalam berkata – kata, kita jangan ragu menarim kata – kata kita serta meminta maaf, jikalau memang kata – kata kita salah ataupun menyakiti sesama.  Kita jangan terus bersikap sombong tanpa mau menarik kembali “ludah” kita, meskipun kita sadar bahwa kita telah salan berucap!  Menarik kembali kata – kata dan menyesalinya akan membuat kita sadar agar kelak lebih berhati – hati lagi dalam berucap!

Tidak masalah merendahkan diri untuk menarik perkataan kita, jikalau memang itu mendatangkan kebaikan dari Tuhan!

 

“Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku

Dan dengan menyesal

Aku duduk dalam debu dan abu”

Ayub 42  : 6

God Bless You

No comments: