Sadar diri dan bersandar pada Tuhan!
Domba
adalah hewan yang lemah, sebab mereka tidak mempunyai pertahanan diri. Mereka adalah rantai makanan ditingaktan
rendah yang berarti adalah mangsa utama bagi para predator pemakan
daging. Ketika ancaman dari predator
datang maka domba tidak mampu membela dirinya sendiri.
Gigi
domba tidak tajam, sebeb mereka adalah pemakan tumbuh – tumbuhan. Kuku juga tidak terdapat pada domba. Kecepatan lari domba juga tidak bisa
dibandingkan dengan kuda, intinya domba adalah hewan yang cukup lemah. Satu – satunya harapan domba ketika mendapat
ancaman adalah mengandalkan gembala yang menjaganya.
Mazmur
nomor 73 menekankan sebuah fakta bahwa ketika pemazmur lemah, ia menyamakan
dirinya dengan domba yang hanya bisa pasarah disamping Gembala yang Agung. Pemazmur menyadri segala kelemahan dirinya
dan memilih bersandar dekat dengan yang Maha kuasa. Lalu adakah kita mempunyai sikap seperti
pemazmur ketika masalah berat datang mengahaadang? Ataukah kita tetap menghadapinya seorang
diri, meskipun kita sadar bahwa kita lemah dan butuh tangan- Nya yang kuat?
Semakin
kita menyadari bahwa kita lemah, maka akan semakin kita mengandalkan tangan-
Nya yang kuat!
“Ketika hatiku merasa
pahit dan
Buah pingganku menusuk
– nusuk rasanya
Aku dungu dan tidak
mengerti
Seperti hewan aku di
dekat- Mu
Tetapi aku tetap
dekat- Mu;
Engkau memegang tanganku”
Mazmur 73 : 23
God Bless You

No comments:
Post a Comment