Tuesday, October 19, 2010

(ArBer)Hukuman yang setimpal.


Hukuman yang setimpal.


Hari ini genap 1 tahun pemerintahan Indonesia dipimpin oleh duet Bapak. SBY dan Boediono. Secara garis besar belum ada suatu perubahan yang berarti dari berbagai bidang. Ada perbaikan akan tetapi perubahan fundamental yang diharapkan sepertinya tidak berjalan sebagai mana mestinya. Wacana perombakan sistem selalu dikumandangkan, akan tetapi penerapanya belum banyak dikerjakan. Dari seluruh bidang, hal yang paling mencolok mungkin dibidang hukum, terutama tentang pemberantasan korupsi.


Kejahatan korupsi adalah kejahatan nomor 1 dan paling populer di negeri ini, bagaimana tidak hampir seluruh bentuk korporasi dan lembaga negara, memiliki banyak kesempatan untuk terjadinya kejahatan ini. Hukuman yang diterapkan pemerintah pun sepertinya bisa dimungkinkan untuk tawar menawar. Satu hal yang lebih parah, para wakil rakyat juga sepertinya setengah hati jika harus mendesak pemerintah memperbaiki sistem tata hukum tentang penanganan korupsi. Para wakil rakyat juga sepertinya lebih suka untuk mencari “uang-uang” lebih dari anggaran-anggaran yang telah ditetapkan undang-undang dalam setiap agenda kerja mereka. Lalu sampai kapan ini akan terus berlanjut? Koruptor tertangkap satu hukumannya hanya seperempat hukuman bagi maling ayam, maka jangan heran akan muncul beribu-ribu koruptor berikutnya.


Kita harus turut berperan sertaaktif dalam membangun negeri ini. Apapun yang bisa kita lakukan, wajib kita perbuat dengan sepenuh hati, termasuk dalam mendoakan keadaan negeri ini. Selain mendoaakannya dengan rutin kita juga wajib membentengi diri kita dari godaan berbagai macam bibit – bibit korupsi. Baik itu korupsi waktu, kewajiban sampai kaorupsi materi yang sebenarnya. Pada jaman yang sulit dalam mencari rejeki ini(akibat persaingan banyak yang tidak diimbangi lapangan pekerjaan) kesempatan untuk korupsi memang terbuka lebar. Oleh karena itu berhati-hatilah jangan sampai cara cepat mendapatkan uang banyak menyebabkan kita cepat masuk neraka juga!


Di Indonesia korupsi sepertinya sangat mudah dilakukan dan ringan sekali hukumannya, akan tetapi setelah kita meninggalkan dunia ini, hukuman kekal yang setimpal di neraka juga tidak mungkin bisa kita tolak.


“…………

Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging

Supaya tuntutan hukum Taurat digenapi dalam kita,

Yang tidak hidup menurut daging

Tetapi meurut roh”

Roma 8:3-4


GOD Bless u

No comments: