Tuesday, February 22, 2011

(ArBer)Karena percaya.


Karena percaya.


Siapapun pasti berpikir sampai berpuluh – puluh kali untuk meletakkan sebuah semangka diatas kepala untuk menjadi sasaran tembak. Sedikit saja perhitungan sang penembak meleset maka hilanglah nyawa orang tersebut.


Jika bukan karena suatu keyakinan dan keprcayaan terhadap sang penembak, mungkin tidak ada yang mau menjadikan dirinya “wadah” sasaran tembak. Rasa percaya adalah unsure utama dimana orang lain bersedia melakukan apa yang kita inginkan. Investasi terjadi juga sebagian besar terwujud karena rasa saling percaya. Jika hanya mengandalkan keuntungan bersama dan tanpa rasa percaya, maka kerja sama apapun tidak akan bertahan lama. Jika rasa percaya sangatlah penting, lalu sebagai orang-orang Kristiani apakah kita sudah percaya sepenuhnya terhadap apa yang kita pilih?


Percaya apabila kita selalu diberkati, namun jikalau pencobaan datang bertubi-tubi, biasanya rasa percaya kita terhadap Tuhan juga perlahan mulai luntur. Rasul Petrus pun pernah merasakan demikian. Setelah angin sepoi-sepoi bertiup ke arahnya, maka dia mulai goyah dan akhirnya dia tidak bisa lagi berjalan diatas air/tenggelam. Rasa percaya haruslah total, jika ada satu bagian kecil saja keraguan, maka dengan cepat keyakinan/rasa pecaya kita akan hilang. Apapun yang terjadi mulai saat ini percayalah secara total kepada-Nya, apabila memang kita telah merima-Nya sebagai Tuhan dan juru selamat kita.


Mengandalkan logika memang diperlukan dalam kehidupan ini, akan tetapi percaya kepada Tuhan menunjukkan bahwa kita lebih mengandalkan iman, dibandingkan logika dan pemikiran diri sendiri.


“Pecayalah kepada TUHAN

Dengan segenap hatimu

Dan janganlah bersandar kepada

Pengertianmu sendiri”

Amsal 3:5


GOD Bless u

No comments: